
Pertandingan untuk hari ini telah berhasil di selesaikan dengan lancar. Tak ada kecurangan yang terjadi, meskipun terdapat beberapa masalah, namun tidak terlalu besar sehingga bisa di selesaikan dengan mudah.
Xiao Wang serta dua temannya sendiri berhasil lolos ke babak enam belas besar setelah melewati dua sampai tiga kali pertarungan.
Berjalan pulang bersama dengan dua penatua. Mereka sampai di kediaman saat hari telah menggelap.
Xiao Die menoleh satu per satu perwakilan klan Xiao itu. Ada rasa bangga saat melihat penampilan mereka tadi.
"Besok lawan kalian akan semakin kuat. Para unggulan akan bersaing ketat untuk mencapai posisi delapan besar. Diharapkan kalian bisa sukses kembali untuk besok!" ucap Xiao Die dengan penuh harap.
"Penatua ke–empat tenang saja. Kami akan mengamankan posisi delapan besar." Xiao Fu berkata dengan penuh percaya diri.
"Ya, semoga saja kau bisa membuktikan perkataan mu itu!" balas Xiao Die. "Sekarang beristirahatlah. Besok kalian harus dalam kondisi fit."
"Umm!"
Xiao Wang, Xiao Fu serta Xiao Mei memberi hormat pada Xiao Lei dan Xiao Die. Lalu ketiga orang itu beranjak pergi dari sana.
Sedangkan Xiao Die dan Xiao Lei sempat terjadi perbincangan sesaat. Lalu masih-masing beranjak, mengurusi urusannya.
Xiao Die sendiri masuk ke dalam bangunan, entah apa yang akan di urus oleh lelaki itu. Beda hal dengan Xiao Die, Xiao Lei justru malah berjalan ke arah lain.
-
Xiao Wang, Xiao Fu dan Xiao Mei sampai di bangunan lain, dimana di sana terdapat kamar mereka bertiga.
"Selamat malam, Saudara Wang ... Saudari Mei!" ucap Xiao Fu. Kedua orang itu menanggapi dengan anggukan kepala. Setelahnya Xiao Fu dan Xiao Mei memasuki kamar masing-masing.
Sementara untuk Xiao Wang sendiri tidak masuk ke dalam kamarnya. Pandangan Xiao Wang salah menangkap pergerakan seseorang mencurigakan. Dia lantas tanpa pikir panjang mengikuti orang itu secara diam-diam.
"Itu adalah penatua Lei. Apa yang dia lakukan di sana?!" gumam pelan Xiao Wang, kala mengetahui pasti akan orang yang dia ikuti itu.
"Nak, aku menemukan banyak nafas tidak jauh dari sini. Dan lelaki yang kau sebut penatua Lei itu mengarah ke arah mereka," ujar Xiao Long.
Xiao Wang mengangguk. Dia terus membuntuti Xiao Lei dari jauh. Dengan lebih hati-hati, takutnya dia ketahuan.
Whush....
Benda kecil melesat dengan kecepatan tinggi. Nyaris menembus kepala Xiao Wang, Beruntung Xiao Wang memiliki insting tajam. Sehingga dia masih bisa menghindarinya.
Xiao Wang memasang sikap waspada. Menilik sekitar, mencari-cari orang yang melempar benda tadi.
Whush....
Whush...
Whush...
Kali ini bukan hanya satu, melainkan belasan benda tersebut sekaligus yang datang ke arah Xiao Wang.
Menghindar dan menangkap salah satu dari benda yang melesat tajam tersebut. Xiao Wang memperhatikan bentuk dari benda itu yang menyerupai anak panah pendek. Tapi mengandung racun mematikan.
Whush...
Whush...
__ADS_1
Whush...
...
Kembali melesat, kali ini jumlahnya mencapai dua puluh. Xiao Wang menghindari mereka semua dengan lihai.
Tak lama setelah itu, anak panah berhenti melesat ke arah Xiao Wang.
Muncul seseorang dengan jubah panjang menutupi wajahnya. Meskipun dalam gelap malam, tapi Xiao Wang bisa melihat warna jubah yang dikenakan oleh orang itu berwarna merah darah dari pantulan cahaya perak bulan malam itu.
Whush...
