Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 56 ~ Babak 16 Besar III


__ADS_3

Setelah pertandingan antara Xiao Fu dan Xiao Mei selesai wasit kembali mengumumkan nama-nama yang akan bertanding.


Kebetulan sekarang adalah giliran Xiao Wang melawan jenius nomor satu di sekte Pisau terbang, Sekte besar Aliran Hitam. Sementara di panggung seberang adalah giliran Rou Shi yang akan melawan perwakilan dari Sekte Tombak Dewa.


Tiga orang yang akan bertarung telah berada di atas arena. Kini tinggal Xiao Wang saja yang belum turun. Bangkit dari duduknya, Xiao Wang menoleh ke arah Xiao Fu sesaat.


"Saudara Wang, kau harus berhati-hati dalam melawannya. Dengar-dengar lelaki yang akan menjadi lawan mu itu berada di ranah puncak Ahli tahap 1. Sedikit lagi akan menerobos ke ranah Ahli tahap 2. Lawan Saudara Wang ini termasuk orang yang bersiasat. Tapi aku yakin, saudara Wang tetap bisa mengalahkannya!" pesan Xiao Fu.


"Umm... Terima kasih!"


Setelah mengucapkan itu, Xiao Wang lantas melompat turun ke atas Panggung arena. Panggung seberang di mana tempat pertarungan Rou Shi telah di mulai. Kedua orang itu telah bertarung dan unjuk skill masing-masing.


Sementara di bagian Xiao Wang, kedua orang itu masih saling menatap. Wasit menjelaskan peraturan yang berlaku di babak 16 besar, lalu mempersiapkan keduanya untuk bertarung.


Meskipun pertarungan sudah dimulai, tapi kedua orang itu masih berada di posisi masing-masing. Belum ada yang menunjukkan pergerakan untuk menyerang lebih dulu.


Sementara itu, di bagian kursi khusus, Penatua Xiao Die dan Penatua Xiao Lei kembali di datangi oleh orang-orang.


"Hmm... menurutmu, apakah perwakilan Klan Xiao itu akan menang dalam melawan Perwakilan Pisau Terbang?" tanya seorang pria yang merupakan Tetua dari sekte menengah.


"Entahlah. Aku belum mau menebak." Xiao Die berkata dengan intonasi terdengar pasrah. Dia mengetahui betul bagaimana potensi dari lawan Xiao Wang ini. Dimana meskipun berada di usia muda, tapi namanya telah terkenal di dunia kultivator. Dia ini sendiri merupakan seorang yang cukup ditakuti. Pasalnya dalam beberapa bulan terakhir, dia telah menimbulkan banyak masalah, hingga menimbulkan kesan buruk orang-orang terhadapnya.


Xiao Wang dalam mode tenang. Dia lantas berkata, "Aku dengar seorang Pisau Terbang baru-baru ini telah membuat banyak orang resah. Entah itu dari sekte kecil–menengah, atau pun dari warga-warga desa. Aku ingin melihat bagaimana kemampuannya sampai bisa di takuti dan di waspadai oleh kelompok-kelompok tertentu di kekaisaran ini."


"Hahaha... Kau terlalu memujiku. Tapi jika kau mau, akan aku tunjukkan kehebatan pisau terbang ku ini!" balas Guang Lu. Setiap perkataannya tampak biasa saja, akan tetapi mengandung ancaman yang besar bagi setiap lawan bicaranya. Kemudian dia juga melanjutkan. "Lagipula, aku juga tidak sabar untuk mengetes seorang pemilik tubuh khusus dengan fisik kuat di hadapan ku ini!" Seringai kecil namun menyeramkan juga di lepaskan olehnya.


Saling memandang sejenak. Kedua orang itu mengeluarkan aura masing-masing. Mencoba untuk menekan lawan dengan aura tersebut.


Whush...


