Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 80 ~ Siasat Rumah Reot


__ADS_3

Xiao Han Ming lantas menggunakan keterampilan teleportasi. Dalam waktu singkat dirinya telah berada di dalam, melewati penjagaan ketat itu. Xiao Wang lantas mengikutinya. Radius jarak teleportasi Xiao Wang sendiri telah meningkat banyak setelah kenaikan kultivasi yang di alami olehnya.


"Bagus... Mari melanjutkan perjalanan!"


Xiao Wang mengangguk. Mereka lantas berjalan. Namun, kedua orang itu segera menjadi pusat perhatian tiga orang yang diam-diam mengikuti mereka. Sebelum akhirnya dua dari tiga orang itu pergi, sementara yang satunya lagi masih tetap memantau pergerakan Xiao Wang dan Xiao Han Ming dari jauh.


\=\=\=\=


Dalam sebuah restaurant. Xiao Wang dan Xiao Han Ming memesan makanan. Mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju klan Xiao.


Tak butuh waktu lama, makanan yang mereka pesan telah datang keduanya pun menyantapnya. Dalam keadaan seperti itu, baik Xiao Wang maupun Xiao Han Ming masih berada dalam pemantauan dua orang yang duduk di pojok.


"Kau yakin, bahwa salah seorang dari mereka adalah orang dari marga Xiao itu?" ucap salah satunya.


"Aku sangat yakin. Aromanya sama persis seperti orang yang waktu itu berkunjung di Rumah Reot ... Dan juga, apakah kau meragukan penciuman ku ini?"


"Tidak-tidak... Kau memang selalu tepat dalam mengenali seseorang!"


"Nah begitu bagus! Diam–lah sampai para tetua Rumah Reot datang!"


Keduanya berdebat untuk beberapa saat, hingga saat berbalik untuk kembali memperhatikan Xiao Wang dan Xiao Han Ming. Kedua orang itu mengernyit kala mendapati yang duduk makan hanya tinggal seorang saja.


"Kemana perginya yang satunya? Apakah kau melihat dia beranjak pergi?" tanya orang yang semula yakin dengan penciuman tajamnya tadi.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja meghilang!"


"Ehemm..."


Seseorang berdehem, dan itu langsung membuat kedua orang itu kaget. Apalagi posisi Xiao Wang yang telah duduk di bangku kosong yang masih satu meja dengan mereka berdua.


"Katakan, mengapa kalian mengintai kami?" ucap Xiao Wang di balik topeng yang dia kenakan.


"E–eh... I–itu—!"


"Tidak ada... Kami tidak memperhatikan Tuan. Kami hanya kebetulan mampir di sini dan makan! Tidak ada apa-apa, Tuan!" Orang yang memiliki penciuman tajam itu langsung mengambil bicara saat temannya tidak berguna dalam menjawab.


"Hmm..." Xiao Wang menarik sebelah bibirnya. Melepaskan aura merah darah dari tubuhnya.


Ya, aura itu sendiri dia dapatkan setelah membunuh begitu banyak nyawa saat masih berada di Medan perang. Aura yang sama persis seperti yang di miliki oleh aliran hitam.


"Aura membunuh yang sangat pekat!" batin salah seorang dari mereka.


Kedua orang itu merasakan sesak nafas dan rasa khawatir yang sangat besar tiba-tiba saja menguasai diri mereka. Keringat dingin mengucur. Beruntung itu hanya sesaat sebab Xiao Wang kembali menarik aura membunuh itu.


"Katakan yang sebenarnya. Aku paling tidak suka di permainkan! Pastikan jawaban kalian sesuai dengan apa yang terjadi, jika tidak kalian tau sendiri akibatnya!" gertak Xiao Wang.


Kedua orang itu saling berpandangan dalam ketakutan.

__ADS_1


"Baik–baik, Tuan! Sebenarnya kami merupakan orang-orang terbengkalai di kekaisaran ini yang kebetulan tengah mencari orang hebat untuk membantu kami dalam menyelesaikan masalah yang kami alami!" menjawab dengan mencoba sedikit mengarang. Seolah-olah dia belum mengetahui identitas asli Xiao Wang.


"Cih, kau pikir aku akan tertipu?" batin Xiao Wang.


"Kalian menemukan orang yang salah." Berkata datar, lalu Xiao Wang beranjak dari sana.


Kedua orang itu sendiri hendak menahan Xiao Wang tapi sayang mereka tidak bisa.


Xiao Han Ming dan Xiao Wang berjalan keluar dari restauran. Hendak melompati atap, tapi keduanya segera menghentikan langkah saat melihat sekelompok orang berpakaian lusuh menghadang jalan mereka.


"Tuan—tuan... Mohon maaf, telah mengganggu kalian!" ucap orang yang memimpin gerombolan orang berpakaian lusuh itu.


Xiao Wang mengenali orang yang berbicara itu sebagai orang yang sama dengan yang memberikan cincin ruang milik ayahnya.


"Um, ada apa? Apa tujuan kalian?" tanya Xiao Wang dengan intonasi datar.


"Eh... Sepertinya berbicara di sini sangatlah tidak enak. Bagaimana kalau Tuan-tuan mengikuti kami terlebih dahulu!" ucap pria


tua dengan sopan.


Mengalihkan pandangan ke arah Xiao Han Ming, Xiao Wang mendapatkan anggukan kepal darinya.


"Baiklah!"


Xiao Wang dan Xiao Han Ming kemudian mengikuti langkah kaki orang-orang itu.


