Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 189 ~ Menjebaknya Dalam Ilusi


__ADS_3

Xiao Wang yang mendengar itu hanya tersenyum miring. Bahkan dari pertarungan yang telah terjadi beberapa saat lalu, meski menyadari bahwa perbedaan tingkat keduanya terpaut cukup jauh, tapi dia bisa mengimbangi kekuatan serta pola tarung dari Pemimpin Kelompok Naga Merah ini.


Xiao Wang sendiri mengetahui bahwa memang keduanya terpaut jarak yang cukup jauh. Dimana dia dan pemimpin kelompok Naga Merah ini berbeda dua tingkat. Pemimpin kelompok Naga Merah itu memiliki kultivasi di atas Xiao Wang.


Namun tidak menjadikan itu sebagai suatu alasan bagi Xiao Wang untuk takut terhadap orang itu.


Pemimpin kelompok Naga Merah melakukan suatu gerakan tangan singkat. Setelah itu langsung terbentuk seekor Naga Merah dari energi Qi merah darah yang dia keluarkan.


Naga Itu meraung keras, membawa serta gelombang tekanan yang keluar bersama dengan auman–nya itu.


Gelombang tekanan yang dikeluarkan tersebut mengarah ke pada Xiao Wang. Sontak saja udara yang saat berada dalam gelombang tekanan dibuat menipis. Xiao Wang sendiri telah berada dalam gelombang tekanan auman Naga merah itu. Tapi sama sekali dia tidak terpengaruh oleh tekanannya.


Kedua mata Xiao Wang mendadak mengobarkan api emas. Begitupun juga dengan tubuh Xiao Wang sendiri. Setalah itu mulai melesat lurus, bergerak didalam gelombang suara yang mengandung tekanan itu ke arah Naga tersebut sendiri.

__ADS_1


Kepalan tinju Xiao Wang mengobarkan energi api yang menyala-nyala. Kobaran api itu sendiri mengandung vitalitas Qi yang tidak sedikit.


Setalah sampai di hadapan Naga Merah, langsung saja Xiao Wang mengarahkan tinjunya pada wajah si naga.


Brush....


Sempat terbentuk bayangan kepalan tinju raksasa yang mengobarkan api panas di belakang Xiao Wang. Aura dari tinju tersebut mengalahkan gelombang tekanan dari auman Naga Merah.


Bayangan tinju tersebut mengikuti laju arah gerak tangan Xiao Wang. Melayang ke depan, hingga telak menyentuh kepala Naga Merah.


Ledakan dahsyat langsung terjadi saat bayangan tinju Xiao Wang tadi menghantam kepala bayangan Naga Merah.


Vitalitas energi menyebar luas. Gelombang energi juga sempat tercipta dan menyebar hingga efeknya mengenai orang-orang yang tengah bertarung di bawah.

__ADS_1


Beberapa pertarungan yang tengah terjadi itu seketika terhenti. Banyak pasang mata terfokus pada pertarungan yang terjadi di atas sana. Banyak yang kagjm sekaligus ngeri dengan kehebatan kekuatan yang dimiliki oleh kedua orang yang bertarung di atas sana. Namun yang paling menarik perhatian meraka adalah Xiao Wang.


"Benar-benar hebat. Aku merasakan jika berada di posisi salah satu dari mereka, mungkin tidak akan bisa bertahan dalam satu kali serangan!" ujar salah satu dari penatua kelompok yang tergabung dalam aliansi Huangjin.


"Benar! Baik Xiao Wang, maupun pemimpin dari kelompok Naga Merah ini sama-sama hebat. Mereka bahkan bisa menciptakan efek kejut yang sangat menakutkan dari pertukaran serangan barusan. Melihat keduanya masih bisa berdiri dengan santai di atas udara, aku yakin yang itu tadi belumlah seberapa!" Orang lain ikut menyahutinya.


Tubuh Xiao Wang mengeluarkan aura merah darah. Dia berniat akan melakukan serangan balasan setelah sebelumnya lawan yang melancarkan serangan lebih dulu terhadapnya.


Aura merah darah terus menerus merembes keluar dari tubuh Xiao Wang. Itu semakin terasa pekat dan mampu membuat hawa sekitar terasa sangat mencekam.


Kedua mata Xiao Wang yang semula tertutup, mendadak terbuka lebar. Saat ini kedua pupil mata Xiao Wang telah berubah menjadi merah bersinar. Dari sorot mata itu terpancar ancaman kuat bagi setiap yang menatapnya.


"Ilusi Hujan Darah!" gumam Xiao Wang dengan intonasi dingin.

__ADS_1


Sontak saja mata pemimpin kelompok Naga Merah langsung terbelalak. Terdiam layaknya patung di tempat. Ekspresi yang dia tampakkan seketika kusut. Ibarat tengah mengalami sebuah mimpi buruk saat ini.


__ADS_2