Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 57 ~ Babak 16 Besar IV


__ADS_3

Sringg...


Dua pedang bertemu di titik tengah arena. Menimbulkan dua energi yang saling bertolakan. Energi gelap dan merah panas membentuk tolakan energi cembung dengan pusat berada pada senjata mereka.


Baamm...


Lonjakan energi menimbulkan ledakan besar, membuat Xiao Wang dan Guang Lu terdorong mundur karenanya.


Tapi tak membuat keduanya terhenti. Baik Xiao Wang maupun Gang Lu sama-sama kembali melesat. Kemudian adu senjata terjadi, namun dengan kecepatan lebih tinggi dari pertarungan mereka sebelumnya.


Xiao Wang yang dikelilingi oleh aura orange sementara Guang Lu yang diselimuti oleh aura gelap, sehingga pergerakan mereka hanya dapat terlihat dua energi tersebut. Ibarat garis-garis gelap dan orange yang bergerak ke sana kemari menguasai panggung arena, saling bertubruk-tubrukan.


Setiap kali keduanya berpindah jarak, maka ledakan juga ada tercipta saat itu juga.


Baamm....


Ledakan kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Xiao Wang dan Guang Lu mengatur jarak.


"Lumayan..." Guang Lu berkata sesaat. "Kalau kau cukup mampu, coba tahan serangan ku yang satu ini!"


Guang Lu mengumpulkan energi gelap di sekitarnya. Bersamaan dengan itu juga menyebar aura membunuh yang pekat. Sebagai salah atau bagian dari aliran hitam, dia sudah membunuh banyak orang di tangannya. Setiap kali nyawa yang melayang, maka akan menciptakan aura membunuh dalam tubuhnya. Dan aura itu dia gunakan untuk mengeluarkan serangan ini.


Tekanan yang dihasilkan semakin besar seiring dengan Guang Lu yang menyelesaikan pengumpulan kekuatannya.


"Pisau Membunuh Seribu Nyawa..." ucapnya dingin.


Energi gelap yang terkumpul tadi membentuk Ribuan pisau tajam di belakangnya. Pisau-pisau itu sendiri mengeluarkan asap hitam. Dia lantas mengarahkannya pada Xiao Wang.


Meskipun tekanan serta aura membunuh yang dilepaskan oleh Guang Lu begitu mengintimidasi, namun bagi Xiao Wang, dia tidak merasakan apapun.


Melepaskan aura yang mendominasi, hingga menekan aura gelap dari Guang Lu yang semula mengelilinginya tadi. Xiao Wang melakukan suatu segel tangan.


"Amukan Badai Api!"

__ADS_1


Pedang yang terlapisi kobaran api ganas itu mendadak melepaskan hawa panas ekstrim yang menyebar. Menyatu dengan udara, menimbulkan angin panas yang menusuk hingga ke tulang. Awan hitam berkumpul di atas sana, menutupi cahaya matahari menyentuh tanah.


Whushh...


Terbentuk tornado api yang berputar ganas dan menggila. Bahkan efek dari tornado tesebut langsung bisa di rasakan oleh para penonton. Mereka yang tidak bisa menahan hawa panas tersebut langsung menciptakan perisai energi, melindungi tubuh mereka.


Serangan energi yang dilepaskan oleh Guang Lu bertemu dengan serangan energi yang dilepaskan oleh Xiao Wang.


Whush...


Dua energi itu saling berbenturan, menciptakan lonjakan deras yang menekan. Udara di sekitar serasa terbakar, bahkan sesak.


Duaaarrrrr...


Puncaknya terjadi ledakan dari kedua serangan energi itu. Dampak yang tidak kira-kira itu nyaris mengenai para penonton. Beruntung beberapa orang segera turun dan menghalau energi lepas kendali tersebut sehingga tidak sempat keluar panggung arena.


Kabut tebal tercipta memenuhi panggung pertarungan Xiao Wang dan Guang Lu. Saking tebalnya, tak terlihat keberadaan Xiao Wang dan Guang Lu. Hal itu sendiri membuat para penonton harus menunggu hingga kabut tersebut menipis, agar melihat siapa yang kalah.


Selang beberapa detik, kabut tersebut telah sedikit menipis, tampaklah bayangan samar seseorang yang berdiri tegap, dengan pedang di tangannya. Namun yang satunya lagi tidak terlihat.


