Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
MCDT (12)


__ADS_3

Hans melihat Nana kesal. Tak beberapa lama Nana pergi meninggalkan Aline dan Hans untuk kembali ke ruangannya. Aline menatap Hans, dan bertanya apakah Nana memang begitu acuh tak acuh dengan orang lain? kenapa juga ia begitu tidak ramah? Hans lantas menjelaskan. Kalau Nana memanglah seperti itu. Meski begitu Nana adalah orang yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya. Selain itu, Nana juga merupakan sepupu dari mendiang istri Owen.


Setelah mendengar penjelasan Hans, barulah Aline mengerti apa yang membuat Nana tampak begitu ingin mendominasi dan dipandang tinggi orang lain. Itu karena Nana merasa memiliki perisai, yakni Owen yang merupakan suami dari sepupunya. Aline tertawa dalam hatinya, meski ia dilindungi setatus orang seperti Owen pun, tak akan menggentarkannya.


"Apa ada sesuatu?" tanya Hans.


"Tidak ada. Terima kasih sudah menjelaskan. Saya hanya penasaran saja padanya. Oh, ya. Kalau tidak keberatan, bisa jelaskan apa saja yang harus saya lakukan hari ini? tolong juga nanti ajak saya berkeliling." kata Aline.


"Anda bisa mempelajari ini lebih dulu. Ini adalah jadwal Pak CEO bulan ini. Karena kita akan berbagi tugas kedepannya, mohon bantuannya, Bu Sekretaris." kata Hans menunjuk sebuah tablet di meja kerja Aline.


"Saya juga mohon bantuan dan bimbingannya, Pak. Semoga saya bisa lekas menyesuaikan pekerjaan," kata Aline tersenyum.


Tidak lama Owen datang. Melihat Aline yang berbeda membuat Owen sedikit terkejut. Penampilan Aline berbeda dengan saat wawancara.


"Hallo, Pak. Selamat pagi," sapa Aline menyapa dengan sikap ramah dan senyuman lebar.


"Selamat pagi, Pak." sapa Hans.


"Ya, selamat pagi. Nona Sekretaris, ini adalah hari pertama Anda bekerja. Saya mohon bantuan Anda mulai hari ini dan untuk kedepannya juga. Semoga Anda bisa mengerjakan pekerjaan Anda dengan baik. Karena saya tidak senang menemukam kesalahan sekecil apapun." kata Owen menatap Aline.

__ADS_1


Aline tersenyum, "Baik, Pak. Saya akan camkan kata-kata Anda," jawab Aline.


Owen mengamati Aline. Benar dugaannya, pembawaan Aline dalam bicara, cara menjawab dan menatap sangatlah elegan. Seorang yang baru belajar tak mungkin seperti Aline.


Owen pun pergi ke ruangannya dan meminta Hans ikut serta. Aline menatap kepergian Owen dan Hans, lalu duduk di kursinya. Aline langsung menyalakan tablet dan memeriksa data-data yang ada di sana. Aline juga langsung menyalakan komputernya.


***


Di ruang kerja Owen ....


Owen bertanya bagaimana kesan Hans tentang Aline? Hans pun menjawab, kalau ia sangat terkesan dengan semua yang ditunjukkan Aline. Meski sudah tahu atau paham, Aline tetap mendengar arahan seperti itu adalah hal yang pertama kali baginya.


"Dia sudah bertemu Nana?" tanta Owen.


Owen mengerutkan dahi, "Nana sampai kesal? padahal tidak ada siapapun di kantor ini yang membuat wanita itu kesal. Karena wanita itu sepupu Amanda. Yang artinya mengganggunya sama saja dengan cari mati." kata Owen.


Ya, Pak. Saya tadi juga kaget. Sedangkan Nona Aline tampak begitu tenang dan terus tersenyum.


"Baguslah. Sepertinya ini akan menarik, Hans. Entah mengapa aku akan senang, apabila Aline bisa menemukan cela dari Nana. Aku tidak sabar melengserakan wanita sialan itu." kata Owen.

__ADS_1


"Anda benar, Pak. Dibandingkan Nona Aline yang merupakan Tuan putri, bukankah Nana tampak seperti sepatu yang berdebu?" sahut Hans.


