
Whush...
Whush....
Whush....
Delapan orang Kultivator ranah Langit tiba-tiba saja muncul dalam keadaan melayang di udara. Mereka semua mengelilingi empat orang Kultivator lain yang berdiri di tengah-tengah mereka.
Empat orang itu tidak lain adalah Xiao Yin, Xiao Ming, Qu Zheng serta Kultivator ranah Suci tahap 6. Tapi Kultivator ranah Suci tahap 6 itu kini melompat beranjak pergi dari sana. Hingga kini tersisa tiga orang saja.
"Hm, sepertinya kita tidak akan bisa pergi dari sini. Kecuali harus melawan mereka!" ujar Qu Zheng.
Xiao Ming dan Xiao Yin sama-sama menganggukkan kepala. Meskipun mengetahui bahwa mereka berdua bukanlah lawan dari delapan orang Kultivator ranah Langit tersebut, tapi tetap mereka harus melawan segenap kekuatan. Tak mungkin hanya bergantung pada Qu Zheng saja.
Whush....
Tekanan kuat nan mendominasi dilepaskan oleh salah seorang dari delapan orang itu. Dia sendiri memiliki kultivasi tertinggi ketiga yaitu berada di ranah Langit tahap 6.
Tentu Xiao Yin dan Xiao Ming yang jelas memiliki kultivasi ranah Raja tidak bisa untuk menahan tekanan itu. Mereka dibuat bertekuk lutut dengan tubuh yang bergetar.
Sementara untuk Qu Zheng sendiri masih bisa bertahan, meski dia juga merasa berat oleh beban tak kasat mata.
"Huh, hanya untuk beberapa orang Kukurucu lemah kau telah berani menggunakan kembang api untuk memanggil kami!" Salah seorang diantara mereka berkata sembari menatap Kultivator ranah Suci tahap 6 dengan ekor matanya.
Di tatap seperti itu, tentu saja Kultivator ranah Suci tahap 6 itu gemetaran. Apalagi tatapan tersebut sangatlah tajam, seolah bisa menyayat nya hidup-hidup.
"Ma–maafkan aku, Atasan!" ucap Kultivator ranah Suci tahap 6 sembari berlutut.
Kultivator ranah Langit yang menatap tajam dirinya itu kembali mengalihkan pandangannya. Dan fokusnya ke arah Qu Zheng, Xiao Ming dan Xiao Yin.
"Hmm, sepertinya anak yang tak mengenakan pakaian itu menarik!" ucap seorang Kultivator ranah Langit tahap 8 saat memperhatikan lebih jeli terkait dengan Qu Zheng.
"Benar... Sementara untuk lima orang lainnya sangatlah lemah dan tak ada keistimewaan dari mereka!" Kultivator ranah Langit tahap 5 juga ikut berkata. Lima orang yang dimaksud adalah Xiao Yin, Xiao Ming, Xiao Fu, Xiao Feng dan orang dari sekte Lotus Es.
"Hmm, bunuh saja lima orang tak berguna itu. Sementara untuk lelaki tak berpakaian itu kita bawa."
Setelah melewati perbincangan hingga beberapa saat, mereka akhirnya sepakat untuk membunuh Xiao Feng serta empat orang lainnya, sementara untuk Qu Zheng akan mereka bawa.
Di sisi lain, tiga orang yang berada dalam tekanan besar tersebut bukannya tidak mendengar pembicaraan dari delapan orang Kultivator ranah Langit yang masih melayang. Terlihat kini wajah Xiao Ming yang semakin memburuk.
"Si–sialan... Orang tua ini m–mau me–membunuh kita!" ucap Xiao Ming dengan terbata.
Begitu juga dengan Xiao Yin, dia juga tak bisa berbuat banyak untuk saat ini. Sementara Xiao Feng yang juga mengetahui akan niat hati dari para Kultivator ranah Langit tersebut tidak terima, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak selain dengan memasang wajah masam tak, suka.
Xiao Feng mencoba untuk bangkit dan akan menolong Xiao Yin, Xiao Ming serta Qu Zheng. Tali yang mengikat tubuhnya sendiri telah berhasil di lepaskan oleh Xiao Ming sebelumnya.
Kondisinya baru pulih sekitar empat puluh persen setelah dibantu oleh pil. Namun dia tetap memaksakan diri.
__ADS_1
Mengumpulkan energi Qi yang berpusat di tangannya. Dia berniat melepaskan serangan energi ke arah Kultivator Ranah Langit yang menekan Qu Zheng, Xiao Ming serta Xiao Yin.
Xiao Feng telah melempar energi yang telah dia kumpulkan tadi. Melesat cepat, sayangannya hanya berhenti di tengah jalan. Bahkan energi tersebut dikendalikan hanya dengan tatapan mata saja oleh Kultivator ranah Langit yang menjadi targetnya.
