Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 212 ~ Xiao Long Bertingkah Aneh


__ADS_3

Xiao Wang melakukan tebasan silang. Tampak bayangan tebasan pedang tadi melesat lulus ke arah tentakel yang mengejarnya.


Slash…


Berhasil membuat tentakel tersebut terpotong, namun bukannya berhenti tentakel lain malah kembali datang. Kali ini bergerak dengan kecepatan tinggi. Berhasil melilit kaki Xiao Wang.


Tarikan kuat segera terjadi. Begitupun dengan Mayi yang juga ikutan ditarik.


Xiao Wang berusaha untuk melawan laju tubuhnya dengan terbang ke atas agar dirinya tidak ikut terbawa tarikan tersebut. Akan tetapi ini begitu sulit. Kekuatan Xiao Wang tidak lebih kuat dari tarikan tentakel gurita tersebut, sehingga membuat dia terbawa hingga ke bawah.


Mayi tidak kalah berusaha. Dia mencoba menggunakan kaki semut yang runcing yang muncul dari punggungnya untuk memotong tentakel tersebut.


Slash…


Itu berhasil. Dia melihat ke arah Xiao wang yang telah dibawa oleh tentakel hingga ke bawah. Segera melesat untuk membantunya. Akan tetapi belum juga sampai lima meter dia melesat, mendadak tentakel lain bermunculan dan mengepung Mayi dari berbagai sisi. Serempak tentakel-tentakel tersebut mengerubuti dan mengikat tubuh Mayi, begitu kuat sampai tak memberikan ruang untuk Mayi memberontak.


Dia ditarik kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Bruk….


Dalam beberapa detik, tubuh Mayi terhempas kuat dan terbanting keras di dasar jurang. Sempat terdengar suara ringisan refleks dari mulut Mayi. Pasalnya hempasan itu sangatlah kuat. Ibarat sebuah semangka yang meledak ketika dijatuhkan dalam ketinggian seratus meter, namun kasus yang dialami oleh Mayi ini bisa dibilang lebih berat dibanding dengan itu. Jika orang biasa, mungkin tulangnya akan remuk dan dagingnya akan keluar selayaknya selesai diblender.


Mayi bangkit dari posisinya yang semula tergeletak. Pertama-tama Dia melempar pandangannya disekitar, memperhatikan tempat itu. Ini tidak lebih hanyalah sebuah goa yang gelap.


Dia menjentikkan jari, sontak saja tercipta seberkas cahaya hijau dari jari telunjuknya. Mayi menggunakan cahaya itu untuk lebih mengenali benda-benda apa saja yang ada dalam goa gelap itu.


Whush…


Mendadak sebuah tangan langsung membekap mulutnya dari belakang. Mayi kaget, nyaris meninju orang itu.


Tapi dia segera Mengendalikan diri kala mengetahui bahwa pemilik tangan tersebut adalah Xiao Wang.


"Kau mengagetkanku!" protes Mayi.


"Maaf!" Xiao Wang berucap dengan suara yang perlahan.


"Ada apa?" Mayi penasaran karena xiao Wang menurunkan nada bicaranya.


Xiao Wang tanpa mengeluarkan suara, langsung menunjukkan suatu bahasa isyarat. Dia menengok ke atas, meskipun suasana dalam goa itu tampak gelap, namun lamat-lamat Mayi bisa melihat sesuatu yang menggelinjang di langit-langit goa. Itu tampak seperti ular, namun dia yakin itu bukan ular.


"Itu adalah tentakel yang membawamu kemari. Dia saat ini tengah mencari–mu kembali!" jelas Xiao Wang.


"Mencari–ku? Untuk apa?" tanya Mayi yang tidak mengerti.

__ADS_1


"Sebenarnya goa yang kau lihat saat ini adalah ciptaanku. Aku yang membuat tentakel itu melepaskan lilitannya terhadap mu!"


"Hmm, benar juga! Terima kasih!" ucap Mayi.


Xiao Wang serta Mayi kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Mereka berjalan dengan penuh hati-hati. Sebisa mungkin tak menimbulkan suara yang memancing kehadiran tentakel-tentakel tersebut.


Mayi menoleh ke arah kiri kala merasakan adanya sesuatu yang bergerak-gerak. Benar saja, salah satu tentakel telah berada di samping dan hendak kembali mengikat tubuhnya.


Mayi segera memotong tentakel tersebut dengan kakinya yang runcing.


Slash….


Sayangnya itu menimbulkan suara khas, sehingga memicu tentakel lain untuk mendatangi tempat Mayi dan Xiao Wang.


"Sepertinya kita harus menggunakan cara lain!" ujar Xiao Wang sembari menghindari salah satu tentakel yang mengejar.


Brukkk…


Goa yang diciptakan Xiao Wang telah hancur oleh hempasan kuat dari salah satu tentakel.


"Mayi!" panggil Xiao Wang.


Mayi menjawab sekilas, "ada apa?"


"Baik, aku mengerti?" Mayi memotong salah satu tentakel, setelah itu melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Xiao Wang.


"Peri Tanpa Wujud!"


Keberadaan Mayi tiba-tiba saja menghilang dari sana. Bahkan Xiao Wang sendiri tidak menemukannya.


