
Apapun jika untuk kebahagiaan putriku, pasti aku akan rela melakukan apapun untuk mengabulkannya. ~Stevent Alexzandra~
****
Semua orang mulai bersiap untuk menyusup ke mansion milik Marlena. Hari yang mereka rencanakan akhirnya tiba. Jack maupun Bima pun ikut serta dalam misi penyelamatan ini. Bahkan Daddy Stevent yang masih dalam masa pengobatan memaksa untuk ikut serta.
Bagaimana tidak?
Dia ingin mengecek secara langsung bagaimana keadaan menantunya itu.
Melihat putrinya selalu menangis membuat Stevent merasa bersalah. Maka dari itu biarkan dirinya saat ini ikut dan memastikan semuanya sendiri.
"Apa Daddy yakin?" tanya Jessica menatap sendu sang ayah.
Saat ini mereka berada di tempat persembunyian milik Mario. Jessica pun memaksa untuk ikut hanya sampai disini. Dia ingin melihat langsung semuanya meski hanya dari layar lebar itu. Dia takut, takut akan keselamatan sang suami dan juga keselamatan semua orang yang begitu dia sayangi.
"Percayakan semua pada Daddy, Nak," ujar Stevent yakin.
"Terima kasih, Dad. Jagalah diri Daddy jika tak mau aku merasakan penyesalan seumur hidup," ucap Jessica dengan mata berkaca-kaca.
Stevent mengangguk. Dia menarik tubuh sang putri ke dalam pelukannya. Tak lama ia bisa merasakan jika anak yang begitu ia sayangi menangis terisak. Dirinya begitu tahu apa yang dirasakan anak tunggalnya ini.
"Jangan menangis, Putriku. Ingatlah ada cucu Daddy disana. Doakan saja supaya Daddy bisa membawa Rey pulang." Stevent melepaskan pelukannya. Dia mengusap air mata sang putri dan memberikan senyuman terbaiknya.
__ADS_1
Perlahan wanita yang sedang hamil itu memaksakan senyumnya. Dia mengangguk dengan mata penuh harap. Lalu kemudian semua orang mulai bersiap. Mungkin kali ini baik pihak Jack maupun Mario mempersenjatai dirinya sendiri.
Mereka bukan berurusan dengan orang biasa. Melainkan anak buah Marlena adalah orang-orang dunia hitam. Mereka pasti tak akan segan-segan menodongkan senjata api jika ada orang yang tak diinginkan kehadirannya.
Perlahan Jessica berjalan menuju posisi Mario yang sedang melihat peluru di pistol yang ia genggam.
"Kak," panggilnya pelan hingga membuat pria itu mendongak.
"Ya?"
"Tolong jaga Daddyku dan semuanya. Kembalilah bersama suamiku dalam keadaan selamat," pintanya dengan mata yang kembali tergenangi air mata.
"Tentu. Aku akan membawa mereka pulang kembali dengan selamat."
Dia takut. Takut jika ada hal buruk yang akan terjadi. Tapi dia tak boleh lupa. Jika disana ada Tuhan yang akan menjaga mereka dari mara bahaya apapun. Biarlah dia kali ini berdoa dan meminta keselamatan semua orang agar bisa kembali di dekatnya lagi.
Perpisahan itu diakhiri dengan melambaikan tangan dan untaian doa di hati Jessica. Dia menatap kepergian mobil yang membawa keluarganya mulai menjauh. Tak lama, anak buah Mario memintanya untuk masuk dan lekas dituruti.
Waktu memang mulai beranjak naik. Baik Mario ataupun Stevent sudah merencanakan semua untuk menyusup di malam hari demi keselamatan mereka dan juga agar CCTV tidak merekam kedatangan mereka.
Sepanjang perjalanan, semua orang saling berdiskusi dan mengingatkan rencana mereka. Namun hanya ada satu orang yang sedari tadi dia. Ya dia adalah Stevent Alexzandra. Sudah lama sekali ia tak pernah ikut aksi seperti ini setelah memberikan kekuasaan dunia bawah tanah pada tangan kanan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Tapi sekarang, dia harus kembali lagi memegang senjata api untuk menyelamatkan pria yang begitu dicintai sang putri. Menyelamatkan Rey yang berstatus sebagai menantu dan suami dari anak tunggalnya. Keterdiaman ayah anak satu itu membuat Jack yang duduk tepat di samping Stevent memegang bahu tegap pria paruh baya itu.
"Tenanglah, Tuan. saya berjanji akan membawa anda pulang dengan selamat."
__ADS_1
~Bersambung~
Bagian ini aku sedih. Semoga baik-baik aja Daddy Stevent, hiks.
Jam 3 aku update lagi oke menuju mendebarkan. dug dug dug
JANGAN LUPA DUKUNG KARYAKU DENGAN CARA.
▶️ Tekan tanda like
▶️Vote seikhlasnya yah
▶️Berikan komentar terbaik kalian. Mau kasih ide saran pun boleh.
Mampir juga ke Ceritaku yang lain :
Jodoh Pilihan Mama (end)
Aqila Love Story (end)
Sadewa and Queen (end di wp)
My Teacher is My Husband (end di ****)
__ADS_1