Sejenak keduanya menghilang dari tempatnya berdiri. Dalam sedetik telah terjadi pertarungan di tengah-tengah panggung arena. Xiao Wang dengan tangan kosong bertarung dengan Guang Lu yang bersenjatakan pisau tajam.


Selama satu menit keduanya beradu serangan jarak dekat, terlihat pula siapa yang lebih mendominasi. Ya, Xiao Wang berada di posisi tidak untungkan. Benar kata Xiao Fu sebelumnya, bahwa Guang Lu ini tipe orang yang pandai sekali bermain trik dalam bertarung. Bahkan setiap triknya itu terbilang sangat mematikan. Berulang kali pula Xiao Wang terjebak, dan nyaris mendapat tusukan serta goresan dalam.


"Nak, Sepertinya kau harus mengambil jarak sejenak!" Xiao Long tiba-tiba berucap di kepalanya.

__ADS_1


Tapi Xiao Wang belum mengindahkan perkataan Xiao Long tadi. Dia tetap bertarung meskipun tau hasilnya tetap dia tidak diuntungkan.


Di sisi lain, Guang Lu merasa menang sesaat. "Hahaha... Aku tidak menyangka dia sangat bodoh. Bahkan berulang kali dia terjatuh dalam jebakan yang aku buat... Teruslah mencoba hingga kau lengah, dan mati sendiri!" Guang Lu tertawa dalam hati. Kemudian dia menyerang Xiao Wang menggunakan pisau yang terlibas lurus, tapi sebenarnya pisau itu hanya sebuah alat untuk melancarkan serangan rahasia yang telah dia siapkan dari tadi.


Slashh...


Pisau melesat entah dari mana asalnya. Itu begitu serentak hingga Xiao Wang yang tidak memperhitungkan keberadaan pisau itu lengah. Dia terkena goresan kecil bagian pipinya.


Saat itulah Xiao Wang bergerak untuk mundur mengambil jarak. Mengelap sedikit darah dari bekas goresan itu.


"Hahaha... Bagaimana? Apakah kau sudah merasakan kehebatan dari pisau terbang, sekarang!" Guang Lu berkata dengan sengaja sedikit mengeraskan suaranya. Benar dugaan Guang Lu, tidak lama setelahnya banyak orang-orang yang mulai mengasihani Xiao Wang. Dan menganggap nasib Xiao Wang sedang sial.


Entah mengapa orang-orang yang membicarakan Xiao Wang itu tidak belajar dari pertandingan Xiao Wang sebelum-sebelumnya.


Menanggapi perkataan Guang Lu tadi dengan memasang seringai sinis. Xiao Wang lantas menjawab perkataan Guang Lu, "Aku akui kau hebat mengendalikan setiap pisau terbang yang kau sembunyikan. Sayangnya aku sudah bisa membaca semua trik mu."


Guang Lu mendengar itu tidak bisa untuk tidak tersentak. Terlalu terbuai dengan setiap trik yang berhasil, sehingga dia tidak menyadari kalau sebenarnya Xiao Wang sengaja masuk ke dalam jebakannya tadi dengan berpura-pura tertipu.


Namun sejurus kemudian, Gung Lu mencoba untuk bersikap tenang. Dengan menganggap Xiao Wang hanya menggertak untuk menakut-nakutinya.


"Baiklah, jika kau berniat. Maka akan aku tunjukkan." Xiao Wang membalikkan perkataan Guang Lu sebelumnya. Setelah itu, Xiao Wang menoleh ke arah Xiao Fu.


"Saudara Fu!" panggilnya.


Xiao Fu mengerti akan kode panggilan itu. Segera melempar pedang yang langsung di tangkap oleh Xiao Wang.


Kedua orang yang berada di atas panggung arena kembali maju dan saling beradu serangan jarak dekat.


Guang Lu kembali menggunakan trik untuk mengelabui Xiao Wang, setelah merasa Xiao Wang telah terbuai dalam permainan pisaunya.


