Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 47 ~ Babak Penyisihan


__ADS_3

"Ehem..." Satu kali deheman dari Kaisar Han langsung membuat semua orang terdiam membisu, bahkan suara gerakan lalat pun dapat terdengar saking hening–nya suasana itu. Aura yang terpancar begitu berkharisma pekat nan wibawa yang dibawa bersama Kaisar Han mampu membuat semua orang terpengaruh. Mereka melupakan masalah sejenak dan fokus pada Kaisar Han.


Semua pasang mata tertuju padanya, menunggu Kaisar Han kembali membuka suara.


"Terima kasih bagi semua yang hadir dalam acara ini. Sebagaimana diketahui, bahwa tujuan dari diadakannya turnamen ini, untuk mempererat tali persaudaraan antar kelompok-kelompok tertentu di kekaisaran ini. Mari lupakan sejenak masalah yang tengah melanda, fokus dan nikmati pertunjukan para jenius-jenius yang ada di kekaisaran ini. Diharapakan para jenius ini yang nantinya akan membawa kekaisaran ini lebih maju ke depannya!"


Panjang lebar Kaisar Han berbicara.


"Baik... Aku akan mengumumkan hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini."


Beberapa orang mulai memasuki panggung, dan berlutut di hadapan Kaisar Han.


"Jenius yang masuk ke dalam tiga besar turnamen ini akan mendapatkan koin emas sebesar sepuluh ribu koin emas. Di tambah tiga buah tanaman langka serta satu senjata tingkat Bumi kelas 3 dan terakhir kristal roh tingkat Siluman sebanyak sepuluh buah!"


Hadiah yang di umumkan oleh Kaisar Han sontak saja membuat semua yang hadir kembali ricuh. Hadiah ini tidaklah kecil. Semuanya terbilang langka dan sangat sulit untuk di peroleh. Tapi kericuhan itu segera terhenti kala Kaisar Han kembali mengeluarkan suaranya.


"Untuk Hadiah kedua, jenius akan mendapatkan koin emas sebesar tiga puluh ribu koin emas. Di tambah tujuh buah tanaman langka serta satu senjata tingkat Bumi kelas 3. Jenius juara dua ini juga akan mendapatkan kristal roh tingkat Siluman sebanyak tiga puluh buah!"


Kembali para penonton dibuat tahan nafas dengan hadiah tersebut. Akan tetapi, bagi Xiao Wang sendiri hadiah tersebut tidaklah terlalu berkesan. Pasalnya dia memiliki banyak koin emas yang tersimpan dalam cincin ruang miliknya. Terkait dengan senjata, Xiao Wang memiliki senjata tingkat Alam kelas 1 dan bahkan senjata tingkat Semesta kelas 1 pun juga dia memilikinya.


Begitupun juga dengan tanaman langka serta kristal roh tingkat siluman. Meskipun kedua benda ini belum banyak dia miliki.


"Dan terakhir, juara umum satu ... jenius akan mendapatkan koin emas sebesar lima puluh ribu koin emas. Di tambah sepuluh buah dan tanaman langka serta satu senjata tingkat Bumi kelas 3. Selain itu sebagai jenius terbaik, maka dia juga akan mendapatkan kristal roh tingkat Siluman sebanyak lima puluh buah!


"...Semua hadiah itu telah kami simpan dalam tiga cincin ruang ini!" Kaisar Langit menunjukkan tiga buah cincin yang memiliki kapasitas penyimpanan besar, yang di bawa oleh tiga orang yang tengah berlutut.


Untuk ketiga kalinya para penonton dibuat terkesima. Bahkan Kekaisaran rela mengeluarkan hadiah yang terbilang besar itu untuk seorang pemenang.


Selanjutnya, Chen Xue mengambil alih berbicara setelah Kaisar Han menyelesaikan perkataannya.


"Selain dari pada hadiah yang di ucapkan oleh Yang Mulia Kaisar, kami juga bekerja sama dengan biro Bintang Buas. Mereka bersedia menawari binatang buas yang memiliki potensi peningkatan kekuatan tinggi untuk di kontrak para pemenang. Selain itu Rumah Lelang Perak juga ikut berpartisipasi dalam memberikan hadiah bagi para pemenang!"


Chen Xue menunjukkan dua orang yang duduk di tempat khusus. Yang merupakan perwakilan dari Biro Binatang Buas dan Rumah Lelang Perak. Kedua orang itu sendiri melambaikan tangan ke arah ramai orang.


Antusiasme tidak berhenti dari tadi, semenjak hadiah di sebutkan. Setelah beberapa kata pengantar yang di utarakan oleh Chen Xue, akhirnya sampai pula lah tahap yang di tunggu.


"Untuk peraturannya, turnamen ini tidak memilih antara aliran putih, hitam maupun netral. Semuanya bisa berpartisipasi dan berhak menjadi juara. Boleh menggunakan senjata apapun, namun dengan pengecualian senjata tersembunyi. Peserta bisa mengucapkan kata menyerah apabila dia merasa tidak mampu lagi untuk melanjutkan pertarungan. Sementara yang keluar dari garis pembatas serta pingsan akan langsung dinyatakan kalah.

