
Xiao Wang sempat mengernyitkan alisnya kala bentuk dari artefak itu kini telah menjadi bentuk hati. Samar-samar dia bis merasakan adanya energi aneh yang terkandung dalam artefak itu.
"Entah bagaimana dia memodifikasi artefak ini sampai bisa menjadi seperti ini. Semoga saja ini berhasil!" gumam Xiao Wang sejenak.
Semenjak beberapa hari lalu, Xiao Long sering meminta bahan-bahan sumberdaya pelatihan dari Xiao Wang. Beruntungnya setiap apa yang di minta sekalinya tersedia di cincin ruang Xiao Wang sendiri. Katanya artefak ini sangat cocok dengan proses penerobosan Ratu Semut Penelan.
Xiao Wang mulai melakukan suatu segel tangan untuk mengaktifkan artefak itu.
Tak lama setelahnya, artefak yang tengah melayang itu mulai menunjukkan suatu reaksi. Mengeluarkan cahaya merah bersamaan dengan aura merah juga merembes keluar darinya.
Perlahan tapi pasti aura merah itu mulai menyapa tubuh Xiao Wang serta Ratu Semut Penelan. Menarik paksa intensitas Qi murni dalam tubuh Xiao Wang serta Ratu Semut Penelan.
Dua intensitas Qi Murni itu menyatu dalam artefak, memberikan aura lain pada artefak itu sendiri.
Kini mulai terpancar tiga aura namun perlahan menyatu.
Whush...
Aura dalam artefak terpecah, kini mengelilingi Xiao Wang serta Ratu Semut Penelan. Tidak hanya sekedar mengelilingi, namun aura itu juga menciptakan hawa panas dirasakan oleh kedua orang itu.
Mendadak kedua mata Xiao Wang serta Ratu Semut Penelan berubah menjadi berwarna merah muda menyala.
"Perasaan ini?" Xiao Wang tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan. Melihat Ratu Semut Penelan di hadapannya itu, entah mengapa timbul perasaan aneh yang tidak bisa dijelaskan.
Nyatanya itu juga terjadi pada Ratu Semut Penelan sendiri.
Hingga tak bisa menahan, keduanya mulai mendekat dan melakukan hubungan itu.
skip
***
Whush....
Whush...
Baamm...
Baamm...
Serangan energi terus melesat mengarah ke arah Xiao Wang. Itu berasal dari Ratu Semut Penelan.
Xiao Wang dengan sigap menghindari setiap serangan energi itu. Di tahu betul jika setiap serangan yang dilancarkan oleh semut Penelan itu mengandung esensi racun yang begitu mematikan.
__ADS_1
Tampak Ratu Semut Penelan begitu marah terhadap Xiao Wang ini.
"Beraninya kamu!" Raut wajahnya berkerut penuh akan kemarahan. Tidak ada kata toleran lagi baginya. Inginnya segera mencabik-cabik Xiao Wang karena menurutnya telah lancang menyentuh tubuhnya.
"Tenanglah... Ini bukan kehendak ku," Xiao Wang membela diri dengan terus menerus menghindari serangan yang tanpa henti dilancarkan oleh Ratu Semut Penelan.
"Kau sangat lancang... Berani sekali kau berbohong. Memang mulut semua lelaki itu sama saja. Suka berdusta!" Ratu Semut Penelan segera melesat mengejar Xiao Wang, seraya kedua tangan yang tanpa henti mencipta energi yang dia lempar ke arah Xiao Wang.
"Apa maksudmu? Aku tidak tahu akan seperti ini! Tapi bukankah karena hubungan itu, kau jadi bisa menerobos sekarang? Jadi apa salahku?"
Pembelaan Xiao Wang kali ini berhasil membuat Ratu Semut Penelan berhenti mengejarnya.
Ratu Semut Penelan terdiam. Jika di pikir-pikir lagi, apa yang dikatakan oleh Xiao memang benar. Kalau bukan karena mereka melakukan hubungan tersebut, mana mungkin dia bisa mencapai tingkat Siluman Dewa.
"Huh...!"
Ratu Semut Penelan membuang muka. Lalu mendarat di atas tanah dan kemudian mengambil pakaiannya. Langsung mengenakannya dan pergi meninggalkan Xiao Wang sendiri.
Di sisi lain, Xiao Wang menghela nafas lega kala melihat wanita itu tidak lagi mengejarnya.
Xiao Wang mendarat dan juga mengambil pakaiannya. Menengok ke bawah.
"Sialan, mengapa dia masih berdiri, bahkan sangat tegang bak tiang perkasa!" umpat Xiao Wang pada burungnya yang masih menegang.
"Dia masih belum melupakan sensasi saat kau dan jelmaan siluman itu melakukan hubungan itu. Makanya masih berdiri sampai sekarang, hehehe!" Xiao Long yang melihat itu terkekeh di dalam dimensi dibalik simbol yang ada di kening Xiao Wang. Begitupun juga dengan Yin.