Tapi trik itu nyatanya tidak berhasil. Xiao Wang nyatanya selalu siap sedia tanpa


lengah, meski sebelum-sebelumnya sibuk meladeni lawannya itu.


Serangan mendadak pisau terbang yang datang dari arah tersembunyi itu berhasil Xiao Wang tepis dengan mudah menggunakan pedang di tangan, yang digerakkan sedemikian mungkin. Terlepas dari dirinya yang di sibukkan oleh Guang Lu dengan menepis semua libasan pisau cepat tanpa henti, Xiao Wang masih bisa menepis pisau rahasia itu dengan mudah.

__ADS_1


"Trik pertama, gagal!" ucap Xiao Wang dengan intonasi sinis.


Guang Lu masih belum menyerah. Dia kembali menyibukkan Xiao Wang dengan menyerangnya tanpa henti. Beberapa saat, setelah merasa Xiao Wang telah lengah, Guang Lu lantas kembali menggunakan trik untuk menjebak Xiao Wang.


Tapi, trik yang terbilang sangat mematikan itu tidak berhasil samasekali. Untuk ketiga kalinya Guang Lu mencoba. Namun tetap Xiao Wang bisa mematikan setiap triknya. Xiao Wang bahkan dengan cepat telah membalikan keadaan.


Kini dia percaya bahwa Xiao Wang memang sudah bisa membacanya.


Whush...


Dia melepaskan energi hitam dari tubuhnya. Xiao Wang sendiri bergerak mundur saat Guang Lu melepaskan energi hitam tadi. Merasakan kekuatan Guang Lu meningkat, Xiao Wang memasang sikap waspada.


"Baiklah, mari kita bertarung serius mulai sekarang!" Xiao Wang juga melepaskan tekanan energi yang menyebar sesaat. Tentu saja hal itu sontak mengagetkan semua orang yang ada di sana. Pasalnya mereka mengira Xiao Wang tidak bisa menggunakan energi Qi dan hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik. Tapi sekarang Xiao Wang telah menunjukkan kebolehannya dalam berkultivasi dan menggunakan energi Qi.


"Sialan ini terlalu mengejutkan. Mengapa klan Xiao menyembunyikan anak ini begitu ketat. Bahkan saat dia hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk bertarung saja sudah bisa mengalahkan peserta dari ranah Ahli. bagaimana dengan energi Qi?" salah satu dari orang tua yang berada di kursi khusus berkata tak percaya.


"Ya, begitu pun juga dengan anak ini yang bisa menyembunyikan kekuatan aslinya dengan sangat baik. Bahkan Kultivasinya pun belum jelas hingga sekarang!"


Untuk kesekian kalinya orang-orang di kursi khusus memperbincangkan Xiao Wang. Bahkan banyak yang mulai tertarik dengannya. Menunggu akan kejutan yang akan di keluarkan oleh Xiao Wang lagi.


"Hahaha.. Baguslah jika kau mengeluarkan potensi mu sekarang. Sehingga kita bisa bertarung dengan imbang!" Asap gelap mulai membentuk pusaran yang mengelilingi Guang Lu. Lalu energi itu terserap dalam tubuhnya. Setelahnya, Guang Lu mengalami peningkatan Kultivasi yang cukup mengesankan. Dimana sekarang dia telah berada di ranah Ahli tahap 3.


"Cih, kalian aliran hitam sama saja. Selalu menggunakan cara kotor untuk meningkatkan kekuatan kalian."


Xiao Wang menyiapkan pedang di tangan. Mengaliri dengan energi api dengan temperatur panas.


Whush....


Dia kemudian melesat cepat, hingga dalam sepersekian detik telah muncul di tempat Guang Lu.


Tringg.....


\=\=\=


Waah... Terima kasih yah, Teman² readers. Karena kalian, bintangnya jadi naik kembali, dari yang tadinya 4,8 sekarang jadi 4,9. Kalian memang yang terbaik...

__ADS_1


__ADS_2