
Whush...
Whush...
Whush...
Puluhan anak panah melesat dalam satu waktu, menargetkan Xiao Wang, Xiao Feng, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming serta Xiao Yin. Tapi tidak satupun dari anak panah yang berhasil mencapai tubuh mereka. Pasalnya dinding transparan langsung saja tercipta dan melindungi mereka ber–enam.
XIao Wang dan yang lainya melanjutkan perjalanan tanpa terlalu menghiraukan warga Desa Runtuh yang mengejar.
"Jangan mendekati Wilayah itu!!!"
Peringatan dikeluarkan oleh salah seorang penduduk desa. Dia tidak mengenakan pakaian, memperlihatkan tubuhnya yang cokelat dan berminyak. Sayangnya dia tidak ada respons sama sekali dari satupun orang yang mendekati wilayah yang bangunannya masih utuh itu.
Sementara itu Xiao Wang serta rekan-rekannya berhenti setelah kaki mereka menapaki wilayah yang bangunannya masih utuh.
Sejenak tidak terjadi sesuatu sehingga membuat Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming, dan Xiao Yin mengernyit keheranan.
"Apa yang disembunyikan oleh mereka?" tanya Xiao Mei.
"Ya, bahkan aku tidak menemukan adanya sesuatu yang aneh pun di sini!" Xiao Ming juga ikut berujar.
Di sisi lain, para penduduk desa Runtuh telah sampai di pinggir wilayah yang bangunannya masih terlihat utuh. Mereka terdiam dengan tatapan aneh ditunjukkan pada Xiao Wang dan rekan-rekannya. Meski demikian, tak satupun dari mereka berani masuk dalam wilayah, sebab mereka yakini itu adalah area terlarang.
Xiao Wang menyadari ada sesuatu yang disembunyikan oleh orang-orang desa. Mengenai bangunan yang ada di wilayah tersebut saja yang masih dalam keadaan
utuh, sementara yang lain runtuh, ini begitu mengganjal dan patut dicari tahu kebenarannya.
Untuk mengetahui itu, Xiao Wang lantas mengaktifkan keterampilan Mata Dewa miliknya.
Kedua mata yang telah berubah menjadi jingga itu, menyapu seisi wilayah tersebut. Hingga kedua alis Xiao Wang berkerut saat mendapati sesuatu aneh di bawah tanah tepat di bangunan berlantai tiga. Aliran energi juga terlihat sangat pekat terpancar dari sana.
Lantas Xiao Wang menonaktifkan keterampilan Mata Dewa. Dia segera berjalan menghampiri bangunan tua berlantai tiga yang berjarak lima meter.
__ADS_1
"Jangan berani dekati rumah itu, kalau kau tidak ingin mendapat kutukan!" Orang yang sama dengan yang berteriak tadi mencoba mengingatkan Xiao Wang, teriakan yang mengandung akan ancaman.
Hanya menoleh sejenak, Xiao Wang menghiraukannya dan membuka pintu dari bangunan tersebut.
Kreekk...
Debu yang menempel pada pintu berterbangan. Sejenak tidak terjadi sesuatu. Xiao Wang kemudian memasuki ke dalam bangunan itu.
Sringgg...
Tiba-tiba saja Xiao Wang merasakan adanya kekuatan jiwa yang sangat kuat. Dan itu langsung menyerang mentalnya.
Meringis sesaat, mencoba untuk menetralkan rasa ngeri yang menimpa kepalanya. Tapi kekuatan jiwa tersebut juga semakin besar dan bertambah ganas, semakin memberikan efek nyeri yang kuat terhadap Xiao Wang.
Tak ada pilihan lain selain dengan melepaskan auranya. Tidak sulit bagi Xiao Wang untuk mengetahui pusat dari kekuatan jiwa tersebut setelah mengaktifkan ketrampilan Mata Dewa. Lalu memusatkan aura yang besar ke arah pusat dari kekuatan jiwa tersebut.
Benar saja itu berhasil melawan kekuatan jiwa yang menyerang mentalnya. Rasa nyeri di kepala tak dia rasakan lagi, bahkan pengaruh dari kekuatan jiwa tersebut tidak mempan sekarang.
Ruang bawah tanah terlihat setelah meja tersingkir. Xiao Wang merasakan kekuatan jiwa juga semakin meningkat dan memenuhi satu bangunan. Tanpa pikir panjang dia lantas masuk ke dalam.