Tampak, keagresifan dari tentakel-tentakel itu tiba-tiba saja menurun. Mereka sepertinya mencari-cari Mayi. Namun karena tidak mendapati wanita itu, maka tentakel-tentakel itu beralih target mengejar Xiao Wang.


Pedang Dewa Naga dan Pedang Dewa Siluman sempat bermain-main. Melesat cepat, memotong dua buah tentakel sebelum menghilang, bersama dengan menghilangnya wujud Xiao Wang. Lelaki itu telah beralih ke mode tubuh roh.


"Aku harus bergegas. Tubuh roh ini tidak bisa untuk bertahan lama," gumam Xiao Wang. Dia terbang dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi beberapa kali dia harus berhenti dan memutar haluan kala melihat tumpukan tentakel yang menghalangi jalannya.


Ya, perjalanan yang dikira mulus itu ternyata begitu berbanding terbalik dengan apa yang terjadi. Sebenarnya bisa saja Xiao Wang menabrak mereka, mengingat tubuhnya saat ini bisa menembus benda-benda. Namun Xiao Wang memilih untuk tidak melakukannya, dia mengantisipasi akan hal yang tidak diinginkan terjadi. Tubuh roh tidak bisa bertahan lama, menabrak mereka hanya akan membuat durasi waktu dark tubuh roh itu semakin cepat.


Tentakel-tentakel tersebut ternyata tidak hanya berada di atas saja, melainkan juga di dasar jurang pun banyak sekali ditemukan. Xiao Wang jadi penasaran akan seberapa besar kepala dari gurita, pemilik tentakel-tentakel itu.


Selang beberapa saat, Xiao Wang akhirnya sampai pula di tujuan. Tepat saat dia telah sampai di pinggir kawah yang dimaksud, mendadak tubuh rohnya langsung berakhir. Dia telah kembali ke bentuk kasar tubuhnya.


Tanpa menunggu reaksi dari para tentakel-tentakel tersebut, Xiao Wang segera melesat dengan cepat dan masuk di salah satu lubang.

__ADS_1


Pas sekali, di sana terdapat Mayi.


"Aku kira kau tidak akan selamat!" Mayi menatap Xiao Wang dengan tatapan sinis.


"Cih, kau terlalu meremehkan ku!" tanggal Xiao Wang dengan tersenyum miring.


Xiao Wang merubah ekspresinya. "Ayo!"


Mereka berdua pun berjalan menelusuri lorong dari lubang itu. Kebetulan lubang tersebut cukup luas, sehingga memberikan kedua orang itu ruang untuk bergerak.


Sring….


Xiao Long mendadak keluar dari dalam kening Xiao Wang.


"Ada apa? Mengapa kau tiba-tiba saja keluar?" tanya Xiao Wang penasaran.


"Aku menemukan adanya aura yang begitu familiar!"


Xiao Wang mengernyit. Dia tidak terlalu banyak bertanya, memilih menunggu dan melihat langsung akan aura apa yang dimaksud oleh Xiao Long.


Berjalan selama beberapa saat, akhirnya mereka sampai pada ujung dari lorong itu.


Tampak sebuah kolam terlihat di tengah-tengah ruangan tersebut. Kolam itu sendiri tidak lebih luas. Sangat sempit dan mungkin hanya cukup dimasuki oleh satu orang saja.


"Sepertinya ada yang aneh dengan kolam ini!" gumam Xiao Wang. Memang mereka tidak menemukan sesuatu apapun ketika menelusuri lorong lubang, namun Xiao Wang yakin, sesuatu tersebut akan mereka dapatkan ketika telah berenang di dalam air ini.


"Benar, kalian harus mengeceknya!"


Xiao Wang kemudian meminta Mayi untuk segera berenang lebih dahulu. Sementara dia akan menjaga dari luar.


"Baiklah!"


Mayi langsung menceburkan diri ke dalam kolam itu. Dia berenang sampai ke dasar.


Xiao Wang menunggu selama beberapa saat, namun tak nampak kemunculan Mayi. Dia yang khawatir pun segera ikut menceburkan diri. Namun sebelum itu, dia telah membiarkan Xiao Long untuk memasuki keningnya kembali.


Berenang ke kedalaman air kolam. Hingga dia hampir mencapai dasarnya. Namun, saat telah berada di dasar kolam itu, Xiao Wang malah menemukan adanya dinding air yang menghalangi air-air itu agar tidak terjatuh ke bawah.


Akan tetapi saat Xiao Wang telah menampakkan dirinya dibalik dinding air itu, tiba-tiba saja dia merasakan seperti gravitasi yang berubah arah. Jika tadi di bawah, mendadak dia merasakan seolah gravitasi telah berubah ke atas.


Xiao Wang segera keluar dari air tersebut. Tubuhnya cepat mengering kala suhu tubuhnya mendadak naik. Dia menggunakan bantuan unsur elemen api untuk memanaskan tubuhnya.


Xiao Long mendadak kembali keluar. Tanpa banyak berkata-kata, Naga Magma itu segera melesat terbang menjauhi Xiao Wang. Tebang ke satu arah.

__ADS_1


Xiao Wang mengernyit. Apa yang terjadi dengan Naga Magma itu? Mengapa dia bertingkah aneh seperti itu?


__ADS_2