
Penolakan darimu tak membuatku menjadi putus asa. Malahan, hal itu membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkanmu dan menjadikanmu sebagai ibu dari anak-anakku. ~Jackson~
****
Tak henti-hentinya Rey dan Jessica mendapatkan banyak doa dan harapan dari para tamu undangan yang semakin memadati rumah mereka.
Senyum mengembang terus bersemayam di wajah cantik Jessi hingga membuat Rey yang melihatnya turut bahagia.
"Apa kamu bahagia?" tanya Rey menarik pinggang sang istri hingga tubuh mereka bersentuhan.
Jessi meletakkan tangannya di dada suaminya dan mengangguk, "tentu saja, Rey. Terima kasih sudah membuatku bahagia hari ini."
"Bukan hanya hari ini, aku akan membuatmu bahagia selalu ketika berada disampingku."
Jessi bisa melihat keyakinan di setiap ucapan Rey untuknya. Dia percaya jika suaminya itu akan membuktikan apa yang sudah dia katakan sekarang.
"Tolong jaga selalu hatimu, Rey. Jika kau bosan denganku, katakan! Jangan tiba-tiba mencari wanita lain dan membawanya di tengah-tengah ikatan suci kita."
Mata Rey berubah tajam. Namun Jessica tak gentar. Dia harus mengatakan ini sekarang. Biarlah dia dianggap ngaco, tapi memang itulah yang selalu meliputi hatinya beberapa hari ini.
Menurutnya, kebosanan di antara sepasang pengantin pasti akan ada. Jika saat itu datang, maka yang harus dilakukan adalah membicarakan antara satu dengan yang lain dan mencari jalan tengah.
"Jangan pernah berpikiran jika aku akan melakukan itu, Jess. Karena sampai kapanpun hatiku hanya milikmu. Ingatlah itu!" Jessi mengangguk kemudian dia mencium pipi Rey tanpa melihat jiak disana sudah ada seorang gadis yang mata perawannya ternodai karena aksi gila mereka berdua.
"Ya Tuhan. Mata aku sudah ternodai dengan sepasang suami istri ini," ucap Haura dengan menutup kedua matanya dengan telapak tangan.
Hal itu tentu membuat pegangan Rey di pinggang sang istri terlepas. Kemudian disusul warna merah merona di kedua pipi keduanya mulai timbul.
"Apakah adegan 21+ nya sudah selesai?" goda Haura semakin menjadi saat mengintip dari sela-sela jarinya jika pasangan di depannya ini malu-malu kucing.
"Ra."
Akhirnya Haura tertawa sampai menutup bibirnya. Hika Rey sunday memanggil seperti itu, maka dirinya harus berhenti menggoda. Sungguh hal ini begitu membahagiakan menurutnya, karena baru kali ini dia melihat sepasang suami istri yang begitu canggung dan pemalu.
"Mangkanya lain kali itu kalau mau nyium di kamar dong. Masak iya disini," ujar Haura pura-pura cemberut. "Tolonglah wahai pasangan. Disini ada jomblo terhormat." Lanjutnya pura-pura mendramatisir.
Jessica hanya tertawa karena aksi Haura yang menurutnya konyol. Ternyata dibalik kegarangan, kepintaran dan kecerdasannya ada sisi lain yang tersembunyi dan hanya orang-orang terdekatnya saja yang bisa melihat.
__ADS_1
"Eh tadi malu-malu kucing, sekarang malah ketawa-ketawa," sindirnya melihat Jessica yang tak berhenti tertawa.
"Kamu lucu," kata Jessi spontan membuat Haura makin menjadi.
"Oh kakak baru tahu? Yah mulai dari zigot mah, Haura emang udah lucu, Kak."
"Astaga!"
Tak ingin membuat Haura semakin menjadi, akhirnya Rey mulai membuka suara yang membuat gadis itu kembali pada tujuannya.
"Kamu ngapain kesini, Ra?"
"Ya Tuhan, hehehe." Haura tertawa kecil. Lalu dia beralih ke arah Jessica dan memeluknya.
"Barakallah atas pernikahan Kak Jessi dan Orang kaku ini ya, Kak," Doa Haura tulus kemudian melepaskan pelukannya.
"Terima kasih, Ra. Semoga doa baik kembali kepadamu."
"Aamiin."
Haura kemudian menatap Rey dan tersenyum kecil di depannya. Dia tak menyangka jika pria yang dia bantu akhirnya bisa berdiri disini. Membuktikan semua kerja kerasnya dan berakhir di pelaminan.
