Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 195 ~ Mengangkat Bawahan


__ADS_3

"A–apa? Pemimpin tertinggi berhasil dibunuh!" Salah satu pasukan Naga Merah berseru kala melihat tubuh Han Zi yang terjatuh, kepala lelaki itu telah menggelinding memisahkan diri dari tubuhnya. 


Tentu saja mendengar hal itu, mereka yang sempat sibuk dengan pertarungan tanpa memperhatikan akan kondisi pertempuran langsung menoleh ke arah orang yang berseru tadi. Penasaran, apakah memang benar pemimpin mereka telah mati, atau justru dia hanya berbual.


Banyak yang terkejut dengan kenyataan itu. Pemimpin yang terbilang kuat itu, kini telah tewas di tangan seorang pemuda bermarga Xiao. Bukan hanya dari kelompok Naga Merah saja yang dibuat terkejut, melainkan aliansi Huangjin sendiri. 


"Klan Xiao semakin maju! Aku sempat khawatir kita akan kalah tadi, mengingat kekuatan yang dimiliki oleh kelompok Naga Merah begitu kuat. Bahkan mereka memiliki anggota Ranah Langit yang begitu banyak. Lihatlah, banyak sekali dari pasukan kita yang mati mengenaskan!" 


"Benar sekali! Jika saja pemimpin Aliansi tidak berhasil membunuhnya, aku tidak yakin kita akan kembali dengan kemenangan."


"Apapun itu, Kita harus segera bertindak. Pasukan musuh telah melemah. Mari tahan mereka, jangan biarkan ada satupun yang berhasil kabur!" 


Para penatua dari masing-masing kelompok yang tergabung dalam aliansi mulai berdiskusi kecil. Membicarakan Xiao Wang. Namun itu tidak berlangsung lama, kebanyakan anggota kelompok Naga Merah berinisiatif untuk melarikan diri, untuk itu mereka harus segera bertindak menahan.


Pertarungan masih sempat berlanjut, namun bagi kelompok Naga Merah, kali ini bukan lagi perkara kelompok, lebih ke pertarungan individu yang mempertahankan nyawa. Kultivator tingkat rendah dari kelompok Naga Merah mulai panik. Mereka kini sangat kacau, berniat menang sendiri, bahkan rela mengkambing hitamkan rekan mereka demi kepentingannya. Di pikiran mereka, biarlah rekan mati asal jangan dirinya. 


Itu terlihat jelas, banyak dari anggota kelompok Naga Merah yang mendorong rekan mereka untuk diberikan kepada musuh, sedang mereka melarikan diri. 


Kultivator yang memiliki kultivasi tinggi ranah Langit juga demikian. Mereka tidak peduli bagaimana nasib orang-orang dari kelompok Naga Merah. Mulai menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk melawan, setelah itu kabur sendiri. 


Xiao Wang mengambil cincin ruang milik Han Zi. Setelah itu dia beralih ke pertempuran yang beranjak usai.


Memperhatikan situasi yang telah berbalik drastis. Pasukan aliansi semakin percaya diri, sebaliknya pasukan dari kelompok Naga Merah semakin amburadul. 


Rekan-rekan Xiao Wang masih melakukan perlawanan. Seperti halnya Qu Zheng yang bertarung melawan dua orang sekaligus kelompok Naga Merah.


Melihat beberapa kultivator ranah Langit yang berniat melarikan diri, Xiao Wang tidak akan membiarkan itu terjadi.


Xiao Wang segera menyebarkan kekuatan jiwa yang sangat pekat. Itu langsung menyapa semua orang yang ada di sana tanpa pandang bulu. Namun bagi mereka yang merupakan bagian dari pasukan aliansi Huangjin, tidak terlalu merasakan efeknya. Sebaliknya, pasukan kelompok Naga Merah langsung hanyut dalam sebuah ilusi.


Alam Ilusi Xiao Wang sendiri tidak hanya memiliki satu tingkatan, namun ada beberapa sekali. Dimana salah satunya yaitu alam ilusi yang hampir saja dihancurkan oleh Han Zi. 


Sebelumnya, karena ulah Han Zi, Xiao Wang sempat merasakan jiwanya yang melemah. Kepalanya yang sakit, bahkan dirasa seolah akan pecah, seiring dengan pecahnya alam ilusi tersebut. Beruntung itu tidak berlangsung lama. Dia memiliki pasokan energi Jiwa Spiritual yang terbilang sangat luas. Sehingga saat melemah, maka akan langsung otomatis memulih sendiri.


Semua orang terdiam. Pasukan musuh mulai menunjukkan reaksi kesakitan. Banyak dari mereka menggelinjang layaknya orang yang kesurupan. 


