
Menanti kehadiran calon buah hati adalah sesuatu yang begitu mendebarkan. Tapi perasaan bahagia itu mampu mengikis rasa takut dan ragu dalam diri seorang Ibu. ~Jessica Alexzandra Caroline~
****
Tanpa terasa waktu semakin berjalan. Kandungan Jessica semakin membesar. Tinggal menghitung hari keduanya akan bertemu dengan calon penerus pertama mereka.
Semakin bertambahnya usia kandungan Jessica, sikap posesif Rey semakin menjadi. Bahkan pria itu sudah melakukan aktivitas bekerja melalui rumah. Alasannya hanya satu, dia tak mau melewatkan perkembangan yang akan terjadi dengan istri tercintanya itu.
Bagaimanapun Rey mencintai Jessica begitu dalam. Pria itu masih masih sangat ingat betul bagaimana mendapatkan kekasihnya itu. Membutuhkan kerja keras meyakinkan mertuanya dan mendapatkan restu. Hal itulah yang membuat seorang Reynaldi Johan Pratama selalu setia pada istrinya ini.
Dia berjanji tak akan menyakiti Jessica lagi. Dia juga bertekad akan menjadikan Jessica sebagai ratu di rumah dan di hatinya. Tak akan ada yang mampu menggeser nama Jessica sedikitpun sampai nanti Tuhan yang akan memisahkan mereka.
Pagi-pagi sekali. Kediaman Rey dan Jessica sudah dibuat lalu lalang oleh para pelayan yang membawa peralatan bayi menuju sebuah ruang kamar di lantai satu. Ya, untuk mengisi kebosanannya. Akhirnya Jessica mengisi hari ini dengan menghias kamar untuk calon anaknya dengan Rey.
Terlihat sekali wajah bahagia sedari dia bangun. Bahkan kebahagiaan yang dirasakan olehnya itu mampu menyebar untuk siapapun yang melihatnya.
"Kamu bahagia, Sayang?" tanya Rey saat dia menidurkan kepalanya di pangkuan sang istri.
Saat ini mereka berdua sedang ada di dalam kamar. Keduanya belum berniat keluar karena para pelayan masih mengeluarkan segala peralatan dan kebutuhan bayi yang ia disimpan dan dipindahkan ke kamar bayi.
"Bahagia banget, Yang. Apalagi sebentar lagi Rey junior akan lahir."
Rey mengangguk. Pria itu memegang dan mengelus perut besar istrinya itu. Tak henti-hentinya dia mencium dan menggesekkan hidungnya di perut sang istri yang dibalas tendangan oleh sang calon bayi di dalamnya.
"Baby tau kalau kamu yang godain dia, Yang," ucap Jessi mengelus rambut sang suami sayang.
"Ya pasti lah, Sayang. Dia tau kalau Papanya ini begitu menyayanginya."
__ADS_1
Kedua mata mereka saling bertemu. Jessica tersenyum dan mengangguk. Tak pernah wanita itu pungkiri dan ragukan cinta suaminya ini pada dia dan anaknya.
Rey benar-benar menunjukkan rasa sayang dan cintanya pada mereka berdua dengan memperhatikan pola makan, menjaga, dan mengingatkan semua yang Jessica lupakan.
Tak lama seorang pelayan mengetuk pintu dan mengatakan jika barang-barang milik Rey Junior sudah dipindahkan sehingga membuat calon Mama dan Papa itu mulai beranjak membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
****
Sebuah ruang kamar yang lumayan besar dengan pintu hubung menuju kamar sampingnya terlihat begitu cantik. Ruangan yang dicat berwarna putih namun atapnya diberi desain langit-langit biru dengan gambar bintang dan bulan membuat siapapun yang melihatnya terkagum.
Box bayi berwarna putih pemberian dari Opa Stevent akhirnya diletakkan di salah satu kamar. Lalu lemari kecil pemberian Oma Ria pun tak kalah dipajang disana. Sedangkan pemberian Jessica dan Rey yang berupa pakaian dan yang lainnya mulai ditata dan dilipat ulang oleh Jessica sendiri.
Rey yang duduk di depan istrinya pun menatap kasihan melihat Jessica sepertinya tak nyaman.
"Kamu capek, Yang?" tanya Rey khawatir.
Baiklah Rey hanya mengangguk mengalah. Namun, jika dia melihat istrinya ini mulai lelah, dia janji langsung menyuruh Jessica untuk istirahat.
"Apa ini sudah dicuci?" tanya Rey sambil mengelus pakaian yang begitu menggemaskan.
"Sudah, Sayang. Aku nyuruh Bibi buat nyuci dulu kemarin sebelum aku gunakan."
"Baiklah. Pastikan harus benar-benar bersih. Aku gak mau Rey junior kenapa-napa."
Jessica tersenyum. Hatinya menghangat melihat bagaimana suaminya ini begitu menjaga calon bayi mereka yang belum lahir. Bisa dipastikan, jika bayi ini keluar, seseorang yang menyambutnya begitu sangat teramat bahagia adalah Reynaldi sendiri.
Akhirnya setelah hampir 3 jam berada disini. Semua pakaian sudah tertata rapi di lemari. Bahkan sepatu serta popok pun sudah dibantu oleh Rey dimasukkan ke dalam lemari yang ada. Tak lupa mainan yang dibelikan oleh calon papa muda itu dimasukkan ke dalam box mainan yang ia beli khusus untuk calon anaknya.
"Akhirnya selesai juga," ucap Jessica bahagia.
__ADS_1
"Iya, Yang. Sekarang kita nungguin Baby keluar," ujar Rey bahagia dengan senyum terkembang.
"Semoga minggu-minggu ini Baby bisa segera lahir ya, Papa."
"Aamiin. Jangan nakal ya Anak Papa sama Mama. Bantu Mama dari dalam sana. Jangan bikin Mama sakit. I Love You."
~Bersambung~
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
OTW Hijrah (On Going ****)
__ADS_1