__ADS_1


"...Bagi peserta yang melakukan tindakan curang, akan langsung di diskualifikasi. Dan apabila peserta sengaja melakukan hal-hal sampai mengancam nyawa lawan lebih parahnya membunuh lawan, maka selain di diskualifikasi, peserta yang merupakan pelaku akan mendapatkan ganjaran dari perbuatannya itu!"


Setelah menjelaskan peraturan, Chen Xue memerintahkan para wasit untuk memasuki masing-masing panggung pertandingan. Lapangan yang luas terbagi menjadi delapan panggung arena. Hal itu sendiri untuk meminimalisir waktu, sebab saking banyaknya peserta yang ikut.


Para wasit memanggil nama peserta yang akan bertanding. Pertandingan dimulai. Xiao Wang dan dua rekannya belum mendapat bagian mereka dalam putaran ini.


Dalam babak penyisihan putaran pertama ini, tidak ada yang istimewa. Yang bertanding hanyalah Kultivator ranah Lanjutan tahap 4 sampai dengan tahap 7. Kebanyakan dari sekte kecil dan menengah sehingga cap kali terjadi ketidak imbangan dalam pertarungan.


Beberapa panggung kini telah kosong setelah pertarungan dengan cepat selesai. Kini wasit kembali mengumumkan peserta putaran kedua.


"Xiao Fu dari klan Xiao."


Mendengar namanya di panggil, Xiao Fu lantas berdiri. Dia menengok ke arah Xiao Wang dan Xiao Mei terlebih dahulu. Mengacungkan jari jempol, lalu melompat ke atas panggung.


Beberapa saat, lawannya datang. Seorang pria dari sekte menengah aliran putih.


"Salam Senior! Junior harap bisa mendapatkan ilmu dari senior!" ucap lelaki itu dengan intonasi ramah. Kultivasinya hanya berada di ranah Lanjutan tahap 6.


"Umm!" tanggap Xiao Fu.


Lelaki tersebut datang menyerang Xiao Fu. Memperlihatkan kemampuan dalam bersenjata yang baik. Menyerang di titik buta, dengan beringas. Kecepatan gerak yang lumayan agresif, membuat mereka yang menonton tidak bisa untuk tidak tercengang.


Sayangnya dia menemukan lawan yang salah.


Xiao Fu sama sekali tidak kesusahan dalam meladeninya. Bahkan dia tampak sangat santai.


Merasa sudah cukup memberi waktu bagi lelaki itu untuk terus menyerangnya, Xiao Fu kemudian mengakhiri pertarungan.


Bukkk...


Whush...


"Uhukkk!"


Lelaki itu terpental nyaris keluar arena. Dia terbatuk, dan merasakan dadanya yang sesak ,oleh hantaman tapak Xiao Fu.


Bukannya menyerah, dia kembali bangkit.

__ADS_1


"Terimalah ini, Senior!"


Lelaki itu melakukan suatu gerakan. Senjata di tangannya ia libas-libas sedemikian mungkin, hingga menciptakan percikan energi.


"Elang Bayang Api!"


Kyyaakk...


Whush....


Energi berbentuk bayangan elang berapi melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Xiao Fu. Tapi lelaki itu tetap santai tanpa menunjukkan suatu pergerakan pun.


Lalu Xiao Fu mengangkat tangannya dan melepaskan energi berwarna biru ke arah elang tadi.


Baamm...


Ledakan terjadi saat dua energi tadi bertemu. Setelah itu, Xiao Fu lantas berlari sangat cepat, hingga nyaris pergerakannya tak diketahui oleh Kultivator Ranah Lanjutan.


Lelaki tadi hendak kembali bergerak, namun dia segera mengentikan niatnya saat Xiao Fu telah berada di depannya, dengan satu jari yang menahan pergerakan lehernya.


"A–aku menyerah!" ucap lelaki itu lantang.


Xiao Fu menurunkan jari telunjuknya. Dia memberikan senyum kecil pada lelaki tadi. "Kau cukup baik dalam bertarung. Aku yakin kalau bukan karena terpaut Kultivasi yang jauh, mungkin aku akan kalah darimu!" puji Xiao Fu.


Lelaki tadi membalas sunggingan itu. "Terima kasih, Senior. Senior memang sangat hebat dan sangat ramah. Aku yakin senior akan mampu mencapai delapan besar dengan mudah."


Xiao Fu mengangguk kecil. "Terima kasih!" ucap Xiao Fu berterima kasih. Setelah itu, dia kembali ke tempat duduknya. Begitupun juga dengan lelaki tadi juga ikut pergi turun dari panggung.


Xiao Wang dan Xiao Mei memberikan pujian sesat pada Xiao Fu.


"Selanjutnya adalah Xiao Wang dari Sekte Xiao." Wasit kembali berkata. Mendengar namanya di sebutkan, Xiao Wang lantas berdiri.


"Semangat Saudara Wang..."


"Semangat Saudara Wang..."


Xiao Fu dan Xiao Mei memberi semangat Xiao Wang dan ditanggapi dengan acungan jempol oleh Xiao Wang. Lalu lelaki itu melompat ke arah panggung, menemui lawannya yang telah menunggu Xiao Wang di sana.

__ADS_1


__ADS_2