Mengejar Cinta Duda Tampan

Mengejar Cinta Duda Tampan
MCDT (14)


__ADS_3

Sebelumnya ....


Nana yang ada diruagannya menghubungi dan meminta seseorang mengambil sesuatu yang ia butuhkan. Ternyata ia membutuhkan dokumen berisikan data pribadi milik Aline. Nana penasaran ingin tahu tentang Aline, karena Nana melihat pakaian yang dikenakan Aline begitu mewah dibandingkan miliknya.


Tidak beberapa lama, seseorang mengetuk pintu ruangan Nana dan membuka pintu, lalu masukm seseorang itu menyerahkan sebuah berkas dokumen dan langsung pergi setelahnya.


Tidak membuang waktu, Nana membuka dan membaca dat pribadi Aline. Senyumnya langsung mengembang, ternyata dia salah karena khawatir.


"Cih! hanya orang rendahan saja, tetapi banyak bergaya. Lihat ini, dari pendidikan sampai pekerjaan tak ada satupun yang bisa dibanggakan. Telebih dia tinggal di rumah pinggiran yang kumuh. Hihh ... menjijikan. Bagaiana si Hans ini memilih Sekretaris? oh, bukan Hans. Tapi Melanie, Sekretaris lama itu. Waktu itu kan Hans sedang ditugaskan untuk hal lain. Bisa-bisanya perusahaan sebesae GoodFood menerima orang tak berguna begini." batin Nana senang.


Nana pun langsung berpikir untuk mengganggu Aline. Ia yakin, kalau orang rendahan seperti Aline pasti akan sakit hati saat dikatai miskin dan lain-lain. Nana tertawa keras, ia sangat menantikan ingin mengerjai Aline.


***


Nana kembali ke ruangannya setelah menemui dan memprobokasi Aline. Ia tidak sangka, setelah dikatai dan dipancing, Aline tetap tenang-tenang saja.


"Untung saja dia tidak tahu kalau pakaianku ini hayalah barang tiruan. Apa karena tiruannya sama persis seperti aslinya, ya? Ahh, masa bodohlah. Apapun itu orang rendahan seperti Aline tahu apa tentang dunia fashion? dia hanya seekor semut yang pasti hanya asal bicara atau menebak-nebak saja." batin Nana.


Nana segera menghubungi seseorang dan meminta seseorang itu ke gudang mengambil tumpukan dokumen dan meminta membawanya pada Aline, Sekretaria CEO. Nana berkata untuk menyampaikan pesannya, kalau Aline harus meringkas semua isi dokumen itu hari ini juga. Setelah itu panggilan pun diakhiri olah Nana.


Nana duduk di kursinya dan tersenyum lebar. Ia merasa puas karena sudah menemuka ide mengerjai Aline. Mengira kalau Aline tidak akan mampu. Pekerjaan yang akan dikerjakan Aline harusnya dikerjakan oleh dua orang dan dalam waktu kurang lebih satu minggu.

__ADS_1


"Selamat menikmati, Aline. Hahaha ...." gumam Nana tertawa jahat.


***


Aline sedang membaca dokumen yang akan diserahkan pada Owen. Sebelum meminta tanda tangan CEO, Sekretaris harus memeriksa lebih dulu. Meskipun nantinya CEO juga memeriksa ulang. Itu agar tidak terjadi kesalahan dalam pekerjaan. Setelah memeriksa dengan cermat dan seksama, Aline menyusun beberapa berkas dokumen dan hendak membawanya kepada Owen. Baru saja ia berdiri dari posisi duduk. Seseorang datang menghampiri meja Aline dan meletakkan sebuah kotak besar.


Aline menatap kotak besar di mejanya, "Maaf, ini apa?" Kata Aline.


"Saya diminta oleh Bu Kepala Sekretaris untuk megatar ini pada Anda. Beliau berkata Anda harus meringkas ini dan menyelesaikannya hari ini juga." kata seseorang itu.


Aline mengerutkan dahinya, "Apa?" sentaknya kaget.


Seseorang itupun buru-buru pergi dan kabur begitu saja setelah berpamitan. Aline penasaran, ia meletakkan kembali dokumen yang hendak ia bawa kepada Owen. Ia mengambil kotak dan meletakkan di lantai. Ia membuka kotak tersebut, melihat begitu banyak dokumen yang harus ia ringkas dan selesiakan hari ini juga.


