Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 48 ~ Babak Penyisihan II


__ADS_3

Xiao Wang melompat ke atas panggung arena. Sejenak, ia mengitari pandangannya ke sekitaran panggung, berakhir tertuju pada lelaki yang menjadi lawan tandingnya itu.


"Apakah tidak salah bahwa kau perwakilan dari klan Xiao? Mengapa sangat lemah?" tanya orang itu.


"Ya, salam Senior!" Xiao Wang berlagak lugu di hadapan lawannya.


Memandang dengan tatapan penuh remeh, Lawan Xiao Wang lalu kembali berucap. "Aku jadi meragukan klan Xiao yang katanya adalah salah satu klan besar Kekaisaran Han. Bahkan mereka kehilangan seorang jenius sampai harus mengirimkan perwakilan lemah seperti dia. Kultivasinya hanya berada di ranah awal tahap pertama!" Laki-laki berpakaian hitam dengan corak orange itu sengaja melantangkan suaranya, dengan tujuan perkataannya di dengar oleh orang-orang yang ada di sana.


Benar saja, selepas laki-laki tersebut mengucapkan kalimatnya, mendadak para penonton ramai memperhatikan Xiao Wang. Tak butuh waktu lama, bisik-bisik membicarakan yang buruk-buruk terhadap klan Xiao dan Xiao Wang sendiri terdengar.


Imbasnya mengarah pada dua penatua yang duduk di tempat khusus. Kedua penatua itu kini didatangi oleh beberapa orang dari kelompok lain, yang ingin tahu pasti terkait dengan kondisi klan Xiao.


Bahkan Kaisar Han serta para perwakilan dari kerajaan-kerajaan yang ada di bawah naungan Kekaisaran Han yang hadir juga penasaran dengan masalah itu.


"Cih, Anak Sampah ini!" decak samar Xiao Lei. Dia kesal, sebab karena Xiao Wang, dirinya dan Xiao Die harus menghadapi pertanyaan para penatua dan tetua dari berbagai klan, sekte maupun kelompok lain.


"Penatua Xiao, ada apa dan apa yang terjadi dengan klan Xiao? Mengapa kalian mengirim perwakilan yang memiliki kultivasi Ranah Awal? Bahkan perwakilan kalian itu nyaris tak bisa berkultivasi. Apakah standar jenius klan Xiao sudah sangat menurun?" ucap Penatua klan Mu. Klan Mu sendiri merupakan salah satu klan besar dengan perwakilan yang mereka kirim berada di ranah Lanjutan tahap 9 dan dua orang lagi di ranah Ahli tahap 1 dan 2.


Memasang ekspresi tenang, Xiao Die kemudian menjawab pertanyaan Penatua Mu, "Kedua peserta itu bahkan belum bertarung, tapi kalian sudah berani mengambil kesimpulan dengan mengata-ngatai klan Xiao. Ckckck..." Xiao Die menggeleng-gelengkan kepalanya. Jawaban itu sekaligus menjawab serta pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala orang-orang yang mengelilinginya itu.


Mendengar jawaban dari Xiao Die, orang-orang yang mengelilingi Xiao Die dan Xiao Lei jadi penasaran dengan kemampuan Xiao Wang. Maka mereka sama-sama menunggu dan menyaksikan pertarungan yang akan terjadi di arena.


Wasit telah memulai pertarungan Xiao Wang dan Lelaki dari aliran hitam tersebut.


"Majulah, karena aku kasihan kepadamu, maka aku berikan kau kesempatan untuk menyerang lebih dulu!" ucap remeh lelaki itu.


"Hohoho,, bukankah aliran hitam tak ada yang mengasihani musuhnya? Aku curiga bahwa kau adalah aliran hitam jadi-jadian," Xiao Wang dengan nada sinis membalas perkataan remeh laki-laki itu.


"Kau... Berani sekali kau mengatai–ku sebagai jadi-jadian. Awas saja, akan aku buat kau cacat. Hingga seumur hidup tidak kau rasakan yang namanya Kultivasi." Setelah menyelesaikan perkataannya, dia lantas maju menyerang Xiao Wang.


Sementara itu, di sisi lain. Para penonton yang kebanyakan berada di pihak lelaki dari aliran hitam tadi, sudah berani menebak bahwa Xiao Wang tidak akan bisa bertahan dalam satu jurus saja. Bahkan ada yang sampai bertaruh karenanya. Menganggap remeh Xiao Wang, entah bagaimana ekspresi mereka saat melihat aksi Xiao Wang nantinya.


Golok yang ada di tangan lelaki itu dia libas–kan keras. Menargetkan leher Xiao Wang. Tak ada keraguan sedikitpun diperlihatkan oleh lelaki itu. Dengan penuh percaya diri, dia yakin serangan ini sudah cukup untuk melumpuhkan Xiao Wang.

__ADS_1


Whush...


Golok yang diwanti-wanti akan merobek leher Xiao Wang, malah mengenai udara kosong. Lelaki lawan Xiao Wang membulatkan matanya tak percaya.


Padahal golok yang dia layangkan tadi itu nyaris megenai kulit Xiao Wang, tapi nyatanya hanya mengenai udara kosong.


Xiao Wang menyunggingkan senyum miring. Setelahnya melancarkan tinju telak ke arah wajah lelaki dari aliran hitam itu.


Bukk!!


Hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik, langsung membuat lelaki itu terlempar jauh hingga keluar arena. Bahkan dia sampai tidak sadarkan diri.


Melihat lelaki yang di wanti-wanti akan memenangkan pertarungan atas Xiao Wang dengan mudah, malah berbalik. Sontak saja hal itu langsung membuat banyak orang melotot tak percaya karenanya.


