
Duaarrr...
Ledakan yang mengguncang satu kekaisaran. Sekali lagi fenomena ini mengejutkan satu kekaisaran sekalipun. Tidak ada yang tidak bisa melihat fenomena itu dengan perasaan yang baik-baik saja. Semuanya tampak bergetar, bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja.
Lalu bagaimana dengan Xiao Hanming?
Lelaki itu nyaris dibuat terpental jauh oleh Sambaran petir ganas itu. Beruntung dia telah menyiapkan diri sedari tadi. Sehingga Xiao Hanming masih bisa menetralisir dampak ganas dari Kesengsaraan Petir.
Berlangsung selama beberapa saat, akhirnya dia bisa melewati kesengsaraan petir tersebut. Meskipun tubuhnya tadi tidak bisa dikatakan baik namun setelah melewatinya kini dia merasakan perbedaan yang signifikan.
Xiao Hanming memperhatikan tubuhnya, mulai dari kedua tangannya. Tampak sangat bersih dan terlihat muda dari sebelumnya.
Xiao Wang yang melihat itu tersenyum, merasa senang dengan pencapaian kakeknya. Tapi sejenak ekspresi senyum itu kini malah berubah menjadi khawatir.
"Kakek, awasss..." Berteriak untuk memperingati Xiao Hanming, sayangnya itu tidak sempat.
Duaarrr....
Tidak disangka petir kedua malah muncul setelah lelaki itu tampak lengah.
Tidak sempat mengambil ancang-ancang, tubuh Xiao Hanming malah dibuat terlempar jauh hingga menghantam sebuah bukit dengan sangat keras.
Bahkan petir masih tetap ada memberikan Kesengsaraan–nya untuk waktu tertentu.
Xiao Wang melihat itu segera terbang menghampiri tempat jatuhnya Xiao Hanming. Dia tidak berniat akan menolong kakeknya itu sampai Kesengsaraan Petir tersebut menghilang.
"Uhuk..."
Xiao Hanming terbatuk-batuk setelah menerima sambaran dari petir kesengsaraan berwarna merah. Bangkit dari posisinya, tampak Xiao Wang datang dan langsung menyodori nya pil tingkat Langit.
__ADS_1
Setelah menelan pil tersebut, Xiao Hanming merasa baikan.
"Terima kasih, Nak!" ujar Xiao Hanming.
"Umm! Selamat, akhirnya kakek sudah berhasil mencapai ranah Alam Langit. Dengan begini, klan Xiao akan begitu disegani oleh seluruh kelompok yang ada di kekaisaran Han. Mungkin yang masuk pengecualian hanyalah kelompok Naga Merah."
"Benar... Meskipun saat ini aku telah mencapai ranah Alam Langit dan klan Xiao sudah memiliki dua orang yang mencapainya, tapi kita belum mengetahui jelas kekuatan yang disembunyikan oleh kelompok Naga Merah. Sekuat apa kekuatan itu sampai bisa menundukkan klan Lu dalam waktu singkat!" ucap Xiao Hanming lagi.
"Entahlah, Kakek. Intinya kita harus siap. Setelah mengetahui kakek telah mencapai ranah Alam Langit, mereka pasti akan kembali memikirkan langkah untuk menyerang. Apapun itu, kita tidak boleh lengah," Xiao Wang kemudian mengajak Xiao Hanming untuk kembali ke klan Xiao.
Memang saat tersambar petir berwarna merah tadi, dirinya dibuat terlempar sangat jauh sampai keluar dari zona klan Xiao.
Sampai di sana, mereka langsung disambut oleh hujan pujian yang dilontarkan oleh orang-orang klan terhadap keberhasilan Leluhur mereka itu. Xiao Hanming sendiri untuk saat ini tidak bisa bergerak kemana-mana. Cukup berdiam di tempat dan menerima semua pujian tersebut.
Sedangkan Xiao Wang memilih untuk menghindar dari sana. Dia akan menemui Xiao Long, Qu Zheng, serta Ratu Semut Penelan.
"Apakah kalian akan ikut dengan ku?" tanya Xiao Wang kepada ketiganya.
"Aku akan menuju sekte Tombak Dewa. Kelompok Naga Merah saat ini tengah melakukan rencana besar, menundukkan Sekte Tombak Dewa. Sebagai salah satu dari sekte besar, akan sangat merepotkan jika mereka berhasil dikuasai oleh kelompok Naga Merah," jelas Xiao Wang.
Ketiga orang itu mengerti. Lalu mereka menyetujui begitu saja ajakan Xiao Wang itu.
Sebenarnya Xiao Wang tidak berniat untuk mengajak Qu Zheng serta rekan-rekannya yang lain. Sebab dia merasa merasa tidak perlu. Namun pada akhirnya dia hanya bisa mengajak Qu Zheng serta Ratu Semut Penelan, mengingat kekuatan mereka yang berada di puncak ranah Langit untuk ikut sedangkan rekannya yang lain ia biarkan tidak ikut.
