Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 71 ~ Xiao Long Keluar


__ADS_3

"Anak ini sangat menarik. Setiap kali dia membunuh, maka gerbang aura kematian akan semakin terangsang dalam tubuhnya. Aku yakin, anak inilah yang selama ini di cari oleh Raja Iblis untuk dijadikan wadah roh anak Iblis!" ucap lelaki itu perlahan. Lalu dia memerintahkan salah satu orang yang berdiri di belakangnya untuk menangkap Xiao Wang.


Tanpa menolak, orang yang dimaksud segera turun ke arah Xiao Wang. Menghentikan aksi lelaki itu sesaat. Aura kematian yang terpancar dari tubuhnya mencoba untuk menekan Xiao Wang dengan aura tersebut.


Xiao Wang yang masih mau membunuh aliran hitam itu, kini mengentikan aksinya kala merasakan aura yang sangat menyeramkan menyapa tubuhnya.


\=\=\=\=\=


Xiao Wang melompat mundur saat hantaman aura yang membentuk serangan energi mendatanginya. Tidak hanya sekali melainkan beberapa kali orang berjubah yang memiliki kultivasi Ranah Suci itu menyerangnya.


Aura merah darah mencekam yang dipancarkannya seolah-olah memberi isyarat bahwa dirinya telah membunuh banyak sekali orang sepanjang hidupnya.


"Kau cukup mampu juga, Nak!" orang itu berkata remeh. Lalu melepaskan serangan yang lebih besar lagi.


Whush....


Baamm...


Mendadak serangan energi tersebut terhalang oleh seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di hadapan Xiao Wang.


Memiliki pakaian putih dengan corak kebiruan. Aura yang terpancar dari tubuhnya pun begitu kuat nan mengintimidasi.


"Anggota Naga Merah memang tidak ada rasa malu. Bahkan untuk seukuran anak kecil saja berani menurunkan seorang ranah Suci untuk melawannya." Pria itu berkata dengan penuh ketenangan.


Xiao Wang sendiri tidak mengenali orang itu. Namun dari percakapan orang-orang di sekitarnya, dia pun akhirnya mengetahui bahwa lelaki di hadapannya ini merupakan salah satu dari daftar terkuat Kekaisaran Han. Berada di urutan ketiga dengan Kultivasi ranah Suci tahap 7. Dia adalah Liang Luo.


Whush...


Melepaskan tekanan energi besar dari tubuhnya. Energi biru merembes dari tubuhnya dan menyebar luas. Terutama mengarah ke orang berjubah yang semula menyerang Xiao Wang tadi dan membuat dia termundur.


"Hahaha... Petir Gunung. Aku tidak berharap kau datang lebih awal," ucap orang berjubah itu, diselingi oleh tawanya.


"Kalian dari aliran hitam memang suka sekali mencari masalah. Setelah kekacauan belasan tahun lalu, kalian tampaknya masih belum jerah samasekali," ucap Liang Luo. Lalu tanpa banyak bicara lagi, dia lantas maju menyerang orang tersebut. Energi petir juga merembes dari tubuhnya dengan kecepatan ekstrem dia telah berada di hadapan orang berjubah.


Tidak butuh waktu lama bagi Liang Luo dalam membuat orang berjubah tadi berada dalam posisi terpojok. Dengan kecepatan yang tinggi serta pengalaman yang mumpuni, sehingga tidak ada masalah sama sekali baginya untuk melawan orang berjubah itu.


Xiao Wang melihat sekitar. Memang saat ini telah bermunculan orang-orang hebat. Sepuluh besar terkuat Kekaisaran Han telah memunculkan diri satu per satu. Dan semuanya berada di ranah Suci. Mereka turun dan langsung melawan orang-orang dari kelompok Naga Merah.


Dengan kehadiran kultivator yang berada di daftar sepuluh besar itu, keadaan berhasil di balikkan. Namun tampaknya hal itu hanyalah sesaat.

__ADS_1


Sementara itu, seorang pria yang masih setia menonton dari atas atap memasang seringai aneh dari mulutnya. Lantas menyuruh beberapa orang di belakangnya untuk turun dan menyibukkan sepuluh besar itu.


