
Xiao Wang terbangun dari pingsan. Namun saat ini dia merasakan berada ditempat asing. Lautan magma di bawah kakinya, tapi tidak ada hawa panas sama sekali yang dirasakannya.
Berdiri tepat di atas lautan magma tersebut. Xiao Wang melempar pandangannya di sekeliling. Tapi tidak ada yang bisa dia lihat selain dengan kekosongan yang diisi oleh lautan magma seluruhnya.
"Bersiaplah!!!"
Perkataan itu terdengar menggema, namun hanya sekilas.
Xiao Wang menaikkan sebelah alisnya. Apa maksud dari suara itu?
Hendak bertanya akan siapa dan apa maksud dari suara tersebut, tapi tidak sempat. Pasalnya, Xiao Wang lebih dulu ditarik oleh sesuatu, membawanya pada pusaran yang berputar-putar, tubuhnya pun juga ikutan berputar searah dengan pusaran tersebut.
Shnngg...
Dalam tiga detik berada dalam lorong pusaran tersebut, kini Xiao Wang kembali menemukan kesadarannya. Tapi dalam tempat yang berbeda dari sebelumnya.
Pada saat ini, Xiao Wang berada di atas batu bundar, dimana terakhir kali dirinya pingsan.
Kembali pandangan Xiao Wang menilik sekitar. Hanya untuk memastikan sekitarnya tidak berubah seperti terakhir kali dia sadar, dalam kata lain sebelum dia pingsan.
Pedang Dewa Siluman dan Pedang Api Matahari masih berada ditempatnya. Menancap di atas tanah tepat di samping batu bundar tempat Xiao Wang duduk.
"Hmm, aura yang dipancarkan oleh dua pedang itu telah meningkat banyak." Xiao Wang turun dari batu dan menghampiri dua pedang itu.
Mengangkat kedua pedang untuk memeriksa kualitas dua pedang itu.
"Pedang tingkat Semesta kelas 1," ucap Xiao Wang saat mengetahui kualitas pedang Api Matahari. Tentu saja Xiao Wang tercengang dengan itu. Ini begitu diluar dugaan, bagaimana bisa Pedang Api Matahari naik tiga kelas sekaligus?
Lalu dia mengalihkan perhatiannya pada Pedang Dewa Siluman. Mengetahui kualitas Pedang Dewa Siluman yang lebih tinggi lagi,, Xiao Wang dibuat semakin tercengang.
"Pedang ini bahkan sudah memasuki tingkat Dewa... Ini benar-benar mengejutkan!"
Setelah memastikan tingkat dua pedang itu, Xiao Wang mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tekanan besar yang semula sangat kuat dan ganas dalam menekan dirinya, kini tidak dia rasakan lagi.
"Aku yakin tekanan itu masih ada. Tapi ini sudah tidak ada pengaruhnya terhadap ku," gumam Xiao Wang. Di sisi lain dia yakin bahwa kultivasinya belum mengalami penerobosan ke ranah selanjutnya. Tapi tekanan yang jelas-jelas hanya bisa di tahan oleh seorang Kultivator ranah Alam Langit itu bahkan tidak memberikan pengaruhnya sama sekali sekali pada dirinya yang saat ini berada di ranah Langit tahap puncak.
Duarr....
Guntur terdengar sesaat di langit atas sana. Bersama dengan kilatan petir terlihat di balik awan yang telah berkumpul.
Sepertinya akan terjadi hujan.
Tapi, mengapa ini sangat aneh? Bukan seperti tanda-tanda akan turun hujan melainkan perasaan Xiao Wang berkata lain. Seperti bencana namun juga bisa dibilang berkah yang akan terjadi, ya itu yang dirasakan Xiao Wang.
Langit menggelap, tak ada sedikitpun cahaya matahari yang tembus, bahkan untuk bayang-bayang cahaya saja tidak terlihat saking kelamnya awan tersebut.
"Nak, berhati-hatilah... Kau telah mengundang Petir Kesengsaraan!" Xiao Ling berkata di dalam kepalanya.
"Petir Kesengsaraan? Ini terdengar menarik!"
"Bukan masalah menariknya. Tapi dampaknya jika kau di sambar oleh petir kesengsaraan. Jika kau tak cukup mampu, maka kau tak bisa mempertahankan riwayatmu. Kau akan tamat saat itu juga!"
Mendengar itu, bukannya takut tapi justru Xiao Wang merasa tertantang. "Kalau begitu, akan ku tunggu petir itu datang!" ucap Xiao Wang membalas perkataan Xiao Long.
__ADS_1
"Cih, berharap saja kau masih hidup atau tubuh mu tidak menjadi abu setelah merasakan keganasan dari petir kesengsaraan!" Yin berkata dalam kepalanya dengan ketus. Untuk kesekian kalinya Yin meremehkan Xiao Wang.
Tapi Xiao Wang tidak mengambil hati. Dia malah menganggap perkataan Yin tadi sebagai motivasi untuk dirinya lebih kuat dan yakinkan diri.
"Umm, tunggu saja!"
