
Xiao Wang memperagakan keterampilan Tarung Klan Xiao dan diperhatikan dengan seksama oleh Xiao Fu dan Xiao Mei.
Setelah selesai, Xiao Wang lantas meminta keduanya untuk mempraktekkan seperti yang dia tampilkan tadi.
Keduanya mengangguk. Lalu melakukannya. Dengan berbekal ingatan setelah melihat setiap langkah yang dilakukan Xiao Wang, tak butuh waktu lama kedua orang itu telah berhasil menyempurnakan Keterampilan Tarung Klan Xiao.
"Ini sangatlah hebat. Bahkan aku mengira telah mempelajari Keterampilan Tarung Klan Xiao tingkat jenius dengan sangat sempurna. Tapi ternyata banyak sekali kekurangannya. Dan sekarang aku telah berhasil menyempurnakannya. Terima kasih, Saudara Wang!" ucap Xiao Fu antusias. Pun juga dengan Xiao Mei yang mengangguk dengan memasang wajah sumringah. Membenarkan perkataan Xiao Fu tadi.
"Kalian memang patut mendapat predikat jenius nomor satu dan dua klan Xiao. Bahkan aku tak perlu mengulang dua kali dalam peragakan keterampilan Tarung klan Xiao tadi, dan kalian tidak telah berhasil mengingatnya dengan baik. Pun juga dengan peragakan yang sempurna!" Xiao Wang memuji keduanya.
Ya, meskipun yang dia perlihatkan tadi adalah keterampilan tingkat Jenius, namun bagi Xiao Fu dan Xiao Mei jika bertarung dengan seorang pengguna keterampilan Tarung klan Xiao yang merupakan tingkat Penatua, maka kedua orang itu bisa di pastikan akan menang melawan mereka.
Pasalnya, keterampilan yang selama ini digunakan oleh para penatua klan Xiao masih kurang lengkap, sehingga musti di sempurnakan.
"Ya, kami memang masuk dalam daftar jenius nomor satu dan dua klan Xiao, tapi dibanding dengan Saudara Wang, kami berdua justru ketinggalan sangat jauh!" ujar Xiao Fu.
"Sudahlah, mari kita beristirahat. Besok kembali kita akan bertanding!" Malam datang semakin larut, sehingga Xiao Wang meminta mereka untuk beristirahat. Guna tak mendapatkan masalah, besok saat di pertandingan.
"Umm.."
"Baik, saudara Wang!"
Kedua orang itu menangkupkan kedua tangan mereka.
"Selamat malam... Semoga mimpi indah!" Setelah mengatakan itu, Xiao Fu lantas membalikkan badan. Pun juga dengan Xiao Mei berjalan menuju kamar mereka.
"Tunggu!"
Xiao Fu dan Xiao Mei menghentikan langkah mereka. Kompak menengok ke arah Xiao Wang dengan wajah bingung.
"Aku lupa memberikan kalian ini!" Lelaki itu melempar dua buah kantong kain berisi kristal roh tingkat tinggi pada Xiao Fu dan Xiao Mei.
Tentu saja hal itu membuat mereka terkesiap. Barang-barang ini baru saja kali ini mereka dapatkan sebanyak itu. Sebab kalaupun mereka pergi sendiri untuk mencarinya, paling hanya mendapatkan lima sampai tujuh buah kristal roh tingkat tinggi perhari. Itupun musti usaha yang mumpuni dalam membunuh Binatang Buas nya.
"Terima kasih, saudara Wang!" ucap Xiao Mei.
__ADS_1
"Terima kasih, Saudara Wang... Kau memang yang terbaik!" Xiao Fu mengacungkan jari jempolnya.
Xia Wang mengangguk, "Umm, sama-sama ... Istirahat lah, kristal-kristal roh itu kalian serap besok setelah Pertandingan berakhir."
Xiao Fu dan Xiao Mei pun lantas pergi dari halaman belakang kediaman khusus Klan Xiao.
Sejenak Xiao Wang memandangi kedua orang itu. Tapi tiba-tiba saja terlukis seringai sinis di bibirnya.
"Selama kalian belum melakukan pergerakan, aku akan tetap menunggu kalian. Lagipula ini adalah istana Kekaisaran Han. Tidak baik jika terjadi pertumpahan darah di sini!" gumamnya pelan sesaat, lalu beranjak pergi dari sana.
Ya, Xiao Wang merasakan adanya nafas bayang-bayang para pengintai yang memperhatikan aktivitas mereka bertiga dari tadi. Tapi dia membiarkan mereka begitu saja.
