Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Ekstra Part Season 1 Part 5 (Jack Menggila)


__ADS_3


Aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Entah ini sebuah obsesi atau perasaan cinta. Tapi yang pasti, aku hanya ingin memelukmu dan membuatmu selalu berada didekatku. ~Jackson~


****


Malam semakin larut. Akhirnya hari yang melelahkan pun usai. Sepasang pengantin baru itu mulai berlalu meninggalkan kekacauan yang masih belum dibersihkan. 


Rey hanya ingin sang istri istirahat. Tapi sebelum itu, dia sudah mengecek Mama dan mertuanya untuk beristirahat terlebih dahulu. Biarlah semua kekacauan ini orang-orangnya yang akan membersihkan. 


Rey sudah merasa tubuhnya begitu lelah. Mungkin efek dia harus berdiri untuk menerima jabat tangan dari tamu undangan yang datang. Tapi, hal itu tak pernah membuat hatinya menyesal. Sepanjang hari ini, senyum tak luntur dair bibir wanitanya. 


Jessica selalu bercanda tawa dengan sahabat-sahabatnya. Menebar senyuman untuk siapapun yang datang memanjatkan doa untuk mereka. Hal itu saja sudah cukup membuat hati Rey menghangat. 


Dia berjanji bahwa tak akan pernah membiarkan air mata menetes di pipi istrinya. Dirinya akan berusaha menjadi suami, teman dan sahabat yang baik untuk istrinya itu. 


Karena memang Rey sudah dibutakan oleh cintanya. Cinta bisa membuat orang bodoh. Cinta juga bisa membuat orang bertindak di luar nalarnya. Hal itu juga yang dirasakan dan dilakukan oleh seorang Reynaldi Johan Pratama. 


Setelah semuanya dirasa selesai. Rey segera menyusul sang istri yang dia minta untuk kembali ke kamar duluan. Berjalan menaiki satu persatu anak tangga. Dirinya berharap segera sampai di kamar. Badannya sudah ingin dia istirahatkan diatas kasur empuk yang muncul dibenaknya.


Rey segera memutar knop pintu dan mendorongnya. Seketika tubuhnya terpaku dengan pemandangan di depannya ini. Seorang bidadari halalnya sedang berdiri di depan cermin rias sedang membuka satu persatu pernak pernik yang menempel di kepalanya. 


Jessica tak menyadari jika sang suami berada disana. Dia dengan asyik merapikan rambutnya setelah semua aksesoris dia lepas. Setelah itu, Jessi segera mengambil kapas dan menuang beberapa tetes air pembersih untuk dia gosokkan di kulit wajahnya. 


Dengan pelan, Jessi segera menghapus semuanya tanpa sisa. Senyumnya mengembang saat melihat lekukan dan pahatan wajahnya terlepas dari make up yang memenuhi wajahnya satu hari ini.


Membereskan semuanya di atas meja rias. Segera gadis itu berdiri dan mulai mencoba membuka resleting di bagian belakang tubuhnya. Tapi, sepertinya dia membutuhkan seseorang untuk membantu. Karena tangannya tak sampai untuk menurunkan resleting tersebut. 


Hampir saja Jessi menjerit ketika merasakan sebuah tangan menurunkan resleting bajunya sampai dia malihat bayangan sang suami di depan cermin. 

__ADS_1


Mata Rey terpaku melihat punggung putih mulus sang istri. Uhh jiwa kelakiannya mulai naik dan dia ingin sekali membawa sang istri ke atas ranjang dan mereguk nikmat duniawi. 


Tapi pikiran bersih Rey masih menguasai. Dia sadar jika istrinya ini harus membersihkan diri dan dirinya harus menunggu beberapa menit lagi untuk memuaskan Rey kecil di bawah sana. 


"Aku mandi dulu, Rey," ucap Jessi terbata.


Gadis itu merasa tubuhnya berdesir. Kulit tangan Rey mengusap kulit punggungnya dengan gerakan sensual. Ditambah, hembusan nafas Rey yang memberat menerpa tengkuknya membuat gejolak di diri Jessi menaik. 


Sekuat tenaga Jessi menahan gaun pengantin agar tak melorot. Dia memegang bagian kedua dadanya agar baju itu masih menutupi bagian depannya.


