
Aku turut bahagia ketika melihat pria yang dulu menyakitiku sudah meraih kebahagiaannya dengan pemilik hatinya saat ini. Do'aku terbaik untuk kalian berdua dan semoga Allah memberkahi pernikahan mereka. ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
****
Pesta Pernikahan yang sangat meriah dan mewah mulai dipenuhi oleh para undangan. Dapat dilihat dari rekan kerja, sahabat karib dan keluarga besar mulai memenuhi area yang sudah disediakan oleh pihak WO dan Tuan Rumah.
Decak kagum bahkan pujian banyak dilontarkan dari bibir para tamu undangan. Karena mereka tak menyangka jika pernikahan dari orang terpandang di Indonesia begitu spektakuler seperti ini, meski tak berada di sebuah gedung mewah nan megah.
Bukankah Rey pernah bilang. Jika dia akan melakukan apapun agar istrinya nyaman. Maka inilah salah satu hal yang membuat Jessica sendiri merasa nyaman dan tenang.
Keduanya tak perlu memikirkan gedung mana yang akan dipakai. Tak perlu bingung memilih dekor mana yang pantas. Cukup dirumah saja, halaman dan alam lah yang menjadi hal utama menambah kesan indah dan alami.
Sesaat kemudian lagu Marry Your Daughter By Brian McKnight menjadi pengiring langkah kaki sepasang pengantin yang mulai memasuki area pelaminan.
Sir, I'm a bit nervous.
'Bout being here today.
Disaat bersamaan, kedua kaki mulai menapaki karpet merah memasuki halaman menuju ke arah pelaminan. Tatapan semua orang langsung tertuju ke arah kedatangan Tuan dan Nyonya Pratama.
Still not real sure what I'm going to say.
So bare with me please.
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
Decak kagum akan kecantikan dan ketampanan dari sepasang suami istri itu begitu ramai. Wajah khas bule milik Jessica, terlihat begitu menawan ditambah senyuman lebar yang selalu menghiasi wajahnya. Sedangkan dengan wajah sang pangeran tak berkuda yaitu Reynaldi Johan Pratama, berjalan dengan gagah dan tegap. Dada bidangnya begitu kentara dari balik jas yang ia pakai. Begitu seksi dan membentuk tubuhnya yang terlihat menggoda di mata para gadis di sana.
Can marry your daughter.
And make her my wife.
Sambil meresapi lagu yang diputar. Jessica dan Rey berjalan dengan langkah pasti melewati jalan yang sudah dilapisi oleh karpet sampai menuju tempat yang seharusnya mereka berada untuk menyambut para tamu undangan.
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life.
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah.
Kedua wajah itu saling memandang ketika merasakan arti lagu ini yang begitu besar dan mengena di hati. Terutama, dalam diri Stevent. Matanya tak berhenti menatap sosok anak gadisnya yang terlihat begitu cantik. Dia menghapus sudut matanya ketika harus memaksakan senyuman untuk menutupi kenyataan bahwa dirinya masih berharap akan adanya keajaiban untuk bertahan lebih lama lagi.
Setelah Jessi dan Rey mulai menjejaki tangga menaiki pelaminan. Seorang WO memberikan dua buah mic ke arah dua orang itu dan diterima dengan senang.
Ini merupakan pengalaman pertama untuk seorang Rey. Bernyanyi di atas pelaminan mereka sendiri. Suara yang selalu terdengar tegas, kali ini mencoba menyanyi atas permintaan istrinya.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu memang, Jessica sendiri yang membujuk dirinya agar mereka menyanyi bersama. Bagi, gadis itu ini adalah hal biasa untuknya. Karena memang Jessi di New York selalu menjadi penyanyi di acara wedding jika dibutuhkan dan diwaktu yang kosong.
Hal itu pun diketahui oleh Stevent. Meski harus melewati banyak ceramahan dan rayuan akhirnya ayah anak satu itu selalu kalah dengan sang putri.
Mereka berdua berjalan bergandengan menuju ke tengah pelaminan dengan mengikuti iringan penyanyi dan musik yang sudah dimainkan.
Semua orang menjadi kagum dan bertepuk tangan saat mendengar Jessica mulai melantunkan bait lagu yang sama dengan lagu yang mengiringi untuknya berjalan. Hingga tiba saatnya bagian bait Rey, membuat Jessi menunjuk kekasihnya dengan senyum menawannya untuk memberitahukan bahwa saat ini adalah bagian pria itu.
I'm gonna marry your princess.
And make her my queen.
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen.
Mata Jessica berkaca-kaca. Dari suara sang suami yang tegas ternyata memang ada suara indah didalamnya. Ditambah Rey menyanyikannya penuh perasaan hingga membuat gadis itu begitu bahagia.
Lagu mereka ditutup dengan sebuah pelukan hangat dari Jessica untuk Rey dan membuat para undangan yang datang bertepuk tangan begitu meriah.
"Terima kasih, Sayang. I Love You." Jessi berbisik hingga membuat Rey tersenyum di balik pelukannya.
