
"Jika tuan membutuhkan sesuatu, maka datanglah ke mari. Kami akan dengan senang hati menyambut Tuan!" ujar Pemimpin dari Desa Runtuh.
"Umm... Jika nanti saatnya telah tiba, maka aku akan kembali datang kemari dan membawa serta kalian bersama ku. Dan jika saat itu tiba, aku harap kalian para Desa Runtuh harus bertambah kuat, bahkan bisa dua sampai tiga kali lipat dari kekuatan kalian yang ini!" ucap Xiao Wang.
"Tentu saja Tuan... Tuan Kami saja sangat hebat, bagaimana bisa kami sebagai pendukung serta pengikutnya tidak kuat?!"
"Omong-omong, siapa namamu?" tanya Xiao Wang.
"Aku Cun Dao, Tuan," ujar Cun Dao membalas cepat.
"Umm, baik... Marga ku adalah Xiao. Jika suatu saat kau mendapatkan masalah dengan Wilayah Desa Runtuh, kau bisa menemui ku di klan Xiao!"
Xiao Wang memberikan lencana pengenalnya kepada Cun Dao. "Dengan Lencana ini, seharusnya kau tidak akan mengalami kesulitan sedikit pun saat datang ke klan!"
"Terima kasih, Tuan." Cun Dao menerima lencana tersebut dengan senang hati.
Setelah itu, Xiao Wang serta rekan-rekannya lantas pergi dari sana. Tujuan mereka saat ini adalah kembali menemui Qu Zheng di sarang Belatung.
\=\=\=
Xiao Wang menggunakan keterampilannya dalam hal pengendalian unsur elemen tanah untuk membawa mereka ke sarang belatung.
Sebenarnya bisa saja Xiao Wang dan rekan-rekannya melewati atas tanah untuk k sarang belatung, tapi dia tidak yakin ini akan berhasil sampai di sana. Sementara untuk melewati bawah tanah, maka Xiao Wang bisa mengikuti jejak aura yang ditinggalkan oleh belatung yang sebelumnya mendatangi desa Runtuh.
Namun Xiao Wang tidak secepat saat menggunakan belatung.
Beberapa saat, Xia Wang, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming, Xiao Yin serta Xiao Feng naik kembali ke atas.
Brukk..
Tanah mulai terbelah, setelahnya Xiao Wang dan rekan-rekannya melompat keluar.
Menilik sekitar, mereka menemukan tempat yang mereka datangi ini berada di sebuah lembah sempit, yang penuh akan pepohonan kering tanpa daun.
__ADS_1
Jika di bilang ini adalah tanah gersang, namun di tempat ini ditemukan banyak mata air. Juga tanah yang sebenarnya subur itu, tapi hanya sedikit sekali rerumputan yang tumbuh dengan subur.
"Mari ke sana!" ajak Xiao Wang, dia berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh Xiao Feng serta rekan-rekannya.
Berjala beberapa meter, sampailah mereka pada sebuah pohon besar. Pohon ini sangatlah subur diantara pepohonan yang lain. Bisa di bilang, hanya pohon ini satu-satunya yang memiliki daun lebat dengan batang serta cabang yang masih utuh.
Xiao Wang mengetuk batang pohon tersebut. Tak lama setelahnya, batang pohon tersebut terbelah, membuka kan hal bagi Xiao Wang dan rekan-rekannya untuk masuk ke dalam.
Pemandangan aneh sekaligus terbilang luar biasa, segera tersuguh.
"Ini bahkan lebih luas dari batang pohon yang aku lihat di luar," ucap Xiao mung sedikit merasa tidak percaya saat melihat ruangan didalam batang pohon sangat luas. Bahkan ini bisa mencapai sepuluh meter luasnya. Sementara batang pohon yang dilihat dari luar tidak lebih dari 4 meter.
"Hmm, ini mungkin semacam Dimensi lain, atau mungkin bisa jadi sebuah ilusi," gumam Xiao Mei.
"Maksudmu?" Xiao Ming meminta kejelasan.
"Maksudnya pohon yang ada di luar itu hanya sebatas ilusi belaka, yang digunakan oleh Qu Zheng untuk menutupi wujud asli dari rumahnya!" Kali ini Xiao Yin yang menjawab, namun dengan intonasi kesal oleh sebab rekan yang satunya itu begitu lemot.
"Owh..."
Benar saja tak lama setelahnya, tampak Qu Zheng muncul. Lelaki itu turun dari lantai atas. Segera dia menghampiri Xiao Wang serta yang lainnya.
"Mengapa kau datang kemari? Bukankah semuanya sudah selesai?" Qu Zheng berkata dingin. Tampak di tidak suka dengan Xiao Wang yang mendatangi kediamannya.
"Hmm, bisakah kau bersikap sedikit lembut. Kita adalah teman sekarang!" ucap Xiao Wang. Dia berdiri dan segera menghampiri Qu Zheng untuk merangkulnya. Sayangnya itu di tolak mentah-mentah oleh Qu Zheng.