Begitupun juga dengan para Penatua serta Tetua dari berbagai kelompok besar yang mengelilingi Xiao Die dan Xiao Lei tidak bisa untuk berkata-kata saat melihat aksi Xiao Wang. Yakin dan percaya tidak mereka lihat adanya aliran energi Qi saat Xiao Wang melepaskan tinjunya tadi. Hal itu pula yang membuatnya lebih istimewa.


"I–itu adalah tubuh khusus. Anak itu memiliki tubuh khusus." Salah satu dari mereka berucap refleks kala menyadari sesuatu.


"Ya, dia memiliki tubuh khusus. Lihatlah hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik, telah menimbulkan efek yang sangat besar sampai membuat Lelaki dari aliran hitam itu terlempar jauh."


Xiao Die menanggapi dengan memasang wajah sumringah. "Hahaha... Akhirnya semuanya mengakui kehebatan klan Xiao. Aku yakin klan Xiao akan kembali naik setelah ini!" Dia berkata puas.


Sementara Xiao Lei justru bereaksi lain. Entah mengapa dia sangat tidak senang saat banyak pujian dilontarkan untuk Xiao Wang.


Di atas arena, Xiao Wang berjalan santai turun dari panggung setelah berhasil membungkam orang-orang yang semula meremehkannya tadi. Menghampiri Xiao Mei dan Xiao Fu.


"Kau sangat hebat, Saudara Wang. Terlepas dari hujatan yang semula menyerang mu dari berbagai sisi, tapi kau tetap tenang. Dan memberi pelajaran lelaki sombong dari aliran hitam itu," Xiao Fu memuji Xiao Wang.


Sementara itu, Xiao Wang menanggapi dengan memasang senyum kecil. Lalu duduk dan memperhatikan pertandingan yang tengah berlangsung.


Putaran demi putaran pertandingan terlewat begitu cepat. Banyak pertarungan yang tidak seru dan membosankan, lebih terkesan monoton. Namun terkadang ada pertarungan yang menarik minat para penonton, untuk menonton.


Berbagai teriakan dilontarkan oleh orang-orang yang mengidolakan jagoan mereka. Tentu saja jagoan-jagoan itu semuanya berasal dari jenius dari kelompok besar. Entah itu dari 5 klan besar maupun 7 sekte besar. Xiao Fu dan Xiao Mei sendiri juga ada yang meneriaki keduanya itu. Saat gelombang kedua pertarungan mereka berlangsung.

__ADS_1


Ya, hari ini Xiao Wang, Xiao Mei dan Xiao Fu bertarung tiga kali. Tentunya bagi mereka yang kalah di gelombang pertama, maka akan gugur di gelombang kedua. Sementara Xiao Wang serta dua temannya itu tidak kesulitan sama sekali dalam menjatuhkan musuh-musuhnya.


Setelah seharian penuh, akhirnya pertandingan untuk hari ini pun berakhir. Dari ratusan banyak peserta, hanya delapan puluh orang yang lolos untuk bertanding besok. Sekte kecil hanya menyisakan lima orang saja yang lolos. Kebanyakan dari kalangan menengah, sementara untuk dari kalangan besar masih aman tanpa ada yang tereliminasi. Pun juga dengan perwakilan dari kerajaan-kerajaan juga masih aman.


Xiao Wang, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Die dan Xiao Lei kembali ke kediaman klan Xiao dengan hati puas. Meski demikian, Xiao Lei tampak biasa-biasa saja, berjalan dengan wajah datar disaat yang lainnya dalam keadaan sumringah.


Sampai di kediaman.


"Kalian beristirahatlah. Besok pertandingan akan kembali di gelar. Sepertinya besok memperebutkan posisi enam belas besar. Tentunya besok bukanlah hal yang mudah bagi kalian." Xiao Die berpesan pada ketiga jenius klan Xiao.


Ketiganya mengangguk, setelahnya mereka beranjak menuju kamar masing-masing.


"Saudara Wang, mari berlatih sekarang. Aku tidak sabar dengan ini!" Xiao Fu berkata dengan penuh semangat 45.


"Hmm, melihat potensi–mu tadi, seharusnya besok bukanlah hal yang sulit bagimu untuk lolos." Xiao Wang menghentikan perkataannya sejenak. Melihat ekspresi kecewa Xiao Fu, di lantas melanjutkan kembali perkataannya. "Tapi, mari kita lakukan sekarang, daripada membuang-buang waktu!"


"Yeesss..."


"Sepertinya menarik. Aku juga ingin berlatih bersama kalian!" Xiao Mei tidak ingin ketinggalan.


"Baiklah, mari kita ke halaman belakang. Jangan sampai penatua melihat kita berlatih!"


Xiao Mei mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa kalau penatua melihat kita!" tanyanya dengan alis sebelah naik.


"Ini rahasia, hanya kita yang tahu." Xiao Fu menjawab dengan setengah berbisik. Xiao Wang sendiri hanya memasang sunggingan kecil menanggapinya.


Sampai di halaman belakang, mereka lantas memulai pelatihannya.


"Sebelum itu, aku meminta kalian berdua untuk memperlihatkan kepadaku keterampilan Tarung klan Xiao yang kalian kuasai."


Xiao Fu dan Xiao Mei mengangguk. Lalu satu per satu memperagakannya.


Xiao Wang memperhatikan setiap langkah yang mereka ambil dalam memperagakan keterampilan tadi. Meskipun keduanya menunjukkan yang terbaik dalam peragakan–nya, tapi bagi Xiao Wang keduanya masih banyak kekurangan dan kesalahan.

__ADS_1


Dia lantas memperbaiki kesalahan itu.


__ADS_2