***
Babak Penyisihan untuk hari kedua kembali di laksanakan. Jika hari sebelumnya menggunakan delapan buah panggung, kali ini hanya menyisakan tiga buah panggung yang berada di atas lapangan luas.
Tapi dibanding dengan hari sebelumnya, panggung di hari kedua ini lebih luas dibanding hari sebelumnya.
Chen Xue kembali berbicara di atas salah satu panggung. Memberi kata sambutan serta selamat berjuang untuk para peserta yang lolos babak penyisihan di hari kedua.
"Xiao Wang dari Klan Xiao... Melawan Yu Tie, dari Sekte Lotus Es!"
Mendengar namanya di panggil, Xiao Wang lantas bangkit dari posisi duduknya.
"Semangat, Saudara Wang. Meskipun Yu Tie ini merupakan salah satu jagoan yang di gadang-gadangkan sebagai calon pemenang, tapi aku yakin dia tidak ada apa-apanya dibanding saudara!" Xiao Fu memberi semangat.
"Siap...!"
Xiao Wang melompat turun dari atas arena. Tak lama setelah dirinya, seorang pria berpakaian putih kebiruan melompat dan mendarat beberapa meter di hadapan Xiao Wang.
Tampilan dari Yu Tie ini sendiri benar-benar rapi. Kulit putih pucat seputih salju, dengan raut wajah datar nan dingin, persis seperti nama sektenya.
"Yu Tie, Semangat..."
"Yu Tie, kau idolaku..."
__ADS_1
"Yu Tie, Aku padamu..."
"Yu Tie, kau sangat tampan... Aku meleleh..."
Berbagai teriakan dari para wanita yang ada di sana terdengar begitu heboh. Meskipun tak ada tanggapan dari Yu Tie, namun mereka tidak putus semangat dan tetap mengumandangkan ungkapan-ungkapan aneh mereka.
Sementara itu, di sisi tempat duduk khusus, Xiao Die memasang wajah sedikit kusut. Pasalnya dia tidak mengharapkan Xiao Wang akan bertemu dengan perwakilan salah satu sekte besar di awal-awal. Meskipun dia telah melihat bagaimana potensi Xiao Wang sebelum-sebelumnya, tapi tetap saja dia tidak yakin kali ini.
Pasalnya, sebelum-sebelumnya Xiao Die hanya melihat Xiao Wang yang bertarung dengan peserta dari ranah Lanjutan. Sehingga dia meragukan Xiao Wang yang akan bertarung dengan kultivator ranah Ahli. Apalagi lawannya berasal dari kelompok besar dengan kejeniusan tidak diragukan lagi.
"Waah... Sepertinya klan Xiao akan pulang lebih awal." Seorang Penatua dari klan Zhang berkata dengan intonasi dibuat kasihan.
Sementara itu, Xiao Die tidak langsung menjawab. Tatapannya masih menatap lurus di atas panggung arena, tempat Xiao Wang berada.
"Ya... Ku benar, penatua Zhang. Meskipun anak itu memiliki tubuh khusus, tapi tetap saja dia tidak bisa mengendalikan energi Qi–nya. Bahkan dari awal dia bertarung selalu menggunakan kekuatan fisik. Sebelumnya anak itu hanya beruntung karena mendapatkan lawan dari ranah lanjutan, tapi kali ini berbeda cerita dengan lawan Ranah Ahli." Tetua dari sekte lain ikut menambahkan. Dia malah menyertai dengan gelengan kepala. Antara merasa iba dan mencibir.
Sementara itu, di panggung arena. Xiao Wang masih memasang wajah tenang, meskipun telinganya menangkap banyak sekali perkataan yang mengasihani dirinya menemukan lawan yang diluar jangkauan kekuatannya, tapi dia tetap tenang. Bahkan dalam hati Xiao Wang menertawai mereka.
Wasit telah memulai pertarungan, namun keduanya belum menunjukkan suatu pergerakan pun.
"Di mana Senjata–mu? Keluarkan dan hadapi aku dengan itu!" ucap Yu Tie dengan nada dingin.
"Hmm, apakah perlu aku menggunakan sebuah senjata?" Xiao Wang balik bertanya.
"Hmm, setidaknya kita bisa bertarung adil."
"Maka dari itu, kau bisa menyimpan senjata mu untuk bertarung dengan ku!"
Yu Tie menatap tajam Xiao Wang. Meskipun Kultivasinya berada di ranah Ahli tahap 2, tapi dia tidak berani meremehkan Xiao Wang ini.
Yu Tie lantas menyimpan pedangnya. Dan pertarungan pun dimulai.
\=\=\=
N/A: Maaf, izin minta vote–nya, kalau ada kelebihan poin, bisa disertai dengan hadiah n gift:)
__ADS_1