Owen meminta Hans untuk diam-diam mengamati keduanya dan melaporkan kalau-kalau ada hal yang menarik. Owen juga meminta Hans untuk membantu Aline, apabila Aline terjebak dalam masalah. Nana adalah ular berbisa, ia pasti tidak akan senang kalau ada orang yang lebih mencolok darinya.


Hans mengiakan permintaan Owen. Setelah itu Hans memberitahukam jadwal hari itu pada Owen. 


"Aku mengerti, kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu." kata Owen.


"Baik, Pak. Saya permisi," kata Hans.


Hans pergi meninggalkan ruangan Owen dan kembali ke meja kerjanya. Owen duduk bersandar di kursinya. Ia memikirkan, apakah Aline bisa bertahan atau tidak? kalau orang lain mungkin ia tidak akan peduli, tapi Aline adalah seseorang yang selalu dielu-elukan putranya. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Aline, maka Maximilian akan sangat sedih.


***


Nana adalah sepupu, Amanda. Yang merupakan mendiang istri Owen. Nana yang pandai bicara menghasut Amanda untuk memasukkannya ke perusahaan. Owen sudah menolak, karena firasatnya kuat kalau Nana punya maksud dan tujuan tidak baik. Meski begitu, Amanda yang polos tetap memohon dan mmehuat Owen tak berdaya. Saat itu Amanda sedang mengandung Maximilian. Tidak mungkin bagi Owen untuk menyakiti hati istrinya.


Singkatnya Nana mulai bekerja. Nana menjadi Asisten Direktur keuangan perusahaan. Ternyata Nana dengan liciknya menggoda Direktur agar bisa memberikannya posisi yang tepat. Dan posisi incarannya adalah kepala Sekretaris. Di mana ia bisa mengendalikan semuanya jika menempati posisi itu. Keinginan Nana pun terwujud. Tiba-tiba saja kepala Sekretaris sebelumnya mengalami kecelakaan dan tidak bisa lagi bekerja karena cidera kaki yang sangat parah sampai harus dilakukan tindakan amputasi. Nana yang menempati posisi itu mulai berulah perlahan. Tidak disangka ia membuat Amanda menyerahkan   tiga persen saham miliknya atas GoodFood pada Nana. Dengan rupa-rupa alasan dan bujuk rayu dan tentu saja atas dasar hubungan saudara. Amanda begitu patuh dan tidak menolak apapun keingina Amanda.


Kejadian buruk menimpa Amanda. Wanita itu jatuh terpeleset dan dilarikan ke rumah sakit. Karena Amanda sedang hamil besar, saat jatuh Amanda langsung mengalami kontraksi. Mau tak mau Amanda pun harus melahirkan lebih awal dari tanggal perkiraan lahiran. Dan pada saat persalinan, Amanda harus kehilangan nyawa karena pendarahan hebat. Owen sangat putus asa saat itu. Ia menyambut kelahiran putranya, tapi ia harus merelakan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Nana berulah lagi. Pada saat seleksi Sekretaris baru untuk CEO, Nana memasukkan orangnya. Meminta orangnya itu untuk menggoda Owen yang baru saja menduda. Sekali, dua kali, sampai beberapa kali Nana terus berusaha menggoyahkan Owen. Sampai Owen terlampau kesal dan mempertanyakan maksud Nana. Karena tindakan Nana sangat keterlaluan. Owen pun meminta Nana menulis surat pengunduran diri, kalau tidak mau dipecat olehnya. Saat itulah Nana menujukkan dokumen penyerahan saham dari Amanda padanya. Nana mengatakan, ia punya hak untuk tetap tinggal kerena ia memiliki saham GoodFood sebesar tiga persen.


Owen terkejut. Ia mengatai Nana sebagai wanita licik dan murahan. Owen yang marah pun mengancam Nana, kalau ia masih menyuruh orang untuk menggodanya, ia akan membunuh Nana saat itu juga. Ancaman Owen tak hanya kata-kata manis belaka. Saat mencari Sekretaris baru, ia langsung meminta Hans yang menyeleksi. Tak diam saja, saat Owen mendapatkan Sekretaris baru, Nana akan mengganggunya sampai merasa lelah dan mengundurkan diri. Begitulah yang terjadi sampai sekarang. Apa yang terjadi tidak lain karena campur tangan Nana.


__ADS_2