
"Musuh yang sebenarnya telah datang!" ucap Xiao Shan. Setelahnya dia mengarahkan orang-orang klan yang ada di tempat itu untuk bergegas menuju gerbang. Beberapa orang juga dia perintahkan untuk membunyikan bel tanda bahaya datang menyerang.
\=\=\=\=
Tingg...
Tingg...
Tingg...
Bunyi lonceng sebanyak tiga kali berturut-turut, terdengar menggema di seluruh pelosok klan Xiao. Sontak saja mendapatkan sinyal bahaya tersebut, anggota klan Xiao segera bergerak mempersiapkan diri. Tidak terkecuali Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming, Xiao Yin dan Xiao Feng. Mereka yang semula berkumpul di kediaman Penatua ke dua puluh yang merupakan kediaman Xiao Feng sendiri, kini akan bergerak untuk ikut membantu yang lain saat mendengar tanda bahaya tersebut.
Memang Xiao Fu dan Xiao Mei pasca insiden yang terjadi di Kota pusat kekaisaran, mereka lebih sering berkunjung ke kediaman penatua ke-dua puluh itu. Berharap dengan demikian mereka bisa lebih dekat dengan Xiao Wang melalui guru dan dua teman Xiao Wang itu.
"Mari bergerak, klan telah di serang!" ucap Xiao Feng.
"Umm!" Dua muridnya serta Dua jenius klan Xiao mengangguk, lalu mereka semua sama-sama berlari cepat menuju tempat dimana terjadinya kekacauan.
Sampai di gerbang, tampaklah oleh kelima orang itu ramainya orang-orang yang bertarung. Yang menjadi pembeda antara musuh dan rekan adalah dari warna serta motif baju yang dikenakan.
"Itu saudara Wang!" ucap Xiao Fu sembari menunjuk ke arah Xiao Wang.
__ADS_1
"Tunggu, apa itu? Seekor Naga?" gumam Xiao Ming keheranan kala melihat makhluk besar di belakang Xiao Wang. Tidak hanya Xiao Ming, melainkan Xiao Feng dan Xiao Yin juga merasa heran sekaligus sedikit tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Ini adalah kali pertama mereka melihat siluman secara langsung, apalagi seekor Naga yang diyakini merupakan makhluk legendaris. Biasanya mereka akan melihat rupa siluman dalam catatan kuno yang tersimpan di perpustakaan.
"Benar!. Aku juga melihatnya keluar dari kening Xiao Wang saat pertempuran yang terjadi di kota pusat Kekaisaran. Dia membantu saudara Wang saat itu. Naga itu juga yang menyelamatkan Saudara Wang dengan membawanya pergi!" Xiao Fu menjawab pertanyaan Xiao Ming tadi. Sekaligus menjawab ketidak percayaan Xiao Feng dan Xiao Yin. Sedangkan Xiao Mei sendiri memberikan anggukan kepala tanda menyetujui perkataan Xiao Fu.
Memang meskipun mereka para jenius sempat dibawa pergi oleh Xiao Die untuk diamankan saat pertempuran beberapa bulan lalu, tapi beberapa dari para jenius sempat memberontak dan memilih mengikuti Xiao Wang dalam melawan aliran hitam, termasuk Xiao Mei dan Xiao Fu.
"Nanti saja baru kita bicarakan dengan Xiao Wang. Untuk saat ini kita fokuskan pada orang-orang yang menyerang ini," ujar Xiao Feng. Keempat orang itu sendiri menganggukkan kepala tanda setuju. Lalu mereka mengangkat senjata dan ikut bergabung dengan anggota klan Xiao yang lain dalam melawan musuh yang datang itu.
Bentrokan dua kubu itu telah terjadi sejak beberapa belas menit yang lalu. Sementara penatua serta ketua klan semuanya telah turun dalam melawan orang-orang dari aliran hitam. Di sisi lain, Xiao Wang masih memantau jalannya pertarungan. Begitupun juga dengan Xiao Han Ming. Tujuan dari kedua orang itu sendiri belum turun, untuk melihat sejauh mana kemampuan dari anggota klan Xiao dalam menghadapi pasukan.
Selama delapan belas menit menunggu, akhirnya Xiao Wang memutuskan untuk mengambil tindakan.
"Kakek, sepertinya aku akan turun sekarang. Orang-orang yang dikirimkan oleh kelompok aliran hitam ini nyatanya lebih kuat, Sebelum anggota klan ada yang terbunuh, dan orang-orang yang terluka itu tidak akan bertahan lebih lama," ucap Xiao Wang.
Lantas mengeluarkan pedang Api Matahari dari cincin ruang, Xiao Wang bersama dengan Xiao Long langsung ikut berbaur. "Xiao Long, Kelompok Naga Hitam adalah target kita saat ini. Bunuh mereka dan jangan beri ampun. Mereka yang datang mengantar nyawa mereka sendiri di sini, maka dengan senang hati kita ladeni!" ucap Xiao Wang sesaat, lalu menggerakkan pedang, dslam sekali libas langsung membunuh dua orang Kultivator ranah Ahli tingkat 9.
"Tentu saja, Nak. Aku sudah sangat lapar. Pastinya daging dari manusia-manusia ini sangatlah lezat!" Xiao Long membalas sembari menjilati bibirnya.
Tanpa berniat menahan kekuatan lebih jauh, Xiao Wang langsung membunuh banyak musuh dalam waktu singkat.
Begitu ganas Xiao Wang dalam membantai, tanpa memberi ampun. Begitupun juga dengan Xiao Long yang juga tidak kalah ganasnya. Bahkan bagi Xiao Wang yang berasal dari aliran Netral–Putih itu, tidak ada keraguan sama sekali dalam membunuh.
__ADS_1
Slash...
Slash...
Slash...
....
Satu per satu dari pasukan musuh terbunuh begitu saja. Bahkan hanya dalam sedetik, sepuluh sampai lima belas orang langsung terbunuh. Begitupun juga dengan Xiao Long.
Naga Magma itu begitu agresif dalam menyambut orang-orang dari kelompok Naga Merah. Dia sangat buas dalam mencabik mangsa, lalu menelan mereka. Entah apa yang terjadi padanya, sehingga dia lebih memilih menyimpan semburan panasnya kali ini. Namun justru karena aksinya yang ganas dan buas itulah, sehingga para anggota kelompok Naga Merah mengambil inisiatif untuk berpikir dua kali mendekati Naga Magma itu.
Pasukan musuh telah berkurang banyak dalam waktu cepat oleh Xiao Wang dan Xiao Long. Bahkan Kultivator ranah Raja saja tidak mampu menghalau kedua orang itu. Sehingga karena hal itu pula lah, sebagian anggota klan Xiao segera bergerak mundur. Beberapa diantaranya datang membantu rekan yang tengah terluka.
Melihat aksi yang di tunjukkan oleh Xiao Wang, orang-orang kuat dari kelompok Naga Merah yang di kirim itu segera mendatangi Xiao Wang. Bermaksud untuk menghalangi lelaki itu dalam membunuh lebih banyak anggota kelompok Naga Merah.
Whush...
Whush...
Serangan datang dari arah tak terduga. Xiao Wang dengan sigap menghindarinya. Itu berasal dari dua orang berpakaian hitam dengan Kultivasi ranah Suci. Mereka segera menghadang Xiao Wang.
__ADS_1
Sementara itu, pasukan kelompok Naga Merah yang lain sebagian besarnya berfokus pada Xiao Long.
Xiao Long: hari ini dapat tiga mangsa (up). Semoga saja setelah ini readers kirim hadiah:) Hahaha...