Xiao Wang menunggu datangnya Petir Kesengsaraan dengan duduk tenang di batu bundar.
Dua Pedangnya dia biarkan kembali tertancap di tanah, tentu saja tidak jauh dari Xiao Wang.
Di langit yang gelap, mendadak cahaya merah keunguan berkilau memenuhi seisi langit. Tidak hanya wilayah ujung kekaisaran Han yang merasakan cahaya tersebut. Tapi kilauan cahaya tersebut dapat dirasakan oleh beberapa wilayah dengan radius jarak yang sangat luas.
Duarrr....
Ledakan dahsyat yang bisa membelah dunia bahkan dengan suara tersebut mendadak terjadi di langit. Tentu saja itu menggetarkan penduduk penghuni dunia tersebut.
Mereka ketakutan mendengar suara ledakan Guntur itu. Seolah langit tengah marah dan menghukum alam. Berlangsung dengan cahaya ungu terang terjun dari langit, sekilas dan begitu cepat. Cahaya ungu ini adalah petir yang memiliki benang besar mengandung tegangan luar biasa hebatnya.
Meskipun sekilas, namun Kesengsaraan Petir Ungu tersebut berhasil menekan beberapa wilayah dengan aura intimidasi yang sangat ganas menakutkan.
Xiao Wang yang telah bersiap, kini dijatuhi oleh sambaran Petir Kesengsaraan berwarna ungu tersebut.
Duaarrr....
Baammm...
Tubuh Xiao Wang merespons petir. Dia hanya merasakan rasa nyeri sesaat, tapi itu tidak berselang lama. Sementara itu, batu bundar yang digunakan untuk duduk tadi telah hancur. Juga tercipta kawah besar, sedangkan Xiao Wang malah melayang.
Tubuh Xiao Wang menyerap habis setiap intensitas yang dibawakan oleh petir ungu tersebut tanpa sisa.
Kedua pupil mata Xiao Wang berubah menjadi berwarna merah, dengan garis tajam hitam di tengah-tengahnya. Ini adalah revolusi dari keterampilan Mata Dewa yang telah memasuki tahap tertentu.
Xiao Wang mengembalikan matanya ke bentuk semula.
Raut wajah yang sumringah penuh akan keceriaan yang tiada tara.
"Apakah ini yang disebut dengan Petir Kesengsaraan itu? Bukannya sengsara ataupun bahaya yang aku dapatkan, tapi justru malah terasa sangat menyenangkan. Instingku semakin tajam, penglihatan serta beberapa keterampilan ku meningkat. Ini sangat luar biasa!" ujar Xiao Wang.
"Cih, itu hanyalah awal kesengsaraan untukmu. Setelah ini akan datang petir kesengsaraan berikutnya. Dan Tentu saja Kesengsaraan ini jauh lebih kuat dari sebelumnya." Yin berkata dalam kepalanya, menjawab perkataan Xiao Wang tadi.
Sebenarnya Yin dan Xiao Long cukup tercengang kala melihat Xiao Wang nyaris tidak menemukan efek samping dari petir ungu tadi. Pasalnya bagi seorang yang berasal dari makhluk fana, Xiao Wang harusnya merasakan rasa sakit yang teramat sangat saat mendapatkan sambaran dari petir tersebut. Tapi kenyataannya Xiao Wang bahkan baik-baik saja.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan dengan senang hati menyambutnya!" Xiao Wang berkata dengan tidak sabar.
Menunggu selama beberapa menit, namun petir kesengsaraan berikutnya tidak kunjung muncul. Itu membuat Xiao Wang berpikir, apakah petir kesengsaraan berikutnya tidak akan muncul kembali?
Tapi mengapa fenomena langit menggelap ini belum berakhir?
"Aku harus menunggu selama beberapa saat lagi," gumam Xiao Wang.
Benar saja, tanda-tanda kemunculan petir Kesengsaraan berikutnya telah terlihat.
Awan mendadak bergerak perlahan dan membentuk pusaran besar mirip tornado, tapi tidak memiliki ujung kerucut.
__ADS_1
Bersamaan dengan terbentuknya tornado tersebut, terpancar aura intimidasi yang langsung menekan makhluk yang ada di dunia itu.
"Sialan, mengapa mereka turun semuanya?" Terdengar kata umpatan serta terkejut dari Yin di dalam kepala Xiao Wang.
Meskipun Petir kesengsaraan berikutnya belum menunjukkan diri, tapi Yin bisa merasakan hawa mencekam dan tentu saja bisa dia kenali hawa tersebut.
"Kesengsaraan Tiga Petir Raja, Kesengsaraan Petir Neraka Bawah, Kesengsaraan Petir Surgawi, dan Kesengsaraan Petir Sembilan Langit... Ini semua merupakan kesengsaraan petir yang begitu jarang sekali turun untuk memberikan Kesengsaraan kepada para Kultivator. Beberapa diantaranya sangat langka. Tapi ini bahkan semuanya akan turun untuk menyerang Xiao Wang habis-habisan... Ckckck, Nak ... berdoa saja supaya tubuh mu tidak menjadi abu setelah ini!" ujar Yin dalam kepala Xiao Wang.
