
"Hmm, baiklah!" Memilih untuk tidak mempermasalahkannya, Xiao Wang kemudian mengajak Qu Zheng untuk ikut bersamanya.
Dia tidak ingin membuang waktu terlalu banyak, sehingga berinisiatif untuk memulai perjalanannya menuju salah satu kelompok besar yang ada di Kekaisaran Han ini.
Kembali mengeluarkan Xiao Long, lalu mereka berdua melesat dengan kecepatan tinggi mengendarai Naga Magma itu.
Kali ini tujuan pertamanya adalah Sekte Lotus Es.
Sampai di sana, dia langsung disambut hangat oleh ketua sekte Lotus Es dan beberapa tetua, terutama Bing Dai.
"Kenapa kau tidak bilang terlebih dahulu untuk datang kemari, sehingga aku bisa langsung menyambut mu!" Bing Xue Li datang dan langsung mengatakan demikian.
"Tidak perlu repot-repot, Nona Bing," Xiao Wang membalas dengan senyum kecil dia pasang.
Bing Xue Li menoleh ke arah Qu Zheng lu menyapa.
"Halo saudara Zheng!"
Lelaki yang disapa itu hanya memberikan anggukan kecil sebagai tanggapan.
Xiao Wang sempat melakukan perbincangan sesaat dengan Bing Xue Li, Bing Dai serta tiga orang sekte Lotus Es yang beberapa hari lalu bersama dengan Xiao Wang saat berada di ujung wilayah kekaisaran Han.
Setelah itu, dia langsung menemui ketua sekte Lotus Es untuk menjelaskan maksud kedatangannya.
Awalnya pemimpin Sekte Lotus Es sedikit bimbang dengan keputusan yang akan dia ambil. Keraguan dalam hatinya yang membuat dia ragu apakah ikut bergabung dengan aliansi tersebut ataukah tidak.
Namun setelah melewati beberapa pertimbangan, akhirnya ketua Sekte Lotus Es memilih untuk menyetujuinya.
"Terima kasih karena telah bergabung. Dalam waktu dekat, akan ada pertemuan besar. Jika saatnya telah tiba, aku akan langsung memberitahu ketua!" ujar Xiao Wang pada ketua sekte Lotus Es.
"Umm... Terima kasih!"
Setelah merasa tidak ada lagi urusannya di sekte Lotus Es, Xiao Wang memilih untuk menuju kelompok yang lain untuk mengajak juga bergabung dalam aliansi.
Namun sebelum benar-benar berangkat, Xiao Wang terlebih dahulu dicegah oleh Bing Dai.
"Nak, apakah boleh kau membawa serta Li'er untuk ikut bersamamu?"
"Eh— mengapa tiba-tiba saja paman meminta Nona Bing untuk ikut dengan ku?" tanya Xiao Wang.
"Hmm, anggap saja kekasihmu... Li'er, setelah kau bersama dengan Nak Wang, aku harap kau bisa menjaga diri dan tidak menyusahkan Nak Wang!"
Bahkan Xiao Wang belum memberikan jawaban ataupun mengiyakannya, tapi Bing Dai sudah bertingkah seolah Xiao Wang sudah menyetujuinya, seolah dia memaksa Xiao Wang untuk setuju.
__ADS_1
"Kakek!" Bing Xue Li tampak tersipu malu dengan sikap kakeknya itu.
"Bolehkan?" tanya Bing Dai memastikan kembali.
Xiao Wang tidak ada pilihan lain selain dengan menyetujuinya.
Akhirnya Xiao Wang dan Bing Xue Li pun pergi dengan mengendarai Xiao Long.
"Hahaha, Nak.... Baru saja kau bermain dengan wanita jelmaan siluman itu, kini kau telah berduaan dengan gadis lain, ckckck..."
Xiao Long menggoda Xiao Wang, dia berbicara melalui batin.
Tapi bagi Xiao Wang sendiri dia tidak menanggapinya. Tampak mengacuhkan Xiao Long begitu saja.
Xiao Long sendiri tidak berhenti. Terus menerus menggoda Xiao Wang meskipun godaannya itu tidak ditanggapi oleh Xiao Wang.
Terus melesat, hingga mereka hampir sampai di sebuah kota besar. Kota ini sendiri merupakan pusat dari kerajaan Api. Namun mereka menemukan ada yang mengganjal di sana.
