
Pengintai yang bersembunyi di dinding kosong itu telah dibunuh oleh Xiao Wang. Kini dia berniat untuk mempelajari kitab yang dia temukan dari cincin ruang Pengintai Ilusi. Namun sebelum itu Xiao Wang berniat berkeliling klan dahulu, guna melihat-lihat kondisi klan.
"Hmm, tampaknya penjagaan klan harus semakin diperketat. Tadi yang aku temui adalah Pengintai Ilusi yang menyusup, bagaimana dengan yang lain?" gumam Xiao Wang sembari berjalan.
Setelah memastikan bahwa semuanya aman, Xiao Wang berniat mengarah ke Ruang rahasia Xiao Han Ming untuk mempelajari kitab tersebut.
Whush...
Xiao Long keluar dari keningnya. Naga Magma itu menunjukkan aura yang sedikit berubah terpancar dari dalam tubuhnya.
"Sepertinya ada yang berubah darimu?" ucap Xiao Wang.
"Ya, aku baru menyadari kalau raga seseorang bisa membantu meningkatkan kekuatan ku," jawab Xiao Long santai.
"Hmm, seharusnya ada suatu teknik tertentu yang kau gunakan?"
"Haha... Nak, perkiraan mu kali ini salah. Aku berasal dari suku Naga. Kami termasuk Binatang Legendaris, dimana diberi kelebihan masing-masing dalam meningkatkan kekuatan. Kadang kelebihan itu bisa sama tapi juga kadang berbeda."
Xiao Wang mengangguk. "Sepertinya untuk beberapa hari ke depan, kau akan berpesta!"
"Tentu saja. Aku tidak sabar untuk menunggu hari itu datang!"
Setelah itu, Xiao Wang fokuskan diri untuk mempelajari kitab tersebut.
Duduk bersila sembari membuka lembaran demi lembaran dalam kitab, Xiao Wang juga mempraktekkannya.
Dalam hitungan jam, Xiao Wang akhirnya berhasil menguasainya. Meskipun dia masih menemukan sedikit kendala, tapi setidaknya jurus yang dia keluarkan ini memiliki kemampuan daya hancur cukup besar.
__ADS_1
"Jiwa Yang Berdarah adalah Kunci utama sebuah kekuatan hebat, Hmm, apakah aku harus menggunakan pengorbanan jiwa untuk menggunakan dan mengeluarkan kemampuan asli dari jurus ini?" gumam Xiao Wang.
"Ya, sepertinya memang begitu!" Xiao Long ikut menangapi.
"Jika demikian, aku akan menggunakannya nanti saat Pertempuran, sekaligus mencoba untuk penyempurnaannya!" gumam Xiao Wang.
Xiao Long masuk kembali ke dalam kening Xiao Wang, selanjutnya lelaki itu pergi dari ruang rahasia tersebut.
***
"Ketua, apakah ada keanehan dalam klan, selama aku menutup diri?" tanya Xiao Wang pada Xiao Shan. Mereka saat ini tengah berbincang di sebuah gazebo, tempat dimana Xiao Shan biasa berada.
"Klan masih tetap aman. Bahkan pintu kapan saja selalu tertutup 24 jam. Selain itu, ada beberapa kemajuan dialami oleh anggota klan kita," jawab Xiao Shan.
"Hmm, apakah ketua yakin. Dalam beberapa murid, mengapa aku menemukan mereka tampak aneh. Aku mencurigai beberapa murid."
"Ya, Ketua masalah itu apakah kau bisa mengurusinya sendiri. Aku juga akan mengurus sesuatu." ujar Xiao Wang.
Xiao Shan hendak menolak, namun dia akhirnya menyetujuinya.
Kedua orang itu berpisah. Xiao Wang berjalan menuju ke arah kediaman penatua kedua puluh. Di sana telah ada Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Yin, Xiao Ming serta Xiao Feng yang sedang berlatih.