"Aamiin." Keduanya sungguh mengaminkan doa yang baru saja Haura panjatkan. Karena memang baik Jessi dan Rey tak ada yang ingin menunda untuk memiliki anak. Keduanya berharap semoga Allah segera memberikan bonus agar ada cucu yang membahagiakan untuk Mama Ria dan Daddy Stevent.
"Terima kasih atas semuanya, Ra. Karena kamu juga akhirnya aku bisa sampai sini."
"Aku hanya perantara saja. Semua Kakak sendiri yang melakukan."
Akhirnya percakapan mereka berakhir dan Haura mulai berjalan meninggalkan pelaminan untuk kembali ke meja dimana kakak dan keluarga kaka iparnya sudah duduk rapi disana.
Tanpa Haura sadari. Sedari tadi, apa yang dilakukan olehnya terekam jelas di manik mata milik seorang pria tampan berwajah bule yang duduk di salah satu kursi yang tersedia.
"Kau adalah gadis yang unik," ucapnya dengan bibir menyeringai. "Lalu hanya akulah yang akan mendapatkanmu, Putri Brunei."
****
Malam mulai beranjak naik. Saat ini adalah waktu dimana pesta dance dan menyanyi dimulai. Untuk siapapun tamu yang ingin menyumbang sebuah nyanyian tentu saja boleh dan langsung saja menuju ke atas panggung yang sudah disediakan.
Para penyanyi yang diundang pun juga bergantian menyanyikan lagu yang sudah direquest oleh sepasang suami istri. Tiba saatnya, MC mengatakan jika akan ada waktunya pesta dansa dan semua orang yang memiliki pasangan segera menuju lantai dansa yang sudah disediakan.
__ADS_1
"Ingin berdansa?" Rey mengulurkan tangannya dan menekuk salah satu kakinya di hadapan sang istri.
Sontak perlakuan Rey membuat Jessi tersipu malu. Tapi dirinya juga menerima dan mulai berjalan bergandengan tangan menuju ke depan panggung untuk ikut membaur dengan pasangan yang sudah berdansa terlebih dahulu.
Jessica tersenyum dan meletakkan tangannya di depan dada sang suami. Sedangkan Rey, dia meletakkan kedua tangannya di pinggang dan tubuh keduanya saling berdempetan.
Bergerak ke kanan dan ke kiri. Baik Jessica dan Rey saling meresapi lagu yang diputar untuk mengiringi dansa mereka kali ini.
Lagu berjudul 'A Thousand Years' sungguh membuat Jessica memejamkan matanya dan meletakkan kepalanya di atas dada sang suami.
Ahh siapapun yang melihatnya pasti akan merasa iri dan baper. Tapi ternyata disana, bukan hanya Rey dan Jessi yang menjadi pusat perhatian. Kedatangan khali dan Aqila di lantai dansa juga membuat beberapa gadis menjerit histeris.
Ketampanan dan keromantisan yang Khali perlakuan untuk sang istri tercinta, mampu membuat siapapun menggigit jari. Mereka saling menikmati alunan musik tanpa memperdulikan tanggapan orang yang melihatnya.
Melihat keromantisan disana, Haura yang saat ini duduk sendirian hanya mampu menekuk wajahnya. Huh, kenapa jomblo sepertinya harus melihat pertunjukkan untuk para pasangan.
"Lihatlah disana hati! Apa kau tak ingin merasakan seperti mereka?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Haura hanya tertawa melihat tingkahnya seperti orang gila dan segera menggelengkan kepala. Sepertinya memang benar jika ia harus segera menyusul agar tak iri lagi ketika melihat ke 'uwuw' an pasangan di depannya ini.
Saat Haura hendak beranjak dari duduknya. Sebuah tangan terulur di depannya hingga membuat Haura spontan mendongak.
"Apa…."
"Maukah kau berdansa denganku?"
Haura tersenyum sinis. Dia menatap pria di depannya yang sudah lama tak ia temui. Beranjak berdiri, Haura mengambil tas dan menepis tangan itu agar tak menghalangi langkahnya.
"Jangan berharap kau bisa menyentuhku sedikit saja!"
Setelah mengatakan itu, Haura benar-benar pergi meninggalkan pria yang tersenyum melihat kepergiannya dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.
"Aku pastikan Haura. Jika ketika kau bangun, hanya ada Jackson yang akan menemanimu menyambut pagi-pagi kita."
~Bersambung~
Woowww gimana ya kira-kira kisah mereka berdua? dua hal yang saling bertolak belakang apakah bisa bersatu?
Jangan lupa like bab ini oke biar aku bisa berfikir apakah cerita ini lanjut season 2 atau aku tamatin.
__ADS_1