Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 81 ~ Mendapat Sambutan Buruk


__ADS_3

Xiao Wang menghilang dari tempatnya. Dia muncul kembali tepat di samping Kun Lun terbaring.


"Jangan biarkan kekuasaan membutakan mu, Kakek. Dan juga, aku harap kau tidak berpaling dan menjadi musuhku, oleh karena pedang ini tidak kau dapatkan. Sebab ini tidak akan berakhir baik jika kau memilih menjadi musuhku!" ucap Xiao Wang dengan suara pelan. Setelah mengatakan itu, dia dan Xiao Han Ming segera pergi dari sana.


\=\=\=\=


Xiao Wang dan Xiao Han Ming melompati atap demi atap rumah. Mereka akan keluar dari Kota pusat kekaisaran.


Keduanya sengaja menghindari kerumunan guna tak memancing masalah yang terjadi. Hingga kedua orang itu berhasil keluar gerbang kota dengan mudah.


Setelah merasa telah jauh dengan kota pusat kekaisaran. Xiao Wang lantas mengeluarkan Naga Magma Xiao Long. Keduanya pun pergi dengan mengendarai Naga itu.


Terbang dengan kecepatan sangat tinggi. Hingga dalam setengah hari, mereka telah sampai di tempat dimana klan Xiao di dirikan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidak terlihat klan Xiao sama sekali. Bahkan tak ada tanda-tanda berdirinya sebuah klan di sana.


"Sepertinya pasca insiden beberapa bulan lalu, klan mulai menutup diri dari dunia luar. Apakah karena kerusakan yang di timbulkan oleh aliran hitam begitu parah, sampai para penatua mengambil keputusan dengan menutup klan dari dunia luar?" gumam Xiao Wang.


Mereka mendarat. Xiao Long telah kembali ke dalam Kening Xiao Wang. Sementara itu, Xiao Han Ming berjalan lima langkah di depan Xiao Wang.


Dia lantas menjentikkan jarinya.


Trakk...


Sontak saja muncul gelembung tak kasat mata sangat besar, menutup klan Xiao.


Berjalan mendekati gelembung tersebut. Xiao Han Ming kemudian menyentuh dengan ujung jari telunjuknya.


Pecah. Gelembung itu pecah seketika. Tampak butiran-butiran energi yang menyebar membentuk hujan embun sebelum menghilang menyatu dengan udara.


Xiao Wang segera mendekati Xiao Han Ming. Lalu kedua orang itu mendekati gerbang yang tertutup sangat rapat. Tampak pula rantai yang terulur dari sisi kanan dan kiri gerbang, membentuk tanda silang.


Trakk...


Kembali jentikan jari dilakukan oleh Xiao Han Ming. Rantai besar itu seketika menjadi debu yang terbang mengikuti arus angin.


Tingg...


Tingg...


Tingg...

__ADS_1


Baik Xiao Wang maupun Xiao Han Ming mendengar bunyi bel menggema dari dalam klan. Bunyi selama tiga kali menandakan ada bahaya yang tengah melanda klan.


"Orang-orang klan begitu sensitif!" ucap Xiao Han Ming sembari menyunggingkan senyum kecil.


Xiao Wang dan Xiao Han Ming lantas melangkahkan kaki, hendak memasuki klan. Dua buah pintu gerbang yang semula tertutup rapat itu mendadak terbuka lebar.


Benar saja, di sana telah berkumpul anggota klan Xiao. Masing-masing dari mereka telah memegang senjata.


Hampir saja para anggota klan Xiao itu maju menyerang saat pintu pagar terbuka, tapi sesaat segera mereka menghentikan langkah kala mendapati orang yang muncul adalah Xiao Wang.


"Saudara Wang!"


Teriak seseorang diantara para anggota klan. Xiao Wang segera menoleh asal suara. Dia mengenali suara itu sebagai suaranya Xiao Ming.


Terlihat lelaki yang memanggil namanya tadi berlari hendak ke arahnya. Tapi langkah kaki Xiao Ming segera terhenti saat dua buah Pedang yang dibentuk tanda silang segera menghalangi dirinya.


"Apa-apaan ini? Mengapa kalian menghalangi jalanku?" Xiao Ming berucap tak senang.


Tapi kedua orang yang menghalangi jalannya itu tak menggubris, malah mengacuhkannya.


Sementara itu, Xiao Wang sedikit menautkan kedua alisnya melihat Xiao Ming di cegah.


"Semuanya, tangkap Anak itu. Dia yang telah membuat klan kita nyaris hancur. Setelah apa yang ada padanya dan apa yang telah dia perbuat, klan kita yang menjadi sasarannya... Cepat tangkap dia dan siksa hingga cacat!" Salah seorang Penatua klan tiba-tiba saja berseru. Memerintah anggota klan untuk segera menangkap Xiao Wang.


Tanpa ada yang membantah, puluhan anggota klan segera berlari ke arah Xiao Wang. Dengan senjata yang ada di tangan, mereka siap menyerang Xiao Wang.


