
Xiao Wang serta Mayi saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Tampak sebuah hologram terbuka di hadapan xiao Wang. Hologram itu sendiri muncul dalam sebuah alat yang di pegangnya. Ini tidak lebih dari sebuah peta yang diberikan Lai Wei pada Xiao Wang.
Memperhatikan titik kuning yang bergerak di hologram, itu merupakan letak Xiao Wang dan Mayi. Titik kuning itu terus bergerak, hingga hampir mendekati sebuah gunung besar yang memiliki beberapa anak gunung kecil di sekelilingnya.
"Kita hampir sampai?" tanya Mayi, dia memperhatikan titik kuning tersebut.
Xiao Wang menganggukkan kepalanya sebagai respons. "Bersiaplah!"
Mereka telah memasuki kawasan pegunungan Monster. Tapi sebelum itu, mereka harus mencari letak pasti Bing Xue Li berada.
Alat yang merupakan peta berbentuk hologram itu telah Xiao Wang simpan dalam cincin ruang miliknya. Keduanya berhenti terbang. Melempar pandangan jauh ke depan, tampak pegunungan menjulang tinggi dan menembus awan berdiri kokoh. Seperti halnya yang ada pada gambar peta, di sekitaran gunung besar itu masih ada banyak gunung kecil lain.
Jika diperhatikan sejenak, tampak pemandangan gunung itu sangat indah. Seperti sebuah lukisan gunung yang sangat indah.
Selang beberapa detik, Xiao Wang serta Mayi segera kembali melanjutkan perjalanan.
Baru memasuki salah satu kawasan gunung kecil, mereka telah disambut oleh berbagai macam binatang monster yang menyerang mereka. Namun dari sekian banyaknya monster, tak ada satupun dari mereka yang berhasil menyentuh Xiao Wang serta Mayi.
Gunung pertama telah mereka periksa. Xiao Wang pun sudah memeriksa dengan lebih teliti, bahkan dia juga menggunakan mata dewa untuk melihat lebih jelas. Setelah memastikan bahwa gunung tersebut benar-benar tidak ada orang, maka Xiao Wang dan Mayi memutuskan untuk memeriksa gunung berikutnya.
Berbeda dengan gunung yang pertama, gunung kedua ini memiliki binatang monster yang kekuatannya satu tingkat di atas binatang-binatang monster yang ada pada gunung pertama.
Meski demikian, hampir semua binatang-binatang monster yang mereka temui memiliki kekuatan setara dengan kultivator ranah Langit. Mudah saja bagi Xiao Wang dan Mayi untuk melumpuhkan mereka semua. Bahkan beberapa diantaranya Xiao Wang bunuh dan mengambil Kristal roh mereka.
Hingga sampailah dua orang itu pada gunung yang ke empat. Di sini jelas sekali tampak perbedaannya dengan gunung-gunung sebelumnya. Nuansa di gunung ini lebih mencekam. Sempat kedua orang itu bertarung dengan binatang monster di sana, masing-masing mendapatkan satu lawan beruang berukuran besar.
__ADS_1
"Pemburu Es Abadi!" Xiao Wang membekukan kedua kaki beruang. Meskipun beruang tersebut memiliki kemampuan untuk mengeluarkan api ekstrem dari tubuhnya, namun tetap dia tidak bisa melelehkan es tersebut.
Xiao Wang mengepal sebelah tangannya.
Krak…
Sontak saja es yang membekukan kaki beruang tadi langsung hancur berkeping-keping.
Mayi juga berhasil membunuh beruang tersebut dengan menggunakan bisa yang mematikan. Mereka terbang ke arah barat. Gunung keempat ini memiliki bentuk yang juga berbeda dengan gunung-gunung lainnya.
Di mana jika gunung-gunung lain memiliki bentuk seperti kerucut, akan tetapi gunung ini memiliki bentuk yang gundul, seperti sebuah kawah di puncak gunungnya. Xiao Wang dan Mayi berniat untuk mendatangi puncak dari gunung tersebut.
Benar saja, di sini terdapat sebuah kawah yang sangat besar. Kawah tersebut tidak berhenti mengeluarkan asap. Anehnya asap yang dikeluarkan bukan berwarna abu-abu ataupun putih melainkan berwarna merah darah. Juga tercium aroma darah yang sangat khas, sepertinya udara yang ada di sekitaran kawah tersebut tercampur oleh darah.
