Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Kotak Misterius


__ADS_3


Entah kenapa perasaanku terasa sesak dan seperti akan ada kejadian yang datang diantara kita. Aku tak tahu apa itu, tapi aku berharap semoga semua baik-baik saja. ~Jessica Alexzandra Caroline~


****


Hari ini, entah kenapa perasaan Jessica tak tenang. Sejak pagi jantungnya berdebar kencang tak karuan. Bukan dia merasa bahagia, tapi kenapa seperti sesak nafas. 


Berulang kali dirinya membuang pikiran buruk tentang hal apapun. Jiwa hormon ibu hamil sedang menaik. Mangkanya pagi-pagi dia sudah merasa lemas dan hanya bersantai di ruang tamu.


Dengan berbantalkan paha sang suami. Segera Jessica merebahkan kepalanya di pangkuan Rey dengan lembut. Lalu kepalanya juga diusap begitu pelan oleh lelaki berstatus suaminya itu.


"Ada apa?" tanya Rey saat melihat kegelisahan dalam diri istrinya itu. 


Memang sejak tadi Rey melihat gerak-gerik istrinya. Dan dugaannya semakin kuat ketika merasakan telapak tangan istrinya begitu dingin.


"Katakan, Sayang. Kamu kenapa?" 


Jessica menggeleng. Dia hanya memegang tangan sang suami dan meletakkannya di atas pipi kirinya. Dia merasakan bagaimana sentuhan kulit yang begitu lembut hingga membuatnya sedikit tenang. 


Cup.


Sebuah kecupan lembut mendarat di pipinya hingga membuat Jessica membuka matanya. Perlahan dia menggeser tubuhnya untuk melihat tatapan mata sang suami yang selalu membuatnya cinta. 


"Ada apa?" tanya Rey untuk kesekian kalinya.


"Aku merasa ada sesuatu yang menghimpit jantungku, Sayang. Sesak banget tapi gak tau apa alasannya."


"Sejak kapan?" tanya Rey dengan wajah yang sudah panik.


"Tadi bangun tidur," sahut Jessi dan menenggelamkan wajahnya di perut sang suami.


"Berdirilah dulu, Sayang! Ayo kita ke Dokter," ajak Rey dengan mengangkat kepala sang istri. 


Namun buru-buru Jessica menggeleng dan semakin mengeratkan wajahnya di perut sang suami. Entah kenapa dia merasa akan ada hal besar yang terjadi di hidupnya.


Pernah dengar, 'kan?


Jika perasaan seorang istri itu lebih peka daripada perasaan sang suami.


Dia kadang bisa merasakan hal-hal yang akan terjadi namun hanya tanda-tandanya saja. 

__ADS_1


Tapi meski begitu, Jessica mencoba bersikap tenang agar suaminya itu tak panik. Bagaimanapun hidup dengan Rey, membuatnya tahu betul bagaimana khawatirnya pria itu jika melihatnya sakit. 


Tak lama, terdengar derap langkah kaki dan membuat Rey menengok ke belakang yang ternyata disana ada mertua dan asisten mertuanya.


"Halo, Dad," sapa Rey hingga membuat Jessica yang asyik bermanja terbangun perlahan.


"Ada apa, Dad?" tanya Jessica setelah Daddynya itu duduk dengan tenang.


"Ada yang ingin Daddy bahas dengan suamimu, Sayang. Apa boleh Daddy meminjam Rey sebentar?" tanya Stevent hingga membuat Jessi tersipu malu.


"Tentu saja boleh, Dad. Bawalah suamiku tapi jangan lama-lama," goda Jessi hingga membuat Stevent tersenyum tipis.


Wanita itu bisa melihat raut wajah berbeda dari Daddy dan Jack sekarang. Wajah pria yang pernah menyatakan cinta padanya terlihat mengeras. Bahkan kedua tangannya saling mengepal erat dan membuatnya dipenuhi tanda tanya.


Tapi tetap balik lagi, dia tak memiliki hak untuk bertanya sebelum suaminya yang akan bercerita. Hingga akhirnya, dia melepaskan sang suami yang akan pergi ke ruang kerja dengan tak lupa melambaikan tangan serta ciuman jauh.


****


Saat Jessica hendak kembali ke kamar. Suara bel yang berbunyi membuatnya mengurungkan niatnya. Berbalik arah, dia segera berjalan menuju pintu utama dan segera membukanya secara perlahan.


"Ya?" tanya Jessica setelah pintu terbuka lebar 


"Saya ingin mengantar paket, Nona." 


Setahunya tak ada yang biasa memesan melalui kurir seperti ini. Apalagi ketika namanya disebutkan membuatnya semakin bingung. 


"Atas nama saya?" tunjuknya pada dirinya sendiri dan dijawab anggukan oleh kurir tersebut.


Akhirnya wanita itu segera menerima paket itu dan membawanya masuk ke dalam rumah setelah pria itu pergi.


"Paket untukku? Memang apa isinya?" gumamnya bertanya pada dirinya sendiri.


Segera Jessi membawa kotak itu diatas sofa dan segera mendudukkan dirinya disana. Setelah menyamankan posisi duduknya, Jessica perlahan membuka tali kotak itu hingga terlepas.


"Kenapa perasaanku tak enak?" batinnya hingga membuatnya urung membuka penutup kotak itu.


Tapi jujur perasaannya sungguh penasaran dengan isinya. Tapi tiap membuka tali pita saja tadi, Jessi sudah merasakan sesak nafas. Berulang kali gadis itu menenangkan jantung dan hatinya hingga membuatnya semakin mantap untuk membukanya.


"Ya Allah, kuatkan aku." 


Perlahan dibukanya tutup kotak itu dan terlihatlah sebuah amplop coklat didalamnya. Segera ia mengambilnya dan mencari nama pengiriman di dalamnya.

__ADS_1


Kosong.


Tak ada nama penerima.


Semakin penasaran akhirnya dia membuka lipatan amplop yang merekat dan membuka isinya secara pelan. 


Sakit? 


Sesak?


Adalah kata yang pas saat dia melihat barang di dalamnya jatuh ke tangan hingga ada yang berceceran di lantai. Lembarang foto yang begitu banyak dan tentu saja wajah di dalamnya begitu dia kenali.


Tak terasa air matanya menetes dengan tangan gemetaran dia menguatkan hati untuk melihat semua isi di dalamnya. 


"Ya Allah, apa ini," ucapnya dengan nada gemetar. 


Air mata sudah menghambur di seluruh kelopak matanya. Dia menangis sampai menahan isak tangis saat tiap lembar foto itu dia buka satu persatu. Bahkan Jessica sampai memunguti semua foto yang jatuh dan melihatnya dengan perasaan sakit hati.


Hormon hamil ternyata membuat emosinya meledak dan dia tak dapat membendung lagi perasaan sakitnya. Perlahan dadanya terasa sakit hingga akhirnya kesadarannya perlahan hilang. Yang dia dengar terakhir kali hanya suara teriakan pelayan yang mendekat pada tubuh lemasnya.


~Bersambung~


Siapa yang ikut deg-degan?


Issh asli aku gak kuat aslinya mo nulis beginian. Tapi mau gimana lagi. Aku janji deh nanti yang manis-manisnya lama.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)

__ADS_1


My Teacher is My Husband (end di ****)



__ADS_2