Sebenarnya diantara orang yang berada di belakang pria tersebut, juga terdapat setidaknya tiga orang yang berada dalam jajaran sepuluh besar pula. Dan mereka yang notabenenya berasal dari aliran hitam pun bergabung dengan Naga Merah.


Whush...


Pertarungan semakin berada di tahap tak terkontrol. Dua kubu saling serang menyerang. Beberapa dari jajaran sepuluh besar dari aliran putih pun bertarung imbang dan berusaha untuk membereskan kekacauan dari aliran hitam. Meskipun mereka juga sedikit dibuat masalah dalam meladeni lawan yang berdatangan.


Xiao Wang kembali bertarung. Namun dia lebih fokus dalam mencari Xiao Fu dan Xiao Mei. Pun juga menjurus ke jenius lain.


Bergerak diantara ribuan orang. Tidak sengaja dia menemukan seorang gadis cantik yang tengah bertarung melawan tiga orang ranah Ahli. Posisinya sendiri saat itu tidak diuntungkan. Bahkan kondisinya saat ini telah terbilang buruk.


Pedang bergerigi dengan aura merah melayang, nyaris menghantam batang leher gadis itu, namun Xiao Wang dengan gerakan cepat segera menghentikan laju pedang itu.


"Nona Bing, kau pulihkan dulu kondisi mu. Orang-orang ini biar aku yang mengurusinya."


Bing Xue Li tanpa menolak lantas menjauh. Mencari tempat yang terbilang aman untuk memulihkan diri. Sementara Xiao Wang, tidak butuh waktu banyak baginya untuk membereskan tiga orang itu.


Setelah itu, dia mencari Bing Xue Li. Mendapati gadis itu tengah berada dalam kondisi bersila dan memulihkan dirinya. Beberapa orang dari aliran hitam mencoba menghampiri gadis itu. Namun segera di tebas oleh Xiao Wang.


Bing Xue Li bangun. Kondisinya telah pulih delapan puluh persen setelah mengonsumsi pil khusus.


"Umm, mari ikut aku. Bergerak sendiri diantara banyak orang pembunuh ini sangatlah tidak aman!" ucap Xiao Wang.


"Baik..." Bing Xue Li menganggukkan kepala pelan tanda setuju.


Kedua orang itu pun bergerak dari tempat itu. Membunuh musuh yang menghadang. Xiao Wang sendiri sempat terkesiap saat melihat aksi Bing Xue Li saat membunuh. Tak terlihat keraguan sedikitpun darinya. Terlepas dari status sekte Lotus Es dari aliran netral–putih. Namun Bing Xue Li sangat berani.


Xiao Wang dan Bing Xue Li akhirnya menemukan Xiao Fu dan Xiao Mei. Kedua orang itu telah terpisah. Di sibukkan oleh banyak orang, kondisi keduanya tidak bisa dibilang baik. Darah telah mewarnai pakaian yang dikenakan mereka, dengan luka robek menguak di tubuh.


Xiao Wang dan Bing Xue Li segera membantu mereka. Dengan sekali libasan pedang Xiao Wang, meninggalkan jejak energi horizontal melengkung datar dan langsung menyapu orang-orang yang mengelilingi Xiao Fu.


"Saudara Wang... Kau sangat lama. Aku bahkan hampir saja kehilangan nyawa jika kau tidak datang tepat waktu!" ucap Xiao Fu dengan suara parau. Nafasnya tidak beraturan sebab dia telah bertarung tanpa henti sejak tadi.


Bing Xue Li juga telah berhasil membereskan orang-orang yang berada menyerang Xiao Mei. Setelah membantu dua orang itu memulihkan diri, Xiao Wang serta yang lainnya lantas bergerak menyelamatkan jenius yang lain.


Setelah itu Xiao Wang membawa mereka ke tempat yang aman. Dia juga sempat bertemu dengan Xiao Die lalu pergi bersamanya untuk membantu mengamankan para jenius itu sendiri. Sebelumnya Xiao Lei telah pergi setelah menyuruh para bawahannya dalam menyibukkan Xiao Die. Entah apa yang hendak di urus oleh pengkhianat itu.


"Penatua, aku serahkan keamanan para jenius ini padamu. Aku akan mengurus sesuatu!" ucap Xiao Wang.

__ADS_1


Xiao Die mengernyit. Semula hendak melarang Xiao Wang sebab dia tahu sangat berbahaya jika berjalan sendiri. Namun Pada akhirnya dia tetap mengiyakan.