Mereka tampak serius, Xiao Wang bisa melihat kultivasi mereka yang mengalami peningkatan satu tahap semenjak terakhir kali mereka bertemu. Dia lantas mendekat.
"Saudara Wang!"
Seperti biasa Xiao Ming yang selalu melihat Xiao Wang lebih dulu. Baru setelah itu rekan-rekannya. Mereka kompak menghentikan latihan dan menyambut Xiao Wang.
__ADS_1
"Selama beberapa hari terakhir, kalian telah berhasil menerobos satu tahapan," ujar Xiao Wang kepada mereka semua.
"Tentu saja ini semua berkat dukungan sumberdaya yang Saudara Wang berikan pada kami beberapa hari lalu. Lihatlah, aku telah berhasil menerobos ke ranah Ahli tahap 2.. Aku benar-benar tidak menyangka akan mencapainya dalam dua bulan," balas Xiao Ming. Memang sebelumnya lelaki itu berada di ranah lanjutan.
Sedangkan Xiao Fu dan Xiao Mei, kedua orang itu telah berhasil menerobos hingga ke rana Ahli tahap 8 dan 7. Untuk Xiao Yin sediri telah berhasil mencapai ranah Ahli tahap 3. Sementara Xiao Feng kini berada di ranah Raja tahap 7. Meskipun ini masih lebih dari cukup, tapi setidaknya mereka ada peningkatan.
"Benar, terima kasih, Saudara Wang!" Xiao Fu membenarkan perkataan Xiao Ming.
"Umm,"
Xiao Wang memeriksa cincin ruang yang dia dapatkan dari Rou Shi, lalu mengeluarkan benda-benda berharga milik putra Raja Rou itu. Sebagai putra anggota kerajaan, Rou Shi memiliki banyak sekali benda berharga, entah itu sumberdaya maupun harta tak terhitung jumlahnya.
Setelah itu, Xiao Wang mengeluarkan empat buah cincin lainnya. Dengan menggunakan pikirannya, Xiao Wang membagi rata semua isi dari lima cincin ruang itu, termasuk cincin ruang Rou Shi. Dia juga menambahkan isi dari cincin ruang yang lainnya yang dia dapatkan dari banyak orang.
Setelah semua isi dari cincin Raung telah rata, Xiao Wang lantas membagi-bagikan mereka kepada Xiao Ming, Xiao Yin, Xiao Fu, Xiao Mei dan Xiao Feng.
"Kalian gunakan cincin ruang itu dengan baik. Di dalamnya aku telah menambahkan sumberdaya dalam menunjang pelatihan kalian. Yang mana sumber daya itu akan habis hingga empat bulan ke depan jika kalian gunakan secara terus menerus," ucap Xiao Wang.
"Terima kasih, Saudara Wang. Kau telah membantu sangat banyak!" Xiao Fu berterima kasih. Begitupun juga dengan Xiao Feng dan yang lainnya.
"Umm, kita adalah saudara. Dan asalkan kalian selalu mengikuti dan menjadi teman ku, maka aku juga akan dengan senang hati membantu kalian!" ujar Xiao Wang.
Kelima orang itu mengangguk.
"Oh ya, Wang'er. Akhir-akhir ini, klan sangat sibuk bahkan sampai menutup diri. Namun sehari yang lalu, klan kita kedatangan tiga orang yang merupakan anggota Sekte Tebing Persik. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan bersama dengan ketua klan. Akan tetapi setelah ketiga orang itu kembali, raut wajah dari Tetua Jun Jirui tidak baik. Aku yakin setelah ini, pasti Sekte Besar itu akan ikut andil dalam menyerang." Xiao Feng menjelaskan akan apa yang dia lihat.
"Bisa jadi, Guru, siapapun bisa menjadi musuh kita." Xiao Wang menghentikan perkataannya sejenak. Dia memperhatikan wajah rekan-rekannya itu satu per satu. "Guru dan kalian, apakah bisa membantuku?"
__ADS_1
"Bantuan seperti apa itu, Saudara Wang? Tentu saja kami akan melakukannya!"