Muncul kembali dua orang di samping orang tersebut. Tampilan yang sama semua, dengan Kultivasi ketiganya yang tak bedah jauh. Dimana ketiganya berada di ranah Ahli tahap 3.
Mengetahui ini adalah buruk, Xiao Wang mengeluarkan pedang Api Matahari dari cincin ruang miliknya, mengambil sikap kuda-kuda, siap bertarung.
Benar saja, tiga orang tersebut juga mengeluarkan pedang panjang dengan lebar lima Senti dari balik jubah panjang tersebut. Mengacungkan ke arah Xiao Wang, bilah pedang mengkilap tersinari cahaya bulan.
Tanpa ada percakapan sebelumnya antara Xiao Wang dan ketiga orang itu. Kini pertarungan telah berlangsung.
Tringg...
Traangg...
Tringg...
Dentuman pedang tidak berhenti terdengar sejak saat itu. Melawan tiga orang sekaligus, tidak membuat Xiao Wang berada dalam posisi terdesak. Lelaki itu bertarung dengan lihai hingga mereka berada dalam keadaan imbang.
Tiga orang melancarkan serangan gencar-gencaran. Menyerang tanpa henti dengan kombinasi bak air terjun yang terus mengalir deras. Dibawah naungan sang rembulan, tiga siluet orang berjubah menyerang satu siluet tanpa henti.
Selang beberapa saat, permainan pedang Xiao Wang, memaksa ketiga orang itu untuk berhenti menyerang.
"Apakah kau takut?" jawab yang lain dengan suara tak kalah beratnya.
"Tentu saja aku tidak takut. Sejak kapan ada anggota kelompok Naga Merah yang takut sama seseorang. Apalagi pada seorang anak ingusan!"
"Sudahlah, mari kembali menyerang dengan. kombinasi Naga Iblis!"
.Dua orang mengangguk mendengar perkataan dari rekannya itu. Setelah itu, mereka mengambil posisinya masing-masing.
"Kombinasi Naga Iblis...." Tiga orang itu berkata secara bersamaan.
Tepat setelah mengatakan demikian, pedang mereka di balut oleh energi merah darah. Ketiganya bergerak merapat, maju bersamaan menyerang kembali Xiao Wang.
Tak ada rasa takut, Xiao Wang menyambut dengan penuh ketenangan. Pedangnya dia mainkan dengan lihai, bahkan serangan kombinasi yang terbilang cukup kuat itu masih tidak mampu memecahkan konsentrasi Xiao Wang. Sehingga setiap gerakan yang di timbulkan Xiao Wang tak menimbulkan celah sama sekali.
Energi berwarna merah darah yang semula hanya menyelimuti pedang ketiga orang tersebut, kini beralih ke tubuh mereka. Ketiga orang itu seperti dirasuki oleh sesuatu. Mungkin semacam roh jahat. Bahkan kilatan merah terlihat dari mata mereka, yang semula gelap tertutupi oleh jubah.
Xiao Wang merasakan ancaman datang bersama dengan aura yang mereka pancarkan. Dia lantas menambah kewaspadaannya. Melihat tiga orang berjubah kembali menyerangnya, Xiao Wang kemudian menyambutnya.
Tringg...
Traangg..
Tringg..
__ADS_1
Adu pedang menimbulkan bunyi khusus. Bersamaan dengan hembusan angin yang berhembus tak tentu arah, oleh setiap pergerakan mereka. Membuat suasana hening malam itu terpecah, dan tampak berisik.
Beruntung keberadaan mereka saat ini terbilang tersembunyi di dalam sebuah hutan.
Ketiga orang telah berhasil memaksa Xiao Wang kedalam posisi bertahan, tanpa bisa menyerang balas. Semakin berat pedang tiga orang itu, semakin kesulitan pula Xiao Wang dalam menepis.
Hingg kini Xiao Wang termundur beberapa langkah saat dua dari tiga lawannya itu menebas dengan penuh tenaga dan Xiao Wang menahan degan pedangnya pula.
"Aku harus menggunakan cara lain. Jika bertarung dengan menggunakan pedang dalam kondisi mereka seperti itu, tentu saja aku akan kalah," gumam Xiao Wang.