Ini tidak seperti ruang bawa tanah sebelum-sebelumnya. Anak tangga yang begitu banyak membentuk spiral kebawah. Ini sangatlah dalam, sehingga Xiao Wang harus berjalan berputar-putar menuruni satu per satu anak tangga. Entah sampai berapa putaran hingga Xiao Wang benar-benar sampai di bagian paling dasar.
Sesuatu yang memancarkan kekuatan jiwa tadi bisa dia lihat di beberapa meter di depannya. Itu merupakan sebuah tumbuhan spiritual yang berusia jutaan tahun. Mengeluarkan butiran-butiran cahaya emas yang mengelilinginya, bersama dengan daun serta kelopak tumbuhan tersebut yang juga memancarkan cahaya emas.
Tanpa berpikir lebih banyak, Xiao Wang berjalan menghampirinya.
Tapi itu tidak semudah yang dia pikirkan. Xiao Wang harus menghancurkan dinding yang melindungi tumbuhan tersebut terlebih dahulu.
"Hmm, jika menggunakan array Pelindung saja sudah bisa memancarkan kekuatan jiwa yang sangat besar, bagaimana nanti jika array ini di lepaskan?!" Xiao Wang bergumam sesaat.
Sebelum menghancurkan Array itu, Xiao Wang terlebih mempersiapkan dirinya dalam mengahadapi tekanan kekuatan jiwa yang dia yakini akan terlepas setelah array dihancurkan.
Setelah siap, Xiao Wang lantas mengeluarkan Pedang Dewa Siluman dan menghancurkan dinding array tersebut.
__ADS_1
Baamm...
Ledakan terjadi saat array berhasil hancur. Kabut mengepul namun menghilang dalam sekejap menyatu dengan udara. Benar perkiraan Xiao Wang, kekuatan jiwa yang dipancarkan oleh tumbuhan itu juga semakin terasa pekat.
Xiao Wang berusaha mengendalikan dirinya saat kekuatan jiwa tersebut menyerang mentalnya. Namun serangan mental itu segera di halau oleh pedang Dewa Siluman. Ya, pedang itu langsung merespons dengan memberikan perlindungan otomatis pada Xiao Wang.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Xiao Wang segera bergerak dan meraih tumbuh itu.
Whush...
Mendadak kekuatan jiwa yang tersebar segera terserap masuk di dalam tumbuhan tersebut yang merupakan Rumput Jiwa Surgawi.
Tapi belum selesai sampai di sana, Rumput Jiwa Surgawi tersebut segera mengecil dan mencair membentuk cairan esensial yang sangat murni, lalu dengan paksa masuk ke dalam mulut Xiao Wang.
Tanpa bisa menolak, Xiao Wang langsung merasakan lonjakan besar dalam tubuhnya. Semua organ tubuh bagian dalam dibakar dengan sangat paksa, bahkan beberapa diantaranya hancur.
Xiao Wang berlutut dengan menjadikan Pedang Dewa Siluman sebagai topangan. Energi yang bergejolak semakin menjadi-jadi, hingga bergerak dan berpusat di bagian keningnya.
Memasuki lapisan alam kesadaran Xiao Wang dan membentuk lautan spritual, penuh akan energi jiwa spiritual.
Selang beberapa saat, Xiao Wang tidak lagi merasakan rasa nyeri serta terbakar dalam tubuhnya. Bahkan organ bagian dalam yang hancur juga telah kembali seperti sediakala.
Xiao Wang tergemap saat merasakan adanya sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Lantas dia memeriksanya.
Mendapati dirinya telah memiliki energi jiwa spiritual yang sangat luas, sehingga dia bisa melepaskan kekuatan mental yang kuat nantinya. Bahkan untuk membunuh musuh tanpa menyentuh pun bisa dia lakukan, hanya dengan mengandalkan kekuatan jiwanya saja. Ini juga akan memberikan dampak baik pada keterampilan ilusi Xiao Wang.
Sebuah senyuman sumringah terukir di mulut Xiao Wang.
"Ini sangat bagus. Tidak sia-sia aku datang kemari," gumam Xiao Wang.
Berdiri dan mengangkat pedang Dewa Siluman, Xiao Wang lantas menyimpannya dan berniat kembali ke atas. Tapi sejenak Xiao Wang mengurungkan niatnya saat mengingat sesuatu.
"Rumput Jiwa Surgawi hanya mengelurkan kekuatan jiwa yang besar, tapi ini tidak ada kaitannya dengan kejadian dan masalah yang dialami oleh Desa Runtuh. Aku yakin ada hal lain yang memicu penyebab bangunan serta tanah yang mudah Runtuh," gumam Xiao Wang.
__ADS_1