"Sejak kapan aku menjadi temanmu?" ucap Qu Zheng dengan ketus. Dia berjalan menuju jendela yang ada terbuka di dinding, dan mengedarkan pandangannya ke luar.
Di sisi lain, Xiao Fu serta yang lainnya memilih untuk tidak ikut campur. Sebenarnya mereka juga tampak bingung, mengapa Xiao Wang bisa bersikap seperti itu pada Qu Zheng. Tapi yang membuat mereka lebih penasaran adalah Xiao Wang yang tampak sudah sangat dekat dengan Qu Zheng, meskipun lelaki yang tak mengenakan pakaian bagian atas itu masih bersikap dingin pada Xiao Wang.
"Sudahlah, tak perlu bersikap seperti itu lagi. Oh ya, aku berencana akan mengunjungi suatu tempat, apakah mau ikut bersama kami?" tawar Xiao Wang.
Qu Zheng hanya menoleh ke arah Xiao Wang sesaat, sebelum pandangannya kembali arahkan ke luar jendela.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik!" jawabnya singkat.
"Hmm, benarkah? Kalau begitu terima kasih."
Tanpa alasan yang jelas, Xiao Wang langsung mengajak Xiao Feng serta yang lainnya untuk kembali melanjutkan perjalanan. Melihat hal itu, Qu Zheng lantas menautkan alisnya. Dia tampak heran dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Xiao Wang.
Sementara Xiao Wang dan rekan-rekannya itu hampir keluar, Qu Zheng segera menahannya.
"Tunggu..."
Xiao Wang memasang senyum kecil. Benar dugaannya bahwa Qu Zheng pasti akan menghentikan mereka. Pasalnya dia tahu betul bahwa Qu Zheng ini membutuhkan seorang teman.
Bagaimanapun Qu Zheng melewati masa kecil yang bisa di bilang sangat buruk. Meskipun tinggal bersama dengan warga desa Runtuh, namun tidak ada satupun dari orang-orang itu yang mengakui keberadaannya. Mereka akan menjauh saat melihat Qu Zheng. Bahkan cap kali dia mendapatkan pukulan dari warga. Tentu saja itu menimbulkan bekas dalam hatinya.
Dan kini ada Xiao Wang yang juga ternyata memiliki masa kecil yang sama kelamnya dengan dirinya. Setelah mendengar cerita Xiao Wang serta bagaimana cara lelaki itu dalam hal melewati dan menyikapi masa kecil tersebut, sehingga membuat Qu Zheng memilih untuk mempercayai Xiao Wang. Meskipun itu hanya lima puluh persen.
Sebenarnya bukan hanya hal tersebut yg membuat Qu Zheng percaya pada Xiao Wang. Melainkan ada hal lain, dan ini berkaitan dengan kekuatan.
Xiao Wang membalikkan tubuhnya, menghadap Qu Zheng. "Aku yakin kau pasti telah berubah pikiran?" tebak Xiao Wang.
Seperti biasa, Qu Zheng tidak langsung menanggapi melainkan memberikan ekspresi datar.
"Sesuai janjimu, kau akan membawaku pada suatu yang sangat menakjubkan dibanding dengan berada di tempat ini sepanjang waktu. Aku akan ikut dengan mu!" ucap Qu Zheng.
Senyum Xiao Wang semakin melebar. "Ayo..."
Setelah itu, mereka semua lantas pergi meninggalkan rumah itu. Qu Zheng mengelurkan sebuah gulungan segel, lalu mengeluarkan tujuh ekor belatung berukuran besar. Mereka pun masing-masing menaiki belatung dan menghilang masuk ke dalam tanah.
Bergerak jangan sangat cepat, hingga mereka kembali timbul ke permukaan tanah. Tapi belatung-belatung tetap bergerak, hanya dengan mengandalkan perut mereka berjalan dengan kecepatan tinggi, bahkan setara dengan kecepatan lari seorang kultivator ranah raja.
Selama tiga hari perjalanan, mereka akhirnya sampai di tempat yang di tuju. Xiao Feng kembali membuka buka lipatan kertas, dan memperhatikan peta wilayah kekaisaran Han yang tergambar dalam peta tersebut.
"Harusnya ini adalah wilayah bagian barat kekaisaran Han. Ini merupakan wilayah terbengkalai yang tidak banyak orang tahu keberadaannya. Menurut catatan dari kitab kuno klan Xiao, di wilayah ini tersimpan banyak sekali hal-hal aneh, namun tidak ada kejelasan mengenai hal-hal tersebut. Yang ada hanyalah terdapat sebuah segel kuat yang melindungi bagian wilayah lain. Kita harus mengetahui letak segel tersebut dan membukanya!" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
Sebenarnya lembaran peta yang dia pegang itu merupakan bagian dari kitab kuno kalian klan Xiao yang telah dia sobek. Kitab itu sendiri telah dia pelajari lama sebelum mereka berinsiatif untuk ke wilayah ini. Dan sekarang mereka hanya ke Wilayah bagian ujung kekaisaran ini untuk sekedar membuktikan kebenaran dari kitab. Hitung-hitung menambah pengalaman.