
"I–ini" Salah seorang dari pasukan Sekte Tebing Persik berkata tak percaya kala melihat begitu banyak mayat tergeletak begitu saja di hamparan rumput berdarah. Semua mayat itu belum mengeluarkan aroma busuk menandakan baru saja di bunuh. Yang tercium hanyalah aroma darah yang berbaur dengan angin malam, menciptakan sensasi ngeri bagi sebagian orang.
Meskipun suasana yang terbilang gelap, namun cairan lendir yang telah bercampur dengan darah itu memancarkan kilau oleh pantulan cahaya perak sang rembulan, sehingga tampak jelas di mata mereka yang melihat akan organ dalam manusia yang berceceran.
"Inis sangat sadis. Sekte Tombak Dewa di bantai habis-habisan dalam satu waktu. Semuanya, angkat senjata dan serang Makhluk itu!" ucap Jun Jirui memerintahkan pasukan Sekte Tebing Persik untuk menyerang makhluk besar yang tidak lain adalah Naga Magma.
Rombongan tidak ada yang membantah. Mereka segera berlarian ke arah Naga Magma, tapi khusus yang berada di barisan terdepan saja sementara yg lain menunggu giliran.
Tampaknya Sekte Tebing Persik mengirimkan lebih banyak pasukan di banding dengan Sekte Tombak Dewa. Bahkan terdapat tujuh orang Kultivator Ranah Suci, termasuk dengan tetua Jun Jirui.
Brushh....
Semburan Api panas langsung disemburkan Xiao Long. Dan itu sukses membuat orang-orang yang berniat mendekatinya itu segera mengurungkan niat mereka. Beralih memasang perisai energi untuk menahan semburan api itu megenai mereka, tapi tetap saja bagi mereka yang memiliki kultivasi lemah akan langsung terbakar saat itu juga.
Semburan itu tidak berlangsung lama. Setelahnya tidak ada lagi yang berani maju, semua pasukan Sekte Tebing Persik terdiam menunggu perintah.
Xiao Wang kembali muncul dan mendarat di punggung Xiao Long. Dengan gaya yang sama seperti saat dia tunjukkan kepada kelompok Sekte Tombak Dewa tadi, Xiao Wang lantas berkata.
"Aku sarankan lebih baik kalian pergi dan
urungkan niat kalian untuk mendapatkan dua pedang ini," ucap dingin Xiao Wang. Dia mengacungkan pedang dan menunjuk ke arah mayat-mayat yang tergeletak di atas hamparan rumput itu. "Jika kalian tidak ingin bernasib sama dengan mereka!" lanjutnya.
Meskipun gertakan itu bisa membuat sebagian orang takut, tapi tidak dengan yang lain. Apalagi melihat langsung dua pedang di tangan Xiao Wang, pula merasakan langsung aura yang terpancar darinya, membuat mereka yang buta kekuatan malah ingin segera membunuh Xiao Wang dan merebut pedang itu.
"Cih, kau kira ancaman mu itu akan terpengaruh terhadap kami? Kau salah, Nak!" Tetua Jun Jirui mengangkat bicara. "Lagipula kami membawa kekuatan dua kali lipat dari orang-orang dari sekte Tombak Dewa, selain itu kekuatan mu juga pasti sudah sangat berkurang saat menghadapi Pasukan Sekte Tombak Dewa. Apalagi mereka memiliki lima orang ranah Suci serta puluhan orang ranah Raja?" Lelaki itu menyunggingkan seringai sinis setelah mengatakan itu.
"Apakah kau yakin, dengan itu?" Xiao Wang membalas dengan seringai tak kalah sinis.
Whush...
__ADS_1
Hembusan angin malam bertiup sedikit kencang, menerbangkan rambut Xiao Wang. Bersamaan dengan datangnya angin tersebut, Xiao Wang merasakan kehadiran kelompok lain di bukit Rumput Harapan, selain daripada Sekte Tebing Persik.
"Sepertinya kita berada dalam masalah sekarang. Jumlah yang datang akan semakin banyak. Jika orang-orang dari ranah Suci telah berkumpul, maka sudah bisa dipastikan kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menang." Xiao Wang membatin. Tentu saja itu bisa didengar oleh Xiao Long.
"Benar, manfaatkan sisa waktu yang ada untuk membunuh orang-orang yang ada di hadapan kita ini. Sebelum semuanya semakin banyak, dan kita akan kerepotan nantinya!" ujar Xiao Long.
Xiao Wang mengangguk mendengar perkataan Xiao Long. Setelahnya mereka bersiap, dalam hitungan detik, Xiao Wang telah menghilang dari atas punggung Xiao Long.
Slash....
Slash...
Slash...
Begitu tidak masuk dalam perhitungan sekte Tebing Persik sebelumnya, dalam sekali muncul mereka telah kehilangan anggota sebanyak lima orang. Namun itu akan terus bertambah seiring dengan detik yang terlewati.
Sementara tujuh orang Ranah Suci itu tidak diam lebih lama. Mereka segera bertindak untuk meminimalisir jumlah korban yang berjatuhan di pihak mereka.
