Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Berbagi Kebahagiaan


__ADS_3


Jika itu adalah kebahagiaan, maka aku akan membaginya dengan seluruh orang. Agar mereka semua ikut merasakan kebahagiaan seperti apa yang aku rasakan. ~Reynaldi Johan Pratama~


****


Tentu saja kabar bahagia ini dengan cepat sudah menyebar luas. Bahkan di seluruh Perusahaan Rey dan bawahannya semua sudah tahu. Bagaimana bisa? Karena kehamilan Nyonya besar Pratama, Rey memberikan bonus pada seluruh pekerjanya sebagai tanda syukur atas rejeki dan bonus indah ini dari Allah. 


Banyak sekali ucapan doa dan harapan tulus dari banyak orang untuk calon penerus pertama Keluarga Pratama. Mereka sudah tak sabar untuk melihat bagaimana rupa dari perpaduan seorang Reynaldi Johan Pratama dengan Jessica Alexzandra Caroline.


Semua orang begitu bahagia dan mendoakan agar kehamilan istri bos mereka lancar sampai melahirkan. Diberi kesehatan sampai mereka lahir dan keselamatan keduanya. Tak henti-hentinya selama sehari betul karyawan perusahaan saling membicarakan kebahagiaan bos mereka. 


Begitupun dengan yang ada di rumah Jessica dan Rey.


Para pelayan saling menata kotak makan yang akan Rey sumbangkan pada orang yang tak berkecukupan di luar sana. Bahkan tak tanggung-tanggung, dia meminta Bima untuk memberikan rezekinya pada beberapa panti asuhan. Anggaplah apa yang dia lakukan ini sebagai bentuk ucapan syukur atas pemberian Allah yang tak ternilai ini.


Jika ditanya pemeran utamanya kemana? Jessica sedari datang dari rumah sakit. Gadis itu hanya duduk tenang di sofa depan tv. Dia dijaga ketat oleh sang suami agar tak melakukan aktivitas berat dan membahayakan calon janinnya. 


Bukankah aku sudah mengatakan. Jika seorang ayah baru itu memiliki tingkat posesif yang tinggi. Mereka akan berlipat-lipat memperhatikan sang istri untuk keselamatan mereka berdua. Hingga tak sadar hal ini membuat Jessica merasa bosan.


"Aku ke dapur ya, Sayang," ucap Jessi membuat Rey yang sedang fokus ke arah laptop berpaling. 


"Mau ngapain, Sayang?" Rey menggeser duduknya dan meletakkan laptop diatas meja.


"Aku pengen ambil buah," ucap Jessica sedikit berbohong.


Memang dia ingin mengambil buah. Namun, tujuan utamanya bukan itu melainkan dia ingin meluruskan kakinya dengan sedikit berjalan.


"Tidak perlu, Sayang. Aku saja yang ambil." Rey beranjak, dia segera berjalan menuju dapur tanpa melihat ekspresi sang istri yang sedang cemberut.


"Ya Tuhan. Kaki aku pegal dan aku capek duduk terus." 


Matanya celingukan. Dia melihat bahwa sang suami sudah tidak ada. Dia juga samar-samar mendengar suara Daddy dan Mertuanya di ruang tamu. Melihat kesempatan, Jessica segera berdiri. Dia tersenyum senang bahkan tak sadar berjalan kesana kemari dengan sedikit loncat-loncat. 


Ah kebahagiaan hakiki. Kakinya sudah bisa kemana-mana dan dirinya terbebas dari sofa empuk itu. Namun, tak beberapa lama dia mendengar suara langkah kaki dari belakang hingga membuat gadis itu sedikit berlari menuju sofa hingga membuatnya tanpa sadar tersandung kaki kursi dan membuatnya tubuhnya hampir limbung. 


"Astagfirullah."

__ADS_1


"Sayang!" teriak Rey kencang saat melihat istrinya limbung.


Namun untung dengan cepat kehadiran seorang pria berpakaian kaos hitam itu membuat tubuh Jessica tak jadi terjatuh.


Dadanya naik turun. Mata Jessica terpejam tanpa menyadari jika yang memeluknya saat ini bukan sang suami. Dirinya masih shock dan takut. Bahkan kakinya sampai gemetaran mengingat kecerobohannya itu. 


