
N/A: sebenarnya ini mau author sambung dengan bab sebelumnya. Tapi bab sebelumnya udh terlanjur ke upload, jadinya author pisahin aja. Jadinya pembahasan terkait penerimaan warisan ini yang seharusnya udh selsai di bab sebelumnya, namun harus selsai di sini.
\=\=\=
"Aku harap, kau tidak akan menolaknya. Karena dengan menerima kekuatan ini, maka kau akan menjadi orang kuat dan tak terkalahkan. Bahkan Dewa pun bisa kau tundukkan!"
Xiao Wang tiba-tiba saja seperti mendapatkan kembali alih kendali dirinya. Lantas dia menggunakan kesempatan itu untuk bertanya.
"Mengapa kau mewariskannya kepadaku? Dan kau sebenarnya siapa?" bertanya dengan sebelah alis terangkat.
Orang itu memasang senyum kecil, namun dari senyumannya itu bukannya memberi efek nyaman,malah semakin membuatnya terlihat menyeramkan. Ibarat dewa Kematian yang mampu mengambil nyawa Xiao Wang hanya dengan senyum itu.
"Tubuhmu memiliki kecocokan denganku. Aku juga bisa melihat bahwa kau memiliki masa depan yang baik. Keputusan memberikan Kekuatan ku padamu, aku rasa bukanlah hal yang buruk! Dan juga, aku harap kau tidak akan menolaknya!"
Diakhiri dengan ancaman kecil, namun berhasil membuat Xiao Wang merinding. Baru kali ini dia merasa begitu kecil, bahkan kekuatan yang merupakan puncak Kultivasi Kekaisaran Han sekalipun seakan tak ada gunanya jika berhadapan dengan orang di depannya ini.
"Hmm, jika kau memberikannya padaku, pastinya ada hal lain yang kau minta sebagai balasannya bukan?"
Orang itu semakin melebarkan sunggingan–nya. "Cerdas," ucapnya sesaat memuji tebakan Xiao Wang yang tepat. "Di Alam Atas, atau lebih tepatnya Alam Dewa, hanya ada sedikit dewa yang bisa mengalahkan ku. Tapi suatu ketika, aku bermasalah dengan beberapa Dewa, termasuk Dewa matahari. Hingga mereka bekerjasama untuk menghancurkan ku....
"Dikarenakan dalam pertarungan, aku tidak berhasil di kalahkan mudah oleh mereka, maka para Dewa itu menggunakan cara licik dengan memakai Segel Tali Dewa milik Dewa Matahari untuk menangkap–ku. Setelah itu mereka membawaku di wilayah itu untuk mengurung ku."
Dewa Ilusi bercerita akan masa lalunya dengan intonasi datar. Meskipun sedikit tampak beberapa emosi dalam ceritanya, namun itu semua tertutupi oleh kehampaan yang tercipta dari sorot matanya.
__ADS_1
"Aku ingin kau menyelesaikan masalahku. Balas dendam terhadap mereka yang membuat ku seperti ini, terutama untuk Dewa Matahari!" ucapnya lagi, kali ini dengan intonasi sangat dingin.
Xiao Wang terdiam sejenak. "Hmm, baiklah. Aku akan menerima kekuatan mu itu." Tanpa banyak berpikir Xiao Wang langsung saja menyetujuinya. Lagipula dia memang membutuhkan kekuatan yang kuat untuk menyelesaikan permasalahannya.
Sebenarnya ada hal lain yang sempat terpikirkan oleh Xiao Wang. Terkait dengan kunci Simbol Bayangan yang dimiliki oleh sosok yang sempat dia lawan. Mungkin sosok itu juga berasal dari Alam Atas, hanya saja memiliki basis Kultivasi buruk serta keterampilan Ilusi minim, sehingga dia berniat mendapatkan kekuatan instan dari Dewa Ilusi ini dengan mencuri Kunci Simbol Bayangan.
"Bagus!" orang itu kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Dewa Ilusi. Dia tampak senang karena Xiao Wang mau menerima warisan darinya.
Kemudian proses itu pun dimulai.
Dewa Ilusi memberikan intensitas Ilusinya terhadap Xiao Wang. Energi hitam mulai keluar dari tubuh Dewa Ilusi dan masuk ke dalam tubuh Xiao Wang.