Mengenakan kembali pakaiannya, Xiao Wang kemudian terbang mencari Ratu Semut Penelan.
"Apakah kau masih marah?" tanya Xiao Wang sembari memegangi pundak Ratu Semut Penelan.
Merasa risih dengan sentuhan itu, Ratu Semut Penelan kini membanting tangan Xiao Wang.
"Jangan berani kau menyentuhku lagi, lelaki mesum!" ketua Ratu Semut Penelan. Pandangannya mengarah ke arah lain, tampak enggan untuk melihat wajah Xiao Wang.
"Hmm, aku harap kau tidak membenciku terlepas dari apa yang barusan kita lakukan."
"Jangan bahas itu lagi atau aku akan langsung membungkam mulutmu!" ancam Ratu Semut Penelan tapi Xiao Wang tidak menganggapnya serius.
"Hmm, baiklah! Karena janjimu sudah terpenuhi, dan kau telah berhasil mencapai ranah Alam Langit, maka aku tidak ada urusan lagi untuk terus berada di sini. Aku harap dalam pertempuran melawan Kelompok Naga Merah kelak, kau juga ikut andil dan membantuku!" ujar Xiao Wang sesaat. Dari intonasinya, dia tampak tidak memaksa Ratu Semut Penelan untuk mengikuti ucapannya itu.
Setelah itu Xiao Wang lantas menyuruh Xiao Long untuk keluar.
Whush...
__ADS_1
Melihat Naga Merah tersebut telah berdiri di hadapannya, Xiao Wang lantas naik dan Naga itu segera terbang menjauh dari sana.
Ratu Semut Penelan sempat melihat ke arah perginya Xiao Wang.
"Huh... Dasar Mesum!" ujarnya.
"Apakah kau menyukainya?"
Ratu Semut begitu kaget dengan suara itu. Menoleh ke arah asal suara, dapat dia lihat seorang wanita cantik tengah menatapnya dengan senyum sinis.
"Apa maksudmu?"
***
Xiao Wang kembali ke klan Xiao. Langsung saja mengarah ke kediaman Xiao Feng.
Namun dia mengernyitkan alisnya kala tak melihat adanya keberadaan rekan-rekannya di sana.
"Kemana perginya mereka?" tanyanya pada diri sendiri.
Dia lantas mengarahkan langkah kakinya menuju halaman belakang kediaman.
Benar di sana ada orang. Akan tetapi tidak lebih dari satu orang, yaitu hanya Qu Zheng yang duduk sembari mengumpulkan energi alam.
"Saudara Zheng, kemana perginya mereka semua?" tanya Xiao Wang pada Qu Zheng.
Menoleh ke arah lelaki yang menghampirinya itu, Qu Zheng lantas menjawab, "Mereka sedang berlatih. Tapi tidak satu tempat. Dalam artian, masing-masing dari mereka mencari tempat yang nyaman di luar klan untuk berlatih."
Xiao Wang menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lalu kau sendiri? Apakah tidak inging ikut berlatih seperti mereka?" tanya Xiao Wang.
Menggerakkan kepalanya, Qu Zheng lantas menjawab, "Aku memang menunggu kedatangan Saudara Wang di sini. Sebab aku ingin ikut bersama mu menemui kelompok-kelompok lain untuk bergabung dalam aliansi yang saudara bentuk!"
"Dari mana kau tau itu?" tanya Xiao Wang sedikit merasa heran. Padahal saat pertemuan tadi Qu Zheng tidak ikut hadir. Dia juga belum memberitahu rekan-rekannya terkait dengan itu semua. Tapi mengapa Qu Zheng malah mengetahui bahwa dia akan pergi ke kelompok-kelompok besar untuk mengajak mereka bergabung?
"Sebenarnya saat kau pergi meninggalkan kami di sini, aku sempat mengikuti–mu. Diam-diam aku mendengar pembicaraan kalian melalui belatung ini!" Qu Zheng kemudian mengeluarkan satu ekor belatung kecil bersayap.
Xiao Wang memperhatikan belatung tersebut sejenak.
"Hmm, baiklah!" Memilih untuk tidak mempermasalahkannya, Xiao Wang kemudian mengajak Qu Zheng untuk ikut bersamanya.
Dia tidak ingin membuang waktu terlalu banyak, sehingga berinisiatif untuk memulai perjalanannya menuju salah satu kelompok besar yang ada di Kekaisaran Han ini.
__ADS_1
Kembali mengeluarkan Xiao Long, lalu mereka berdua melesat dengan kecepatan tinggi mengendarai Naga Magma itu.
Kali ini tujuan pertamanya adalah Sekte Lotus Es.