Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 58 ~ Babak 8 Besar Dimulai


__ADS_3

Setelah pertarungan antara Rou Shi dan perwakilan Sekte Bulan Perak selesai, pertarungan selanjutnya sementara di pending. Beberapa orang segera turun untuk memperbaiki kerusakan yang lantai arena.


Sekitaran tiga menit, panggung arena telah berhasil di perbaiki. Pertarungan selanjutnya pun kini telah kembali di mulai. Sempat terjadi sorakan dari para penonton yang tidak sabar untuk melihat jagoan mereka bertarung.


Sembari menunggu pertarungan peserta tersisa selesai, dan putaran babak delapan besar dimulai, Xiao Wang dan Xiao Fu bangkit dari bangku peserta mereka hendak menemui Xiao Mei di ruangan medis.


Namun belum juga mereka memasuki ruangan medis, terlebih dahulu kedua orang itu mendapati Xiao Mei yang keluar dari sana.


"Saudara Fu, Saudara Wang. Hendak kemana kalian?" tanya gadis itu.


"Hendak menjenguk kau, tapi sepertinya Saudari Mei sudah baik-baik saja sekarang!" Xiao Fu menjawab pertanyaan Xiao Mei.


"Aku sudah baikan. Mereka sangat ahli dalam hal medis, sehingga luka seberat apapun tetap bisa mereka selesaikan. Apalagi di sana juga ada Raja Obat!"


"Raja Obat yah, aku penasaran dengan wajahnya. Apakah kau bisa mengantarku ke sana!" Xiao Fu berucap dengan berharap.


"Sepertinya kita tidak bisa menemuinya sekarang. Raja Obat ada sibuk mengurus bekerja. Lebih baik kita menemuinya lain waktu saat raja Obat ada waktu luang!" ucap Xiao Mei.


"Umm... Yasudah kalau begitu. Mari kita menonton pertarungan para peserta terakhir. Sekaligus bersiap untuk melanjutkan pertarungan di babak delapan besar," kata Xiao Fu.


Ketiga orang itu lantas beranjak dari sana. Menuju ke bangku peserta dan duduk berdekatan. Menonton pertarungan yang tengah berlangsung di dua panggung arena, sekaligus mempelajari kekuatan peserta yang bertanding itu.


Sekitaran dua sampai tiga jam, akhirnya putaran babak 16 besar telah selesai. Setelah kedua wasit mengumumkan pemenangnya, jeda sempat terjadi. Para peserta yang baru saja selesai bertarung diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak, mereka dibawa ke ruang medis untuk diberi pil pemulih stamina tingkat tinggi. Guna saat bertarung nanti, mereka tidak kelelahan sama sekali.


Sementara untuk para penonton di suguhkan oleh pertunjukan tari payung dan seni berpedang.


Xiao Wang, Xiao Mei serta Xiao Fu sendiri beranjak dari tempat duduknya, menemui Xiao Die dan Xiao Lei.


Setelahnya, mereka berjalan ke bagian aula pertandingan khusus dipersiapkan untuk para peserta memulihkan diri. Tempat ini bersebelahan dengan aula utama pertandingan Antara generasi

__ADS_1


"Bagus sekali Nak, ini adalah pencapaian terbesar kita selama pergelaran Turnamen ini di laksanakan. Biasanya perwakilan dari Klan Xiao hanya bisa mencapai babak 16 besar. Tetapi kali ini kita bahkan memiliki dua sekaligus perwakilan yang lolos di babak delapan besar. Tidak hanya itu, diantara peserta 8 besar, klan Xiao bahkan berani mengirimkan dua orang perwakilan sekaligus. Aku jadi tidak sabar untuk segera kembali ke klan dan menyampaikan berita ini kepada Ketua klan serta yang lainnya!" ucap Xiao Die.


"Ya, aku pun demikian. Tapi sepertinya untuk babak 8 besar ini, kita hanya akan berharap pada saudara Wang. Sebab aku tidak yakin akan bisa lolo ke babak 4 besar!" Xiao Fu juga ikut berkata.


"Ya, Setidaknya lolos di babak 8 besar saja sua merupakan pencapaian terbesar. Sementara untuk Xiao Wang aku tidak meragukan lagi kemampuannya. Dia pasti bisa memastikan tiket masuk semi final!" Xiao Die menepuk pelan punggung Xiao Wang.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah siap untuk bertanding kembali? Mari segera kembali, karena sepertinya pertandingan akan kembali di mulai." Xiao Lei akhirnya berbicara setelah sebelum-sebelumnya hanya terdiam dan sekedar ikut-ikutan.


Keempat orang itu menanggapi perkataan Xiao Lei. Mereka sama-sama beranjak kembali ke aula utama. Begitu pun juga dengan peserta lain yang saat itu mempersiapkan diri di tempat itu juga ikut kembali ke aula utama.