Orang-orang dari aliran hitam terutama Kelompok Naga Merah semakin banyak saja. Meskipun telah berkurang banyak, namun banyak pula yang datang. Sementara pihak kekaisaran sendiri telah kehilangan banyak anggota.


"Nak, sepertinya kau harus kembali membantai! Orang-orang itu akan semakin kuat setelah mengaktifkan metode Tubuh Iblis!" ucap Xiao Long.


Benar bahwa saat ini kelompok Naga Merah telah menggunakan metode itu. Sehingga semakin banyak orang-orang kuat hingga pasukan yang bergerak dibawa kekaisaran semakin kesusahan pula.


Sepertinya puncak pertarungan akan terjadi sebentar lagi.


Meskipun saat ini beberapa bantuan telah datang, namun tidak cukup mampu untuk memberikan dampak.


Yang menjadi masalah saat ini adalah semakin banyak orang yang bergerak menargetkan Xiao Wang. Bagi aliran hitam yang merupakan Kultivator bebas menginginkan senjata di tangannya. Sementara untuk Kelompok Naga Merah sendiri mengejar Xiao Wang atas perintah dari orang yang masih duduk di atas atap itu. Orang yang hendak menjadikan Xiao Wang sebagai wadah membangkitkan kembali roh anak Iblis.


Semakin banyak orang yang mengelilingi Xiao Wang. Bahkan masing-masing telah melupakan tujuan mereka sejenak. Yang terlintas hanya pikiran jahat dengan keuntungan besar di dapat setelah berhasil.


Xiao Wang sendiri tidak tinggal diam, menghadapi mereka semua. Beberapa orang dari aliran putih berniat membantu Xiao Wang, termasuk dengan orang yang berada dalam jajaran sepuluh besar, namun saking banyak orang sehingga di sibukkan.


Bahkan setelah beberapa saat, dari aliran netral yang memiliki kultivasi Ranah Suci ada yang berpaling dan malah memanfaatkan momen untuk merebut pedang Api Matahari.


"Amukan Badai Api!"


Swosshh....


Awan yang terkumpul gelap, memuntahkan cahaya jingga yang bergerak lurus ke arah pedang Xiao Wang. Dia lantas melibaskan pedang itu ke orang-orang yang mengelilinginya.


Beberapa diantaranya langsung terluka para sampai menghembuskan nafas terakhirnya. Namun bagi yang berada di ranah Raja hingga Suci masih bertahan. Mereka dengan beringas mengejar Xiao Wang. Menyerangnya dari berbagai sisi.


Meskipun Xiao Wang bergerak sangat ganas, tapi tetap saja dia akan kesusahan dalam meladeni orang-orang yang bagikan rombongan semut itu. Goresan pedang ditorehkan oleh seorang Kultivator ranah Suci pada lengan kanannya.


Mencoba untuk bergerak mundur. Tapi tidak ada celah. Semuanya mengelilingi Xiao Wang dengan kilatan keserakahan terlihat jelas dari mata mereka. Apalagi melihat Xiao Wang yang telah berada dalam keadaan terpuruk. Semakin beringas, dan tak ingin senjata di tangan lelaki itu direbut oleh yang lain.


"Sampai kapan kau akan terus menonton. Cepat bantu aku!" kesal Xiao Wang pada Xiao Long.


Mendengar perintah dari tuannya, Xiao Long lantas keluar dari simbol yang ada pada kening Xiao Wang. Tentu saja kemunculannya itu begitu mengagetkan semua yang ada di sana.


Orang-orang yang mengelilingi Xiao Wang itu segera bergerak untuk menghindar menjauhi naga Magma itu. Tapi terlambat, Xiao Long terlanjur menyemburkan Magma dari mulutnya. Hal itu yang membuat orang yang terkena semburan, baik di ranah Raja, Ahli dan Lanjutan langsung terbakar. Kalau tidak mati, maka mereka akan terluka parah. Berbeda halnya dengan yang berada di ranah Suci, masih bisa bertahan dengan menciptakan perisai energi.


"Kau terlambat menyuruhku, Nak!" ucap Xiao Long tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Cih..." Xiao Wang berdecih, menanggapi jawaban Xiao Long.


__ADS_2