Hingga sebuah tarikan kuat di tangannya membuatnya membuka mata lebar dan jatuh ke dalam pelukan sang suami. Dia terpekik terkejut. Matanya menoleh cepat ke samping dan membulat penuh. 


Keberadaan Jack disana membuatnya begitu tersadar jika dia tadi berada di pelukan asisten papanya itu. Segera Jessi beralih dan menatap wajah sang suami yang sudah merah padam menahan amarah.


Emosi seorang ibu hamil membuatnya takut sekaligus menangis. Dia merasa bersalah karena tak menyadari jika ada di pelukan Jack hingga ditatap langsung oleh sang suami. 


"Sayang," panggil Jessi pelan sambil menatap wajah sang suami.


Saat dirinya hendak bersuara. Tiba-tiba kalimat yang terlontar dari bibir Rey membuatnya tertegun.


"Terima kasih sudah menyelamatkan istriku, Jack," ucap Rey setelah menahan amarahnya dengan baik.


Jack tersenyum miring. Dia tahu betul apa yang tengah dirasakan pria itu. Namun dalam hati kecilnya sudah tak ada Jessi lagi. Bahkan dia menolong wanita itu bukan karena perasaan melainkan dia menjaga Jessi agar tak jatuh dan membahayakan calon anaknya.


Untung saja kejadian tadi tak mengganggu perhatian Mama Ria dan Daddy Stevent. Karena jika keduanya tahu, bisa dipastikan kekhawatiran mereka akan memuncak dengan cepat. 


Jessica mengusap pipi sang suami agar Rey mau menatapnya. Kedua mata itu saling berpandangan dan binar cinta itu masih terlihat bahkan semakin besar.


"Maafkan aku, Sayang. Beneran aku gak tau kalau ada di pelukan Jack." 


Rey mengangguk. Dia membawa sang istri duduk dan meluruskan kakinya.


"Mana yang sakit?" tanya Rey setelah meletakkan kedua kaki Jessi diatas pahanya.


"Hanya ujung jari saja, Sayang." Tunjuknya ke arah ibu jari kirinya yang mulai memerah.


Rey melihat dan mengusapnya secara pelan. "Lain kali hati-hati, Sayang. Aku gak mau kamu sampai jatuh dan membahayakan kalian berdua."


Ungkapan Rey entah kenapa membuat hati Jessi menghangat. Dia baru menyadari jika kehadirannya begitu dihargai oleh sang suami. Jika diluar sana ada pria yang lebih mementingkan anak mereka, tapi tidak dengan suaminya ini. 


Rey menasehati dirinya untuk keselamatan dia yang terutama lalu sang anak. Dia bersyukur dalam hati, kehadiran Rey junior benar-benar membawa kebahagiaan yang begitu besar.

__ADS_1


Sikap Rey yang seperti ini saja membuat dirinya bahagia. Meski kadang jika dia lelah ada saja hal yang membuatnya kesal, tapi perhatian dan kesabaran suaminya membuat semua rasa kesalnya ini menghilang. 


Setelah melihat dan memeriksa kaki istrinya baik-baik saja. Rey mengulurkan tangannya dan mengusap perut sang istri dengan lembut. 


"Baik-baik disini ya, Sayang."


Jessica mengusap kepala sang suami dengan sayang. Dia begitu merasakan cinta yang begitu besar dari seorang Reynaldi Johan Pratama. Hati kecilnya bersyukur Tuhan mempertemukannya dengan pria ini. 


Pria yang berstatus Duda tapi rasa perjaka ini begitu istimewa di matanya. Kehadirannya membuat seorang Jessica berubah. Pertemuan mereka yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang membahagiakan. 


"Terima kasih sudah begitu mencintaiku sebesar ini, Sayang," ucap Jessi sambil menangkup kedua pipinya. "Terima kasih banyak atas semua yang kamu lakukan untukku selama ini." 


Matanya berkaca-kaca. Dia mendaratkan kecupan lembut di dahi Rey dengan mata terpejam.


"Atas semua perjuanganmu, pengorbananmu, cinta dan sayangmu. Hingga tekadmu menghalalkanku membuahkan hasil yang manis, Sayang. Aku berjanji dan akan membuktikan bahwa aku, Jessica Alexzandra Caroline akan selalu berada disampingmu. Menjadi ibu dari anak-anakmu dan menjadi support terbaik untukmu, Suamiku."


~Bersambung~


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)


__ADS_1


__ADS_2