"Cih, hanya serangan lemah dari Kukurucu lemah pula," ucapnya dengan sombong dan merendahkan Xiao Feng.
Tentu saja Xiao Feng merasa tersinggung dengan itu. Serangannya telah berhasil dihancurkan.
Whush....
Energi terbentuk dari libasan tangan Kultivator ranah Langit yang menjadi target Xiao Feng tadi menimbulkan lesatan energi petir bertegangan tinggi. Melesat dengan kecepatan lima kali lipat dari serangan yang dilepaskan oleh Xiao Feng tadi.
Baamm...
Tepat mengenai Xiao Feng, membuat lelaki itu terpental jauh ke belakang. Pakaian yang dia kenakan telah menjadi hitam saat terkena serangan petir tadi. Begitupun juga dengan wajahnya yang terdapat noda hitam arang bercampur dengan kotoran tanah.
"Uhukk..." Xiao Feng terbatuk, merasakan dadanya yang sesak dan tubuh yang gemetar oleh efek dari listrik petir yang belum mereda.
Sementara itu, tekanan berat yang menekan tubuh Xiao Ming, Xiao Yin dan Qu Zheng telah menghilang. Mereka bernafas lega, terutama untuk Xiao Ming dan Xiao Yin yang merasakan seluruh tubuhnya terasa pegal dan berat, seperti akan terlepas saja dan memisahkan diri dari bagian tubuh lain.
"Hmm, membunuh langsung mereka tidaklah menyenangkan. Mengingat kita sudah membuang waktu untuk datang kemari, bagaimana kalau kita mempermainkan mereka terlebih dahulu?" Seorang Kultivator ranah Langit tahap 5 berkata memberi saran.
"Benar. Tapi bagaimana kita akan melakukannya?" ujar yang lainnya.
"Hmm, mudah saja." Kultivator Ranah Langit tahap 5 tersebut kemudian menggerakkan tangannya. Setelah itu tubuh Xiao Yin tiba-tiba saja terangkat di udara.
Mencoba untuk memberontak, tapi apapun usaha yang dilaksanakan oleh gadis itu untuk melepaskan diri, sayangnya itu hanya sia-sia saja. Dia merasakan adanya energi yang mencengkeram erat tubuhnya, mengunci pergerakannya.
"Hahaha... Kau mau aku lepaskan? Maka kau harus membunuh lelaki tak berbaju itu dulu!" Berkata dengan diselingi dengan tawa renyah.
Xiao Ming terdiam. Melawan Qu Zheng tentu saja dia sudah mengetahui endingnya, dimana tentu saja dia akan kalah.
"Kau tenang saja. Tiga orang itu bisa membantumu." ucap Kultivator ranah Langit tersebut sembari menunjuk Xiao Feng, Xiao Fu serta orang dari sekte Lotus Es.
Keempat orang itu hanya terdiam dan saling berpandangan. Dengan kondisi mereka yang bisa di bilang tidak dalam keadaan prima, meskipun jumlah mereka ada empat orang sekalipun tidaklah cukup untuk melawan Xiao Yin.
Melihat belum ada yang bergerak dari mereka, membuat Kultivator ranah Langit tahap 5 itu merasa jengkel. Lantas dia semakin menekan tubuh Xiao Yin. Hingga membuat gadis itu tampak sangat tersiksa.
melihat hal itu, tentu saja Xiao Ming sangat marah. Berteriak untuk meminta agar Xiao Yin dilepaskan, namun itu hanya sia-sia saja.
"Tak ada jalan lain, kita harus bisa bertarung melawan Qu Zheng," ujar Xiao Ming. Baginya Xiao Yin sudah dia anggap sebagai saudara kandung, meskipun berbeda ibu dan ayah. Kehilangannya sama seperti kehilangan sebelah sayapnya.
Akhirnya mereka menyetujui untuk bertarung. Meskipun itu sangatlah berat bagi kedua belah pihak.
Pertarungan pun telah berlangsung. Baik Xiao Feng serta tiga orang lainnya menggunakan segenap kemampuan mereka untuk menyerang Qu Zheng. namun sejauh ini tidak berhasil mereka menyentuh Qu Zheng. Begitupun juga dengan Qu Zheng yang tidak melakukan serangan seriusnya.
"Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian menginginkan gadis ini mati!"
__ADS_1
Srmpp...
"Arghh...." Kali ini Xiao Yin semakin tersiksa. Tentu saja itu membuat orang yang bertarung di bawah sana juga khawatir dengan keadaan gadis itu.
Tak ada pilihan lain, mereka kemudian mulai bertarung serius.
