
Melihat orang yang kusayangi menjadi bahagia. Membuat sesuatu di lubuk hatiku menjadi tenang dan berdoa semoga kebahagiaan ini tak menjadi surut. ~Jessica Alexzandra Caroline~
****
Rumah yang biasanya sepi akhirnya ramai dengan hadirnya Amanda dan Bima tinggal disini. Keberadaan istri dari asistennya itu mampu membuat Jessi lebih betah di rumah.
Bahkan Rey tak main-main. Pria itu mencari karyawan baru untuk menggantikan istri dan Amanda langsung. Dia sudah tak memperdulikan apapun lagi. Menurut Rey, kebahagiaan istrinya menjadi hal utama.
Amanda yang mengetahui jika dia diberhentikan kerja oleh Bosnya itu tak menolak. Toh sang suami, Bima memang memintanya untuk berada di rumah dan hanya berkewajiban mengurus dirinya. Maka dari itu Amanda tak menolak ketika dirinya sudah berhenti bekerja.
Malahan, wanita yang masih berstatus baru sebagai istri itu merasa senang ketika dirinya diminta menjaga dan menemani Jessica di rumah. Untuk mengusir kebosanan, keduanya sering memasak, menanam bunga bersama dan berjalan-jalan untuk sekedar refreshing untuk ibu hamil.
Seperti hari ini setelah mendapatkan izin dari sang suami. Jessica mengajak Amanda, Mama Ria dan Daddy Stev untuk membeli keperluan anaknya.
Saat ini kehamilannya bahkan sudah memasuki usia 33 minggu. Yang menandakan bahwa sebentar lagi dirinya akan melahirkan penerus pertama untuk keluarga Alexzandra dan Pratama.
Waktu yang begitu ditunggu oleh dirinya dan sang suami akhirnya akan datang sebentar lagi. Kelahiran yang begitu diidamkan dan didoakan oleh semua orang menjadi momen sakral yang begitu ingin diabadikan oleh Rey dan sang keluarga.
Semua berharap dan memanjatkan doa untuk keselamatan ibu dan bayinya. Mereka sama-sama mendoakan semoga semuanya berjalan dengan lancar dan bayinya lahir dengan selamat.
****
Kehadiran Jessica dan keluarga ke dalam Mall pasti menjadi sebuah berita dan pemandangan yang begitu ditunggu oleh semua orang. Tapi tak satupun bisa mendekat karena banyak penjaga dan pengawal yang dibawa oleh Stevent untuk keselamatan anak dan cucunya.
Berbelok ke kanan. Mereka segera memasuki salah satu toko keperluan bayi. Mata Jessica langsung berbinar cerah melihat banyaknya pakaian dan semua perlengkapan yang begitu lucu di depannya ini.
Berjalan bersama Amanda. Mereka menuju sebuah gantungan yang berisi baju-baju bayi yang begitu lucu dan imut.
"Ini lucu banget, Jess. Lihat!" tunjuk Amanda sambil memegang sebuah pakaian bayi wanita berwarna pink.
Jessica mengangguk.
"Kamu mau pilih yang mana?"
"Gak tahu," sahut Jessica bingung.
__ADS_1
"Lah gimana kamu bisa gak tahu?"
"Aku dan Rey kan sengaja tak mencari tahu kelamin Rey junior. Jadi sepertinya kita cari yang warnanya netral aja, Man."
"Baiklah."
Amanda mengangguk membenarkan. Akhirnya dua perempuan itu mencari pakain bayi yang lucu dengan warna yang bisa dipakai oleh perempuan maupun lelaki. Mereka juga membeli kaos kaki lucu dan sarung tangan yang senada.
Sungguh mereka juga lupa dengan keberadaan calon opa dan oma yang ternyata sama hebohnya dengan mereka.
Setelah kepergian Amanda dan Jessica. Memang Daddy Stev dan Mama Ria berniat mencari hadiah untuk cucu pertama mereka secara bersamaan.
Kedua orang itu begitu heboh untuk membeli sesuatu yang berlebihan. Bahkan tak jarang ada perdebatan sengit antara oma dan opa itu dan membuat siapapun yang melihatnya terkekeh geli.
"Kita beli warna hitam saja, Besan," ucap Daddy Stev menunjuk sebuah ranjang kecil khusus bayi.
"Kenapa hitam? Yang warna pink itu cantik," ujar Mama Ria menunjuk kasur kecil itu antusias.
"Memangnya cucu kita perempuan?"
Dua orang paruh baya itupun sama juga dengan Rey dan Jessi. Mereka sama-sama tak tahu cucu pertama mereka ini laki-laki atau perempuan. Dan ternyata keputusan ini juga menjadi bumerang untuk mereka.
"Ya sudah hitam saja," uhar Daddy Stev dengan senyum kemenangan.
"Kalau hitam emang cucu kita laki?"
"Jelas lah. Aku yakin cucuku laki-laki."
"Pasti perempuan."
"Laki-laki."
"Perempuan."
Akhirnya perdebatan itu berlanjut hingga Jessi yang mendengarnya turun tangan.
"Daddy, Mama. Berhenti!" ujarnya menengahi.
__ADS_1
"Daddymu ini loh, Sayang. Dia kekeh bilang cucu mama laki-laki."
"Hey itu bukan cucumu saja. Ini juga cucuku," seru Daddy Stev tak terima.
Jessica kembali menghela nafas pelan. Ah sepertinya jika mereka tetap disini akan terjadi perdebatan yang semakin panjang.
"Kalau Mama dan Daddy tetep berantem. Kita pulang!" ancamnya hingga membuat keduanya berteriak bersama.
"Jangan."
"Ya sudah. Berarti kalian harus akur. Dan cari barang dengan tenang."
Setelah mengatakan itu. Akhirnya dua opa oma itu saling bekerja sama meski perdebatan kecil masih terjadi. Tapi hal itu malah membuat hati Jessica hangat. Dia tak menyangka jika mertua dan ayahnya begitu antusias menyambut calon anaknya di dunia ini.
~Bersambung~
Wah Oma dan Opa takut juga diancem hahaha.
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1