"Love you too, Honey."
****
Tamu undangan semakin memadat. Banyak dari mereka yang saling berbincang. Say hello saja, dan ada yang mendadak reuni bertemu dengan kawan-kawan mereka.
Namun, kedatangan tiga orang yang tak mereka sangka. Membuat para tamu undangan terbelalak kaget. Tatapan kagum, tak percaya dan seperti mimpi membuat mereka semua menatap mereka dengan tatapan yang tak biasa.
"Selamat datang, Tuan dan Nyonya Mateen." Penerima Tamu menyambut kedatangan mereka dengan sopan.
Khali, Aqila dan Haura berjalan bersama dengan pakaian seragam. Banyak yang begitu terpesona dengan kecantikan dari sepasang pengantin dengan gelang King of Brunei.
Apalagi, dengan adanya sang istri yang berwajah cantik dan manis membuat semua mata kaum hawa memandang iri dan sebagian kagum kepada sepasang pengantin itu.
"Kemarilah, Ra. Jangan dibelakang Kakak." Ajak Aqila dengan menarik tangan adiknya.
Khali membawa istri dan adiknya langsung menuju ke sebuah meja tamu undangan yang menunggu mereka. Dari jauh, lambaikan tangan sudah mengarah ke arah mereka dan membuat Aqila begitu terharu.
Disana, Mamanya beserta dua kakaknya datang. Mereka berpelukan dengan erat untuk mengobati kerinduan yang begitu mendalam. Memang, baru kali ini mereka bertemu karena saat Aqila ke Indonesia hanya sebentar hingga tak sempat untuk pulang.
"Anak mama semakin cantik." Puji Mamanya dengan mencium dahi Aqila.
"Apa kabar, Ma?"
"Mama baik."
Bergantian, Aqila melepas rindu dengan Adel dan Axel. Kakak dan adik itu saling memeluk satu dengan yang lain. Mereka begitu saling merindu namun harus menahan. Karena bagaimanapun, Aqila sudah menjadi hak dari suaminya sendiri. Hingga mereka tak pernah egois meski harus menahan untuk bertemu adik terakhirnya ini.
__ADS_1
"Apakah Mama sama Kakak sudah bertemu Rey?" tanya Aqila.
"Sudah. Pergilah. Berfoto bersama dan doakan mereka."
Aqila mengangguk. Dia mengajak sang suami dan adik iparnya menuju antrian panjang menuju tempat pengantin berada. Tak henti-hentinya doa dipanjatkan oleh Aqila saat melihat senyum bahagia dari sepasang pengantin baru yang berada di pelaminan.
"Kenapa kamu sedih, Sayang?" tanya Khali saat melihat mata sang istri tergenangis air mata saat menatap Jessi dan Rey.
"Aku bukan sedih, Prince. Tapi aku bahagia melihat mereka sudah halal."
Khali tersenyum membenarkan, karena dirinya juga ikut bahagia dengan kabar mantan lawannya itu menikah. Dia mendoakan semoga pernikahan Rey akan diridhoi oleh Allah dan dijaga sampai maut yang memisahkan.
Tiba waktunya Khali menggandeng tangan sang istri. Mereka berjalan bersama berdua karena Haura menolak dengan alasan agar dirinya yang akan ke pelaminan sendirian.
Jarak mereka semakin dekat. Hingga tatapan Rey dan Aqila bertabrakan. Aqila tersenyum bahagia. Dia juga bisa merasakan aura pengantin yang begitu kuat. Khali berjalan dan memeluk Rey dengan erat.
"Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fi khair," ucap Khali tulus sambil melepaskan pelukan mereka.
Rey bersyukur dipertemukan dengan pria baik seperti Khali. Karena dialah dia bisa berada disini. Karena Pangeran dari Brunei dirinya bisa meminang kekasihnya hingga menjadi istrinya itu.
"Terima kasih banyak, Tuan Khali. Semua ini juga berkat anda."
Khali tersenyum, "semua ini berkat Allah. Saya hanya menjadi perantara saja."
Setelah itu, berpindah Aqila yang mendekat dan memeluk serta bercipika dan cipiki dengan Jessica. Istri dari lelaki yang pernah ada di hatinya ini.
"Semoga sakinah, mawaddah dan warrahmah." Doa Aqila tulus setelah keduanya melepaskan pelukan.
"Aamiin. Terima kasih, Nona. "
"No, panggil aku Aqila saja."
"Tapi…."
Aqila menggeleng. Akhirnya Jessica menurut dan mengangguk.
"Doakan semoga aku bisa seperti Mbak Aqila."
"Doaku menyertaimu. Semoga jadi istri sholeha dan berbakti pada suamimu. Aamiin."
~Bersambung~
Akhirnya berdamai dengan masa lalu itu begitu menyenangkan bukan?
Terima kasih sudah menemaniku sejauh ini. Akhirnya novel ini juga bisa tembus 100k pop berkat dukungan kalian.
Jangan lupa di like ya guys. Aku sayang kalian.
__ADS_1