
"Hmm, baiklah!"
Lantas tungku Naga Api dia simpan dalam cincin ruang. Xiao Wang melompat dan menaiki pepohonan yang paling tinggi. Dia lantas duduk di cabang tertinggi pohon tersebut untuk berkultivasi.
Sembari itu, Xiao Wang juga mengeluarkan Pil dari cincin ruang ayahnya. Menelan dan membiarkan energinya terisi kembali
\=\=\=\=
Selama dua bulan Xiao Wang Berlatih, kini sampai pula dia di tahap akhir pelatihan. Penyulingan pil pun Xiao Wang telah berhasil hingga menyuling pil tingkat Langit.
Baamm...
Baamm...
Pertarungan tengah terjadi di sebuah air terjun. Xiao Wang dan Qin Ming melesat terbang dan bertemu di titik tengah atas air terjun. Keduanya saling melepaskan serangan mematikan.
Setelah beradu pedang jarak dekat itu, keduanya sama-sama mengambil jarak.
Mengambil gerakan yang sama, lalu melepaskan jurus yang sama pula.
"Pedang Dewa Naga...."
Whush...
Awan yang tiba-tiba menghitam. Tak berselang lama, muncul bayangan putih keemasan menyerupai dua ekor naga yang sangat besar di belakang Xiao Wang dan Qin Ming. Naga Itu membawa serta tekanan kuat serta aura yang sangat agung.
Baik bayangan naga yang ada belakang Xiao Wang, maupun di belakang Qin Ming sama-sama melesat maju mengikuti gerakan pedang Xiao Wang dan Qin Ming yang saat itu terlibas ke depan.
Kedua Naga itu bertarung di udara. Saling membenturkan kekuatan besar, hingga membuat tempat dimana mereka berada mengalami kerusakan parah.
Baamm..
Ledakan langsung saja terjadi. Dua naga tadi telah menghilang. Namun tak berselang lama, wilayah sekitar bergetar hebat. Tanah bergoyang, hingga menimbulkan keretakan dimana-mana. Air terjun yg semula mengalir deras, mendadak hancur. Membuat air terciprat di berbagai arah. Beruntung getaran itu hanya berlangsung selama lima belas detik sebelum semuanya kembali normal.
Sesaat tampak sebuah kawah besar, tempat dimana terakhir kali dua Naga beradu.
__ADS_1
"Bagus, Nak. Kau telah berhasil menguasai keterampilan Pedang Dewa Naga," ucap Qin Ming memuji Xiao Wang.
"Terima Kasih, kakek. Ini semua juga berkata Kakek!" Xiao Wang menangkupkan tangan memberi hormat.
"Umm, target ranah Suci telah ku capai selama beberapa bulan kita berlatih. Kini terserah padamu, apakah kau kembali lagi ke Klan Xiao atau mau bertualang ke wilayah lain!"
"Aku akan kembali ke Klan Xiao... Lalu kakek sendiri?" tanya balik Xiao Wang.
"Entahlah... Oh ya, mari kita kembali ke rumah. Ada sesuatu yang akan aku beritahu padamu!"
Meskipun penasaran, Xiao Wang tetap mengikuti Qin Ming.
Keduanya melesat terbang dengan cepat. Hingga dalam waktu singkat mereka telah berada di rumah tua. Di sana juga ada Xiao Long yang telah menunggu mereka.
Sebenarnya Naga Magma itu sempat mengikuti Xiao Wang dan Qin Ming dalam berlatih. Namun, dia yang cepat merasa bosan, sebab apa yang dia saksikan telah dia nonton berulang kali setiap hari. Ya, Xiao Wang dan Qin Ming selalu memperagakan gerakan yang sama setiap hari. Bahkan di tempat yang berbeda sekalipun. Makanya dia memilih kembali lebih dulu.
"Apa yang hendak Kakek sampaikan kepadaku?" tanya Xiao Wang saat mereka telah berada di dalam rumah tua tersebut.
"Ini terkait dengan tujuanku mau mengajarimu beberapa keterampilan serta m
membantumu dalam hal Kultivasi!" ucap Qin Ming. Dia berniat mengungkapkan tujuannya pada Xiao Wang, sesuai janji saat sebelum mereka mulai berlatih.
Mendengar itu, Pria tesebut tidak bisa untuk tidak tersentak sekaligus terkejut. "Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Dan sejak kapan?" tanya Qin Ming. Dan dengan pertanyaan tersebut, secara tidak langsung telah menjelaskan bahwa tebakan Xiao Wang memang benar. Bahkan Lelaki di hadapannya ini adalah Xiao Han Ming.
"Sebenarnya, aku mulai curiga sejak beberapa hari terakhir. Semenjak kakek mengajariku keterampilan Pedang Dewa Naga, entah mengapa itu seperti tidak asing bagiku. Sampai pada akhirnya aku ingat bahwa ayah pernah memperagakannya. Aku juga menemukan catatan kuno di perpustakaan klan mengenai keterampilan ini yang merupakan keterampilan turun temurun yang hanya keturunan kepala klan Xiao Murni yang bisa mempelajarinya. Dan dengan kakek yang mengetahuinya, aku menebak bahwa kakek ini juga merupakan anggota klan Xiao," jelas Xiao Wang.