"Aku ingin segera menyatu denganmu, Sayang." Sebuah tiupan di telinganya membuat Jessi gemetar. 


Uhh posisi intim seperti ini serta tampilan yang begitu menggoda sungguh membuat diri Rey tak bisa menahan. Dia ingin segera mengungkung tubuh wanitanya itu dan meminta Jessi menjeritkan namanya untuk setiap tegukan kenikmatan yang mereka raih. 


"Aku...aku…" Jessi terbata. Tubuh dan pikirannya sudah tak sinkron.


Tubuh keduanya sudah merapat hingga tak sengaja bagian belakang Jessi merasakan sebuah benda keras menempel di bagian tubuhnya.


Menggeram tertahan. Rey sudah tak ingin menunda. Dia segera membalikkan tubuh sang istri dan mencium dengan penuh keinginan bibir manis berwarna pink alami itu. Tanpa sadar, Jessi mulai melepaskan pegangan tangannya pada dress yang dia pakai, hingga kain itu dengan mudah teronggok di bawah menyisakan pakaian dalam menempel di tubuhnya.


Tak ada yang ingin mengalah dan tak ada yang ingin berhenti. Keduanya sama-sama sudah lupa akan lelah yang mendera. Yang diinginkan mereka hanya menyatu dan memuaskan rasa keinginan yang sudah lama mereka tahan sampai menjadi pasangan halal.


****


Di sebuah ruang kamar. Terdapat sepasang manusia saling menyatu tanpa kenal jeda. Gerakan liar dan cepat itu membuat sang pria begitu menikmati.


Suara erangan dan tumbukan memenuhi ruangan itu hingga jeritan terakhir mengakhiri kegiatan keduanya. Sang pria segera menyingkir dari tubuh wanita dibawahnya dan beranjak dari ranjang.


Mengambil sebuah gelas berisi alkohol, dia memilih berjalan menuju balkon yang langsung menghadap ke arah indahnya Malam kota Jakarta. 

__ADS_1


Mata tajamnya menerawang ke depan dengan rahang mengeras. Ingatannya kembali terulang saat sebuah penolakan dari wanita yang membuat hatinya berpaling padanya.


Tangan kirinya mencekram pinggiran balkon dengan bibir menyeringai. 


"Aku pastikan bahwa kau akan jatuh di pelukanku," ucapnya dengan mata menatap langit dengan senyuman menyeringai.


Dia sudah tak tahan untuk memiliki gadis itu. Membuatnya menjadi gadis yang selalu berada di bawahnya dan menjeritkan nama 'Jack' di setiap mereka berhubungan.


Entahlah apa yang terjadi pada diri pria yang menjadi tangan kanan Stevent ini. Penolakan dari Haura tadi membuat hasratnya naik dan akhirnya dia terpaksa menyewa jalang untuk memuaskan keinginannya.


Tapi ternyata, hal itu tak berhasil. Bagian dalam dirinya masih terpusat pada Haura dan membuatnya terus menerus menggemput lawannya dan meneriaki nama Haura meski ternyata gadis yang dibawah kungkungannya bukanlah dia.


Sebuah tangan tiba-tiba memeluk Jack dari belakang dan sebuah kecupan mendarat di punggungnya.


"Apa kau menginginkannya lagi?" gida gadis berambut pirang dengan gerakan sensual di punggung milik Jack.


Jack tak membalas namun dirinya juga tak menikmati. Dia hanya menatap ke depan dan menyesap gelas yang berisi minuman alkohol. 


"Pergilah! Aku sudah tak membutuhkanmu." Kata itu saja sudah cukup membuat lawan mainnya ini mengerti. 


Tak beberapa lama terdengar suara pintu tertutup dan membuat Jack berbalik. Dia menutup pintu menuju balkon dan segera kembali masuk ke dalam ranjang. Biarlah dirinya istirahat sekarang dan besok Jack akan memikirkan langkah apa yang akan dia pilih untuk menjerat cinta, Khadijah Haura.


~Bersambung~


Hmm apa ada yang bisa menebak gimana cerita dua manusia berbeda agama ini nantinya?


Jangan lupa likenya yah guys. Insya allah nanti malam aku bakalan up lagi. Penutup season 1 yah, terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2