Menerima tanpa adanya penolakan, Xiao Wang merasakan keterampilan ilusinya semakin meningkat, entah sudah sampai ditahap mana. Tidak hanya itu, seiring dengan energi yang diterima, maka basis Kultivasinya juga ikut meningkat.
Xiao Wang membuka kedua matanya. Kini di merasakan lonjakan energi dalam tubuhnya yang semakin menggila. Kekuatan yang baru saja dia terima ini sangatlah besar. Bahkan Kultivasinya pun telah mencapai puncak ranah Langit tahap 9, tinggal sedikit lagi sebelum akan mencapai ranah Alam Langit.
"Terima Kasih, Guru!" Xiao Wang berlutut, berterima kasih dengan menyebutkan Dewa Ilusi sebagai guru.
"Um..." Dewa Ilusi mengangguk. "Nak, ini hanya sebagian kecil saja yang bisa kau terima. Selebihnya, aku masih menyegelnya dalam tubuhmu, sebab jika di paksakan, maka takutnya akan membuat tubuh mu meledak. Jika nanti basis Kultivasi mu telah memenuhi, maka secara otomatis segel itu akan terbuka dengan sendirinya."
Xiao Wang mengangguk tanda mengerti. Setelah itu mereka kembali ke duni nyata.
Whush....
__ADS_1
Mata Xiao Wang yang semula terpejam, mendadak terbuka lebar. Semula berwarna hitam pekat, namun hanya dalam sedetik telah kembali ke warna normalnya, yaitu cokelat sedikit kemerahan dengan pinggiran putih susu.
"Ada apa dengan mu?" tanya Xiao Long yang penasaran dengan apa yang dialami oleh Xiao Wang.
.Namun lelaki itu tidak menjawab. Perhatiannya saat ini tertuju pada Dewa Ilusi yang masih terikat itu. Sebenarnya ada niat hati untuk menolong, namun Xiao Wang juga tidak bodoh. Dia tau Segel Tali Dewa yang mengikat tubuh Dea Ilusi itu hanya bisa di buka oleh Seorang yang berada di tingkat Dewa dengan kekuatan sangat tinggi. Bahkan setingkat Dewa Ilusi saja tidak mampu melepaskannya saat pertama kali di ikat.
Setelah memberikan kekuatannya pada Xiao Wang, ternyata itu memberikan efek samping bagi Dewa Ilusi sendiri. Segel Tali Dewa semakin menggila dalam menyerap energi kehidupan Dewa Ilusi.
Tak lama setelahnya, kini Dewa Ilusi perlahan menghilang dan menjadi Debu. Xiao Wang lantas membungkukkan badan memberi penghormatan kepada Dewa Ilusi.
Sekilas Xiao Wang dibuat kaget akan tiba-tiba saja Dewa Ilusi menggunakan wujud aslinya sesaat, namun dalam bentuk roh. Wujud itu berwajah datar dan sangat dingin. Dengan tatapan hampa yang membuat siapa saja yang melihat bola matanya akan merasakan sesuatu perasaan aneh, bahkan memungkinkan orang itu akan terjebak dalam fatamorgana tak berujung dan berjalan buntu. Memungkinkan jiwa mereka akan menggila dan tak bisa kembali normal.
Beruntung itu tidak terpengaruh oleh Xiao Wang oleh sebab memiliki kekuatan dari Dewa Ilusi Sendiri.
Hingga kini Dewa Ilusi telah menghilang sepenuhnya.
Xiao Wang menarik nafas sesaat. "Aku pasti akan memenuhi keinginan terakhir guru!" ujar Xiao Wang. Meskipun Dewa Ilusi telah mati, namun Xiao Wang yakin Dewa itu pasti akan kembali hidup setelah melewati roda reinkarnasi.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku!" Xiao Long kembali berucap di kepalanya. Tampak tak terima dikacangi oleh Xiao Wang.
"Aku barusan mendapat warisan darinya!" jawab Xiao Wang singkat.
"Warisan? Seperti apa itu?" Xiao Long tetap bertanya sebab dia memang tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Kau akan mengetahuinya nanti. Mari kita urus dulu tamu kita yang datang ini!" ujar Xiao Wang lalu menghilang dari sana dalam sekejap.