Aline segera menghubungi Victor. Meminta Victor untuk cepat datang karena ada tugas penting. Aline menjelaskan apa yang harus Victor kerjakan. Ia juga meminta Victor menyiapkan setidaknya lima belas orang untuk nantinya bisa membantu Victor menyelesaikan apa yang diperintahkan Aline. Setelah melihat jam tangannya, Aline hanya bisa memberi waktu lima jam pada Victor. Karena pukul empat sore Victor harus sudah menyerahkan padanya lagi dokumen beserta ringkasannya.


Setelah menghubungi Victor, Aline pun pergi membawa berkas dokumen ke ruangan Owen.


***


Aline menantikan hasil kerja orang-orangnya. Tak disangka, pukul tiga sore Victor sudah mengembalikan dokumen dan menyerahkam hasil ringkasan. Aline sudah tidak perlu lagi bersusah payah, dan menunggu jam pulang agar bisa menyerahkan semua ringksan pada Nana. Aline senang, timnya ternyata bisa diandalkan. Aline langsung mentransfer sejumlah uang pads Victor, meminta Victor membagikan bonus dan mentraktir timnya makan makanan enak. Aline juga ingin Victor menyampaikan rasa terima kasihnya pada semua orang yang sudah membantunya.

__ADS_1


Aline melihat Nana sedang lewat. Ia segera meletakkan ponselnya dan pura-pura kerja. Aline meregangkan otot leher dan bahunya seolah-olah sangat lelah. Setelah Nana tak terlihat, Aline kembali bermain ponsel.


"Mengesalkan saja. Dia kira dia siapa? mentang-mentang senior dan Kepala Sekretaris. Untung saja aku ini punya tim yang hebat, yang bisa diandalkan. Kalau tidak, aku pasti akan menjamur di meja ini. Yang benar saja, ini kan perkerjaan yang bisa diselesaikan lebih dari dua hari." batin Aline.


Aline melihat kotak dokumen dan tumpukan ringksan diatas dokumen. Ia tidak percaya Nana tak akan segan padanya yang merupakan orang baru. Padahal Hans sudah memberinya kelonggaran untuknya di hari pertama, agar bersantai.


Bukan hanya membuat Aline tidak bisa bersantai, Nana membuat Aline harus menjad8 jamur karena meringkas puluhan dokumen yang bahkan sebenarnya sudah tidak berguna lagi.


Sebagai junior dan orang baru, Aline tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau ia protes, kemungkinan ia malah akan dipersulit. Mengingat Nana adalah orang yang berkuasa. Di GoodFood, status Nana memang berada di atas Aline, sehingga tak mudah bagi Aline membalas kelakuan Nana. Ia harus menemukan celah atau kesalahan Nana, yang bisa digunakam untuk menyerang balik Nana.


Karena itu juga Aline harus bersabar dan meredam menahan emosinya. Ia tidak boleh terpancing provokasi Nana. Kalau ia menggigit umpan yang dilempar Nana dan terpancing , maka Aline akan terjaring. Ia akan menjadi santapan lezat untuk Nana.


***


Tidak terasa waktu terus berjalan dan tiba waktunya pulang kerja. Aline merapikan mejanya, ia mematika komputernya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas. Aline memindah kotak berisikan dokumen dan ringkasannya ke atas meja.


Pintu ruangan Owen terbuka, Owen keluar dan berjalan melewati meja Aline. Owen melihat Aline sedang mengangkat sebuah kotak dari lantai ke atas meja.


"Apa itu?" tanya Owen.


Aline menatap Owen, "Ini tugas yang diberikan Kepala Sekretaris pada saya, Pak." jawab Aline.

__ADS_1


Owen mengambil satu dokumen berisikan ringkasan dan melihatĀ  lihat yang lain. Owen mengerutkan dahinya menatap Aline. Ia berpikir kalau Nana sudah keterlaluan. Owen terkejut saat melihat tumpukan ringkasan dia atas tumpukan dokumen. Ia pun bertanya pada Aline, bagaimana bisa Aline menyelesaikan semuanya hanya dalam beberapa jam? Jumlah dokumen dalam kotak ada puluhan.


__ADS_2