Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 50 ~ Babak Penyisihan IV


__ADS_3

Xiao Wang dan Yu Tie sama-sama melesat maju dan bertemu di titik tengah.


Baamm....


Dua tinju bertemu, menciptakan gelombang kejut disertai dengan angin kencang yang menyebar berlawanan arah. Tapi kedua orang itu tetap berada di posisinya masing-masing, dengan kepalan tinju masih saling memunggungi.


Yu Tie melakukan tolakan energi yang keluar dari tangan, berniat mendorong Xiao Wang dengan itu.


Whush...


Benar saja, tolakan energi itu langsung membuat Xiao Wang terdorong mundur ke belakang. Tapi dia masih bisa memposisikan dirinya, dan berdiri tegap.


Xiao Wang menguatkan otot-ototnya, lalu kembali berlari ke arah lawan. Hal itu juga dilakukan oleh Yu Tie.


Adu tinju langsung terjadi saat itu juga. Xiao Wang dan Yu Tie saling serang menyerang dan menepis menghindar. Tak ada yang mau mengalah, membuat pertarungan itu tampak hidup, seru dan sayang untuk di lewatkan banyak pasang mata yang ada di sana.


Dari tiga panggung arena yang ada, yang paling ramai di perhatikan oleh orang-orang adalah panggung tempat dimana Xiao Wang dan Yu Tie melangsungkan pertarungan.


Seiring dengan berlangsungnya pertarungan, tempo tarung keduanya semakin cepat pula. Tampak Xiao Wang yang telah berhasil memaksa Yu Tie ke dalam posisi bertahan setelah sebelumnya saling imbang.


"Sepertinya, saudara Yu Tie harus menggunakan pedang, jika tidak ingin kalah dariku!" ujar Xiao Wang di sela-sela pertarungan. Dia juga menyunggingkan seringai penuh arti.


Yu Tie tidak langsung menanggapi. Dia fokus dalam menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Xiao Wang. Berusaha untuk mengembalikan keadaan, namun sepertinya hal itu susah untuk dilakukan. Bahkan dia telah menggunakan energi Qi–nya semaksimal mungkin.


Es-es yang di ciptakan oleh Yu Tie untuk menepis setiap serangan masuk Xiao Wang dapat dihancurkan dengan mudah oleh kekuatan fisik yang mengerikan. Itu tentu saja menjadi perhatian banyak orang.


"Sialan, anak ini sangatlah mengerikan. Bahkan hanya dengan menggunakan kekuatan fisiknya saja, semua serangan yang aku lancarkan berakhir dengan hancur sia-sia." Yu Tie membatin. Menyesal sudah telah meremehkan Xiao Wang sejak awa dengan tidak menggunakan pedangnya.


Ya, Yu Tie ini merupakan tipe orang yang terikat dengan pedang. Sehingga jika bertarung dengan tanpa pedang, dia akan merasa lain dan tak bisa mengeluarkan semua kemampuannya.


Xiao Wang semakin agresif dalam melakukan serangan, tak membiarkan tinjunya berhenti dan memberikan jeda kepada Yu Tie untuk mengambil nafas.


Pertahanan Yu Tie mulai oleng. Berulangkali serangan masuk Xiao Wang tak dapat di tepis hingga mengenai tubuhnya dengan mulus. Yu Tie sendiri tidak bisa berbuat banyak, mengambil jarak pun sebenarnya tidak mungkin dia lakukan sebab Xiao Wang tidak membiarkan itu terjadi.


Merasa tidak memungkinkan lagi, Yu Tie yang kesal lantas melepaskan lonjakan energi besar-besaran dalam tubuhnya. Memaksa Xiao Wang untuk berhenti menyerangnya.


Whush...

__ADS_1


Lingkaran energi berwarna putih kebiruan merembes keluar dari tubuh Yu Tie. Membawa serta energi hebat yang langsung memaksa Xiao Wang terdorong mundur hingga beberapa langkah ke belakang.


