Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 92 ~ Pengintai


__ADS_3

"Haha... Ketua klan Xiao tidak perlu mengarang cerita untuk membuat aku terkesan. Dari dulu klan Xiao hanya memiliki dua ranah suci saja, yaitu Ketua klan Xiao sendiri bersama dengan Tetua Xiao Tang. Bagaimana mungkin bisa ada tambahan enam orang dalam waktu singkat!"


Jun Jirui menghentikan perkataannya sejenak. Menatap tajam Xiao Shan, lalu kembali melanjutkan perkataannya. "Kecuali jika klan Xiao telah berpaling dari ajaran netral–putih dan menggunakan teknik terlarang!"


"Maaf Tetua Jun Jirui. Mengenai bagaimana dan dimana kami mendapatkan Kultivator Ranah Suci, itu urusan kami. Dan juga maaf bahwa aku tidak bisa menyetujui negosiasi ini!" Xiao Shan menangkupkan kedua tangan dengan hormat.


Melihat tawarannya di tolak oleh Xiao Shan, raut wajah Jun Jirui semakin memburuk. Dia lantas melepaskan auranya untuk mengintimidasi Xiao Shan.


Xiao Shan sendiri tidak tinggal diam. Dia juga melepaskan auranya hingga terjadilah bentrokan aura sesaat.


Pan Ye Lin serta seorang Kultivator Ranah Raja sendiri sampai merasakan aura tersebut mengintimidasi mereka berdua.


Selang beberapa puluh detik, Jun Jirui akhirnya menarik kembali auranya.


"Cih, klan Xiao yang meminta ini. Maka jangan menangis saat melihat klan Xiao hancur!"


Setelah itu, Jun Jirui menangkupkan kedua tangan, lalu pergi dari sana. Begitu pun juga dengan dua orang itu.


Xiao Shan hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia kembali melanjutkan aktivitasnya.


***


Baamm...


Ledakan terdengar dari dalam sebuah tungku yang melayang. Asap hijau merembes keluar dari sela tutup tungku, membawa serta bau obat pekat bersamanya. Hanya dengan mencium aromanya saja sudah bisa menciptakan kenyamanan dan bahkan berpotensi sebagai pemulihan.


Tutup tungku terbuka, melayang dan berputar. Setelahnya sebuah pil keluar dari dalam tungku ketika seseorang mengendalikannya. Pil itu semula melayang tak karuan. Bergerak dengan sangat cepat hingga menimbulkan bayangan energi emas di setiap pergerakannya. Namun pada akhirnya pil tersebut tetap berhenti tepat di tangan Xiao Wang.


"Pil tingkat Langit kelas 3. Ini tidak buruk!" Xiao Wang menyimpan pil tersebut ke dalam cincin ruang miliknya.


Akhir-akhir ini memang dia tidak pernah menampakkan dirinya keluar, semenjak kepergian Xiao Han Ming. Xiao Wang berniat meningkatkan setiap keterampilan yang dia miliki. Memanfaatkan momen yang ada sebelum ada orang atau kelompok lain bertamu dan mencarinya.

__ADS_1


Xiao Wang melakukan peregangan tulang. Namun tanpa dia sadari dua orang tengah mengintainya di tempat yang sangat tersembunyi. Pengintai itu menggunakan keterampilan ilusi untuk bersembunyi di dimensi lain, namun masih bisa memantau pergerakan orang luar.


Pengintai mengeluarkan pisau kecil di balik bajunya. Melihat momen tepat, lantas melemparkan pisau itu, dia juga mengaliri dengan energi Qi sehingga pisau tersebut melesat dengan kecepatan tinggi.


Sayangnya Xiao Wang sebenarnya sudah mengetahui keberadaan pengintai itu, cuman Xiao Wang memilih untuk menghiraukannya sesaat, seolah-olah dia tidak menyadarinya.


Pisau yang melesat segera di tangkap menggunakan dua jarinya. Xiao Wang menatap pisau itu sekilas, lalu menoleh ke arah dinding kosong berjarak lima meter.


"Kau tak perlu bersembunyi lagi, aku sudah mengetahui kau berada di sana!" ujar Xiao Wang.


Pengintai itu menautkan alisnya. Antara percaya dan tidak, pasalnya selama ini tidak ada yang berhasil menemukan keberadaannya. Meskipun seorang Kultivator ranah Suci sekalipun.