"Semuanya, berhenti... Aku tidak mau menyakiti anggota klan ku sendiri!"


Mencoba untuk memperingati mereka, tapi tidak satupun dari orang yang berlari ke arahnya itu menghentikan langkah.


Karena merasa tidak ada jalan lain, maka Xiao Wang segera mengeluarkan dominasi auranya untuk menekan anggota klan Xiao itu.


Melihat anggota klan yang kesulitan dalam bernafas, sehingga Xiao Wang menarik kembali aura tersebut.


"Mengapa kalian berhenti? Cepat tangkap anak itu!" Kini yang berteriak adalah penatua lain.


Kembali para anggota klan Xiao bergerak untuk menangkap Xiao Wang.


"Cih, ini kalian yang memintanya!" ujar Xiao Wang yang mulai kesal sesaat. Sebelum dia menghentakkan sebelah kakinya di tanah.

__ADS_1


Sontak saja mereka yang datang menyerang itu langsung dibuat terpental berhamburan. Padahal tadi mereka hampir saja mendekati Xiao Wang.


Melihat para anggota klan yang menyerang Xiao Wang itu terlempar begitu saja, kini giliran para penatua yang maju untuk menyerang Xiao Wang.


"Apa yang menjadi motif kalian dalam menyerang ku?" tanya Xiao Wang.


"Karena kau, para aliran hitam datang menyerang klan Xiao. Mereka mencari mu... Bahkan klan hampir saja hancur karena kamu. Dan sekarang, kau malah datang lagi di sini. Aku tidak yakin setelah ini klan Xiao akan berakhir baik jika mengetahui bahwa kau telah kembali," ucap penatua kedua.


Kini tahulah Xiao Wang sebab mengapa klan Xiao sampai menutup diri dari dunia luar. Para aliran hitam khususnya kelompok Naga Merah menargetkan dirinya. Tidak, bukanlah Xiao Wang, melainkan Pedang Dewa Siluman dan Pedang Api Matahari yang mereka cari. Selain itu bisa jadi juga untuk membalas dendam akan kekalahan Shi Yifen saat di Medan tempur. Oleh karena tidak mendapati Xiao Wang, maka mereka menjadikan klan Xiao sebagai sasaran.


Para penatua bersiap untuk menyerang. Masing-masing dari mereka telah melepaskan aura masing-masing terhadap Xiao Wang.


Di sisi lain, Xiao Wang dengan tenang menyebut setiap aura yang dilepaskan oleh para penatua itu.


Sebelum Xiao Wang melepaskan aura nya pula untuk membalas, terlebih dahulu sebuah deheman terdengar. Dan sekali deheman itu langsung membuat aura yang dilepaskan oleh para penatua itu menghilang. Ya, deheman tersebut mengandung tekanan energi yang sangat besar.


Para penatua seketika memasang sikap waspada. Melihat ke arah orang bertopeng di belakang Xiao Wang. Orang bertopeng itu pula yang mengeluarkan dehemen tadi. Kini perlahan dia berjalan mendekati mereka.


"Orang ini bukan orang biasa. Kultivasinya berada di ranah Langit!" ucap penatua ke delapan.


Penatua yang lain setuju dengan perkataan penatua kedelapan. Para Penatua ini sendiri tidak ada yang berada di ranah Langit. Ranah suci pun tidak lebih dari sepuluh orang saja.


"Nak, apakah kau sudah selesai?" tanya Xiao Han Ming pada Xiao Wang. Dia berbicara santai seolah-olah tak menganggap keberadaan para penatua disekitarnya.


"Sebenarnya belum, kakek. Tapi karena Kakek sudah mengambil tindakan ... maka aku juga tidak berani untuk menghentikan kakek!" balas Xiao Wang dengan sopan.


Para penatua seketika mengernyitkan alisnya mendengar panggilan Xiao Wang terhadap orang yang mengenakan topeng itu.


"Xiao Wang, cepat katakan kepada kami! Siapa orang tua bertopeng itu?" salah seorang Penatua bertanya pada Xiao Wang. Namun dengan intonasi yang terkesan memaksa.


"Mengapa kalian tidak bertanya langsung padanya?" Setelah mengatakan itu, Xiao Wang bergerak mundur beberapa langkah. Mempersilahkan Xiao Han Ming untuk mengambil tempat beberapa langkah darinya.


Xiao Han Ming menganggukkan kepala pelan terhadap Xiao Wang. Lalu beralih mengalihkan pandangannya ke arah penatua yang bertanya tadi.


"Kau sangat tidak sopan... Kau tidak pantas menempati posisi penatua dengan sikap mu seperti itu!" ucap Xiao Han Ming.


Sementara penatua yang di maksud malah membalas perkataan Xiao Han Ming tadi dengan nada sinis.


"Cih, kau siapa berani mengatakan itu!"

__ADS_1


Entah bagaimana nasib penatua itu setelah ini.


__ADS_2