"Long, pelan kan laju terbang mu!" pinta Xiao Wang pada siluman Naga Hitam tersebut.
"Ini, sangat sepi!" ujar Bing Xue Li setelah mereka telah berada di kekaisaran Api.
"Hmm, kota ini tengah dilindungi oleh array ilusi!" ucap Xiao Wang saat menyadari sesuatu.
Xiao Wang kemudian menarik dua jari tersebut dan melepaskan energi merah dari ujung dua jarinya.
Whush....
Energi langsung merobek array ilusi memberi jalan bagi mereka untuk masuk.
Xiao Long dengan cepat mengepakkan sayapnya, memasuki jalan yang telah dibuka oleh Xiao Wang tadi.
Whush...
Srimmpp...
Tepat setelah Xiao Long masuk ke dalam lingkaran array ilusi, robekan yang terjadi pada array tersebut telah menghilang dan menyatu kembali.
Setelah itu mereka kembali melesat. Kali ini bisa mereka saksikan kondisi kerajaan itu yang tampak mengenaskan.
Banyak orang berlarian kesana-kemari layaknya orang gila. Atau mungkin mereka tengah kesurupan.
"Apa yang terjadi pada mereka?" gumam Bing Xue Li, pandangannya tidak terlepas dari orang-orang yang berlarian di jalanan. Namun yang menjadi lebih aneh adalah teriakan mereka yang nyaris sama semua, yaitu "tolong lepaskan..." dan "jangan dekati aku..."
__ADS_1
Bahkan ada beberapa diantaranya yang berada di atas atap rumah, tetap berlari hingga sampai terjatuh dan meregangkan nyawa.
"Ini sangat kacau. Kita harus segera menuju istana kerajaan api untuk memastikan penyebabnya."
Xiao Wang kemudian menyuruh Xiao Long untuk segera terbang menuju istana yang berjarak tidak jauh dari mereka.
Hanya dalam beberapa detik, mereka telah berada di depan istana kerajaan Api.
"Array lagi?" Qu Zheng mengerutkan kening.
"Kerajaan api bahkan seolah menutup mata terhadap apa yang telah terjadi pada rakyat mereka! Ini tidak bisa dibiarkan!" Xiao Wang tampak geram.
Xiao Long melaju cepat, mudah saja baginya untuk menembus array tersebut tanpa lecet sedikit pun.
Melihat kedatangan seekor naga di kawasan mereka, para prajurit kerajaan api dengan segera mengambil suatu tindakan.
"Serangan datang! Pasukan pemanah, segera arahkan panah kalian pada naga hitam itu!" Slash seorang dari prajurit berteriak lantas memerintahkan pasukan pemanah untuk menyerang Xiao Long.
Tanpa ada yang membantah, mereka semua segera melakukan suatu formasi serangan. Menarik masing-masing busur laku melepaskan hujan anak panah ke arah Xiao Long.
Srikk...
Srikk...
Srikk...
...
Melihat ribuan anak panah tersebut, Xiao Long tidak menanggapi mereka. Dia tetap melaju meski dengan kecepatan yang terbilang sangat pelan.
Benar saja, anak panah biasa tidak cukup berguna untuk menembus tubuh Xiao Long. Ribuan anak panah tersebut malah patah dan jatuh kembali ke bawah.
Meski melihat hasil yang mereka peroleh nihil, tapi para pemanah itu tetap melepaskan anak panah mereka sampai perintah untuk berhenti terdengar. Ini benar-benar tindakan bodoh.
Sampai pada akhirnya mereka Xiao Long mendarat di tanah dengan keras. Pijakan kakinya mampu menerbangkan debu-debu yang terhempas hingga mengenai para pemanah itu.
Dengan segera mereka menyebar. Terdengar suara batuk diberbagai sisi dari para penjaga itu.
Selang beberapa saat, debu yang mengepul tadi kini telah menghilang. Tampaklah sosok naga bersama dengan tiga orang yang berdiri di hadapan naga hitam itu.
"Sekarang aku serahkan semuanya padamu!" ujar Xiao Long. Lalu dia menghilang begitu saja dari sana.
Xiao Wang menganggukkan kepalanya mendengar itu. Tanpa menghiraukan para penjaga tersebut, Xiao Wang, Qu Zheng dan Bing Xue Li segera meninggalkan tempat tersebut. Mereka memasuki istana tersebut.
__ADS_1