"Baiklah... Aku akui kau memang hebat dalam beradu tangan kosong, apalagi jika berkaitan dengan Fisik." Yu Tie menghentikan perkataannya sejenak. Dia lantas mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang miliknya. "Maka aku yang merupakan seorang petarung berpedang akan menyambut mu dengan pedang pula."


Swosshh...


Yu Tie melepaskan energi dari pedangnya. Menyebar layaknya sebuah lingkaran energi. Tak peduli lagi dengan omongan orang-orang sekitar yang mulai berbisik-bisik, terkait dengan tindakannya itu.


Banyak yang mengatakan bahwa Yu Tie tidak bisa memaksa Xiao Wang dalam posisi disudutkan. Malahan ada yang mengatakan bahwa Yu Tie tidak tahu malu, menggunakan pedang di saat lawannya yang memiliki kultivasi jauh di bawahnya tak menggunakan senjata.


Melihat lawannya akan bertarung segenap kemampuan, Xiao Wang mengangkat kedua sudut bibirnya. "Sepertinya ini akan sulit jika hanya mengandalkan tenaga fisik!" gumamnya dalam hati.


Yu Tie telah bergerak, melesat ke arah Xiao Wang dengan pedang yang siap dia layangkan.


Whush....


Whush...


Yu Tie memainkan pedangnya, menyerang Xiao Wang dengan ganas. Setiap layangan pedang, akan menghasilkan angin tajam yang sangat tipis, Sehingga membuat Xiao Wang harus ekstra hati-hati.


Xiao Wang terus menghindari pedang datang mengincar tubuhnya. Kecepatan gerak yang diluar nalar, membuat satu pedang itu terlihat tampak banyak.


Selang beberapa saat, Xiao Wang berhasil menciptakan jarak diantara keduanya. Melihat Yu Tie melakukan suatu gerakan. Tampaknya lelaki itu akan melepaskan serangan energi ke arahnya.


"Lotus Es Abadi!" Yu Tie berkata dingin.


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya tadi, Mendadak lantai panggung berubah menjadi membeku. Bunga-bunga lotus es berukuran kecil mulai tumbuh menyebar di lantai es tersebut. Pusatnya pada Xiao Wang.


Xiao Wang tidak sempat untuk mengambil tindakan saat tiba-tiba kedua kakinya di kurung oleh es yang sangat kuat. Lalu dari dalam tubuhnya mendadak membeku, membentuk sebuah kurungan es dengan corak lotus.


Target telah berhasil di jebak dalam kurungan kuat. Yu Tie mendekati Xiao Wang.


"Akhirnya aku tidak akan malu karena kalah darinya!" ucap Yu Tie pelan. Sebenarnya, dari tadi dia merasa takut. Takut dia kalah terhadap Xiao Wang yang merupakan Kultivator ranah Awal. Tentu saja kalau memang dia kalah, maka dia akan merasa sangat malu, apalagi kalah lebih dulu di babak delapan puluh besar, masih sangat jauh dari puncak turnamen. Selain itu, dia juga akan menjadi orang pertama dari sekte Lotus Es dalam setiap generasi yang kalah sebelum masuk babak enam belas besar.


Sayangnya Yu Tie tak bisa mempertahankan rasa tenang itu lebih lama sebab melihat sesuatu terjadi pada Kurungan lotus es abadi buatannya. Terlihat keretakan pada es, menjalar dan,


Kraakccsss...

__ADS_1


Lotus es yang mengurung Xiao Wang mendadak hancur berkeping-keping. Tampak Xiao Wang berjalan santai setelah menghancurkan es tersebut.


"Karena kau sudah selesai, Maka sekarang giliran ku!"


Dengan tanpa menyebutkan nama jurus, Xiao Wang melepaskan tapak yang penuh akan tenaga fisiknya.


Whush....