Xiao Long yang tengah membakar lawan-lawannya dengan semburan panas itu kini dihadapi oleh empat orang ranah Suci tingkat 3 sampai 5. Mereka melayang mengelilingi Xiao Long, lalu Menyerang secara bersamaan.
Xiao Long tidak keberatan sama sekali dalam menyambut mereka. Dia juga mengepakkan sayap hingga sejajar dengan empat orang ranah Suci itu. Pertarungan pun terjadi saat itu juga.
Sementara itu, Xiao Wang masih dikejar oleh tiga orang ranah Suci. Namun di sini empat orang itu sedikit kesusahan dalam mencapai Xiao Wang sebab lelaki itu yang begitu pintar dalam menghindar.
Sengaja Xiao Wang menghindari Tiga tetu ranah suci itu dan berpindah-pindah cepat diantara banyaknya orang-orang sekte Tebing Persik, sebab tujuannya berniat mengurangi jumlah pasukan sekte itu sebelum menghadapi Tiga tetua ranah Suci yang mengejarnya.
Sedangkan tiga tetua ranah suci sendiri tidak berani asal serang, sebab salah-salah malah Pasukan mereka yang akan terkena serangan nantinya.
Tanah tempat mereka berpijak mendadak berubah membeku, bahkan kaki mereka juga ikutan beku. Panik segera menghampiri pasukan Sekte Tebing Persik yang memiliki kultivasi di ranah Raja ke bawah. Namun untuk Kultivator ranah raja masih bisa bergerak setelah berhasil melepaskan kurungan es di kaki mereka tadi.
__ADS_1
"Tetua, halau anak itu melepaskan serangannya. Sementara yang lain segera bebaskan pasukan kita dalam kurungan es!" Jun Jirui berteriak kala mengetahui anggota sekte Tebing Persik dalam bahaya.
Segera setelah itu para tetua mengambil tindakan dengan menyerbu Xiao Wang.
"Terlambat!" gumam Xiao Wang.
"Cakram Api Iblis!"
Whush...
Langsung saja sepuluh buah cakram berukuran besar tercipta di belakang Xiao Wang. Sebelum para tetua Sekte Tebing Persik mencapai dirinya, Xiao Wang telah lebih dulu mengarahkan sepuluh cakramnya itu secara bersamaan untuk membantai anggota sekte Tebing Persik.
Sepuluh buah cakram berapi berputar dengan sangat cepat, begerak sembarang arah menargetkan pasukan Sekte Tebing Persik yang tidak bisa bergerak lebih. Dengan gerakan yang sangat cepat itu sepuluh buah cakram telah berhasil menyapu ratusan orang dengan bergerak mulus melewati tubuh mereka. Dan saat itu pula lah terlihat tubuh yang berjatuhan dengan kebanyakan diantara tubuh yang berjatuhan telah terpotong.
Pemandangan itu tampak sangat sadis, bisa di bilang ini merupakan pembunuhan massal dalam hitungan waktu detik. Ratusan orang sekte Tebing Persik mati mengenaskan, sementara para tetua hanya bisa melihat hal itu dengan menelan ludah kasar.
Xiao Wang terus mengendalikan sepuluh Cakramnya, hingga berhasil menyapu bersih anggota Sekte Tebing Persik. Kini tinggal dua puluhan Kultivator Ranah Raja serta tujuh orang Kultivator ranah Suci yang tersisa, sedangkan pasukan yang berada di Ranah Raja ke bawah telah mati.
Xiao Long yang menyaksikan banyaknya mayat itu segera turun dan langsung menyerap mereka ke dalam tubuhnya. Hingga kekuatan Naga Magma itu terus meningkat, akan tetapi dia tidak bisa sampai mengambil semuanya sebab tubuhnya masih harus membiasakan diri dengan mayat-mayat tersebut, juga di sini Xiao Long memiliki batasan dalam menyerap. Juga jika terlalu di paksakan maka bukannya memberi efek peningkatan kekuatan, justru hal itu malah akan memberikan efek buruk pada Naga Magma itu sendiri.
"Kau akan membayar atas apa yang telah kau lakukan!" Kemarahan jelas terlihat dari raut wajah serta intonasi Jun Jirui. Begitupun juga dengan Tetua yang lain.
Segera tiga orang tetua serta Kultivator ranah Raja tersisa membentuk suatu segel formasi, sedangkan empat tetua lainnya kembali mengejar Xiao Long.
"Formasi Persik Kesengsaraan!"
Mendadak tercipta segel kuno di atas mereka. lalu sebuah dinding transparan berbentuk tabung besar mengelilingi Xiao Wang seorang. Tulisan kuno tercipta dari setiap kelopak bunga persik yang melayang dan berkumpul menjadi satu pada pola segel kuno yang berada di atas sana.
Xiao Wang merasakan suatu tekanan tertentu yang berusaha untuk menekannya dari dalam segel. Namun Xiao Wang masih bisa memposisikan dirinya. Tapi yang menjadi masalahnya adalah kekuatan yang akan segera dikeluarkan oleh pola segel kuno yang ada di atas sana, begitu menggangu pikirannya.
__ADS_1