
Xiao Feng yang berada di penginapannya, kedatangan tamu tak diundang. Mereka tiba-tiba saja dia serang oleh sekelompok orang mengenakan pakaian ninja. Anehnya yang diserang hanya mereka saja, sementara kamar yang lain tetap aman.
"Ada yang tidak beres. Sepertinya di penginapan ini hanya ada kita saja!" ucap Xiao Feng. Di sisi sebelah kanannya ada Xiao Fu serta seorang dari Sekte Lotus Es. Mereka di kelilingi oleh orang-orang asing yang mengincar nyawa mereka.
"Lalu kemana perginya pemilik penginapan?" Xiao Fu bertanya dengan pedang yang terhunus, siap memberikan pertahanan jika saja mereka telah kembali menyerang.
"Sepertinya ada konspirasi tertentu antara pemilik penginapan dengan orang-orang ini. Bisa di bilang ini adalah sudah jebakan!" ujar Xiao Feng.
"Hahaha... Tiga orang juga tidak buruk. Kita bisa mendapatkan keuntungan besar dengan. menjual daging mereka. Semuanya, serang dan bunuh mereka!" Seorang Lelaki yang memiliki kekuatan ranah Suci tahap 6 berkata lantang. Memerintahkan orang-orangnya untuk menyerang.
Kebanyakan dari mereka memiliki kultivasi Ranah Raja, dari tahap 1 hingga 7. Semuanya bergerak bersama mengikuti perintah dari atasan mereka.
Bertarung melawan orang-orang dari ranah Raja itu, Xiao Feng, Xiao Fu dan seorang yang berasal dari sekte Lotus Es tersebut tidak merasa kesusahan sama sekali. Malahan mereka bisa menguasai pertarungan dengan sangat cepat.
Brukk...
Brukk...
Baamm...
Mereka bertiga akhirnya berhasil melumpuhkan orang-orang tersebut.
"Cih, dasar tidak berguna!" ucap lelaki yang sedari tadi terdiam hanya memperhatikan pertarungan bawahannya. Dia lalu mengeluarkan pedang di balik bajunya, setelah itu melesat melawan Xiao Feng, Xiao Fu dan orang dari Sekte Lotus Es.
Sring...
Sring...
Sring...
Bunyi adu pedang beberapa kali terdengar mengisi suasana malam itu. Antara Xiao Feng dibantu oleh dua orang tersebut, melawan seorang Kultivator ranah Suci tahap 6.
Meskipun dilawan tiga orang sekaligus, namun tak membuat Kultivator itu kewalahan. Ini terlihat jelas dari pertarungan yang berlangsung imbang.
Namun pada akhirnya Kultivator itu semakin mengeluarkan dominasinya. Bagi Xiao Fu serta orang dari Sekte Lotus Es tersebut semakin kesulitan dalam mengikuti pergerakan dari lawan mereka. Pasalnya yang mereka hadapi saat ini memiliki kekuatan sangat jauh di atasnya, sementara mereka hanya berada di ranah Raja tahap 8 dan 9.
Merasakan ancaman datang dari arah belakang, Xiao Fu segera melibas keras pedangnya ke arah datangnya ancaman tersebut, sayangnya hanya udara kosong yang dia kena.
Bukk...
__ADS_1
Tiba-tiba saja pukulan telak mendarat sempurna di tubuhnya dan membuat lelaki itu terdorong, melayang dan menghantam dinding.
Xiao Feng tidak sempat untuk menolong Xiao Fu. Lawan mereka ini sangatlah merepotkan. Bahkan gerakannya yang terbilang cepat itu masih kalah jauh dibanding dengan gerakan lawan.
Sementara itu, orang dari Sekte Lotus Es juga mendapatkan serangan telak dari kultivator ranah Suci tahap 6 itu. Membuat tubuhnya terpental menabrak jendela dan berakhir dengan tembus hingga keluar penginapan.
Kini hanya menyisakan Xiao Feng seorang. Pedang bergerak cepat, berusaha menangkis setiap laju lesatan senjata lawan yang menargetkan titik vitalnya. Sesekali Xiao Feng akan balas menyerang.
Slashh....
Tebasan dalam berhasil mendarat di lengan Xiao Feng. Tampak luka ternganga dengan darah yang menguak keluar. Hingga dalam hitungan detik telah menodai pakaian di area jatuhnya darah tersebut.
Xiao Feng bergerak mundur, begitu pun juga dengan kultivator yang menjadi lawannya itu seperti sengaja memberikannya ruang untuk mengambil nafas.
"Hahaha.. Hanya seorang Kultivator Ranah Suci tahap 3. Kau tidak akan mampu melawanku!" ucapnya dengan nada sombong.
Xiao Feng menatap sinis lelaki itu. Tidak langsung memberikan jawaban, Xiao Feng memilih untuk mengaliri luka yang barusan dia terima dengan energi Qi, guna menghentikan pendarahan.