Qin Ming tidak bisa menyangkal. Satu hal yang dia tahu dari cucunya ini. Bahwa dia memang sangat jenius. Bahkan bisa membaca situasi dengan penuh teliti.
"Hahaha... Benar, dugaan–mu Nak. Aku adalah Xiao Han Ming." Pada akhirnya dia tetap mengakui itu.
Setelah memastikan bahwa tebakannya benar, Xiao Wang lantas berlutut memberikan sembah hormat sebagai seorang cucu.
Setelah itu, Xiao Wang kembali duduk di tempatnya.
"Oh ya, Kakek. Aku hampir melupakan akan pertanyaan ini. Sedari awal kita bertemu, aku mulai curiga kalau Kultivasi Kakek berada di ranah lebih tinggi dari ranah Suci. Lantas, bisakah kakek menunjukkan sampai di mana Kultivasi Kakek saat ini kepadaku?" tanya Xiao Wang.
__ADS_1
Xiao Han Ming sendiri tidak berkeberatan menunjukkan Kultivasinya pada Xiao Wang. Benar dugaannya bahwa Xiao Han Ming memang berada di ranah Langit. Meskipun hanya sebagai kecil saja yang dikeluarkan, tapi Xiao Wang sudah bisa mengetahui bawa Kultivasi Xiao Han Ming berada di ranah Langit tahap 9. Ini merupakan puncak Kultivasi seorang Kultivator di dunia ini.
"Kakek, apakah kakek akan kembali bersama ku ke klan Xiao?" Xiao Wang mengajak Xiao Han Ming untuk kembali ke klan.
"Hmm, sepertinya untuk saat ini, aku belum bisa kembali. Sebab aku masih akan meningkatkan kekuatan ku, hingga mencapai tingkat Alam Langit," ucap Xiao Han Ming.
"Hmm, kakek sudah terlalu lama meninggalkan klan."
"Aku akan kembali, tapi belum saatnya. Lagipula tujuanku juga sudah selesai, yaitu memastikan kau baik-baik saja."
"Aku?" ucap Xiao Wang sesaat. "Baiklah, aku mengerti sekarang," lanjutnya.
"Benar... Mungkin sudah waktunya. Kau kembalilah ke klan bersama dengan Naga Magma itu. Sementara aku juga akan pergi untuk kembali berlatih."
Tapi, bukannya membiarkan Xiao Han Ming pergi begitu saja, Xiao Wang malah terus membujuk lelaki itu. Hingg pada akhirnya Xiao Han Ming pun setuju untuk kembali ke klan bersama mereka.
Perjalanan dimulai saat itu juga. Mengendarai Xiao Long, mereka melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Jika semula kecepatan gerak Xiao Long akan malu menerbangkan Xiao Wang, tapi saat ini Xiao Wang tampak biasa saja. Bahkan angin kencang yang menyapanya pun terbelah begitu saja sebelum berhasil menyentuh Xiao Wang.
Selang beberapa saat, mereka hampir sampai di kota pusat kekaisaran. Memang jalur menuju klan Xiao harus melalui kota pusat kekaisaran terlebih dahulu.
"Nak, sepertinya kita harus menyamar. Jangan sampai menimbulkan kembali masalah dengan melihat keberadaan–mu di sana. Para Kultivator ini sangatlah buta. Mereka bisa saja melupakan kebaikan mu demi sesuatu yang menggiurkan mereka. sendiri."
Xiao Wang mengangguk. Lalu meminta Xiao Long untuk mendarat. Dia lantas mengeluarkan dua buah topeng dari cincin ruang dan mengenakannya. Sementara satunya dia berikan pada Xiao Han Ming. Sedangkan Xiao Long kembali ke kening Xiao Wang.
Mereka berjalan memasuki kota pusat Kekaisaran.
"Sepertinya penjagaan di kota pusat ini semakin di perketat setelah insiden beberapa bulan lalu," gumam Xiao Wang.
"Benar, meskipun kita menggunakan lencana Xiao, akan tetap di curigai sebab menggunakan topeng."
"Benar... kita tidak bisa menggunakan lencana klan Xiao untuk masuk. Semua orang di sini mengetahui bahwa aku berasal dari marga Xiao saat bertarung melawan pemimpin Naga Merah. Pastinya urusannya akan sangat panjang jika nanti mereka membawa kita ke istana!" ujar Xiao Wang.
"Hmm, seharusnya tidak akan sulit bagi kita untuk menerobos masuk."
Xiao Han Ming lantas menggunakan keterampilan teleportasi. Dalam waktu singkat dirinya telah berada di dalam, melewati penjagaan ketat itu. Xiao Wang lantas mengikutinya. Radius jarak teleportasi Xiao Wang sendiri telah meningkat banyak setelah kenaikan kultivasi yang di alami olehnya.
__ADS_1
"Bagus... Mari melanjutkan perjalanan!"
Xiao Wang mengangguk. Mereka lantas berjalan. Namun, kedua orang itu segera menjadi pusat perhatian tiga orang yang diam-diam mengikuti mereka. Sebelum akhirnya dua dari tiga orang itu pergi, sementara yang satunya lagi masih tetap memantau pergerakan Xiao Wang dan Xiao Han Ming dari jauh.