Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Season 2 Kemenangan Marlena


__ADS_3


Maafkan aku, Sayang. Jika aku mengecewakanmu kembali. Tapi sungguh dalam lubuk hatiku, hanya namamu yang terukir disana selamanya. ~Reynaldi Johan Pratama~


****


Sinar matahari mulai menembus kaca bening di sebuah ruang kamar. Suara kicau burung begitu terdengar hingga membuat seseorang yang sedang asyik bergelung diatas ranjang menggeliat. Tubuhnya terasa begitu sakit hingga perlahan membuatnya membuka mata.


Mengerjap begitu pelan. Dia menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke dalam matanya. Dia merenggangkan ototnya hingga tersadar akan sesuatu hal. 


Di depannya, seorang pria yang begitu dia cintai satu ranjang dengannya. Berbicara tentang satu ranjang membuat Marlena spontan beranjak duduk. Matanya membulat penuh melihat tubuhnya yang telanjang.


Ingatannya kembali dipaksa untuk mengingat semuanya. Tapi entah karena pengaruh alkohol semalam membuat Marlena tak ingat satu hal apapun. Namun tak lama senyuman menyeringai muncul di bibirnya ketika matanya tak sengaja melihat dada Rey. 


3 buah kissmark begitu tercetak jelas di dadanya. Marlena yang melihatnya tersenyum penuh kemenangan.


"Apa semalam kita menghabiskan malam yang panas ketika aku terpengaruh oleh alkohol." 


Tak mau dugaannya terpeleset Marlena segera membuka selimut yang dia pakai. Tangannya meraba ranjang yang berada di bagian bawahnya dan dia bisa merasakan lengket dan basah. Untuk menguatkan dugaannya segera diciumnya bekas cairan itu dan senyum bahagia begitu jelas tergambar di wajahnya.


Jangan lupakan dia adalah seorang pemain handal. Marlena juga bukan gadis virgin lagi. Dia sudah terbobol sejak pergaulannya di negara kelahirannya itu.


"Ternyata benar. Ini bau cairan benih. Hmmm ternyata semalam aku ganas sendirian tapi tak apa akhirnya aku bisa menikmati tubuhmu, Sayang," ujarnya sambil berjalan kembali ke atas ranjang. 


Marlena tak memperdulikan dirinya yang masih telanjang. Dia segera naik dan mendekati Rey yang masih asyik tak sadar diri. Mengulurkan tangan kanannya, Marlena mengusap dada Rey yang terdapat 3 buah tanda merah.


"Hmmm aku begitu bahagia karena sudah menikmati tubuhmu, Sayang." 


Marlena memberikan kecupan di dada Rey hingga membuat pria melenguh. Sungguh pengaruh pukulan itu mampu membuat pria itu baru tersadar sekarang. 

__ADS_1


Perlahan Rey memegang kepalanya yang sakit. Dia memejamkan matanya karena begitu terasa sakitnya bagian tengkuk kepalanya. Namun ada yang berbeda, dia merasa sebuah benda lunak basah sedang berada di atas dadanya. 


Spontan pria itu menunduk dan terbelalak. Tangannya dengan kuat mendorong wanita itu sehingga membuat sebagian selimut yang menutupi tubuh Rey ikut merosot.


"Kau!" tunjuk Rey dengan wajah merah padam.


Dia menatap ke arah tubuhnya dan kembali perasaan menyesal dan sakit menyergap dirinya. 


Kenapa dia bisa telanjang dan hanya menyisakan boxer pendek saja? 


Lalu ini tiga kissmark berada di dadanya?


Apa maksud semua ini?


Semua pikiran-pikiran itu memenuhi otak Rey hingga membuat pria itu spontan menoleh ke arah wanita yang mengaduh kesakitan.


"Kau apakan aku, Marlena!" bentak Rey hingga suaranya menggelegar 


"Kau sudah apakan aku, wanita gila!" serunya dengan menunjuk wajah Marlena. 


"Apa kau melupakan malam panas kita, Sayang?" tanya Marlena dengan senyuman menawan.


Dia beranjak berdiri dan tak memperdulikan tubuhnya yang telanjang serta pantatnya yang sakit. Sungguh tak ada rasa malu lagi bagi wanita itu berdiri di depan pria yang bukan suaminya. Kenyataan obsesi memang bisa merusak sebagian otak sehat manusia itu benar adanya. 


"Jangan membual kau!" serunya tak terima sehingga mendorong tubuh Jessi sampai kepentok dinding kaca. 


"Aku tak membual, Sayang. Kau tak lihat kissmark itu, 3 buah tanda itu adalah hasil dari betapa panasnya percintaan kita semalam," ucap Marlena dengan tatapan sinis.


Dia tak peduli akan cekikan di lehernya akibat tangan Rey. Tapi sepertinya wanita itu lebih suka bermain dengan emosi Rey. Hingga tak lama pria itu mundur dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Tidak mungkin, tidak mungkin." Rey menggeleng. Dia menjambak kepalanya kuat dan menangis karena untuk kesekian kalinya dia menyakiti dan menghancurkan kepercayaan istrinya kembali.


Rey merosot ke lantai dengan air mata mengalir. Cintanya yang begitu tulus kepada sang istri. Membuatnya hancur ketika mendapati kenyataan jika dirinya semalam bercinta dengan gadis lain. 


Pria itu takut. Takut jika istrinya tak menerima dan malah pergi meninggalkan dirinya seorang diri. Dia tak mau, tak mau ditinggalkan untuk kesekian kali. Dirinya sudah berjanji akan mempertahankan pernikahan ini dan bertekad akan keluar dari tempat terkutuk ini dan bersimpuh di kedua kaki istrinya.


~Bersambung~


Maaf yah baru update, anak aku dari kemarin sore sakit demam. Alhasil baru sempet ngetik.


Ada bab lagi di jam 3 sore.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.


Mampir juga ke Ceritaku yang lain :


Jodoh Pilihan Mama (end)


Aqila Love Story (end)


Sadewa and Queen (end di wp)


My Teacher is My Husband (end di ****)

__ADS_1



__ADS_2