
Sungguh aku takut menerima kebenaran jika memang suamiku berani bermain api dibelakangku. ~Jessica Alexzandra Caroline~
****
Kemarahan dan emosinya yang meledak membuat Rey memutar setir kemudinya menuju ke rumahnya. Sepertinya dia hanya butuh pelukan sang istri kali ini. Karena apapun yang berhubungan dengan Jessica selalu menenangkan dan meredakan kemarahannya yang begitu tinggi.
Rey tadi sudah meminta Bima untuk kembali ke kantor. Dia meninggalkan pria itu sendirian dan mengendarai mobilnya sendiri menuju ke rumah. Pikirannya sudah tak sinkron untuk kembali ke kantor. Karena semua amarah yang membelenggu membuat mood baiknya hilang kandas.
Tak lama mobil berhenti di depan gerbang dan membuat satpam rumahnya segera membuka pagar besi itu setelah tahu jika Tuannya kembali dengan cepat. Segera Rey menginjak pedal gas dengan tak sabaran setelah pagarnya terbuka lebar.
Tak peduli akan tas dan ponselnya. Rey segera keluar dari sana dan berjalan dengan cepat memasuki rumahnya. Dimana keberadaan sang istri? Kenapa sepi sekali?
"Selamat datang, Tuan," sapa kepala pelayan ketika dia melihat kehadiran Tuannya itu.
"Dimana istriku, Bi?"
"Nyonya ada di kamar, Tuan."
"Baiklah, terima kasih."
Tanpa babibu lagi. Rey berlari kecil ke arah kamar utama. Dia ingin segera berada dalam pelukan sang istri dan menghilangkan segala jejak dari pelukan gadis gila yang memeluknya dengan erat.
"Sayang," panggil Rey setelah membuka pintu.
Jessica terlonjak kaget. Dia menoleh dengan mata membulat penuh ketika keberadaan sang suami di depan pintu kamarnya.
"Sayang? Kamu sudah pulang?"
Tak menjawab, Rey segera melepaskan sepatunya dengan kasar dan menghampiri sang istri yang sedang berdiri dan berjalan ke arahnya.
Mata Rey sudah menggelap, emosinya masih naik turun. Tapi melihat daster yang dipakai sang istri membuat kejantanannya yang sejak tadi tertidur langsung bereaksi.
Rey baru sadar jika dia akan langsung bergairah hanya dengan menatap tubuh Jessica saja. Tak akan ada yang mampu menarik atensinya sekalipun gadis gila yang tadi memeluknya.
Saat Jessica hendak membuka suara. Sebuah pergerakan cepat membuatnya menjerit.
__ADS_1
"Aa turunkan aku, Sayang!" pekiknya kaget saat rey tiba-tiba memeluknya.
"Kau sungguh menggoda, Sayang. Aku ingin tenggelam ke surga dunia mu."
Jessica terbelalak. Apakah mereka akan bercinta siang seperti ini. Matanya masih bisa melihat bagaimana panasnya sinar matahari yang memancar di balkon kamarnya. Dia juga dapat melihat bagaimana terangnya langit di luar sana dan membuatnya bingung.
Yang membuat Jessica semakin heran lagi. Sang suami yang begitu agresif dan liar siang ini. Rey begitu menghujam inti tubuhnya dengan cepat dan membuat istri yang berada di bawah kungkungannya itu baru menyadari ada yang tak beres dari perilaku sang suami.
Kepulangan Rey yang begitu cepat?
Kondisi pakaian Rey yang sedikit kusut.
Lalu sekarang gaya bercinta Rey yang kasar dan menuntut.
Itu semua menandakan sang suami dalam keadaan tak baik saja.
Apalagi melihat kilat kemarahan dari mata sang suami membuat banyak pertanyaan dalam otaknya ini semakin bertambah.
Setelah teriakan kepuasaan mereka raih. Rey menyingkir dari tubuh sang istri dan memeluknya dari samping. Nafas keduanya masih memburu dan tak lama mata pria yang dipenuhi emosi itu terpejam.
Setelah tenang dan nafasnya sudah stabil. Jessi bergerak begitu pelan agar tak membangunkan sang suami. Lalu dia mengulurkan tangannya dan mengusap wajah Rey yang masih dipenuhi keringat.
Tak ingin mengganggu tidur sang suami yang terlihat lelah. Jessi melepaskan pelukan Rey dengan pelan dan menggantikan posisinya dengan sebuah guling.
Jessi memunguti daster miliknya dan segera menuju kamar mandi. Tubuhnya yang lengket membuat gadis itu memilih mandi sejenak sebelum membereskan kekacauan yang dilakukan sang suami.
****
"Ah segarnya," ujar Jessi setelah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda.
Dia menghela nafas berat saat melihat kemeja, celana, jas, dasi dan jam tangan serta sepatu dan kaos kaki tercecer di lantai kamar. Setelah membenarkan handuk kecil di kepalanya. Jessi segera berjalan menuju pakaian sang suami dan memungutnya satu persatu dengan pelan agar tak menimbulkan suara.
Memasuki walk in closet. Jessi meletakkan jam tangan mahal itu pada tempatnya dan segera membawa pakaian yang masih berada di tangannya menuju keranjang kotor.
Seperti kebiasaan sejak dulu. Dia akan membuka satu persatu pakaian sang suami takut jika ada sesuatu penting di saku kemeja dan celana sang suami.
Setelah mengecek saku jas dan celana. Jessi segera meletakkannya ke dalam keranjang dan bergantian dengan kemeja yang masih teronggok di dekat kakinya.
__ADS_1
"Emang Rey nafsu banget. Sampai kancing kemejanya hilang satu, 'kan," gerutu Jessi menatap kemeja sang suami.
Saat dirinya hendak melipat kemeja itu. Sebuah wangi yang begitu asing menusuk hidungnya. Dia mencari wangi itu dan tangannya mengarah pada baju yang masih dipegangnya.
Tak mau penasaran. Wajahnya ia dekatkan dibagian kemeja depan dan menghirup aroma yang begitu mengganggunya.
Deg.
Degupan jantungnya begitu cepat saat menyadari jika aroma ini bukan aroma sang suami. Menciumnya lagi dengan erat, dia begitu tahu jika ini merupakan parfum wanita.
"Apakah aku tak salah mencium. Kenapa-kenapa aromanya begitu wanita banget," gumam Jessi dengan mata berkaca-kaca.
Banyak pikiran-pikiran buruk yang mulai memenuhi pikirannya hingga perasaan takut mulai melingkupi dirinya. Apakah sang suami selingkuh? Apakah Rey bermain api di belakangnya? Memikirkan itu membuat matanya memanas dan meneteskan air mata yang begitu banyak.
Dia tak sanggup untuk menanyakan ini pada sang suami. Ia masih takut akan menghadapi kenyataan jika apa yang dia pikirkan adalah sebuah kebenaran. Tapi, jika menterka seperti ini dia akan dipenuhi rasa bimbang dan menuduh yang terus menggerogoti hatinya.
"Apa yang harus aku lakukan?"
~Bersambung~
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di nome)
__ADS_1