Xiao Wang yang berada dalam kabut melibaskan pedangnya. Setelah itu, kabut yang mengepul itu menghilang seketika. Saat itulah dia bisa melihat ekspresi tersentak dan tak percaya dari orang-orang yang ada di sana. Dia menampakkan senyum samar. Lalu berjalan menghampiri Guang Lu yang tergeletak di sudut lantai arena. Tampilan lelaki itu sendiri begitu sangat memprihatikan.


"Rumor yang beredar terkait dengan sang Pisau Terbang yang menakutkan itu ternyata tidak lebih hanya bualan angin lewat," ucap pelan Xiao Wang.


Guang Lu yang mendengar perkataan Xiao Wang tadi tidak terima. Tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak. Seluruh tubuh terasa sakit, oleh serangan energi yang dilepaskan oleh Xiao Wang tadi.


Wasit mengumumkan Xiao Wang sebagai pemenang. Sekali lagi hal itu langsung membuat sorakan gemuruh dari para penonton terdengar. Semakin takjub dengan Xiao Wang, tapi bagus sebagian orang menganggap Xiao Wang ini sebagai ancaman yang musti di waspadai.


Xiao Wang turun dari panggung, mengarah ke arah tempat duduk Xiao Fu.


"Kau benar-benar hebat, saudara Wang. Aku yakin, meskipun kekuatan yang kau keluarkan tadi terbilang sangat hebat, tapi Saudara Wang pasti memiliki jurus yang lebih hebat lagi dari tadi!" kata Xiao Fu, memberikan pujian pada Xiao Wang.


"Ya, Guang Lu yang lengah tadi. Sehingga aku bisa mengalahkannya," balas Xiao Wang.

__ADS_1


Keduanya lalu mengalihkan perhatian pada panggung arena. Dimana terjadi kerusakan pada lantai arena disebabkan oleh dua energi yang bertubrukan tadi. Xiao Fu sekali lagi menggelengkan kepalanya.


Sementara itu, pertarungan Rou Shi belum menemukan pemenang. Keduanya masih melangsungkan pertarungan, tapi bisa di lihat di sana, Rou Shi yang tidak dalam keadaan di untungkan.


Sebenarnya, pertarungan antara Rou Shi dan lawannya itu sempat terhenti kala merasakan tekanan panas dari pertukaran jurus Xiao Wang serta Guang Lu tadi.


Melihat Xiao Wang keluar sebagai pemenang, Rou Shi mengepal keras tangannya. Geram bahwa Xiao Wang mengingkar janji.


"Anak sialan ini. Awas saja, setelah pertarungan ini berakhir aku akan mengirimkan orang-orang ku untuk membunuhmu!" gumam kesal Rou Shi.


Fokus pada pertarungan. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk memojokkan lawan, tapi bukannya lawan yang dibuat terpojokkan, melainkan dirinya sendiri.


Bagaimana tidak, lawan Rou Shi ini merupakan Jenius nomor satu sekte Bulan Perak. Keberadaannya bahkan begitu ditakuti oleh aliran hitam, dengan Kultivasi berada di ranah Ahli tahap 2.


Baik Rou Shi maupun lawannya beradu serangan jarak dekat sesaat. Tempo tarung yang berlangsung cepat, membuat pertarungan keduanya cukup dinikmati oleh para penonton. Namun seiring dengan berlangsungnya pertarungan, semakin terlihat pula bahwa Rou Shi dalam keadaan tidak di untungkan.


Sama-sama mengambil jarak, keduanya melepaskan serangan energi jarak jauh.


"Cahaya Sabit Pembelah!"


"Guncangan Petir Langit!"


Percikan petir dahsyat turun dari langit. Terkumpul ke dalam pedang Rou Shi, lalu dia mengarahkan ke arah cahaya Sabit tajam milik lawannya.


Crisssttt....


Whush....


Duaarr...


Sekali ledakan, menimbulkan asap disertai dengan energi yang menyebar sembarang arah. Tampak enegi petir yang dilepaskan Rou Shi tadi kalah, membuat lelaki itu terlempar jauh dan keluar arena.


"Uhukk..." Rou Shi mengeluarkan darah segar dari mulutnya.

__ADS_1


"Sialan!!!" umpatnya kesal, dia lantas meludahkan sisa-sisa darah dari mulutnya. Beberapa orang segera datang untuk membantu Rou Shi.


Sementara itu, di atas panggung arena, wasit mengumumkan pemenangnya adalah perwakilan dari sekte Bulan Perak. Sorakan gemuruh terdengar sekali lagi. Memuji-muji seorang wanita yang mengalahkan Rou Shi tadi.


__ADS_2