Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 89 ~ Mendapatkan Pedang


__ADS_3

"Hmm, bagaimana kalau kalian bergabung dengan klan Xiao!"


Tawaran itu langsung dikeluarkan oleh Xiao Wang. Tentu saja membuat mereka berlima kaget. Terdiam, tampak memikirkan akan tawaran Xiao Wang tadi. Biar bagaimana pun status mereka yang merupakan aliran Netral–hitam, sehingga akan sulit bagi mereka untuk bergabung dengan klan Xiao yang merupakan aliran Netral–putih.


\=\=\=\=


"Bagaimana kalau kalian bergabung dengan klan Xiao?" tanya Xiao Wang pada lima Kultivator ranah Suci.


Belum ada yang menjawab. Lima orang itu tampak berpikir sejenak, lalu saling berpandangan.


"Em, Tuan... Apakah bisa memberi kami ruang untuk mendiskusikan ini terlebih dahulu?"


Xiao Wang tidak keberatan, dia malah menganggukkan kepala tanda setuju. Setelah itu, Xiao Wang, Xiao Long serta Xiao Han Ming segera beranjak dari sana. Membiarkan kelima orang itu berdiskusi.


"Bagaimana ini? Apakah kita akan bergabung dengan klan Xiao atau justru menolak?"


Kelima orang tersebut mulai berdiskusi setelah ditinggal pergi oleh Xiao Wang, Xiao Long serta Xiao Han Ming.


"Harusnya iya. Pasalnya, Tuan Xiao telah memberikan kita kesempatan untuk hidup. Mereka juga telah membantu kita dalam melepaskan tato Iblis itu, sehingga kita akan aman dari jiwa Iblis sekarang!"


"Benar, Tuan Xiao telah begitu baik pada kita. Kalau lebih memilih, aku lebih memilih bergabung dengan Klan Xiao ketimbang bergabung kembali dengan Kelompok Naga Merah."


"Ya, kalaupun kita tidak bergabung dengan kedua kelompok ini, aku yakin tidak akan berakhir baik. Kelompok Naga Merah akan mencari kita, tentunya kalau tidak mati, kita akan kehilangan Kultivasi serta mendapatkan siksaan sadis. Namun berbeda hal jika kita bergabung dengan klan Xiao. Mereka memiliki dua orang hebat yang bisa melawan kelompok Naga Merah!"


"Mari kita memikirkan jangka panjang jika Kita memilih bergabung dengan Klan Xiao."


Setelah beberapa saat berdiskusi, mereka akhirnya mengambil keputusan. Mereka memilih menunggu Xiao Wang, Xiao Han Ming dan Xiao Long di dalam ruang bawah tanah.


Menunggu selama satu jam, akhirnya orang yang ditunggu muncul. Kelima orang itu segera bangkit dari posisi duduk mereka. Sama-sama menangkupkan tangan memberi hormat pada Xiao Wang serta Xiao Han Ming dan Xiao Long.


"Bagaimana?"


"Kami mau bergabung dengan klan Xiao!" ucap Salah satu dari mereka.


Xiao Wang dan Xiao Han Ming menampakkan sunggingan kecil. "Bagus, aku harap kalian tidak berkhianat, sebab kalian akan tahu sendiri akibatnya jika berani berkhianat!" ujar Xiao Han Ming. Dia sedikit menekankan katanya, membuat kelima orang itu merasakan sedikit takut sesaat.

__ADS_1


"Kami tidak akan berani, Tuan!"


"Apa ganjaran jika kalian malah berani berkhianat?" kali ini giliran Xiao Wang yang berbicara.


"Kami bersedia di sambar petir kesengsaraan!"


"Bagus... Sekarang sebutkan nama Kalian!" kata Xiao Han Ming.


"Baik, Tuan..." Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Gu Jia. Kemudian yang lain pun juga ikut memperkenalkan diri. Dimana ada Wu Tou, Ma Jiang, Niang Shu, dan terakhir Liu Chen.


Setelah memperkenalkan diri, Xiao Wang dan Xiao Han Ming mengajak kelima orang itu untuk keluar dari ruang bawah tanah. Namun setelah itu mereka lantas berpisah.


Xiao Wang memilih untuk kembali ke kediaman Xiao Feng. Membiarkan kelima orang ranah suci itu bersama dengan Xiao Han Ming.


Xiao Wang memasuki pelataran rumah Xiao Feng, sedangkan Xiao Long dia biarkan Kembali ke dalam keningnya.


"Saudara Wang!"


Seseorang berteriak kala melihat kedatangannya. Dia adalah Xiao Ming.


Mereka tampak sangat antusias menyambut Xiao Wang. Bagaimana tidak? Telah lama mereka menantikan bertemu dan berbincang dengan Xiao Wang, tapi selalunya tidak ada waktu.