Xiao Fu sendiri telah bangkit kembali, berjalan dan berhenti tepat di samping kiri Xiao Fu. Dia segera memposisikan diri dengan mengambil sikap awas dan siap bertarung kembali. Begitu pun juga dengan orang dari Sekte Lotus Es yang juga telah berada di samping kanan Xiao Feng.
Kultivator tersebut memasang senyum Iblis. Pedang di tangannya tiba-tiba terisi penuh akan energi merah. Semakin terkumpul membentuk gumpalan energi yang menyelimuti hingga pergelangan tangannya.
Whush...
Tidak ada kesempatan untuk menghindar, Xiao Feng segera melepaskan serangan energi pula untuk menghalau datangnya energi tadi. Sayangnya itu tida cukup kuat, hingga di telan begitu saja oleh energi lawan.
Baamm...
Energi yang dilepaskan oleh Kultivator tersebut berhasil mendarat mulus pada tubuh Xiao Feng serta dua orang di sampingnya. Meledak dan menyebarkan kekuatan besar, menimbulkan tolakan energi kuat yang mendorong tubuh Xiao Feng serta dua orang tersebut, menabrak dinding dengan keras hingga tembus sampai ke luar bangunan.
Ketiganya kini mendapatkan luka dalam yang cukup parah, sampai memuntahkan darah segar.
Sementara untuk Kultivator Ranah Suci tahap 6 tersebut kini memerintahkan para bawahannya untuk segera menangkap Xiao Feng, Xiao Fu dan orang dari sekte Lotus Es. Tujuannya adalah membedah tubuh mereka.
Tanpa ada yang menolak, segera mereka semua menghampiri Xiao Feng dan dua orang tersebut.
Melihat kedatangan mereka, Xiao Feng, Xiao Fu serta orang dari sekte Lotus Es kembali bangkit untuk melawan. Meskipun kondisi mereka sangatlah buruk saat ini.
Namun apapun itu, mereka harus tetap melawan. Kalau pun mati, mereka bisa mati dalam keadaan bertempur, bukan karena mati sendiri tanpa perlawanan.
__ADS_1
***
Xiao Wang melesat dengan cepat, melompati atap demi atap bangunan, menuju arah datangnya angin yang membawa serta aroma darah.
Langkah kakinya terhenti tepat di bangunan terakhir yang berada di ujung kota. Dia menatap lurus ke depan, aroma itu masih bisa dia cium. Bahkan semakin terasa pekat saja.
"Kau yakin akan tetap ke sana? Bisa jadi itu akan membawamu keluar dari zona wilayah pelindung kota." ucap Xiao Long dalam kepalanya.
"Umm. Aroma darah ini seperti sedang mengundang ku," balas Xiao Wang dengan tatapan yang tak teralihkan. Hanya kegelapan yang bisa dia tangkap. Namun justru dari kegelapan itulah yang membuat Xiao Wang merasakan sesuatu yang menariknya.
"Umm, terserah padamu!"
Setelah itu, Xiao Wang memantapkan hati untuk melesat keluar dari kota.
whush....
Langkah kakinya telah melewati array yang melindungi kota. Kini dia telah keluar dari wilayah kota tersebut.
Terus melesat cepat dengan terbang diantara batang demi batang kayu, hingga semakin jauh dari kota.
Xiao Wang berhenti melesat kala telah berada di tempat yang penuh akan mayat bergelimpangan. Tampaknya mayat-mayat ini masih baru. Xiao Wang mencoba membaca situasi, dan mendapati bahwa orang-orang yang mati ini tampaknya tengah melakukan suatu perjalanan.
Tapi bukanlah mereka alasan aroma darah itu memanggilnya. Namun ada hal lain, yang musti Xiao Wang cari tahu.
Dia lantas berjalan pelan, melewati tubuh demi tubuh mayat tersebut.
Srrmp...
Kakinya tidak sengaja menginjak suatu benda. Itu cukup menarik perhatiannya, sehingga Xiao Wang memutuskan untuk tunduk dan melihat benda tersebut.
"Kotak apa ini?"
Xiao Wang mengernyitkan alisnya kala mendapati benda tersebut ternyata adalah sebuah kotak lumayan panjang seukuran dua telapak tangan orang dewasa. Berbentuk persegi panjang dengan tinggi tidak lebih dari sembilan senti dan lebarnya dua belas Senti.
"Benda ini dilindungi oleh sebuah segel," gumam Xiao Wang. Rasa penasarannya terhadap benda tersebut semakin besar hingga Xiao Wang berniat memeriksa isinya.
Beruntung segel tersebut tidak terlalu sulit bagi Xiao Wang. Setelah berhasil membuka segel yang melindungi kotak, Xiao Wang lantas membukanya.
"Apa ini?" Xiao Wang mengeluarkan benda yang ada dalam kotak tersebut.
__ADS_1
Whush....
Tiba-tiba saja sosok beraura gelap melesat dengan kecepatan tinggi dan berniat meraih benda yang dikeluarkan oleh Xiao Wang.