Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 55 ~ Babak 16 Besar II


__ADS_3

Di panggung seberang Xiao Fu, tepatnya panggung arena yang menjadi tempat berlangsungnya pertarungan antara Xiao Mei dan lawannya. Terlihat Xiao Mei yang tengah beradu serangan energi dengan lawannya tersebut.


Baamm...


Ledakan tercipta, itu berasal dari energi yang dilepaskan oleh Xiao Mei . Sementara energi milik lawan masih melesat ke arahnya.


Baamm...


Tubuh Xiao Mei sontak terlempar ke belakang. Gadis itu meringis memegangi dadanya.


Dari awal memang dia sudah menebak akan berakhir seperti ini. Pasalnya lawan Xiao Mei ini adalah gadis pemilik Tubuh Phoenix Es, sekaligus berasal dari sekte besar aliran netral Kekaisaran Han.


Begitu juga dengan Kultivasi keduanya terlampau 2 tahapan. Dimana Xiao Mei yang berada di ranah Ahli tahap 1, sedang gadis bermarga Bing itu berada di ranah Ahli tahap 2.


Xiao Mei bangkit. Dia tidak ingin menyerah meskipun tau akan posisi dan batasannya, tapi dia tetap mencoba. Apalagi saat mengetahui Xiao Fu telah berhasil keluar sebagai pemenang.


Whush...

__ADS_1


Pedang yang tergeletak di lantai arena segera diraihnya. Lalu melesat maju menyerang Bing Xue Li.


Dengan santai, Wanita itu menyambut Xiao Mei.


Tringg...


Pedang bertemu. Bing Xue Li menyunggingkan seringai sinis. Setelahnya mengarahkan cepat tapak yang penuh akan energi es pada dada Xiao Mei.


"Uhuk...."


Xiao Mei mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Energi es dengan cepat masuk dan membekukan tulangnya. Setelahnya energi itu meledak.


Whush...


kondisi yang tidak memungkinkan untuk kembali bertarung tidak membuat Xiao Mei mengeluarkan kata menyerah.


Di sisi lain, Bing Xue Li yang mulai bosan pun mendekati Xiao Mei. Menghunuskan pedangnya ke arah gadis yang tergeletak dala posisi telungkup itu.

__ADS_1


"Kau kalah!" ucap Bing Xue Li sembari menarik senyum miring.


Merasa tak memungkinkan lagi, Xiao Mei pasrah. Dia lantas mengangkat pandangan ke arah bangku peserta, dimana Xiao Fu dan Xiao Wang berada. Kedua orang itu sendiri tampak mengangguk kecil. Memberi kode kepadanya untuk menyerah.


"A–aku menyerah!" ucap Xiao Mei dengan suara parau. Menunduk kepala merasa kecewa terhadap dirinya sendiri yang tidak bisa memenangkan babak 16 besar. Juga merasa telah mengecewakan dua penatua serta dua rekannya itu.


Wasit segera mengumumkan Bing Xue Li sebagai pemenang. Sontak saja seruan pujian terhadap gadis pemilik tubuh Phoenix es itu terdengar di berbagai sisi. Lontaran pujian serta rayuan maut di teriaki oleh para pria yang menonton. Berharap dengan begitu mereka bisa menarik perhatian Bing Xue Li.


Tapi tampaknya Bing Xue Li acuh terhadap mereka. Fokusnya saat ini tengah tertuju pada Xiao Wang. Gadis itu menatap Xiao Wang dengan tatapan penuh arti. Dia tidak sabar untuk segera memukuli wajah lelaki itu. Pasalnya, karena pertarungan Xiao Wang serta Yu Tie, Sekte Phoenix Es menjadi perbincangan banyak orang. Hal itu sendiri dikarenakan Yu Tie yang tidak bisa mengalahkannya.


Bing Xue Li berjalan keluar arena. Sementara itu, Xiao Mei segera di datangi tim medis yang langsung di bawa ke ruang medis untuk diberikan pertolongan pertama.


Xiao Wang sendiri hanya menatap itu dengan diam.


"Nak, sepertinya gadis tubuh Phoenix Es itu sangat membencimu!" ucap Xiao Long.


"Ya, aku baru saja mengalahkan salah satu perwakilan dari sekte yang sama dengan gadis itu. Tentunya dia akan membenciku!" balas Xiao Wang.

__ADS_1


"Pernah mendengar istilah Benci Jadi Cinta?"


Xiao Wang sontak membulatkan matanya. Dia bahkan tak pernah berpikir akan membicarakan persoalan cinta sekarang.


__ADS_2