Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 70 ~ Pertempuran IV


__ADS_3

"Kau siapa?" tanya Xiao Wang dangan suara di tekan. Kewaspadaannya pun tidak menurun sama sekali.


"Haha... Nak, kau pasti mengenaliku. Aku adalah Ketua Naga Ke-tujuh. Setidaknya begitulah orang-orang Naga Merah memanggilku!" jawab lelaki itu berbangga diri.


Xiao Wang mengernyit. Sebelumnya dia memang pernah berurusan dengan kelompok ini. Tapi dia tidak ada interaksi khusus, sehingga saling kenal mengenal pun Xiao Wang tidak pernah.


\=\=\=\=


"Baiklah, sekarang katakan padaku, apa tujuan kalian memberontak dan mengacau di sini?" Tanya Xiao Wang pada orang yang berstatus sebagai ketua Naga ke–tujuh.


"Cukup sederhana. Tentunya tujuan utama kami adalah Memperluas pengaruh kami dengan membereskan penghalang utama yaitu pihak kekaisaran dan membangun kekaisaran baru. Selain itu, ini juga merupakan saat yang tepat dimana para jenius kekaisaran Han berkumpul di sini." Lelaki bertopeng merah darah pekat itu menghentikan sejenak perkataannya. Berjalan perlahan ke arah Xiao Wang seraya membisikkan sesuatu. "Kau tahu sendiri bukan akan apa yang kami lakukan dengan para jenius itu. Terutama adalah kamu!"


Khawatir tiba-tiba saja mendatangi Xiao Wang. Segera dia melibaskan pedang tajam ke arah orang itu.


Whush...


pedangnya menebas udara kosong. Lelaki itu berpindah sangat cepat. Xiao Wang menyapu pandangan ke sekeliling. Benar, satu per satu para jenius kekaisaran di tangkap oleh orang-orang berjubah.


Kebanyakan dari mereka yang berjubah merah itu berada di ranah Raja dan ranah Ahli. Tapi ada beberapa diantaranya yang memiliki kultivasi Ranah Suci. Tentu saja hal itu membuat Xiao Wang semakin khawatir akan pertarungan tidak berakhir dengan baik.


Berharap pada dua orang tetua sekte besar yang memiliki kultivasi Ranah Suci pun sudah tidak mungkin lagi. Pasalnya baik Bing Dai maupun Jun Jirui masing-masing dihadapkan oleh dua orang lawan dengan Kultivasi ranah Suci pula.


"Jangan bilang kalau kalian hendak memanfaatkan para jenius kekaisaran Han demi kepentingan kelompok Naga Merah!" Xiao Wang berucap dengan menekan kata-katanya.


"Hahaha... Kau memang cerdas, Nak!" Ketua Ke–tujuh Naga Merah bertepuk tangan.


"Sialan, kelompok ini begitu nekat. Apakah kekuatan yang mereka kumpulkan sudah sangat mumpuni sampai berani bertindak besar seperti ini!" gumam Xiao Wang dalam hati.


Slash...


Salah seorang prajurit terpotong lehernya di hadapan Xiao Wang. Tidak. Bukannya seorang saja melainkan banyak prajurit yang berjatuhan oleh orang-orang berjubah merah.

__ADS_1


Melihat hal itu, Xiao Wang semakin yakin kalau kelompok ini telah melakukan persiapan yang matang. Tapi ada satu hal yang mengganjal bagi Xiao Wang. Dimana setiap kali orang-orang berjubah membunuh, maka aura kematian mereka akan bertambah pekat serta kekuatan mereka yang meningkat. Yakin bahwa kelompok ini pastinya memiliki banyak hal-hal tertentu yang digunakan oleh mereka, untuk meningkatkan kekuatannya.


Tak ingin terlalu banyak membuang waktu, Xiao Wang lantas maju menyerang Ketua ke-tujuh Naga Merah. Menyerangnya dengan ganas. Setiap tebasan yang dia lepaskan mengandung energi tajam yang mampu merobek apapun. Sayangnya, hingga beberapa saat mereka bertarung, belum berhasil Xiao Wang menorehkan segores pun sayatan pedang pada kulit lelaki itu.


"Nak, jarak antara kau dan dia begitu jauh. Menggunakan senjata itu saja belum menjamin kau bisa menang darinya!" ucap Xiao Long.


Xiao Wang belum menjawab perkataan itu. Dia tetap bersikukuh untuk melawannya. Sebenarnya Xiao Wang sudah menyadari sejak awal bahwa dia tidak akan mungkin bisa menang melawan Ketua ke-tujuh Naga Merah. Tapi menang bukanlah tujuan Xiao Wang, melainkan hal lain.


Semakin mempercepat gerakannya, Xiao Wang akhirnya berhasil menyentuh topeng lelaki itu. Menariknya, dan melempar topeng itu jauh. Saat itu lah terlihat wajah orang itu yang begitu Xiao Wang kenali.


"Cih, sudah aku duga. Kau adalah Penatua Xiao Lei." Xiao Wang sengaja sedikit mengeraskan suaranya. Hingga tiga orang yang saat ini tengah bertarung mendengar apa yang dia katakan tadi.


