Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
Back Home


__ADS_3


Kebahagiaan atas lahirnya buah hati mereka sungguh membuat semua orang ikut merasakan kebahagiaan yang tiada tara. ~JBlack~


****


Kedatangan bayi mungil dan ibunya disambut meriah oleh semua keluarga Rey dan Jessica. Sejak kedatangan satu jam yang lalu di rumah. Tak henti-hentinya bayi mungil bernama Arrisa Lashira itu digilir oleh beberapa kerabat.


Bahkan tak ayal mereka mencubit pipi gembil hingga bayi itu merengek. Namun, bukannya takut, malah mereka semakin gemas dan mengulangi hal itu hingga tak lama suara tangis bayi itu pun pecah.


"Astaga kalian apakan anakku?" ujar Rey dengan mode galak.


Ayah baru itu segera mengambil putrinya menangis dan menenangkannya.


"Kita cuma cubit pipinya doang loh, Rey. Gemes banget anak kamu," ujar saudara dari Mama Ria.


"Kalau mau cubit, cubit pipi anaknya sendiri aja, Tan. Bayiku masih mungil," ujarnya kesal sambil membawa anaknya menuju sang istri yang duduk di sofa. 


"Kenapa anak Mama, Sayang?" ujar Jessi sambil meraih anaknya ke dalam gendongannya.


"Di godain ya sama Tante sama Om," ujar Jessica menggoda sang buah hati yang mulai kembali tenang. 

__ADS_1


"Kamu bawa istri dan anak kamu ke kamar, Rey. Seperti Jessica lelah dan anak kamu pengen minum asi," ucap Mama Ria yang memang melihat menantunya kelelahan.


"Iya, Ma," sahut Rey. "Ayo, Yang!" 


Akhirnya Rey dan Jessi berpamitan pada semua keluarga dan masuk ke dalam kamar mereka yang berada di lantai satu. 


"Letakkan Shira di ranjang, Sayang. Biar aku yang menjaganya."


"Makasih ya, Sayang. Aku ke kamar mandi dulu," ucap Jessi berpamitan.


Meletakkan Shira ke ranjang. Kemudian Jessica menghadiahi kecupan di kening untuk dua orang yang begitu dia sayangi. 


"Jaga Shira yang benar ya, Papa. Mama mau mandi."


Melepaskan satu persatu pakaian yang melekat dalam tubuhnya. Jessica berdiri diam di depan kaca panjang yang ada disana. Tangannya menyentuh perut yang dulunya membuncit sekarang mulai rata kembali. Tapi matanya baru menyadari jika ada streachmack disana.


Tak ada raut wajah takut pada diri Jessica melihat ada perubahan dalam tubuhnya. Ibu satu anak itu memang merasa ada perubahan dalam berat badan tubuh dan beberapa bagian tubuh lainnya.


Seperti perutnya yang sedikit besar, lalu tubuh penghasil asinya yang membesar. Itu menjadi tanda bahwa dia pernah mengandung dan melahirkannya calon penerus dan buah hati mereka.


"Mama tak kecewa telah mengandungmu, Sayang. Malahan Mama senang karena Allah sudah memberikan kamu di antara Mama dan Papa."

__ADS_1


Takut anaknya menangis. Segera Jessica menuang aromaterapi ke dalam bathup dan dia berendam dengan tenang. Tubuhnya yang terendam air hangat sungguh membuat tenang dan nyaman.


Bahkan rasa linu dan capek seketika menghilang setelah merasakan hangatnya air dan harumnya aroma yang menguar ke seluruh kamar mandi.


Hampir dua puluh menit dia berendam, segera Jessica beranjak bangun dan membilas tubuhnya. Memakai korset dan pakaian dalamnya laku Jessica membalut tubuhnya dengan baju mandi.


Pemandangan pertama di ranjang sungguh membuatnya hatinya menghangat. Kedua orang yang dia sayangi ternyata terlelap bersama buah hati mereka dan saling berpelukan.


Tak mau melewatkan momen itu. Jessica segera meraih ponselnya dan mengambil potret anak dan ayah itu.


"Perfect."


Meletakkan benda pipih itu kembali. Segera Jessica berganti pakaian dan langsung bergabung di atas ranjang untuk memejamkan matanya sejenak selagi buah hati mereka terlelap dengan tenang.


~Bersambung~


JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.


▶️ Tekan tanda like


▶️Vote seikhlasnya yah

__ADS_1


▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.



__ADS_2