Dia menyadari kalau ketiga orang ini menggunakan metode yang sama. Dimana kekuatan mereka akan meningkat secara instan setelah mengaktifkan metode tersebut. Setidaknya ini akan menjadi informasi tambahan bagi Xiao Wang dalam menggali informasi terkait dengan kelompok Naga Merah.
Xiao Wang kembali bersiap.
"Api Iblis..."
Pedang di tangan Xiao Wang mendadak memancarkan kobaran api ganas. Dia melibaskan pedangnya dua kali membentuk tanda silang. Lalu kobaran api melesat lurus ke arah tiga orang itu.
Sesaat, api tersebut menghilang begitu saja, seperti tidak pernah muncul sebelumnya. Tiga orang semula telah mengambil sikap waspada kala melihat serangan yang dilancarkan Xiao Wang tadi. Namun sejurus kemudian, kewaspadaan itu menurun saat mendapati serangan yang dilancarkan oleh Xiao Wang tidak sampai tengah jalan telah menghilang bak ditelan angin.
"Hahaha— Hmph!" Salah satu dari orang berjubah yang hendak menertawai serangan Xiao Wang tadi, malah tersedak tawanya sendiri. Tubuhnya tiba-tiba saja di serang oleh ledakan energi panas yang membakar jubahnya.
Hal itu bukan hanya dia yang merasakannya, tapi juga dua rekannya merasakan hal yang sama.
Melihat tiga orang tersebut yang telah lengah, Xiao Wang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dengan bermodalkan pedang Api Matahari, dia lantas mengakhiri nyawa mereka bertiga.
"Orang-orang dari kelompok Naga Merah ini begitu berbahaya. Bahkan mereka memiliki metode tertentu yang bisa menunjang peningkatan kekuatan mereka secara instan." Xiao Wang bergumam sesaat, sebelum bergerak menjarah harta mereka.
"Meski demikian, kekuatan instan mereka memiliki batasan waktu tertentu. Setelah batasan itu telah lewat, maka mereka akan kehilangan energi Qi dalam kurun waktu dua puluh empat jam!" ucap Xiao Long dalam kepala Xiao Wang.
"Hmm, setidaknya metode ini akan sangat berguna jika digunakan pada keadaan terdesak," balas Xiao Wang.
"Ya, jika kau menemukan metode ini, maka pelajarilah. Ini sangat berguna bagimu!"
"Semoga saja!"
Saat memeriksa cincin ruang dari salah satu orang berjubah merah darah, Xiao Wang menemukan sebuah kitab usang. Karena penasaran, dia lantas membuka dan membacanya.
"Hmm, kitab Alkemis Tingkat Bumi kelas 3... Ini cukup menarik!"
"Menjadi seorang alikimia juga tidak buruk, malah bagus. Kau bisa menciptakan pil sendiri, Tanpa perlu membelinya lagi!"
"Ya... Tapi sepertinya kita butuh tungku untuk ini. Sementara aku tidak menemukan adanya tungku di sini!"
"Jika kitab itu berada bersamanya, seharusnya dia juga memiliki tungku. Atau kalau bukan orang itu berarti rekannya!"
Xiao Wang memperhatikan dua cincin ruang lainnya. lantas dia mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya.
"Nah, benar apa yang kau katakan. Bukan si pemilik kitab yang memiliki tungku, melahirkan temannya," ucap Xiao Wang.
"Karena kita sudah berhasil membereskan mereka ... Maka kembali ke tujuan awal, yaitu mengikuti penatua Lei!" ucap Xiao Wang lagi. Dia juga telah menyimpan kembali barang-barang tersebut ke dalam cincin ruang miliknya.
"Hmm, Nak sepertinya kau akan kesulitan menemukan penatua itu. Sebab aku tidak lagi merasakan nafasnya!" Xiao Long memberitahu Xiao Wang terkait dengan keberadaan orang-orang yang semula dia rasakan.
"Hmm, baiklah, tapi tidak ada salahnya jika kita ke sana!"
__ADS_1
Xiao Wang nekat tetap mencari keberadaan penatua Xiao Lei. Tapi, sejauh yang dia cari tetap tak dia temukan Xiao Lei. Sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kediaman.
"Setidaknya aku sudah mengetahui tentang satu hal. Jika tebakanku tidak salah!" gumam Xiao Wang di sela-sela laju lari ke kediaman khusus klan Xiao.