"Semoga berhasil... Ingat di babak delapan besar ini, semuanya adalah orang-orang terpilih dengan Kultivasi di ranah 2 ke atas. Untuk Xiao Fu, keluarkan semua kemampuanmu. Sedangkan untuk Xiao Wang, tampilkan yang terbaik!" pesan Xiao Die.


Baik Xiao Wang maupun Xiao Fu sama-sama menanggapi dengan memberi anggukan kepala. Setelahnya mereka berpisah.


Pertunjukan seni berpedang serta tari payung telah selesai, begitupun musik meriah pengiring tari tersebut juga telah berhenti terdengar.


beberapa orang segera turun di arena. Mereka menggunakan kekuatan mereka untuk menggabungkan dua panggung arena yang semula terpisah. Dengan kombinasi yang sangat sempurna, sehingga panggung arena tersebut bersatu. Berbentuk lingkaran besar dengan beberapa susunan formasi di pinggir arena yang belum di aktifkan.


Chen Xue turun di atas panggung. Menyapu pandangan ke sekeliling, dimana banyak wajah antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan pertarungan para peserta. Dia bahkan bisa menangkap beberapa orang yang telah bertaruh untuk jagoan mereka.


"Ehem... Baiklah, sesaat lagi kita akan menyaksikan pertandingan delapan besar. Sebelum itu, mari kita menyambut delapan finalis kita!" ucap lantang Chen Xue, membuat antusiasme dari penonton terdengar sangat ricuh.


Chen Xue kemudian menyebutkan satu per satu nama peserta yang lolos delapan besar itu.


"Xiao Fu, dari klan Xiao..."


"Xiao Wang dari klan Xiao..."


"Bing Xue Li dari sekte Phoenix Es..."

__ADS_1


"Hua Ai dari sekte Tombak Dewa..."


"Shin Kung dari sekte Mata Malam..."


"Song Cai dari sekte Tengkorak Iblis..."


"Lu Jia dari klan Lu..."


"Pan Ye Lin dari sekte Tebing Persik..."


Setiap kali Chen Xue menyerukan nama mereka, maka akan terjadi kericuhan disebabkan oleh para penonton yang heboh menjagokan jagoan mereka.


Sementara kedelapan peserta setelah mendengar nama mereka di panggil, segera melompat keatas panggung arena. Beberapa diantara mereka akan menyapa para penggemar, membuat kericuhan semakin menjadi.


Chen Xue kemudian menjelaskan peraturan main yang harus dipatuhi oleh para peserta di babak delapan besar ini. Tidak banyak yang berubah, namun ada beberapa hal yang sedikit di ubah.


Sebagaimana di babak penyisihan dan 16 besar, peserta yang di bertanding di pilih secara random, maka dalam delapan besar ini agak berubah.


Pertandingan para peserta beserta lawannya akan ditentukan oleh sebuah kartu nama yang tertera dalam bentuk hologram di atas arena.


Papan nama berputar secara acak. setelah Chen Xue menghentikannya, tampaklah nama yang akan bertanding di awal. Yaitu Xiao Wang melawan Shin Kung.


"Selain dari dua peserta yang akan bertanding, semua peserta silahkan meninggalkan arena dan menuju ke bangku khusus delapan besar yang telah di sediakan!" ucap Chen Xue.


Keenam orang itu langsung menuju ke bangku yang dimaksud. Sementara Xiao Wang dan Shin Kung bersiap di posisi masing-masing. Wasit yang akan memandu pertarungan mereka juga telah turun dari tadi, sementara Chen Xue telah kembali ke tempat–nya.


"Peserta bersiap..." Wasit menghentikan perkataannya sejenak, menengok ke arah Xiao Wang dan Shin Kung sejenak, setelahnya kembali melanjutkan perkataannya. "Pertarungan di mulai..."


Baik Xiao Wang serta Shin Kung sama-sama terdiam. Belum menunjukkan pergerakan untuk menyerang lebih dulu. Sama-sama memperhatikan lawan serta mempelajari kekuatan lawan.

__ADS_1


"Nak,keahlian utama dari lawanmu itu adalah ilusi. Ilusinya pun juga telah berada di tahap tertentu dan tentunya tidak bisa untuk kau remehkan," ucap Xiao Long setelah sebelum-sebelumnya hanya terdiam sembari memperhatikan pertarungan Xiao Wang dari kening Xiao Wang.


"Ya, aku juga mengetahui itu. Aku akan mencoba melawannya dengan menggunakan keterampilan tarung ku terlebih dahulu. Jika kondisinya tidak memungkinkan, maka aku akan melawannya dengan ilusi pula," jawab Xiao Wang


__ADS_2