
Dua hari telah berlalu semenjak Xiao Wang meminjam kitab Keterampilan Tarung Klan Xiao. Selama kurun waktu tersebut, dia juga telah berhasil menguasainya.
Saat ini, Xiao Wang tengah mengikuti dua orang yang dia curigai memiliki hubungan dengan orang asing di luar klan. Pasalnya dalam dua hari terakhir, Xiao Wang mendapati pergerakan mencurigakan dari kedua orang ini.
Kedua orang itu terus berjalan hingga sampai di tempat sepi. Berhenti, tampaknya mereka tengah menunggu kedatangan seseorang.
Benar saja, tak lama setelahnya datang seorang pria yang mengenakan jubah merah gelap. Menutupi wajahnya. Perbincangan sesaat terjadi antara mereka, begitu rahasia sampai Xiao Wang tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Terlepas dari jarak antara Xiao Wang dengan ketiga orang yang tengah berbincang tersebut terpaut lumayan jauh.
Ketiganya berjalan, menjauh. Tak ingin ketinggalan, Xiao Wang lantas bergerak mengikuti mereka.
Sialnya Xiao Wang kehilangan jejak. Di tidak mendapati lagi dua anggota klan Xiao serta orang berjubah tadi.
"Sial, kemana mereka tadi. Bahkan aura keberadaan mereka saja tidak terdeteksi!" ujar Xiao Wang.
"Nak, lihat sebelah kanan. Ada gundukan tanah di samping batu besar itu. Mereka pergi lewat sana."
Xiao Wang mematuhi perkataan Xiao Long. Dia lantas menengok ke sebelah kanannya. Memang di sana terdapat sedikit gundukan tanah, dengan batu besar berdiri di sampingnya.
"Ya, di sini ada sebuah tanda." Xiao Wang melihat jejak bekas gesekan di gundukan tanah itu. Tanpa pikir panjang Xiao Wang lantas mendorong batu besar tersebut.
"Nah, ini yang aku cari," ucap Xiao Wang kala melihat sebuah tangga menghubungkan ruang bawah tanah.
__ADS_1
Dia lantas menuruni anak tangga. Karena gelap, Xiao Wang lantas menggunakan perubahan unsur elemen api untuk menerangi sekitar.
Berjalan sedikit perlahan sembari menilik awas depannya. Takut ada seorang di sana hingga membuat dia Ketahuan.
Beberapa saat, dia merasakan kehadiran beberapa orang yang berjalan ke arahnya. Xiao Wang lantas mematikan api di tangannya itu. Setelahnya bersembunyi di dinding bawah tanah. Beruntung keberadaannya tidak diketahui oleh mereka.
Xiao Wang memilih untuk mengaktifkan keterampilan Mata Dewa untuk menilik sekitarnya. Pasalnya, cahaya yang terpancar dari api milik Xiao Wang itu takutnya nanti malah membuat keberadaannya diketahui.
Berjalan semakin jauh menulusuri ruang bawah tanah itu, Xiao Wang akhirnya sampai di sebuah ruangan, dimana di sana dia bisa melihat dua anggota klan Xiao yang tadi sempat dia ikuti tadi.
Lantas dia mengintai mereka di tempat tersembunyi.
"Bagaimana? Apakah berjalan sesuai dengan yang rencana?" ucap pria yang duduk di kursi panjang, mengenakan jubah merah gelap yang menutupi wajahnya.
"Bagus. Kumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya. Perlahan-lahan buat klan-klan besar itu melemah lalu kita akan menghancurkan mereka semua. Begitupun juga dengan Sekte-sekte yang ada di kekaisaran Han ini. Puncaknya beberapa hari lagi kita akan bergerak secara besar-besaran!" Pria berjubah tadi kembali berbicara.
"Umm, kami mengerti Tuan!"
Xiao Wang jelas mendengar pembicaraan mereka. Kini dia tampak berpikir terkait dengan rencana rahasia apa yang di jalankan oleh mereka. Dan organisasi apa mereka ini?
"Apapun itu ini pasti sangatlah buruk. Ini berkaitan dengan masa depan kekaisaran Han nantinya. Aku harus segera kembali!" ucap Xiao Wang.
__ADS_1
"Hey, siapa di sana!" Tiba-tiba saja terdengar suara teguran dari seseorang di belakang Xiao Wang.
Refleks, Xiao Wang bergerak cepat, mengelurkan pedang Api Matahari. Tanpa pikir panjang Xiao Wang langsung membunuh orang itu.
Ini merupakan kali pertama dia membunuh orang. Anehnya dia tidak merasa takut sama sekali. Tapi dengan cara ini, Xiao Wang bisa lebih menghemat waktu. Selain itu orang ini juga telah mengetahui wajahnya, takutnya jika dia tidak membunuhnya, maka kedepannya dia akan berada dalam bahaya.
"Sialan. Bisa-bisa aku akan di tangkap oleh mereka. Aku harus bergegas sebelum yang datang semakin banyak."
Xiao Wang berlari cepat untuk keluar dari ruang bawah tanah. Tapi baru juga beberapa meter, terlebih dahulu di cegah oleh belasan orang. Semuanya berada di ranah Lanjutan tahap pertama.
Tanpa banyak berpikir, Xiao Wang lantas mengangkat pedang dan juga membunuh mereka semua. Karena kesenjangan Kultivasi yang terlampau jauh, tak butuh waktu lama bagi Xiao Wang untuk membunuh mereka semua.
"Siapapun yang aku temui, aku harus membunuh mereka. Takutnya aku akan menjadi buron kelompok ini."
Sebelum kembali bergerak, terlebih dahulu Xiao Wang mengambil lencana yang tergeletak di samping tubuh tak bernyawa. Setelahnya berlari cepat pergi dari sana.
Ruang bawah tanah ini cukup luas. Sehingga butuh waktu bagi Xiao Wang untuk sampai di anak tangga tempat dia masuk tadi. Apalagi telah banyak yang berlarian mencari dirinya.
Entah sudah berapa nyawa yang mati di tangannya. Kini dia hampir mencapai anak aga tersebut. Harus bergerak secara diam-diam, demi tak ketahuan.
Melihat telah banyak orang yang berkumpul di jalan keluar ruang bawa tanah, dia tidak jadi bergerak. Memutar otak sejenak, lalu Xiao Wang mengambil Inisiatif untuk menggunakan jubah merah yang tergeletak di lantai. Jubah itu sendiri dia dapatkan setelah membunuh dua orang yang lewat tadi.
__ADS_1
Setelah mengenakan jubah tersebut, Xiao Wang berjalan dengan tenang, berbaur dengan orang-orang yang tengah berjaga di pintu keluar tersebut.