Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Tingkah Aneh Para Karyawan


__ADS_3


Ada perasaan hangat ketika melihat bagaimana khawatirnya semua orang kepadaku dan membuatku selalu bersyukur atas nikmat Allah yang indah ini. ~Jessica Alexzandra Caroline~


****


Sudah dua hari ini Jessica kembali bekerja tetapi kenapa semua karyawan sepertinya berubah sekali. Tingkah laku mereka semua bahkan begitu berubah. Seperti kemarin, Amanda yang ngotot minta dia saja yang membuatkan minum untuknya.


Lalu siangnya, ketika ia ingin sekali membeli makanan di depan perusahaan. Salah satu karyawan menanyakan tujuannya dan langsung menunjuk dirinya untuk membelikan itu. Saat Jessica hendak menolak, karyawan itu sudah pergi mengeloyor ke restaurant depan.


Ah sungguh rasanya seperti ini tak mengenakkan. Tapi jujur saja Jessica tak tahu apa yang sudah dilakukan suami dan asistennya itu. Ketika wanita hamil itu sedang fokus dengan pekerjaannya di dalam ruangan. Diam-diam Rey dan Bima mengumpulkan semua orang di aula perusahaan.


Pemilik Perusahaan Pratama itu mengeluarkan ultimatum untuk semua pekerja agar membantu segala kesulitan sang istri. Membantu menjaga wanita itu dan lagi jangan sampai istrinya kecapekan. 


Ah ancaman membahana dari Bima dan Rey tentu saja membuat semua pegawai mengangguk mengerti. Maka dari itu, semua perubahan ini tentu saja ulah dari seorang suami yang siaga yang tak lain Reynaldi Johan Pratama.


****


Seperti hari ini, setelah Jessica menyelesaikan berkas yang ia kerjakan. Dirinya beranjak dari kursi kebesarannya. Tujuannya saat ini adalah ruangan HRD karena ada beberapa pekerjaan yang ingin ia bahas dengannya.


Menenteng berkas di tangannya. Wanita yang sedang hamil 4 bulan itu keluar dari ruangannya. Keningnya berkerut melihat meja sang sekretarisnya yang kosong.


"Kemana Amanda?" gumamnya.


Namun biarlah. Mungkin gadis itu ke kamar mandi. Tanpa banyak kata, segera Jessica meneruskan tujuannya dan masuk ke dalam lift. Ruangan HRD ada di lantai bawah beda 2 lantai dengannya.


Sambil menunggu pintu lift terbuka. Jessica mengelus perutnya yang membuncit sambil mengajak berbicara calon anaknya itu.

__ADS_1


"Baik-baik di perut Mama ya, Sayang," ucapnya sambil tersenyum.


Sungguh keadaan seperti ini membuatnya tak merasa bosan. Menurut Jessica, dirinya yang kemarin hanya berdiam diri di rumah sungguh membuatnya stress dan begitu sakit kepala. Mungkin efek dirinya yang biasa bekerja lalu disuruh berhenti, membuat wanita itu dirundung rasa tak nyaman yang luar biasa. 


Terlalu asyik melamun, tanpa sadar pintu mulai terbuka dan membuat Jessica tersentak. Buru-buru ia berjalan dari ruangan besi dan melewati beberapa kubikel karyawan yang ada disana.


Namun, saat dirinya hendak sampai di ruangan HRD. Berkas yang ada di tangannya tak sengaja terjatuh dan membuat atensi semua orang menuju ke arah sumber suara.


"Astaga. Ya Tuhan tangan aku licin," ucap Jessica.


Dia hendak mengambil berkas itu. Tapi suara teriakan karyawan disana membuatnya kaget setengah mati.


"Berhenti, Nyonya." 


Jessica spontan menegakkan tubuhnya kembali. Matanya menatap bingung ke arah salah satu karyawan yang berlari ke arahnya dan mengambilkan berkas itu.


"Saya mau ke ruangan HRD karena ada urusan," ucapnya dengan raut bingung.


"Lain kali jika ada benda jatuh, lebih baik anda meminta tolong, Nyonya. Karena khawatir kandungan Nyonya akan bermasalah," ujarnya khawatir.


Belum lagi suami anda akan memarahi kami semua jika kehamilan anda sampai kenapa-kenapa, batinnya menjerit ketakutan. 


Ah siapa yang tak tahu sikap Rey ketika marah?


Pria cuek dan jarang senyum jika tak bersama sang istri sudah bukan rumor lagi. Sikapnya yang tegas dan tak main-main tentu saja membuat semua orang segan dan takut. Apalagi saat ini kehamilan sang istri adalah yang pertama kalinya 


Tentu saja semua karyawan begitu tahu sikap Rey yang begitu berlebihan karena dia baru saja menjadi calon ayah-ayah muda. 

__ADS_1


Ingat akan tujuannya, Jessica segera pamit meneruskan langkahnya setelah mengatakan terima kasih pada karyawan itu. Sungguh pikirannya masih begitu bingung dan kacau melihat tingkah laku semua pegawai disini. Dugaannya juga diperkuat dengan kejadian tadi ketika semua orang berteriak kepadanya.


Tapi dibalik itu, entah kenapa Jessica merasa bersyukur ketika melihat semua pegawai sang suami perhatiannya kepadanya. Menjaganya dengan baik dan mengingatkannya bahwa ia sedang hamil dan harus berhati-hati. Hingga dalam hati, Jessica tak berhenti bersyukur didekatkan oleh orang-orang yang menyayangi dirinya dan calon anaknya ini. 


~Bersambung~


Satu orang yang hamil, semua yang kerepotan jaga, hahaha.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)


__ADS_1


__ADS_2