
Pernikahan ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir untukku. Karena sebuah ikatan suci bukan untuk dipermainkan. ~Bima Mahendra & Amanda Gandari~
****
Tak ada lagi hal paling membahagiakan untuk keduanya kecuali hari ini. Ya mulai detik ini, menit ini, jam ini antara Amanda dan Bima sudah menjadi sepasang suami istri. Baru beberapa menit yang lalu kata sah menggema di seluruh masjid tempat mereka melangsungkan akad nikah.
Kedua pasang suami istri baru itu selalu lengket dimanapun berada. Bahkan saat menemui beberapa teman dan keluarga yang hadir di acara akad nikah super sederhana itu, tak lepas keduanya saling bergandengan tangan dengan mesra.
Dari seluruh saudara dan teman yang hadir. Salah satu orang yang paling bahagia dengan cara pernikahan Amanda adalah Jessica. Perempuan yang tengah hamil itu tak henti-hentinya berdecak kagum bahkan menangis haru. Dia tak menyangka teman seperjuangan merantau akhirnya bisa menemukan belahan jiwanya disini.
Lagi-lagi air matanya mengalir ketika melihat Amanda berjalan ke arahnya. Kedua wanita itu saling berpelukan dengan tangis bahagia.
"Ah kamu menangis jadinya aku ikutan, 'kan," sungutnya pura-pura kesal sambil melepaskan pelukannya.
"Aku nangis karena terharu tau. Aku gak nyangka kamu udah nikah aja sekarang," ujar Jessica sambil menghapus air matanya.
Amanda terkekeh. Dia tak menyangka sahabatnya ini begitu menyayanginya. Sekali lagi dia menarik Jessi kedalam pelukannya sambil mengatakan banyak kata terima kasih.
"Kita itu sahabat. Udah gak ada kata terima kasih diantara kita. Ngerti?" sungut Jessi memonyongkan bibirnya.
"Siap, Tuan Putri."
Kedua pria itu hanya bisa menatap tingkah istrinya dengan gemas. Memang antara Amanda dan Jessi jika sudah bersama seperti anak kecil. Apa adanya, terbuka dan tertawa tanpa beban. Hal itulah yang membuat baik Rey maupun Bima tak pernah menolak ajakan sang istri jika mereka ingin ketemuan.
"Sudah menyiapkan ingin honeymoon kemana?" tanya Rey to the point ke arah Bima.
Mendengar ucapan bos sekaligus sahabatnya, baik Bima maupun Amanda menjadi gugup. Wajah gadis yang baru beberapa menit yang lalu berganti menjadi istri sedikit merona merah karena ternyata perkataan bosnya juga terlalu bar-bar.
"Kamu ini, Yang. Lihat mereka sama-sama malu kamu tanya begituan," ucap Jessi terkekeh sambil mencubit lengan suaminya meski tak sakit.
"Kan bener, Sayang? Apa mereka tak mau menyusul Rey junior disini," ujarnya sambil menarik pinggang sang istri dan mengelus perutnya yang membuncit.
__ADS_1
"Ya tapi jangan disini juga, Yang. Ini masih di masjid tempat akad loh."
"Gapapa biar cepat selesai. Kalau mereka sudah pilihkan aku bisa memberikan mereka cuti panjang dan hadiah menuju tempat honeymoon," ucap Rey serius hingga membuat mata Jessi terbelalak.
"Wah kamu serius, Yang?" Rey mengangguk santai.
Tak lama Jessi berjalan ke arah Amanda dan menarik tangan sahabatnya itu sedikit menjauh.
"Kamu denger, 'kan? Kata suamiku tadi, Man?" tanya Jessi sedikit berbisik.
Amanda mengangguk polos.
"Jadi kamu udah tau mau honeymoon kemana?" tanya Jessica penasaran.
Lagi-lagi Amanda menggeleng dengan tatapan polosnya. Ya Tuhan, Jessica menepuk kening melihat bagaimana lugunya sahabatnya ini. Kenapa mendengar sebuah kata cuti kerja dan hadiah, sahabatnya ini tak peka sekali. Padahal Jessica yang sudah hamil saja ingin sekali melakukan babymoon. Tapi sayang, pekerjaan Rey yang menumpuk membuat Jessica harus mengerti posisi suaminya.
"Aduh kamu polos banget sih." Gemas Jessi sambil mencubit dagu sahabatnya.
Jessica tersenyum jahil. Ternyata sahabatnya ini juga dibalik lugu juga sikap keponya selalu muncul.
"Begitu apaan?" tanya Jessi menaikkan salah satu alisnya.
"Ya begitu itu," ujar Amanda kesal sambil memberikan contoh dua tangannya yang membentuk orang berciuman.
"Apaan itu, Man?" tanya Jessi menahan tawa melihat kesalnya wajah sang sahabat.
"Kalau mau bikin anak emang harus honeymoon? Kan di rumah juga bisa!" ujarnya sedikit berteriak karena sangking kesalnya.
Namun sepertinya Amanda lupa jika masih ada sang suami, bos dan beberapa keluarga disana hingga membuatnya menjadi perhatian.
"Hahahaha." Jessica tak mampu menahan tawanya. Dia sampai memegang perutnya yang tegang karena banyak tertawa. Ternyata sahabatnya ini memang adalah tempat ternyaman untuk membuatnya selalu tertawa tanpa beban. Tak mau semakin membuat Amanda kesal, Jessi berjalan ke arah sang suami dan berbisik-bisik hingga dibalas anggukan kepala oleh Rey.
"Kalian berangkatlah honeymoon selama dua minggu. Pulang, harus segera membawa kabar bahagia. Kalau tidak, kalian akan ku berangkatkan lagi untuk honeymoon sampai ada Bima junior di perut Amanda."
__ADS_1
Mendengar perkataan Rey. Baik Bima dan Amanda melongo tak percaya. Keduanya saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan sambil pikirannya melanglang buana.
"Emang bikin anak kayak donat? Bisa dicetak dan cepet jadi?" gumam Amanda dalam hati.
"Rasanya pengen banget ku sumpal pake adonan kue. Dikira anak itu tinggal bikin langsung brojol," umpat Bima tak kalah geram namun hanya bisa dia tahan didalam hati.
~Bersambung~
Alhamdulillah aku bisa update setelah dua hari gak update.
Maaf ya aku nenangin diri dari kekecewaan yang mendalam. Semoga mulai hari ini bisa up lagi seperti biasanya.
Doain nanti sore bisa up lagi yah.
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1