Berlangsung selama sepuluh menit, Xiao Wang berhenti menyiksa mereka. Tampak semuanya telah berkeringat dingin. Tidak ada seorangpun dari pasukan kelompok Naga Merah yang berekspresi senang, semuanya memasang wajah tegang dengan muka kusut. 


"Jangan ada yang berani mengambil langkah untuk meninggalkan area ini. Karena kalau kalian berani, maka aku tidak akan segan memberi kalian pelajaran berharga, yang bahkan jiwa kalian pun tak akan melupakannya." Xiao Wang berseru lantang, penuh akan tekanan yang mengancam. Semuanya terdiam. Xiao Wang masih merasakan adanya niat-niat tersembunyi dari pasukan kelompok Naga Merah, terutama kultivator ranah Langit yang berniat melarikan diri. Sepertinya mereka tidak merasa jerah setelah sebelumnya terjebak dalam alam ilusi Xiao Wang.

__ADS_1


Xiao Wang menyunggingkan senyum kecil. "Jika kalian mau mencoba, silahkan saja pergi dari sini!" 


Mendengar Xiao Wang memberi peluang terhadap mereka, sontak saja dua orang dari kelompok Naga Merah saling menganggukkan kepala. Keduanya memiliki kultivasi ranah Langit. Segera terbang keluar dan berpencar. Satu terbang ke arah barat sementara satunya lagi timur. 


Namun tidak berhasil terbang sejauh lima belas meter, kepala mereka telah meledak. Menyemburkan isi dalam kepalanya. Tubuh mereka terjatuh seketika.


Sontak saja melihat hal itu, semua yang hadir di sana refleks menahan nafas. Bagaimana dia bisa se–mengerikan itu? Bahkan ranah Langit saja bisa dibunuh tanpa menyentuh. 


Mereka yang semula memiliki niat untuk kabur juga mendadak mengurungkan niatnya. 


Melihat semuanya telah berhasil diamankan, Xiao Wang kemudian bergabung dengan Xiao Shan serta rekannya yang lain.


"Terima kasih atas kerja keras kalian!" ucap Xiao Wang, dia menangkupkan kedua tangannya. 


"Tentu saja, Saudaraku!" Qu Zheng membalas, sekaligus mewakili semuanya. Dia menepuk-nepuk pundak Xiao Wang sembari tersenyum yakin.


Setelah itu, Xiao Wang maju satu langkah. Dia beralih pada pasukan kelompok Naga Merah. 


"Aku akan melepaskan kalian, asal kalian mau menjadi pengikutku." Xiao Wang berkata dengan intonasi penuh keyakinan serta penekanan. Terkandung paksaan yang tidak terbantahkan.


Terdengar bisik-bisik dari pasukan kelompok Naga Merah. Hingga satu per satu dari mereka mulai menyatakan kesediaannya.


Xiao Wang berdiri di atas atap, di bawahnya semua orang kelompok Naga Merah yang tengah berlutut, menyatakan kesetiaannya terhadapnya. Mereka bersumpah atas nama langit, berani setia hidup dan mati demi Xiao Wang. Jika saja mereka berkhianat, maka mereka siap ditimpa petir hukuman Langit. 


Sejenak senyum kecil terukir di dua sudut bibir Xiao Wang. Dia menghela nafas lega, Xiao Long tiba-tiba mendekatinya.


"Nak, jika kau hanya akan mengharapkan hukuman langit, itu tidak akan terlalu mempan. Lihatlah, tidak semua orang mengatakan sumpah itu, artinya hanya masih banyak orang-orang yang akan dengan mudahnya berkhianat!" Xiao Long mengingatkan Xiao Wang. 


Menoleh ke arah Naga Magma itu sejenak, Xiao Wang memang menyadarinya. Dia sendiri tengah mencari ide untuk mengatasi itu semua. 


"Hmm, konsep Kunci Jiwa! Aku bisa menggunakan itu untuk mengunci jiwa dari orang-orang ini agar tidak ada yang berani berkhianat!" 


Xiao Long mengernyit, namun dia tidak menyalahi perkataan Xiao Wang. Xiao Long menunggu akan langkah Xiao Wang selanjutnya.


"Bagaiman kau akan melakukannya?" tanya Xiao Long kemudian saat melihat Xiao Wang hanya diam saja. 


"Aku memiliki lautan jiwa spiritual yang sangat luas. Tidak hanya itu, aku juga memiliki keterampilan ilusi yang telah memasuki tingkatan tertentu. Dengan menggabungkan dua aspek ini, aku bisa menciptakan apa saja melalui mental, bahkan mengendalikan jiwa seseorang."


"Aku mengerti. Dalam artian, kau menciptakan konsep jiwa ini untuk mengunci jiwa mereka agar terikat denganmu?" 

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu." Xiao Wang menjawab sambil menganggukkan kepalanya. 