"Penatua Lei... Apa maksudnya ini!" Xiao Die yang telah membunuh lawannya, segera melesat menghampiri ke arah Xiao Wang. Sayangnya ramainya orang-orang yang saling membunuh itu, menghalangi jalannya. Bahkan dia harus kembali dipaksa bertarung dan membunuh lagi.


"Penatua Xiao Lei, beraninya kau berkhianat!" geram Xiao Die.


"Hahaha... Kalian saja yang terlalu bodoh... Dan satu lagi, Klan Xiao tidak akan datang membantu kalian di sini, sebab mereka juga sedang sibuk menyelamatkan klan Xiao dari serangan aliran hitam!"


Tanpa pikir panjang dia langsung menyerang lelaki pengkhianat itu. Xiao Lei sendiri menyambut dengan senang hati.


Dengan gerakan gesit, keduanya bertarung menggunakan kekuatan Ranah Raja.


Pedang di cengkraman–nya, Xiao Die mainkan dengan lihai dan penuh akan perhitungan. Serangan yang beruntun tanpa henti, nyaris tak membuat Xiao Lei tak bisa untuk membalas. Lelaki itu dipaksa berada dalam keadaan bertahan untuk beberapa saat.


Whush....


Tolakan energi tercipta. Baik Xiao Die maupun Xiao Lei terdorong mundur karenanya.


"Hahaha... Jangan pikir karena status mu lebih tinggi dari ku di klan Xiao, kau begitu percaya diri bisa mengalahkan ku." Xiao Lei berkata dangan angkuh.


Swosshh...

__ADS_1


Xiao Lei melesat dengan kecepatan yg sangat sulit untuk di ikuti. Dalam sekejap dia telah melancarkan serangan telak. Hampir saja mengenai Xiao Die. Beruntung lelaki itu cukup cekat menghindar.


"Kau berada di ranah Raja tahap 6?!" ucap Xiao Die tak percaya.


"Ya, kau tidak perlu lagi penasaran sekarang, matilah dengan tenang!" ucap Xiao Lei lalu kembali menyerang dengan ganas.


Sementara itu, Xiao Wang yang melihat pertempuran sepertinya akan dikuasai oleh aliran hitam dengan kelompok utama Naga Merah. Dia berinsiatif untuk membalikkan keadaan. Lantas melesat dan berbaur dengan ramainya orang. Mengeluarkan potensi pedang Api Matahari yang diimbangi dengan gerakan gesit nan Qi yang mumpuni.


Sementara itu, tampak pasukan Kekaisaran yang di kirimkan terus menerus berdatangan dari berbagai celah. Tapi pertumpahan darah itu telah memenuhi satu istana. Hanya tempat khusus yang di jaga oleh beberapa Kultivator Ranah Raja serta jenderal pertama dan kedua yang masih aman. Itu adalah tempat Kaisar Han bersembunyi. Para aliran hitam memasuki istana dan berniat membunuh Kaisar Han, guna tercapainya tujuan mereka.


***


Slash...


Slash...


Slash...


Padang Xiao Wang tidak berhenti bekerja. Membunuh musuh yang ada di sekitarnya. Bahkan seiring dengan banyaknya nyawa yang di bunuh, maka semakin berani pula dirinya.


Darah yang menetes, tak menghentikan langkah Xiao Wang. Dia seperti menikmati setiap nyawa yang melayang. Dan aksinya itu berhasil membuat orang-orang dari aliran putih yang melihat itu merasa ngeri. Cara membunuh Xiao Wang sangat sadis. Bahkan bisa lebih sadis dari aliran hitam sekalipun.


Xiao Wang tidak berhenti. Seiring dengan berjalannya waktu, ratusan nyawa telah melayang di tangannya. Tanpa dia sadari bahwa saat ini tubuhnya telah memancarkan aura aneh yang sangat menyeramkan. Perlahan terasa sesaat, namun semakin terasa pula aura tersebut saat satu nyawa melayang.


Aksi Xiao Wang sukses menimbulkan perhatian lebih pada seorang lelaki yang saat ini tengah duduk di sebuah kursi yang terletak di atas atap. Sementara di sekeliling lelaki itu terdapat beberapa orang yang memiliki kultivasi di ranah Suci, juga menonton pertarungan yang terjadi di bawah.


"Anak ini sangat menarik. Setiap kali dia membunuh, maka gerbang aura kematian akan semakin terangsang dalam tubuhnya. Aku yakin, anak inilah yang selama ini di cari oleh Raja Iblis untuk dijadikan wadah roh anak Iblis!" ucap lelaki itu perlahan. Lalu dia memerintahkan salah satu orang yang berdiri di belakangnya untuk menangkap Xiao Wang.


Tanpa menolak, orang yang dimaksud segera turun ke arah Xiao Wang. Menghentikan aksi lelaki itu sesaat. Aura kematian yang terpancar dari tubuhnya mencoba untuk menekan Xiao Wang dengan aura tersebut.


Xiao Wang yang masih mau membunuh aliran hitam itu, kini mengentikan aksinya kala merasakan aura yang sangat menyeramkan menyapa tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2