
"Saudara Zheng, sekarang adalah giliranmu!" Xiao Wang berkata pada Qu Zheng.
Malam itu tampak sinar keperakan dari bulan malam begitu terang menerpa gelapnya dunia. Dengan bundaran indah nan besar bercahaya dari bulan purnama tampak menggantung sempurna di antara awan-awan kecil yang berkeliaran di tiup angin malam.
"Hmm, baiklah!" Qu Zheng menjawab perkataan Xiao Wang tadi.
Dia lantas mengambil sikap duduk bersila. Di belakangnya ada Xiao Wang juga duduk bersila. Sementara untuk rekan-rekan Xiao Wang sendiri duduk mengelilingi mereka berdua.
Xiao Wang mengeluarkan dua buah kristal Siluman Dewa. Bersamaan dengan beberapa sumberdaya pelatihan tingkat tinggi lainnya. Selain dari pada itu, Qu Zheng juga mengeluarkan beberapa benda aneh yang memiliki vitalitas energi berhubungan dengan Qu Zheng sendiri.
Malam ini mereka akan membantu Qu Zheng dalam menerobos ranah Alam Langit. Tempat yang mereka datangi ini sendiri terbilang bagus, energi alam di sini sangatlah pekat dibandingkan wilayah lain di Kekaisaran Han.
Proses itupun dimulai. Qu Zheng mulai menyerap vitalitas Qi tangan ada di alam, selain itu juga menyerap langsung dua buah kristal Siluman dewa tersebut.
Xiao Wang tidak langsung menyalurkan energinya pada tubuh Qu Zheng. Dia memilih untuk melakukannya di waktu yang tepat. Tidak ingin terlalu terburu-buru, sebab takutnya malah akan berdampak buruk pada Qu Zheng sendiri.
__ADS_1
Selama lima belas menit, dua buah kristal tersebut telah habis diserap oleh Qu Zheng. Ini terbilang sangatlah cepat sebab tubuh Qu Zheng ini yang terbilang spesial.
Tubuh Qu Zheng kini telah bertambah kuat. Aura yang terpancar dari tubuhnya juga bertambah hebat. Kespesialan tubuh Qu Zheng itu semakin terlihat kala mulai muncul satu lingkaran hitam di atas kepala Qu Zheng.
Semula seukuran ibu jari orang dewasa, hingga semakin membesar dan membentuk sebuah mata besar seukuran kepala. Mata itu hanya terbentuk bayangan gelap dengan garis-garis putih.
Sumberdaya serta barang-barang yang ada di hadapan Qu Zheng mulai di serap habis oleh mata tersebut. Vitalitas Qi mulai terserap habis. Tidak hanya itu bahkan mata itu semakin ganas dalam menyerap energi alam yang ada di sana.
Kekuatan Qu Zheng semakin meningkat. Aura yang dipancarkan olehnya juga bertambah kuat.
Dengan adanya mata tersebut, maka proses ini akan berlangsung cukup cepat. Bahkan selama beberapa jam saja Qu Zheng telah mencapai tiga per empat dari proses tersebut.
Dua jam telah kembali terlewatkan. Nyaris Qu Zheng mencapai puncak dari proses tersebut. Penyerapan energi habis-habisan dilakukan oleh mata tersebut.
Xiao Yin yang terus menerus memberikan energinya mulai berhenti kala merasakan dirinya mulai kehabisan energi. Mengeluarkan Lil tingkat Langit dari cincin ruang miliknya dan mulai menelannya untuk kembali memulihkan kekuatannya.
__ADS_1
Tak lama setelahnya tampak Xiao Ming juga telah berhenti. Dia tidak ada bedanya dengan Xiao Yin. Sama mengeluarkan pil tingkat Langit dan juga mulai menyerapnya.
Setelah dua orang itu, tampak Xiao Fu dan Xiao Mei juga telah berhenti. Kini tinggal Xiao Feng, Bing Xue Li dan Xiao Wang yang masih setia dalam menyalurkan energi mereka untuk Qu Zheng.
Fajar telah menyingsing, bergantian dengan pagi. Langit yang semula temaram kini membiru sepenuhnya.
Whush...
Lonjakan energi di tubuh Qu Zheng semakin meningkat, bahakan menggila. Bing Xue Li telah kehabisan energi, di susul oleh Xiao Shan.
Mengetahui Qu Zheng akan menerobos, kelima orang itu segera bergerak untuk menjauh. Tak ingin terkena kesengsaraan petir Surgawi yang akan diterima oleh Qu Zheng.
Bayangan mata yang berada di kepala Qu Zheng Itu mulai berkedip.
Whush...
__ADS_1