Selang beberapa saat, Xiao Wang kemudian mulai melakukan aksinya. Dia menembakkan konsep Kunci Jiwa untuk mengunci semua jiwa dari Kelompok Naga Merah. Butuh waktu beberapa detik sebelum dia benar-benar menyelesaikannya.


"Baiklah, kalian telah terikat denganku. Tidak ada yang berani berkhianat, atau pun berinisiatif untuk mengkhianati–ku. Jiwa kalian telah terikat denganku. Sedikit saja terbesit untuk berkhianat, maka itu sama saja dengan kalian meminta kematian kalian sendiri!" Xiao Wang berseru lantang. Suaranya mampu didengar oleh semua orang yang ada di tempat itu. 


Tentu saja tidak sedikit yang kaget. Mereka baru mendengar akan pengikatan jiwa seperti yang diucapkan oleh Xiao Wang tadi. Selama ini yang mereka ketahui hanyalah berkisar pada kontrak Binatang Buas, sementara untuk manusia sendiri belum ada catatan yang membahas akan hal itu.


"Kami tidak akan berani berkhianat, Tuan!" ucap serempak orang-orang yang berasal dari kelompok Naga Merah. Kali ini tidak ada yang tidak berucap seperti halnya sebelumnya, semuanya bersuara. Memang saat Xiao Wang menembakkan konsep Kunci Jiwa, mereka pun menyadari adanya keganjilan yang terjadi pada mental mereka.


Xiao Wang memperhatikan bawahan barunya itu. Kali ini dia mendengar seruan tulus dari mereka, bukan condong ke arah paksaan saat melontarkan pujian terhadap Xiao Wang. 


"Baik, sekarang kalian bukan lagi bagian dari anggota Naga Merah. Aku sudah menghapus Jiwa Iblis yang ada pada tubuh kalian semua, jadi kalian tidak perlu khawatir akan hangus!" 


Mendengar itu, semuanya kembali berseru dan berterima kasih kepada Xiao Wang. Memang salah satu masalah yang dialami oleh pasukan kelompok Naga Merah ini adalah terikat dengan perjanjian Iblis. namun perjanjian itu telah berhasil dipatahkan oleh konsep Kunci Jiwa milik Xiao Wang. Dia juga telah mengganti nama kelompok Naga Merah menjadi Naga Langit.


Setelah beberapa saat, Xiao Wang memilih untuk mengalihkan perhatiannya dari bawahannya. Dia menghampiri para ketua serta tetua dari masing-masing kelompok yang tergabung dalam aliansi. 


Xiao Wang menangkupkan kedua tangan, memberi hormat kepada mereka. Dia pun mendapat perlakuan yang sama.


"Terima kasih, kalian telah bekerja keras untuk ini!" 


"Tuan Xiao tidak perlu sungkan. Kami cukup senang bisa bergabung dalam aliansi dan menghancurkan dominasi Naga Merah!" Salah seorang dari mereka mengangkat bicara, mewakili yang lain. Nada bicaranya pun begitu sopan dibanding dengan sebelumnya. 


"Baik, aku harap kalian bisa menghadiri rapat tiga hari kedepan di kediaman klan Xiao. Aku ingin membahas kelangsungan aliansi Huangjin," jawab Xiao Wang sekaligus mengundang mereka. 


"Oh, tentu saja, Tuan Xiao tidak perlu khawatir. Kami pasti akan menghadirinya!"


Setelah pembicara singkat itu, para tetua serta ketua dari masing-masing kelompok yang tergabung dalam aliansi itu pun segera pergi dari sana. Dalam kata lain mereka semua kembali ke kediaman masing-masing. 


Xiao Wang kemudian mengurusi sisanya. Dia akan mengarahkan bawahan barunya itu untuk merubah alih–fungsi markas kelompok Naga Merah menjadi markas baru. Tentu saja dia tidak langsung membiarkan mereka untuk bekerja, namun membiarkan mereka membereskan kekacauan yang terjadi terlebih dahulu. 


"Wang'er, aku akan kembali ke klan, bersama dengan anggota klan. Mereka butuh istirahat serta pemulihan tenaga! Apakah kau bisa mengatasi ini sendiri?" Xiao Han Ming menghampiri Xiao Wang dan mengatakan niatnya. 


"Tentu saja, Kakek! Terima kasih karena telah membantuku! Sisanya biar aku yang mengurusnya sendiri!" 


"Baik!" Setelah itu, Xiao Han Ming kembali ke klan. Tersisa Xiao Wang, Xiao Shan, Xiao Ming, Xiao Yin, Xiao Fu, Xiao Mei, Bing Xue Li, serta Qu Zheng. Mereka bekerja untuk mengarahkan para bawahan Xiao Wang, bergerak membereskan kekacauan. 


Xiao Wang memisahkan diri dengan kelompok, pandangnya salah menangkap asap hitam yang tengah mengintai mereka dari kejauhan. Dia kemudian mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2