"Aku yakin telah bersembunyi dengan sangat baik dan hati-hati. Dia pasti hanya menduga-duga, dalam kata lain dia sengaja mengatakan itu untuk memancingku keluar!" gumam Pengintai. Tak ingin menampakkan dirinya sebab mengira Xiao Wang belum mengetahui keberadaannya.


"Cih, kau mau–nya di paksa ternyata. Baiklah!"


Xiao Wang melapisi pisau tersebut dengan unsur elemen api. Setelahnya melempar pisau tersebut ke arah dinding kosong di depannya.


Whush....


Tak lama setelahnya, dalam pusaran energi gelap itu, muncul seseorang berjubah hitam. Juga mengenakan topeng putih, memancarkan aura gelap di tubuhnya.


"Aku tidak menduga keberadaan ku akan diketahui oleh mu. Sangat sedikit orang yang mampu mengetahui keberadaan ku di kekaisaran ini, bahkan tidak lebih dari lima orang saja. Dan sekarang tambahan darimu!" ucap pengintai itu.


"Hmm, melihat dari keahlian–mu dalam bersembunyi di balik dimensi ilusi, aku menebak kau adalah Pengintai Ilusi?"


"Haha... Kau tidak salah, Nak. Berbanggalah karena telah menemukan keberadaan ku tadi, sebelum kematian mu!" Pengintai Ilusi tertawa aneh.


"Cih, meskipun kau terkenal akan kehebatan dalam Ilusi mu, tapi aku tidak takut sama sekali. Apakah kau mau melihat hal yang lebih hebat lagi?" tanya Xiao Wang.


Pengintai Ilusi mengernyitkan alisnya. Secara tidak langsung, Xiao Wang telah mengutarakan bahwa lelaki itu juga menguasai ilusi.

__ADS_1


"Kau juga menguasai keterampilan ilusi?" Pengintai Ilusi berkata dengan sedikit ragu.


"Mau aku tunjukkan?"


Belum sempat menjawab, Pengintai Ilusi sudah masuk dalam pengaruh ilusi Xiao Wang.


Raut wajahnya seketika memburuk. Keringat telah mengucur di pelipisnya, matanya membulat sempurna. Seumur-umur dia belum pernah merasakan ilusi yang sebegitu mengerikannya. Bahkan dia yang terkenal sebagai raja ilusi pun tidak berkutik sama sekali.


"Arghh... Arghh... Tidaaak!"


Jiwanya seketika hancur. Tubuhnya ringkuh sebelum terjatuh, tergeletak di atas tanah. Mata yang masih terbuka lebar, kini memudar dan bola matanya pecah seketika. Begitupun juga dengan mulutnya yang mengeluarkan busa.


Xiao Wang memandangi mayat yang barusan dia bunuh dengan ilusi tadi. Dia lantas mengambil cincin ruang milik Pengintai Ilusi dan memeriksa isinya.


"Ini sangatlah bagus... Aku menemukan banyak harta di sini!" gumam Xiao Wang. Dia melihat banyak koin emas disertai dengan sumber daya pelatihan.


"Tunggu, ini apa?" Xiao Wang mengelurkan sebuah kitab usang.


"Hmm, ini adalah keterampilan tarung yang sangat aneh. Aku belum melihatnya digunakan oleh orang-orang kekaisaran Han." Xiao Wang bergumam sejenak.


"Nak, sepertinya keterampilan itu cukup hebat. Kau bisa langsung mempelajarinya!" Xiao Long berucap di kepalanya.


"Benar! Aku akan mempelajarinya."


Xiao Wang menyimpan kitab itu. Lantas dia mendekati tubuh Pengintai Ilusi. Berniat membakarnya, namun Xiao Wang segera dihentikan oleh Xiao Long.


"Nak, berikan tubuh orang itu padaku!" Xiao Long keluar dari kening Xiao Wang.


Xiao Wang sendiri mengerutkan alisnya, sedikit bingung dengan Xiao Long ini.


"Mengapa kau tiba-tiba menginginkannya. Ini tidak biasanya?" ujar Xiao Wang.

__ADS_1


"Aku ingin bermain-main dengannya sebentar!" Tanpa menunggu respons dari Xiao Wang lebih jauh, Xiao Long langsung menghilang kembali. Bersamaan dengan itu, tubuh Pengintai Ilusi juga menghilang begitu saja.


Xiao Wang sendiri memilih untuk tidak memusingkannya. Dia lantas beranjak dari sana.


__ADS_2