Setelahnya Xiao Wang, Qu Zheng serta Ratu Semut Penelan menaiki punggung Xiao Long. Lalu mereka melesat dengan kecepatan tinggi.
Mereka sampai di sekte Tombak Dewa. Tampak telah terjadi kekacauan besar-besaran di sini. Namun yang paling menonjol terkuat adalah kelompok Naga Merah telah begitu mendominasi jalannya pertempuran.
Xiao Wang, Qu Zheng serta Ratu Semut Penelan langsung turun dari punggung Xiao Long, lalu membantu sekte Tombak Dewa. Begitupun juga dengan Xiao Long yang turut andil.
__ADS_1
Yin yang berada di kening Xiao Wang sendiri juga saat ini telah keluar. Dengan bulu keperakan yang indah miliknya, terbang berkeliling di udara. Menarik perhatian mereka yang hadir dengan keindahan tubuhnya, lalu mulai menyerang dengan ganas pasukan musuh.
Sekte Tombak Dewa yang semula telah kehilangan harapan untuk menang itu kini mulai kembali mendapatkan semangat mereka.
Beberapa orang yang semula berniat mengeluarkan segenap kemampuan dan mengorbankan diri itu kini mulai berhenti dengan aksi mereka kala melihat bantuan telah datang.
"Xiao Wang!" ujar salah seorang dari anggota sekte Tombak Dewa kala mengenali orang yang datang memberikan bantuan terhadap mereka itu adalah Xiao Wang.
"Xiao Wang?" tanya yang lainnya yang tidak tau akan siapa itu Xiao Wang.
"Ya, dia merupakan salah satu jenius dari klan Xiao. Dulu ikut berpartisipasi dalam turnamen Antar Pemuda di ibukota kekaisaran. Aku tidak menyangka setelah beberapa bulan tidak bertemu, dia akan sekuat ini. Bahkan aku saja sudah bukan lagi tandingannya!" ujar lelaki tadi dengan tersenyum kecut. Dia tidak lain adalah Hua Ai, seorang yang dulunya mendapatkan predikat jenius nomor 1 sekte Tombak Dewa.
"Jadi dia yang namanya Xiao Wang!" orang yang berbicara dengan Hua Ai menganggukkan kepalanya pelan. Memperhatikan Xiao Wang yang tengah melesat dengan cepat. Memang dia sendiri mengagumi Xiao Wang ini. Terlepas dari usianya yang begitu muda, lelaki memiliki kekuatan sangat besar, bahkan dia yakin Xiao Wang ini lebih hebat dari ketua sekte mereka sendiri.
"Benar... Dia sangat hebat. Aku yakin kekuatannya telah melampaui semua orang kuat yang ada di kekaisaran ini!" Gua Ai jga ikut memperhatikan Xiao Wang. Setelah itu, mengajak rekan bicaranya untuk kembali bergerak dan melawan orang-orang dari kelompok Naga Merah.
Tombak digerakkan. Bermain dengan lincah, berputar-putar cepat dan menghantam orang-orang yang merupakan pasukan musuh.
Keduanya berkerjasama untuk melumpuhkan lawan.
Di sisi lain, Xiao Wang juga telah mengeluarkan dua pedangnya untuk membantai anggota Kelompok Naga Merah. Dia sendiri memilih untuk berdiam setelah sebelumnya sempat berhadapan dengan dua orang kultivator ranah Langit tahap 7 dan 8. Namun tidak sulit baginya untuk membunuh dua orang itu.
Hanya dengan mengendalikan Pedang Siluman Dewa dan Pedang Api Matahari untuk membantai pasukan musuh.
Xiao Long, Qu Zheng dan Yin serta Ratu Semut Penelan sendiri juga tampak bersenang-senang dengan anggota kelompok Naga Merah ini. Meskipun mereka juga sempat berhadapan dengan kultivator ranah Langit tahap 5 ke atas. Tapi itu bukan lagi menjadi halangan berarti bagi ketiga orang itu.
Sementara ini, pemimpin dari kelompok Sekte Tombak Dewa melihat pasukan musuh mulai berkurang semenjak kedatangan Xiao Wang. Dia sendiri sebenarnya tidak mengharap bantuan datang, mengingat akhir-akhir ini sekte tengah mengalami masalah dengan orang-orang luar.
Setidaknya dia bersyukur sektenya tidak jadi hancur ataupun tunduk dengan kelompok Naga Merah ini.
__ADS_1
Mengajak lawan tarungnya saat ini untuk berduel serius. Tombak diarahkan dengan ujung lancip yang bergerak cepat mengejar lawannya.