
Kultivator ranah Suci tahap 6 sedari tadi memperhatikan delapan Kultivator ranah Langit tengah bertarung menghadapi Xiao Wang sendiri. Alisnya turun naik kala melihat delapan orang serta Xiao Wang tidak menimbulkan pergerakan.
Dalam beberapa menit, wajah Kultivator ranah Suci tahap 6 itu memburuk saat melihat satu per satu kedelapan Kultivator tumbang tanpa sebab. Hingga tak menyisakan satu orang pun.
Tatapan mata yang masih terbuka, seolah menjelaskan kengerian teramat sangat yang baru saja dialami oleh delapan Kultivator ranah Langit tersebut.
"I–ini? Bagaimana bisa?"
Tubuhnya bergetar, panik saat melihat Xiao Wang yang baik-baik saja. Sesegera mungkin Kultivator ranah Suci tahap 6 itu mencoba untuk menjauh.
Xiao Wang bukannya tidak menyadari kepergian Kultivator tersebut, tapi dia tak berniat untuk menahan ataupun menangkapnya
"Kalian pergilah ke penginapan yang ada di sebelah selatan. Bawa Nona Bing serta yang lainnya untuk pergi keluar dari kota ini. Aku akan mengurus satu hal!"
Xiao Feng serta lima orang lainnya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah itu mereka berpisah.
Enam orang yang tidak lain Xiao Feng, Xiao Fu, Xiao Ming, Xiao Yin, Qu Zheng serta orang dari sekte Lotus Es segera mengarah ke arah selatan. Sedangkan Xiao Wang memperhatikan sejenak rekan-rekannya yang melesat hingga menghilang tertutupi oleh bangunan-bangunan rumah.
__ADS_1
Xiao Wang menghampiri jasad delapan Kultivator ranah Langit. Dia memeriksa tubuh mereka, menemukan banyak sekali harta berharga yang tersimpan pada cincin ruang di jari masing-masing delapan Kultivator tersesbut.
Mulai dari pil dengan berbagai tingkat, tertinggi berada di tingkat Langit kelas tujuh. Kemudian ada berbagai macam tanaman herbal tingkat tinggi, kristal roh pun ada banyak tersedia pada delapan cincin ruang mereka.
"Ini ... Artefak Suci?" gumam Xiao Wang saat melihat sebuah artefak berada di salah satu cincin.
"Tapi, mengapa kekuatan yang terpancar darinya begitu biasa? Apakah ada yang salah dengannya?"
Xiao Wang memperhatikan lebih teliti artefak tersebut, Memutar-mutar, tak ingin melewatkan setitik pun bagian artefak dari pandangannya. Selang beberapa saat, namun Xiao Wang belum menemukan letak yang salah dari artefak itu.
Memilih untuk kembali menyimpan dalam cincin ruang miliknya, Xiao Wang mengaktifkan keterampilan teleportasi dan menghilang dari tempatnya.
Whush...
Sejenak sunggingan kecil terukir di dua sudut bibir Xiao Wang. Lantas dia bergerak mengikuti orang tersebut.
Membawanya pada sebuah gerbang masuk suatu wilayah, dimana di dalamnya terdapat beberapa bangunan besar. Xiao Wang merasakan adanya kekuatan puncak Ranah Langit di di salah satu bangunan tersebut.
__ADS_1
"Jadi ini pusat atau markas utama kalian." Dia memilih untuk berdiam terlebih dahulu. Membaca situasi sebelum mengambil tindakan.
"Mereka? Mengapa berada di sana?" gumam Xiao Wang, lalu menghilang untuk menemui orang yang dia maksud.
Sementara itu, Kultivator ranah Suci tahap 6 segera memasuki gerbang. Mendapati dua penjaga gerbang, tapi dia tetap lewat tanpa berniat menyapa mereka.
Langkah kakinya langsung berpusat pada bangunan terbesar di wilayah tersebut. Lantas masuk dan menuju ke suatu ruangan khusus.
Melihat seorang pria dengan rambut putih panjang namun memiliki wajah tampan layaknya berumur tiga puluhan, tapi sebenernya umur aslinya sudah mencapai ratusan tahun.
Kedua lututnya dia jatuhkan dan memberi hormat kepada pria berambut putih tersebut.
"Ampun, Tuanku." Meskipun ragu dan takut untuk mengutarakan maksud kedatangannya menemui pria berambut putih tersebut, namun Kultivator Ranah Suci tahap 6 itu tetap mengatakannya.
"Maaf, Tuan... A–aku gagal menjalankan misi ini!" ucap Kultivator ranah Suci tahap 6 dengan hati-hati.
"Apa!!!"
__ADS_1
Whush...
Kemarahan jelas terlihat dari ekspresi wajah pria berambut putih. Dia melepaskan sedikit auranya, namun itu sudah cukup untuk menekan satu ruangan.