"Saudara Wang, kau tambah hebat sekarang. Kekuatanmu sangatlah menakutkan, bahkan aku sendiri sudah sangat jauh di bawah mu sekarang!" Xiao Fu berkata sembari menepuk punggung Xiao Wang. Sedangkan lelaki itu sendiri hanya menanggapinya dengan senyum kecil.


"Mengapa kalian diam saja di sana? Mari masuk dan kita berbicara di dalam!" ujar Xiao Feng kepada murid-muridnya itu.


Mereka pun lantas berbicara di dalam rumah.


-


Fajar telah menyingsing, Xiao Shan serta para murid-murid klan Xiao telah berhasil membereskan semua mayat dari kelompok Naga Merah. Mengumpulkan tubuh mereka jadi satu, lalu membakarnya tanpa sisa.


Xiao Han Ming serta lima Kultivator Suci memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh para anggota klan Xiao dari atas atap.


Terlihat Xiao Shan yang datang mendekati mereka.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah semuanya sudah selesai?" tanya Xiao Han Ming.


"Benar, Leluhur. Mayat-mayat dari kelompok Naga Merah telah selesai. Tapi kita perlu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh pertempuran semalam!" ucap Xiao Shan.


"Itu adalah perkara yang mudah. Kita bisa menyuruh Xiao Wang untuk melakukan itu."


Xiao Shan mengernyit, dia hendak bertanya lebih jauh, tapi Xiao Shan memilih untuk mengurungkan niatnya.


***


Sisi lain kekaisaran Han. Tempat yang begitu tersembunyi dan sangat jarang di lewati oleh orang-orang yang bukan berasal dari bagian wilayah itu sendiri. Tepatnya markas utama kelompok Naga Merah.


Seorang pria saat ini tengah berlutut di ruang tertutup. Di hadapannya, terlihat sosok hitam berbentuk asap namun dalam wujud setengah manusia bertanduk, juga memiliki sorot mata merah menyala.


"Mengapa kau datang kemari? Apakah kau sudah menemukan dan membawa wadah untuk menampung jiwa anak Raja Iblis?" ucap sosok itu dengan suara yang sedikit menggema, juga terdengar sangat mengerikan.


"Be–belum, Tuan. Tapi aku sudah menemukannya. Dia berada di kekaisaran ini. Tapi—!" Belum sempat orang itu menjawab, terlebih dahulu sosok tersebut melepaskan energi hitam yang menyebar, hingga membuat lelaki tadi terdiam tak berani melanjutkan perkataannya.


"Tapi apa? Jangan bilang kalau kau tidak bisa membawanya kemari oleh sebab anak itu memiliki kekuatan lebih hebat dibanding kamu?"


Lelaki itu memasang wajah jelek. "Sialan, mengapa dia bisa mengetahuinya? Padahal aku sudah mengarang cerita untuk menjelaskan padanya!" batinnya merasa kesal.


"A–ampun Tuan ... Aku!" Shi Yifen berkata gagu, tekanan yang diberikan oleh sosok itu terlalu besar, sampai dia sendiri kesulitan untuk mengambil nafas.


"Cih, memalukan!" ucap Sosok itu lagi. Dia juga kembali menarik tekanannya, membuat Shi Yifen menghela napas lega.


"Tuan, sebenarnya bisa saja aku membawa dia kemari saat pertempuran itu. Tapi, aku kalah dalam hal senjata. Anak itu memiliki Senjata tanpa tanding yang bahkan melebihi kualitas senjata tingkat Alam. Sementara aku hanya memiliki senjata tingkat Bumi tahap 3." Kini lelaki yang merupakan Shi Yifen itu memilih untuk menjelaskan terkait dengan bagaimana dia bisa kalah dalam pertarungan itu. Tentu saja berbicara dengan merasa sedikit takut.


"Hmm, senjata yang melebihi tingkat Alam ya... Memang kualitas senjata yang mumpuni, bisa membuat seseorang bisa meningkat dalam waktu singkat. Baiklah, aku akan meminjamkan kau pedangku. Tangkap anak itu, apapun yang terjadi. Selama sebulan, aku akan memberimu waktu. Tapi jika dalam sebulan kau masih tidak bisa menangkapnya, Maka tubuhmu yang akan dijadikan Wadah Jiwa Anak Raja Iblis!" setelah mengatakan itu, sosok itu mendadak menghilang.. Meninggalkan asap hitam yang kemudian menyatu dengan udara.


Shi Yifen memasang senyum iblis, memperhatikan pedang yang mengeluarkan aura hitam panas di tangannya itu dengan wajah sumringah.


"Hahaha... setelah ini, aku akan menangkap mu, Nak. Menjadikan kamu wadah bagi roh Anak Raja Iblis," ucapnya dengan diselingi tawa keras menggema.


Shi Yifen bangkit dari posisinya yang semula berlutut. Lalu pergi dari sana. Namun sesampainya dia di ruang temu, lelaki tuh mendapati wajah para penatua kelompok Naga Merah yang tampak sangat khawatir.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?' tanyanya.


__ADS_2