Yu Tie tidak menghindar ataupun menepis, sehingga dia terkena serangan tapak itu.


Sebenarnya, bukanya Yu Tie tidak ingin meghindar. Akan tetapi dia merasakan sesuatu yang menganggu pikirannya. Hal itu sendiri di sebabkan oleh ilusi yang dilepaskan oleh Xiao Wang secara diam-diam. Saking tersembunyi–nya ilusi itu, sampai tidak ada yang menyadarinya selain Xiao Wang seorang diri.


Whush...


Bersama dengan angin kencang tercipta saat Tapak Xiao Wang mendarat tepat di dada Yu Tie. Lelaki itu terlempar dengan kecepatan sangat tinggi layaknya roket lepas landas.


Keluar arena, beruntung Yu Tie masih mempertahankan kesadarannya. Tapi dadanya yang sesak, Yu Tie memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Xiao Wang dengan tenang, melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh orang-orang yang sempat meremehkannya tadi. Dia merasa senang sekaligus puas karena telah berhasil membuat mereka semua bungkam dan terdiam.


Beberapa orang kini beralih mendukung Xiao Wang, setelah sebelumnya membela Yu Tie mati-matian. Bahkan dari sini, Xiao Wang mulai di segani oleh peserta lain yang semula memandangnya sebelah mata. Bahkan Xiao Wang telah masuk ke dalam daftar nama yang wajib di waspadai oleh beberapa peserta lain. Pun Juga dengan para wanita yang semula mengidolai Yu Tie, kini beralih mengidolai Xiao Wang.


Wasit mengumumkan pemenangnya adalah Xiao Wang. Hening sesaat, sebab para penonton masih sedikit merasa sulit menerima kekalahan Yu Tie. Hingga teriakan seseorang di panggung arena langsung membuat yang lainnya ikut berteriak.


Tepukan gemuruh terdengar mengiringi kemenangan Xiao Wang. Begitupun juga dengan sorakan ramai yang memuji Xiao Wang. Bagi sebagian besar orang, pertandingan delapan puluh besar ini serasa pertandingan delapan besar saja. Sehingga banyak yang begitu antusias dengan pertunjukan yang sangat memuaskan.


Xiao Wang turun dari arena, menghampiri kedua rekannya.


"Saudara Wang, kau benar-benar hebat. Bahkan Yu Tie yang merupakan jenius Ke tiga sekte besar Lotus Es berhasil kau kalahkan dengan tanpa menggunakan energi Qi," ucap Xiao Fu.


"Ya, Saudara Fu benar. Kalau saja aku tak mengenali kau, mungkin aku akan menganggap mu Monster!" Xiao Mei yang sebelum-sebelumnya tak banyak bicara, kini tampak berbeda.


"Aku hanya beruntung bisa mengalahkannya!" ucap Xiao Wang.


"Eh, lihat di sisi seberang sana. Penatua Die tengah memberi kode!" ucap Xiao Fu kala melihat Xiao Die melakukan gerakan isyarat di sisi seberang.


Xiao Mei dan Xiao Wang sama-sama menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Xiao Fu. Benar saja, dapat mereka lihat Xiao Die tengah menunjukkan wajah sumringah, dengan jempol dia tunjukkan kepada Xiao Wang. Lelaki itu tampak puas setelah Xiao Wang berhasil mengalahkan Yu Tie. Dengan ini, klan Xiao akan semakin menjadi klan yang di segani. Bahkan Lebih selangkah maju dari empat klan besar lainnya.

__ADS_1


\=\=\=


N/A: Sebenarnya hari ini rencananya mau libur nulis dulu. Soalnya kondisi gak terlalu baik. Tapi melihat vote yang naik, sebagai rasa terima kasih, maka tetap author up :) Sekali lagi terima Kasih buat kalian yang telah mendukung Xiao Wang. Yang belum, semoga di segera kan, apapun itu kalian tetap yang terbaik.:)


__ADS_2