Mendengar nama-nama petir kesengsaraan yang diucapkan oleh Yin tadi, entah mengapa Xiao Wang merasa merinding. Bahkan hanya dengan namanya saja sudah mampu membuat bulu-bulu lengannya merinding.
"Hmm, baiklah ... aku akan menunggu mereka!" ucap Xiao Wang penuh akan keyakinan.
Selama beberapa saat, muncul salah satu petir yang memiliki tiga warna mencolok. Ini adalah Kesengsaraan Tiga Petir Raja. Seperti namanya, petir ini memiliki tiga warna yaitu merah terang, hijau tua dan biru laut. Masing-masing dari tiga warna petir tersebut membawa serta kekuatan dahsyat yang berbeda. Namun ketiganya disatukan dalam satu benang petir yang menggila.
Dengan kecepatan yang terbilang diluar batas ekstrem, bahkan batas waktu diterobos hanya dalam sekali terjun. Semua pergerakan di dunia itu kini sangat lambat, lebih lambat dari apapun.
Hingga petir tersebut telah sampai di tanah baru setelah beberapa menit kemudian barulah bayangan dari petir tadi disadari oleh orang-orang.
Bahkan pusaran awan gelap di langit mendadak hancur setelah beberapa saat dilewati oleh Kesengsaraan Tiga Petir Raja.
Baamm....
Xiao Wang yang telah menyiapkan diri itu begitu tersentak saat Kesengsaraan Tiga Petir Raja tersebut tiba-tiba menyambar tubuhnya.
Bahkan dia tidak melihat pergerakan Kesengsaraan Tiga Petir Raja itu turun. Petir yang memiliki kekuatan tegangan yang sangat gila, langsung menyetrum tubuh Xiao Wang tanpa ampun. Baik raga maupun jiwanya di siksa oleh tekanan tersebut.
Bersamaan dengan Kesengsaraan Tiga Petir Raja yang menyaksikan jiwa dan raga Xiao Wang, kerusakan yang terjadi di wilayah itu juga meluas. Beruntung ada sesuatu array yang menghalau pergerakan cabang petir agar tidak semakin jauh dalam menyebar dan menimbulkan kerusakan di wilayah tersebut.
Meskipun sangat ganas dan dahsyat siksaan dari Kesengsaraan Tiga Petir Raja, tapi Xiao Wang pada akhirnya bisa melewatinya. Dia menghela nafas lega.
Di sisi lain, Xiao Long dan Yin menahan nafas dan merasa tegang saat Kesengsaraan Tiga Petir Raja menyambar tubuh Xiao Wang. Namun pada akhirnya petir itu berhasil dilalui oleh Xiao Wang, membuat mereka berdua juga merasa lega.
Brusshh...
Langit kembali mengeluarkan reaksinya. Kali ini lebih ganas dari saat turunnya Kesengsaraan Tiga Petir Raja tersebut.
"Nak, kali ini dua Kesengsaraan akan datang sekaligus. Tegangan dari dua petir ini bisa lebih besar dari Kesengsaraan Tiga Petir Raja. Bersiaplah!!!" ucap Yin, mengingatkan Xiao Wang.
Meskipun tubuhnya belum pulih setelah mendapat Kesengsaraan Tiga Petir Raja,. namun mau tidak mau Xiao Wang harus tetap siap.
***
Seorang lelaki bertanduk kerbau saat ini tengah duduk dalam keadaan bersila. Tubuhnya dikelilingi oleh aura hitam pekat.
Kedua mata yang semula terpejam, mendadak terbuka lebar. Ekspresi wajahnya seketika memburuk. Tak lama setelah itu dia meghilang begitu saja dari tempatnya.
Orang bertanduk yang tidak lain adalah seorang Iblis itu segera muncul kembali. Namun dalam tempat dan ruangan yang berbeda. Di hadapannya saat ini duduk seorang iblis lain yang memiliki kekuatan nuh tinggi dari siapapun.
"Tuan, Petir Kesengsaraan Surgawi telah kembali diundang setelah seratus ribu tahun lamanya tidak menampakkan diri!" ucap iblis bertanduk kerbau tersebut kepada sosok iblis yang duduk di atas singgasana.
"Umm, ini pertama kalinya petir kesengsaraan muncul di kekaisaran ini. Namun petir kali ini bukanlah petir kesengsaraan biasa, melainkan petir langka," ucap Iblis tersebut sesaat, dia terdiam lalu kembali melanjutkan perkataannya.
"Kau pergilah cari orang yang mengundang petir ini. Jika dia berada di pihak lawan, maka bunuh saja. Tapi jika dia merupakan seorang yang berasal dari pihak kita, maka ajak dia!" ucap Ibisli tersebut.
__ADS_1
"Baik, tuan!"
Iblis bertanduk kerbau tersebut kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut. Untuk mengumpulkan orang-orang sekaligus mempersiapkan diri untuk mencari orang yang mengundang Petir Kesengsaraan Surgawi.