Tawa renyah keluar dari mulut delapan Kultivator ranah Langit saat melihat Xiao Feng serta tiga orang lainnya yang begitu kesulitan dalam menyerang Qu Zheng.
Beberapa kali Xiao Feng, Xiao Fu, Xiao Ming serta orang dari sekte Lotus Es dibuat terjatuh dan terguling oleh serangan Qu Zheng yang sangat kuat. Namun mereka akan kembali bangkit dan melanjutkan pertarungan.
Sebenarnya Qu Zheng tidak ingin melakukan serangan kuat, namun karena melihat lawan-lawannya begitu serius dalam menyerang, tanpa keraguan. Serta sempat pula dia mendengar dari Xiao Ming dan dua Xiao Lainnya untuk tidak mengasihani mereka. Maka Qu Zheng pun menyerang dengan keras dan kuat.
Kini kondisi Xiao Feng serta yang lain semakin memburuk saja. Ditambah dengan para Kultivator yang tidak berhenti menertawai mereka. Jika berhenti sebentar saja maka Kultivator ranah Langit itu akan menggunakan Xiao Yin sebagai ancamannya.
Xiao feng serta yang lainnya saat ini tidak ada bedanya dengan seekor binatag yang di beradu oleh permainan manusia. Tentu saja mereka merasa terhina, namun juga tidak bisa berbuat banyak.
"Hahaha... teruskan babi-babi ku. jangan berhenti memberi hiburan menarik pada tuan-tuan mu ini!" Salah satu dari mereka berkata saat melihat Xiao Feng serat tiga orang lainnya sudah tak sanggup untuk melanjutkan pertarungan.
"Haissh, tampaknya babi-babi kita ini sudah tidak berguna lagi. Baiklah, sepertinya kalian memang menginginkan gadis ini mati!" ucap Kultivator ranah Langit tahap 5 kala melihat lima orang yang bertarung di bawah sana sudah berhenti.
Sebenarnya karena mereka sudah tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan dengan kondisi yang sudah sangat tidak memungkinkan–lah yang membuat mereka berhenti bertarung. Tapi hal itu justru malah membawa dampak buruk bagi mereka.
Kultivator ranah Langit tahap 5 itu semakin menekan Xiao Yin. Hingga gadis itu merasakan sesak yang luar biasa. Yakin dan percaya jika diteruskan, maka akan membuat Xiao Yin tewas dengan tubuh yang remuk.
"Tidak .. . hentikan!" Xiao Ming berteriak marah. Begitu juga dengan Xiao Fu dan Xiao Feng. Namun Kultivator itu tampaknya tidak mendengar dan semakin memperkuat tekanannya. Sembari itu, dia juga tertawa renyah, begitu menikmati kegelisahan Xiao Ming, Xiao Fu, serta Xiao Feng.
"BERANI SEKALI KAU MENYENTUH SAUDARI'KU!!!" Mendadak terdengar suara menggelegar, ibarat Guntur yang tentu saja membaut semuanya tercengang.
Tak lama setelahnya, muncul sosok seorang lelaki yang melayang di hadapan Xiao Yin. Dia melepaskan serangan kecil terhadap Kultivator ranah Langit tahap 5 tersebut, hingga tekanan yang diberikan pada Xiao Yin telah menghilang.
Sebelum gadis itu terjatuh, Xiao Wang telah lebih dulu menangkap tubuhnya yang sangat lemah.
"Saudara Wang...!" ujar pelan Xiao Ming dan Xiao Fu hampir bersamaan.
"Wang'er!" Xiao Feng juga ikut berujar.
"Huh, akhirnya kau datang juga!" Qu Zheng tampak bernafas lega melihat kedatangan Xiao Wang di sini.
Mendarat di atas tanah, Xiao Wang kemudian memberikan Xiao Yin pil penyembuh tingkat Langit. Begitu pun juga dengan Xiao Fu serta rekannya yang lain yang terluka.
Melihat bagaimana kondisi mereka, tentu saja Xiao Wang begitu geram. "Orang-orang ini musti diberi pelajaran!" gumamnya dengan mengepal keras tangannya.
Xiao Wang bangkit dan menghadap ke arah delapan orang Kultivator ranah Langit tersebut.
"Hahaha... Lihatlah teman mereka sudah datang untuk menolong. Tapi menolong mereka di dalam kandang Naga buas, mana bisa selamat. Dia datang tidak lebih hanya untuk mengantarkan nyawanya saja.. Hahaha!" ucap salah seorang diantara Kultivator ranah Langit tersebut.
Xiao Wang menanggapinya dengan tersenyum miring.
__ADS_1
"Harusnya aku yang mengatakan itu!"
Whush...