"Silahkan!" Pria Tua mempersilahkan Xiao Wang dan Xiao Han Ming untuk masuk ke salah satu bangunan yang ada di sana. Bangunan itu sendiri merupakan bangunan terbagus diantara yang lain, terletak di kedalaman dan sedikit tertutupi oleh rumah-rumah reot lain.


Di dalam sini banyak sekali orang hadir. Semuanya berpakaian lusuh. Terlepas dari penampilan mereka tersebut, mereka bukanlah orang-orang biasa. Melainkan semuanya adalah Kultivator.


"Terima kasih, karena Tuan berdua mau menerima ajakan kami.... Silahkan duduk!" ucap pria tua mempersilahkan Xiao Wang dan Xiao Han Ming untuk duduk.


"Tak perlu berbasa-basi, langsung saja katakan intinya!" ujar Xiao Han Ming dengan intonasi dibuat dingin.


"Hehehe... Tuan tak perlu terburu-buru. Mari bersantai sejenak—!"


Tepat setelah Pria Tua tadi mengatakan demikian, mendadak aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh Xiao Han Ming.


Sontak saja merasakan aura itu, Orang-orang lusuh yang ada di sekeliling mereka itu langsung melepaskan pedang, siap untuk bertarung.


Melihat hal itu, Pria Tua langsung mengambil tindakan untuk melerai.


"Ehemm.. Simpan kembali senjata kalian. Jangan buat tamu kita ini merasa tidak nyaman!"


Semua orang yang mengenakan pakaian lusuh itu segera menyimpan pedang mereka.


Setelah merasa semuanya telah berada dalam kendali, Pria Tua lantas kembali berbicara.

__ADS_1


"Perkenalkan, aku adalah Kun Lun. Selaku ketua Rumah Reot. Aku yakin Tuan Muda Xiao tidak akan melupakan aku!" Sedikit lantang dalam berkata, mencoba untuk memancing Xiao Wang untuk mengemukakan identitasnya.


Sedangkan Xiao Wang, hanya memasang seringai kecil. Lalu dia melepaskan topeng yang di kenakan.


"Apa kabar, Kakek!"


Melihat tebakannya benar, Kun Lun tidak bisa untuk tidak menyeringai. Benar dugaannya.


"Nak, apakah kau hendak kembali ke klan Xiao?" tanya Kun Lun sedikit berbasa-basi.


"Benar?" jawab Xiao Wang singkat. Tapi sebenarnya Xiao Wang telah mengetahui maksud dari Pria Tua di hadapannya itu.


"Nak, jika kau pergi dengan membawa Pusaka Tanpa Tanding itu bersamamu, itu akan membahayakan nyawa mu!"


"Cih, sudah ku duga. Arah mana tujuan dari pria tua ini!" batin Xiao Wang setelah mendengar ucapan itu.


"Lalu?" Xiao Wang masih mencoba untuk memancing.


"Nak, baiknya kau menitip kan pedang itu di Rumah Reot. Ini demi keselamatan mu!"


Xiao Wang maju beberapa langka. Dia lantas mengeluarkan Pedang Api Matahari dari cincin ruang. Sengaja dia tidak mengeluarkan Pedang Dewa Siluman.


"Apakah kau meragukan kemampuan ku? Atau justru ada maksud lain dari pernyataan mu itu!" Xiao Wang mengernyitkan alisnya. Menatap Kun Lun dengan ekor matanya.


"Bukan begitu, Nak. Kau tidak mengerti kejamnya dunia kultivator."


"Maaf Kakek. Aku menghargai niat baikmu. Tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan seperti yang kau katakan!"


Setelah mengatakan itu, Xiao Wang berbalik. Mengenakan topengnya dan berjalan hendak meninggalkan bangunan itu. Tapi dia segera di tahan oleh orang-orang berpakaian lusuh yang segera memenuhi jalan keluar. Mereka semua memancarkan nafsu membunuh pekat terhadap Xiao Wang.


Seringai sinis untuk kesekian kalinya terukir di bibir Xiao Wang. "Apakah Rumah Reot mau manjadi musuh ku sekarang?"


"Nak, ini demi kebaikan kamu!" Kun Lun masih mencoba untuk drama.


Xiao Wang yang telah muak, segera melepaskan kekuatannya. Ranah Suci tahap 2. Dan dengan tolakan energi tak kasat mata saja sudah membuat orang-orang yang menghalanginya itu langsung dibuat terpental. Berhamburan ke segala arah.


Kun Lun yang melihat itu tidak bisa untuk tidak tersentak. Terakhir kali dia melihat Xiao Wang beberapa bulan lalu, lelaki itu masih berada di ranah Raja. Tapi kini dia bahkan telah berada di ranah Suci.


Setelah itu, Xiao Wang lantas berjalan, bersama dengan Xiao Han Ming yang masih terdiam dari tadi.


"Kurang ajar!" Kun Lun tampak geram, merasa di remehkan oleh Xiao Wang. Dia lantas menarik tongkat kayunya dan melompat ke arah Xiao Wang.


Tapi belum juga dia mendarat, terlebih dahulu tolakan energi hebat langsung membuatnya terpental jauh dan menabrak bangunan hingga roboh. Itu berasal dari energi yang dilepaskan oleh Xiao Han Ming.


Xiao Wang menghilang dari tempatnya. Dia muncul kembali tepat di samping Kun Lun terbaring.


"Jangan biarkan kekuasaan membutakan mu, Kakek. Dan juga, aku harap kau tidak berpaling dan menjadi musuhku, oleh karena pedang ini tidak kau dapatkan. Sebab ini tidak akan berakhir baik jika kau memilih menjadi musuhku!" ucap Xiao Wang dengan suara pelan. Setelah mengatakan itu, dia dan Xiao Han Ming segera pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2