Tampak kelelawar-kelelawar yang telah bermutasi ke dalam bentuk manusia kelelawar, terbang mendekat ke arah mereka. Jumlahnya begitu banyak, nyaris semua memamerkan taring yang panjang melewati dagu. Mereka sepertinya haus akan darah dan ingin menjadikan Xiao Wang serta Mayi sebagai mangsa.
Sring....
Salah satu dari kelelawar itu melepaskan gelombang ultra Sonic. Jangkauan gelombang ultra Sonic itu begitu meluas, Xiao Wang serta Mayi menahan gelombang itu dengan menciptakan perisai energi yang mengelilingi tubuh Mereka. Sehingga gelombang tersebut hanya lewat begitu saja.
Sring...
Sring....
Kali ini tidak hanya satu, melainkan ada beberapa sekaligus yang melepaskan gelombang ultra Sonic. Gelombang mengandung kekuatan besar yang mampu merusakkan sesuatu yang dilewatinya itu tampak saling bertabrakan.
__ADS_1
Xiao Wang menonaktifkan perisai yang melindungi tubuhnya. Dia menciptakan sebuah peluang sendiri untuk meloloskan diri dari hantaman gelombang ultra Sonic. Mengeluarkan pedang Dewa Siluman dan Pedang Dewa Naga secara bersamaan. Dua pedang yang jelas-jelas memancarkan aura kuat nan mendominasi itu melayang dengan sendirinya di udara. Layaknya memiliki jiwa, mereka semua terbang dengan kecepatan menembus waktu dan membunuh dua sampai tiga manusia kelelawar sekaligus.
"Peri Penghilang Wujud!"
Mayi mendadak menghilang wujudnya. Dia menyatu dengan udara, terbang dengan kecepatan tinggi, lalu menembus salah satu manusia kelelawar dengan menggunakan kakinya yang runcing. Setelah membunuh satu korban, dia lantas terbang kembali dan mengambil satu nyawa lagi. Dia mengerjakan itu dalam tiga detik.
Cukup memakan menit, sampai pada akhirnya para manusia kelelawar itu mulai ketakutan dan memutuskan untuk mundur dan menjauh sejauh-jauhnya.
Xiao Wang dan Mayi kemudian memasuki kabut darah tersebut.
Sialnya, Xiao Wang dan Mayi malah kehilangan sekitar tiga puluh persen dari kekuatan asli mereka. Awan merah darah itu ternyata mengandung intensitas tertentu yang sangat berbahaya. Beruntung Xiao Wang dan Mayi memiliki kultivasi ranah Alam Langit. Mungkin jika lebih rendah dari itu, mereka akan kehabisan kekuatan lebih dari tiga puluh persen.
Mereka telah melewati kabut awan merah darah tersebut. Namun kedua kedua orang itu kembali dihadapkan pada satu masalah serius. Di balik awan itu nyatanya sebuah jurang yang sangat dalam dan luas mencakup ratusan kilometer tengah menanti mereka.
Akan tetapi, bukanlah jurang dalam dan luas itu yang menjadi sumber masalah utama yang dihadapi oleh Xiao Wang serta Mayi. Melainkan seekor monster besar tengah menunggu mereka dari bawah sana. Monster tersebut menyerupai seekor gurita dengan tentakel merah panjang dan besar. Besar tubuhnya memenuhi satu buah jurang itu yang lebarnya sekitar ratusan kilometer.
"Bing Xue Li ada di sergap oleh Monster Gurita ini," gumam Xiao Wang.
"Kau benar, meskipun sangat kecil kemungkinannya dia bisa bertahan hidup, namun aku masih bisa merasakan sedikit sekali tanda-tanda kehidupan sosok manusia. Akan tetapi, bukan hanya satu melainkan ada dua manusia yang memiliki nafas lemah." Mayi ikut menanggapi.
"Entah mereka disembunyikan di mana. Asalkan mereka masih hidup, maka kita masih bisa memiliki peluang menyelamatkan Mereka. meskipun kemungkinannya bisa dibawah tiga puluh persen."
Bukan tanpa alasan Xiao Wang mengatakan itu. pasalnya gurita raksasa itu memiliki kekuatan di atas ranah Alam Langit sekalipun, sehingga akan sangat sulit bagi mereka untuk membunuhnya.
Terlihat beberapa buah tentakel memanjang dan mencoba untuk menangkap Xiao Wang serta Mayi.
__ADS_1